
Sepanjang perjalanan pulang, Arumi menghubungi kedua orangtuanya yaitu Mama Hilya dan Papa Kala untuk memberitahukan kedatangan keluarga Kenan saat makan malam nanti, tidak lupa juga Arumi menghubungi kedua orangtua angkatnya yang sudah membesarkannya untuk datang bersiap-siap karena akan dijemput oleh supir pribadi keluarga Gerald.
Bahkan sepanjang perjalanan pula tak henti-hentinya Kaivan melirik kearah adiknya yang tersenyum bahagia dengan keputusan Kenan yang akan membawa keluarganya untuk bertemu dengan Keluarga Gerald.
"Abang senang melihatmu senang"ucap Kaivan yang membuat Arumi menoleh kearahnya.
"Terima kasih abangku sayang"ucap Arumi yang tiba-tiba saja memegang perutnya.
"Kamu kenapa Arumi?"tanya Kaivan yang melihat wajah Arumi kesakitan memegang perutnya.
"Bang berhenti di warung aja, aku mau beli obat"ucap Arumi, bukannya berhenti Kaivan malah menginjak gas mobil mempercepat kecepatan lajunya dan berhenti di rumah sakit yang lumayan besar.
Kaivanpun dengan sigap keluar dari mobilnya dan menggendong Arumi ala bridal memasuki rumah sakit besar itu, hatinya sangat campur aduk karena khawatir dengan kesehatan adiknya.
"Kaivan, Arumi kenapa?"tanya Anita yang melihat Kaivan menggendong Arumi dirumah sakitnya.
"Aku tidak tau, tiba-tiba saja dia kesakitan"ucap Kaivan.
"Bawa dia keruanganku biarku periksa"ucap Anita yang segera berjalan cepat dengan Kaivan yang membawa Arumi ke ruang kerjanya.
"Tolong letakkan dia dikasur itu"ucap Anita yang membuat Kaivan meletakkan Arumi dikasur ruang kerjanya.
Anitapun memeriksa kesehatan Arumi secara menyeluruh diruang kerjanya dengan alat-alat dokternya.
"Bagaimana keadaan adikku, Nit?"tanya Kaivan yang berdiri tidak jauh dari Arumi.
"Dia kelelahan dan juga lambungnya kosong, lebih baik kamu membelikan dia makan dan juga aku akan memberikannya obat serta vitamin untuk kesehatan tubuhnya."ucap Anita yang menjelaskan keadaan Arumi yang sejujurnya.
"Aku titip Arumi dulu ya"ucap Kaivan.
"Iya, beli aja dikantin rumah sakit, itu makanan sehat kok"saran Anita yang hanya diberikan anggukan pada Kaivan dan pergi keluar meninggalkan ruangannya.
"Kak Anita, terima kasih"ucap Arumi pelan yang merasa sudah lebih dari pada didalam mobil.
"Sama-sama, aku tuliskan resep obatmu dulu ya"ucap Anita yang berjalan ke meja kerjanya yang tidak jauh dari Arumi.
Tidak butuh waktu lama, Anita sudah selesai menuliskan beberapa resep untuk memulihkan keadaan Arumi walaupun wanita itu hanya butuh makanan yang teratur dan istirahat yang cukup.
__ADS_1
"Kak Anita"ucap Arumi yang masih tiduran diruangan itu, berniat untuk membantu proses pendekatan Anita dengan abangnya.
"Ada apa? Apa masih sakit?"tanya Anita yang dengan sigap berjalan mendekat ke Arumi.
"Udah mendingan kok kak! Kak apa aku boleh bertanya?"ucap Arumi yang ragu.
"Tentu boleh"ucap Anita yang membuat Arumi langsung duduk dikasurnya. "Lebih baik kamu tiduran kembali"ucapnya yang khawatir dengan keadaan Arumi.
"Aku udah sehatan kok kak!"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya, dan menepuk-nepuk kasurnya kode agar Anita duduk disampingnya
"Baiklah, ada apa?"tanya Anita yang akhirnya duduk disamping Arumi.
"Apa kakak menyukai abangku?"ucap Arumi yang membuat Anita salah tingkah.
"Ka..mu bicara apa sih?"ucap Anita kikuk.
"Aku salah bertanya itu, akan aku ganti. Sejak kapan kakak menyukai abangku?"tanya Arumi.
"Jangan ngaco deh kamu"ucap Anita dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus.
"Aku tidak masalah kok Abangku dengan kakak. Kalian sangat cocok!"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
Tidak lama kemudian Kaivan masuk ke dalam ruangan Arumi berada dengan tentengan makanan yang dibungkus untuk dimakan adiknya yang dibeli dikantin rumah sakit.
"Arumi makanlah"ucap Kaivan yang menyuapkan makanan ke dalam mulut Arumi dengan sigap.
"Kalau begitu aku permisi dulu ya, aku mau cek pasienku yang lain. Kalian disini aja dulu, dan ini resep untuk Arumi"ucap Anita yang memberikan selembar kertas pada Kaivan.
"Oh iya kak, nanti malam keluarga pasanganku akan datang untuk bertemu keluargaku, tapi aku bingung untuk memilih gaun yang cocok untukku. Apa kakak bisa membantuku?"tanya Arumi dihadapan abangnya.
Anita hanya mampu diam dan melirik ke arah Kaivan yang hanya fokus menyuapkan makanan ke mulut Arumi, karena Anita sangat takut kalau Kaivan akan bertambah membencinya.
Arumi sadar sekali bahwa mata Anita menatap ke arah abangnya seperti meminta persetujuan karena wanita itu sangat bimbang dan takut kalau abangnya akan menjauh darinya.
"Abang, apa kak Anita boleh ke rumah?"tanya Arumi yang hanya mampu didiamkan oleh Kaivan, "Abang boleh ga? Abang? Abang?"rengeknya.
"Iya boleh"ucap Kaivan. "Tolong atur jadwalmu ya untuk menemani adikku memilih gaun dirumah"ucap Kaivan dengan datar.
__ADS_1
"Iya, aku akan datang"ucap Anita yang mengulumkan senyumnya karena bahagia bisa lebih dekat dengan Kaivan. "Kalau begitu aku permisi dulu ya"ucapnya yang keluar ruangannya meninggalkan dua bersaudara itu.
"Apa kamu puas Arumi?"tanya Kaivan yang menatap Arumi dengan tajam.
"Puas! aku sayang sekali dengan abang"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya dan memeluk tubuh Kaivan sebentar.
"Jangan terlalu berharap abang akan bersama dengan Anita"ucap Kaivan yang masih menyuapkan makanan kedalam mulut Arumi.
"Iya bang, aku tidak akan memaksa abang untuk jatuh cinta dengan kak Anita kok. Tapi aku akan berusaha membuat abang sedikit demi sedikit membuka hati abang untuk kak Anita"ucap Arumi sambil memakan makanan didalam mulutnya.
Setelah makanan Arumi habis dan Kaivanpun sudah menebus obat untuk adiknya, kini mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang kerumah.
"Abang aku ingin cerita tentang kisah cintaku dengan Kenan, abang dengerin ya"ucap Arumi.
"Iya ceritalah"ucap Kaivan yang sambil mengemudikan mobilnya.
"Waktu itu Kenan sangat dingin pada para perempuan, bahkan dia sangat tidak suka denganku dan teman-temanku karena menurutnya aku dan teman-temanku hanya modal cantik doang dan suka bikin rusuh sekolah"ucap Arumi mengingat kisah cintanya dengan Kenan saat masa sekolah.
"Memang kamu suka bikin ribut?"tanya Kaivan.
"Ngga bang, karena banyak sekali laki-laki yang menyukaiku bahkan berteriak-teriak memanggil namaku, bahkan pernah sampe ada yang ribut gara-gara aku, apalagi saat kelasku mengadakan pelajaran olahraga banyak sekali anak laki-laki yang menonton dipinggir lapangan hanya untuk memberikan semangat padaku dan teman-temanku. Nah temannya Kenan itu suka sama temanku, dari situ aku mengetahui sosok Kenan"ucap Arumi.
"Memangnya Kenan bukan laki-laki idola disekolahmu sampai kamu ga mengetahuinya?"tanya Kaivan.
"Dia idola para perempuan dan aku idola para laki-laki bang."ucap Arumi dengan percaya diri membuat Kaivan tertawa geli.
"Aku serius bang. Bahkan yang memulai mengejar Kenan itu aku, bukan dia. Soalnya dia dingin, cuek, ketus, menyebalkan dan sekarang dia yang tergila-gila padaku"ucap Arumi dengan sombongnya.
Seketika raut wajah Kaivan berubah menjadi terdiam, dan dia jadi mengingat Anita yang selalu berusaha mengejar dirinya seperti Arumi yang mengejar Kenan.
****
Selamat membaca yaa 😊
Maaf atas tulisanku sebagai author pemula 🙏
Aku masih membutuhkan banyak saran untukku perbaiki semuanya dan dukungan kalian sangat berarti untukku ❤
__ADS_1
Jangan lupa dukung tulisanku dengan LIKE, KOMEN, VOTE dan FAVORITE ya! 😄 Terima kasih buat kalian yang sudah dukung aku dan beri aku HADIAH dan VOTE ❤