
Sesampainya Kenan di rumahnya kembali, segera berjalan ke arah kamarnya mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur untuk beristirahat, namun matanya tidak bisa diajak untuk berkompromi untuk malam ini.
Akhirnya Kenan memilih untuk berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju dapur untuk meminum segelas air putih dan melewati ruang keluarga yang terdapat Papa dan Mamanya yang sedang menonton tv bersama.
"Pa, Ma belum tidur?"tanya Kenan yang duduk disamping Mamanya yang sedang fokus menonton film action.
"Belum, katanya Papa kamu belum bisa tidur. Kamu sendiri?"tanya Kiara yang mengusap wajah putranya yang sangat tampan.
"Belum, aku merindukan Arumi, Ma"ucap Kenan yang bersandar dibahu Mamanya, yang membuat Papanya menengokkan kepala melihat bayi besar sangat manja pada Mamanya.
"Oma"panggil Hanan yang berjalan kearah ke arah Tiara sambil mengucek-ucekkan matanya dengan guling yang berada ditangan kirinya.
"Cucu oma tersayang belum bisa tidur?"ucap Tiara yang dibalas dengan gelengan kepalanya. "Kenapa?"
"Aku merindukan Tansky, Oma"ucap Hanan yang dipangku oleh Tiara.
Tansky adalah panggilan Hanan untuk Arumi seorang, bahkan kini Tiara menatap wajah Kenan dan Hanan yang sekarang menempel padanya sedang merindukan orang yang sama.
"Hey anak kecil lebih baik kamu tidur sana!"ucap Kenan.
"Om aja sana yang tidur!"ketus Hanan.
Sebelum terjadi peperangan lebih sengit antara om dan keponakanpun akhirnya Tiara memutuskan mengambil ponsel dimeja yang berada dihadapannya dan membuat panggilan video call pada Arumi, dan bersyukurlah Arumi mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum tante"salam Arumi dari seberang telefon membuat kedua laki-laki itu tersenyum senang melihat wajah Arumi dibenda dengan layar pipih.
"Wa'alaikumsalam sayang, iniloh dua laki-laki kesayangan Mama sedang merindukanmu"ucap Tiara yang memberikan ponselnya ke Kenan yang sedang memangku Hanan, membuat Tiara tersenyum melihat om dan keponakan itu akur kembali.
__ADS_1
Entahlah sudah setengah jam berlalu om dan keponakan itu sudah mengembalikan ponsel milik Tiara dan kembali ke kamarnya masing-masing membuat senyum yang indah diwajah wanita paruh baya.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Bima pada istrinya.
"Aku ga menyangka aja, Kenan dan Hanan yang seperti Tom and Jerry bisa dipersatukan dengan mudah jika itu bersangkutan dengan Arumi"ucap Tiara yang membuat Bima tersenyum.
...✴️...
Kenan hanya mampu bertemu dengan Arumi dikantor bahkan dia lebih sering menghubungi wanitanya saat berada dirumah dibanding dengan Arumi yang sudah lelah dengan kerjaan kantor yang tidak ada habisnya.
Bahkan saat dirumahpun mood Kenan rasanya seperti roller coaster karena merindukan Arumi, ditambah lagi wanita itu harus cuti selama seminggu sebelum menjelang pernikahan dan Kenan belum boleh menemuinya.
"Mamaaaaaaaa!!! Kenapa harus ada pingitan sih?!"rengek Kenan yang merindukan Arumi, bahkan saat kerjapun rasanya males sekali dan tidak bertenaga.
"Yaudah kamu video call Arumi"ucap Tiara yang pusing dengan rengekan putranya setiap hari dengan bilang merindukan Arumi.
"Udah mama, tapi kangen Kenan makin bertambah, Kenan malah semakin ingin menemuinya"ucap Kenan yang bersandar dibahu mamanya yang sedang duduk disofa.
Menurut Kenan masa pingitan adalah masa terberatnya saat ini karena dia tidak bisa bertemu dengan wanitanya yang cantik, tidak bisa menjahili Arumi, tidak bisa bermanja dengan Arumi, pokonya tidak bisa melihat Arumi sehari aja adalah hal yang tersulit untuknya.
"Mama kenapa harus ada pingitan sih? aku rindu Arumi"rengek Kenan yang menatap layar tv dengan tidak bersemangat.
"Kamu pergilah temani Hanan untuk bermain game, lagipula sisa 2 hari lagi kalian akan bertemu di pelaminan, sabarlah Ken"ucap Tiara yang sabar mendengarkan ocehan dan rengekan Kenan yang selalu merindukan Arumi.
Kenanpun bangkit dari duduknya dan berjalan lemas dengan wajah kusut.
"Kamu mau kemana Ken?"tanya Tiara pada putranya yang sangat rewel itu akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Mau ke kamar"ucap Kenan.
"Kamu tidak akan melakukan yang tidak-tidak seperti menemui Arumi diam-diamkan?"ucap Mamanya dengan nada interogasi.
Bukan maksud Tiara tidak mempercayai putranya, tapi putranya pernah diam-diam kabur dari rumah mengendarai mobil berjalan ke rumah keluarga Gerald untuk menemui Kenan, padahal itu baru di hari ke dua sejak Arumi cuti.
Semenjak itu pula, Bima mengambil mobil milik Kenan dan memasang pelacak di ponsel milik putranya biar anak itu bisa terdeteksi sedang berada dimana, tidak lupa juga saat pergi dan pulang ke kantorpun Bima menyediakan supir untuk putranya, membuat batin Kenan tersiksa tidak bisa bertemu Arumi.
"Mau sholat Ma, mau berdoa biar Allah menjaga Arumi untuk Kenan"ucap Kenan yang melanjutkan jalannya ke kamar.
Sedangkan Papa, Mama, Hilman dan Kiara hanya mampu melihat punggung Kenan dari kejauhan yang menaiki tangga menuju kamarnya.
"Lah Ma, itu putra mama galau otaknya jadi bener"ucap Kiara yang menatap Kenan masuk ke dalam kamarnya.
"Huusss.. Sembarangan aja kamu ngomongnya Kiara, emang selama ini adikmu otaknya tidak benar?"ucap Tiara pada putrinya.
"Otaknya rada-rada kusut"ucap Kiara yang jengah dengan mendengar rengekan Kenan yang mengatakan rindu dengan Arumi.
Hingga akhirnya Tiara berjalan kearah kamar putranya seperti penyusup yang diikuti putrinya dibelakang, melihat aksi Mamanya yang ternyata diam-diam melihat Kenan yang benar-benar sedang sholat dan mengaji, bahkan laki-laki itu tidak lupa untuk berdoa dengan khusyu pada sang pencipta.
Tiara yang melihat putranya begitu mencintai Arumipun begitu sangat tersentuh dan mengambil momen itu dibenda pipih itu dengan layar yang di zoom untuk menangkap wajah putranya yang sedang khusyu.
'Mama bahagia dan bangga sama kamu Kenan, saat kamu jauh dari Arumi justru kamu benar-benar berlari ke tuhanmu, tidak ke perempuan lain. Mama selalu berdo'a agar kamu akan bisa menjadi laki-laki seperti ini selamanya, tidak dengan Kenan yang dulu'batin Tiara yang tanpa sadar wanita paruh baya itu meneteskan air matanya, dan kembali menutup pintu kamarnya rapat-rapat.
Karena semenjak kepergian Arumi keluar negeri tanpa bisa dilacak keberadaannya oleh Kenan membuat putranya menjadi laki-laki yang lebih dingin 2x lipat dari sebelumnya, bahkan putranya tak segan-segan berlari ke minuman berakohol saking terpuruknya, dan menurut Kenan semua wanita adalah mainan.
"Mama gapapakan?"tanya Kiara yang khawatir dengan Mamanya yang menangis.
__ADS_1
"Mama gapapa sayang, mama cuma bahagia akhirnya Kenan menjadi laki-laki yang lebih baik saat bertemu dengan Arumi kembali"ucap Tiara yang menghapus bulir air matanya yang membasahi pipinya.
"Kita do'akan saja Kenan bisa menjadi Imam serta Ayah yang baik untuk keluarganya kelak Ma"ucap Kiara yang bahagia melihat perubahan adiknya semenjak hadirnya Arumi kembali.