Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Sekretaris baru


__ADS_3

Seharian di kantor membuat Kenan sangat pusing dan kesal sebab, Gita sekretarisnya mengajukan surat pengunduran diri untuk mengurus kedatangan bayi yang sedang dalam kandungannya yang berusia 7 bulan dan bersiap menjadi seorang ibu, sekaligus istri yang ada dirumah untuk suami dan anak-anaknya.


Kenan merasa kehilangan Gita, karena menurutnya Gita adalah perempuan yang brkerja sangat professional, cerdas dan bukan wanita penggoda, seperti sekretaris perusahaan lain yang menjadi selingkuhan bosnya sendiri. Bahkan saat perekrutan tiba, Gitalah satu-satu perempuan yang berpakaian dengan layak dan sangat sopan untuk dilihat, bahkan cara pemikirannya yang sangat dewasa membuat Kenan nyaman bekerja sama dengannya.


Seharian ini Kenan bingung untuk mencari pengganti sekretaris yang handal dan dapat dipercaya seperti Gita, bahkan Gita sendiri sudah dianggap sebagai kakak kandungnya sendiri karena banyak memberikannya pelajaran dalam bertemu orang-orang di dunia bisnis.


Bahkan sudah dalam seminggu ini banyak sekali pelamar yang mengajuk diri sebagai sekretaris Kenan dengan berbagai pengalaman dan pendidikan yang sangat luar biasa, dan sudah terhitung 3 hari ini Kenan sama sekali Kenan tidak dapat menemukan pengganti seperti Mbak Gita yang selalu dapat dihandalkan, berbeda dengan perempuan yang diwawancarainya, banyak pengalamannya dan tinggi pendidikannya tapi saat bertemu dengan dirinya seperti tidak ada pendidikan sama sekali, dan lebih cocok menjadi wanita penggoda.


"Ken, bagaimana? Apakah kamu sudah menemukan rekan kerja yang nyaman untukmu?"tanya Gita yang melihat Kenan memegang kepalanya dengan kedua tangannya seperti orang frustasi.


"Kalo boleh Fero tau, ada apa mbak?"tanya Fero yang bingung, kenapa akhir-akhir ini mood Kenan seperti turun drastis dan dia sendiripun kemarin sibuk mengurus rapat diluar kota yang seharusnya Kenan hadiri, makanya dirinya sama sekali tidak tau keputusan yang di ambil Gita.


"Begini Fer, Mbak mau mengundurkan diri aja, mau menjadi ibu dan istri yang baik untuk suami dan anak-anak mbak, tapi Kenan jadi kebingungan seperti ini"jelas Gita yang membuat Fero mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan keputusan Gita.


"Yaelah Ken gue pikir apaan gitu!"ucap Fero dengan santainya yang membuat Kenan menatap tajam kearah dirinya.


"Kalo lu ga ada solusi lebih baik keluar, gua lagi ga mau ribut nih"ucap Kenan dengan dingin.


"Suruh aja My baby lovely lu jadi sekretaris, selain bisa melihat dia setiap hari, kali aja bisa bersemi lagi"ucap Fero.


"My baby lovely? siapa tuh? kok Kenan ga cerita ke mbak sih?"ucap Gita yang melirik ke arah Kenan sekaligus menggoda laki-laki itu, dan ingin tahu siapa wanita yang telah berhasil masuk ke hati laki-laki sedingin es kutub utara ini.


"Arumi mbak, karyawan baru di departemen keuangan"ucap Fero.


"Baiklah, mbak setuju. Mbak akan rekomendasiin dia menjadi sekretaris kamu Ken, tapi kalo jodoh tolonglah undang mbak?"ucap Gita sambil cekikan dengan Fero yang disebelahnya.

__ADS_1


"Jam kerja nih, mau saya potong gaji kalian"ucap Kenan yang membuat Gita dan Fero berjalan ke meja kerja masing-masing tanpa ocehan berlanjut.


...✴️...


Sesampainya Arumi di tempat kerjanyapun, Manager keuangan perusahaannya datang menghampiri mejanya dengan wajah bingung dengan keberadaannya.


"Arumi, bukankah kamu hari ini sudah menjadi sekretaris Presdir?"ucap Manager Hans yang membuat mata Arumi terbelalak kaget dengan pernyataan atasannya yang berbicara seperti itu seenaknya saja.


Arumipun yang biasanya tersenyum, langsung keluar dari ruangan departemen keuangan tempatnya bekerja dan berjalan memasuki lift khusus CEO yang biasa digunakan oleh Kenan, namun hari ini Arumi harus membicarakan sesuatu yang snagat penting dengan tindakan Kenan dipagi ini.


Saat lift itu terbuka tepat dilantai ruangan Kenan berada, Arumi memberanikan diri melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja biasa Kenan yang terletak dilantai atas, dan dia melihat Fero yang baru saja keluar dari ruangan itu nun diabaikannya, tanpa permisi atau mengetuk pintu terlebih dahulu Arumi langsung menyelonong masuk ruangan itu.


"Kenan!"ucap Arumi yang langsung masuk namun tidak melihat keberadaan laki-laki yang dicarinya itu, namun mata Arumi kagum melihat ruang kerja milik Kenan dengan desain yang begitu indah.



"Tadi malam udah ketemu, udah kangen aja ya"goda Kenan dengan suaranya yang berat, berdiri.


"Kenan?!"kesal Arumi sambil memutarkan tubuhnya menghadap laki-laki yang berdiri tidak jauh dari belakangnya. Namun seketika kekesalan Arumi menghilang saat melihat wajah Kenan yang masih sama seperti dulu, bahkan semakin bertambah ketampanannya membuat detak jantung Arumi sulit terkontrol.


"Ada apa?"tanya Kenan yang berjalan duduk dibangku meja kerjanya dengan begitu santai.


"Hmm... Kenapa kamu seenaknya saja mengganti posisiku?"ucap Arumi yang kesal namun menahan amarahnya karena biar bagaimanapun Kenan adalah bosnya sekaligus yang menggajinya.


"Sangat ribet mencari yang baru"ucap Kenan dengan entengnya. "Itu meja kerjamu, dan disitu semuanya data-data yang harus kamu pelajari".

__ADS_1


"Pagi pak Kenan, pagi mbak Arumi"sapa Gita dengan panggilan professional karena sekarang jamnya kerja, walaupun sebenarnya Kenan tidak pernah mempermasalahkan panggilan, karena Kenan sadar bahwa Gita seusia kakaknya, dan sudah dianggap kakak kandungnya sendiri.


"Pagi juga mbak, mbak istrinya pak Kenan ya?"tanya Arumi yang tidak mengenal Gita sebegai sekretaris Kenan, karena wajah Gita yang sangat cantik. Gita yang mendengar itu hanya bisa tertawa.


"Ngga kok, kan istri masa depannya Kenan ada dihadapan aku"ucap Gita yang membuat pipi Arumi menjadi memerah karena malu.


"Mbak bisa aja becandanya"ucap Arumi dengan senyumnya.


"Oh iya, perkenalkan nama saya Gita, saya sekretaris Pak Kenan"ucap Gita yang duduk dikursi sebelah Arumi sambil mengusap-usap perutnya yang sudah membesar. "Disini saya cuma sebulan kurang kok untuk mengajari kamu aja file-file penting dan lain-lainnya".


"Kalo boleh Arumi tau kenapa Mbak Gita ingin mengundurkan diri? bukankah gaji jadi sekretaris diperusahaan ini sangat besar?"tanya Arumi yang bingung dengan keputusan Gita mengundurkan diri.


"Usia kehamilan mbak saat ini udah 7 bulan mau masuk 8 bulan. terus juga mbak mau fokus menjadi istri solehah aja dirumah mengurus keperluan suami dan anakkan pahalanya lebih besar"ucap Gita dengan senyum dipipinya yang sangat manis.


"Aku yakin mbak akan jadi ibu yang hebat dan baik untuk anak-anak mbak nanti."ucap Arumi. "Suatu hari nanti aku juga ingin seperti mbak mengurus suami dan anak-anakku aja, menghabiskan waktu hingga hari tua"lanjutnya dengan senyum yang tulus.


Kenan yang duduk tidak jauh dari meja kerja sekretarisnyapun hanya tersenyum mendengar pembicaraan yang sangat akrab antara Gita dan Arumi yang cepat sekali dekatnya satu sama lain, apalagi mendengar harapan Arumi tentang hidup berumah tangga.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏


JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤


JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!

__ADS_1


TERIMA KASIH! 🤗


__ADS_2