Mantan Terindahku Suamiku

Mantan Terindahku Suamiku
Tipu Menipu


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara lamaran, Kaivan menikahi Anita dengan sekali tarik hembusan nafas melafalkan akad menggenggam Papi dari Anita, dengan suasana yang begitu haru dan disaksikan keluarga dikediaman rumah keluarga Gerald.


Karena perut Anita yang akan semakin besar, lebih baik dilaksanakan dengan cepat kelangsungan pernikahan mereka, sekaligus kedua orangtua Anita tidak bisa terlalu lama di Indonesia karena bisnis yang dijalani keluarganya berada di Eropa sedang maju pesat yang dibantu dengan kekuatan keluarga Gerald.


Setelah acara selesaipun, Anita ragu untuk masuk ke kamar Kaivan dan dia hanya terdiam seperti orang bodoh yang kaku ingin membuka pintu kamar laki-laki yang kini menjadi suaminya.


"Kamu kenapa berdiri aja didepan pintu kamar kaya patung?"ucap Kaivan dengan datar membuka pintu kamar, "Mau masuk, tidak?"tanyanya.


"I-iya"ucap Anita dengan gugup karena baru pertama kali masuk ke kamar pria apalagi kamar itu adalah milik seorang Kaivan.


"Itu meja riasmu, kamu hapuslah make up mu dulu, aku mau mandi"ucap Kaivan yang berjalan ke kamar mandi yang berada didalam kamarnya.


Sedangkan Anita hatinya sangat berdebar, pipinyapun sudah memerah sambil melihat ke arah kaca meja rias menghapus make upnya yang lumayan tebal dan mudah untuk dihapus.


...✴️...


Sedangkan Arumi dan Kenan setelah mengganti pakaian mereka, segera pergi keruang keluarga untuk bertemu dengan Hilya dan Kala yang sangat ingin berbicara sesuatu yang sangat penting.


Namun saat sampai dibuang keluarga, ternyata sudah terdapat kedua orangtuanya dan kedua abangnya yang duduk dengan santai ditambah Anita yang tersenyum manis diwajahnya.


"Ada apa Ma?"tanya Arumi yang baru saja sampai diruang keluarga.


"Kamu duduklah dulu"ucap Kala yang membuat Kenan menggandeng Arumi dengan lembut untuk duduk disita dekat dengan Mamanya.


"Jadi ada apa sih kita malam-malam begini berkumpul?"tanya Arumi.

__ADS_1


Sedangkan Kenan hanya diam sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut, walaupun dirinya sangat penasaran apa yang ingin dibicarakan mertuanya pada dirinya dan juga Arumi.


"Arumi, kamu tau Kazi, abangmu ini Papa tugaskan mengurus perusahaan Gerald di bagian Eropa dan juga beberapa Asia. Serta abangmu Kaivan, dia juga mengurus perusahaan di bagian Amerika dan juga beberapa Asia membantu Papa yang mengurus perusahaan di Asia. Arumi, Papa sudah tua dan waktunya Papa untuk beristirahat dirumah bersama Mamamu."ucap Kala dengan menghela nafasnya, sedikit khawatir dengan keputusan sang putri.


"Lalu maksud Papa apa? Pasti Bang Kazi dan Bang Kaivan bisa mengatasinya, merekakan cerdas diatas rata-rata"ucap Arumi dengan senyum polosnya.


"Maksud Papa, kamu bantu Papa memimpin bekerja diperusahaan Gerald yang berada di Asia dan kamu akan dibantu kedua abangmu kok"ucap Kala membuat Arumi tertawa menganggap itu hanyalah guyonan semata, namun melihat situasi tidak ada yang tertawa, Arumi segera diam.


"Apa Papa bercanda? Aku tidak pernah memimpin perusahaan sebesar Perusahaan Gerald, bahkan saat ini aku sedang hamil Pa"ucap Arumi.


"Arumi, kamu harus tau bahwa perusahaan Gerald sebesar ini bukan hanya Papamu yang bekerja tapi Mama juga. Saat itu perusahaan Gerald hampir mengalami kerugian besar semenjak dipegang kendali oleh Papamu, namun Mama mulai membantunya saat mengandung Abangmu Kazi, Kaivan dan kamu, Nak"ucap Hilya menjelaskan kepahitan kehidupannya pada putrinya, bahwa mereka terlahir dari kedua orangtua yang bekerja keras untuk memberikan kehidupan yang layak untuk mereka.


"Tolong ikuti keinginan Papa, Arumi"ucap Kala dengan lembut.


"Sebenarnya dunia bisnis itu kejam, sedangkan Arumi sangat berhati lembut kepada siapapun, saya hanya takut dia akan mudah ditipu oleh para pesaing kita"ucap Kazi membuat Kenan tersenyum mengeluarkan smirknya.


"Kenapa Anda tersenyum? bukannya membantu berbicara pada istrimu"ucap Kaivan.


"Benarkah Arumi seperti itu?"tanya Kenan menatap wajah istrinya dengan tersenyum, membuat Arumi kesal dan membuang muka.


"Apa maksudmu?"tanya Kala yang tidak mengerti ucapan menantunya sama sekali atau lebih banyak makna yang ada dikata Kenan itu.


Sedangkan Kenan yang melihat wajah Arumi kesal dengannya hanya bisa tertawa seorang diri, karena istrinya sangat menggemaskan jika sedang marah. Bahkan Kenan sangat jahil mengatakan itu, karena Kenan tau bagaimana kelakuan istrinya itu yang memiliki ide lebih dari 1001 cara bahkan ratusan ribu cara untuk menjatuhkan lawannya mau itu perempuan yang mendekatinya atau pesaing dari perusahaan Gerald yang sudah tertipu dengan wajah polos milik istrinya, tipu menipu adalah hal yang paling dikuasai oleh Arumi.


"Sayang dengarkan aku"ucap Kenan yang membuat Arumi menatap wajahnya dengan sebal. "Kamu bisa kok membantu perusahaan Papamu, kamu tidak boleh menyia-nyiakan bakat terpendammu"ledeknya hingga tertawa puas, membuat Arumi mencubit pinggangnya.

__ADS_1


"Rasain nih"ucap Arumi dengan teganya sambil tersenyum puas.


"Aw! Aw! Sakit sayang, sakit, ampun"ucap Kenan yang membuat Arumi melepaskan cubitan yang berada dipinggangnya.


"Karena Kenan sudah memperbolehkan aku untuk membantu Papa, aku bersedia"ucap Arumi.


"Kamu yakin dek?"tanya Kazi yang terkejut, sebab Kazi sangat takut dan khawatir bahwa adiknya akan menjadi pusat untuk para pesaing perusahaan berniat jahat pada Arumi.


"Iya bang"jawab Arumi pada Kazi penuh keyakinan, "Kapan aku bekerja Pa?"tanyanya.


"Besok, bagaimana?"tanya Kala yang tersenyum mendengar jawaban dari putrinya yang mau ikut serta mengembangkan perusahaan miliknya.


"Baiklah, kalau begitu aku kembali ke kamar duluan ya Pa, mau istirahat"ucap Arumi yang segera berdiri dari sofanya bersama Kenan yang berada disampingnya.


"Dek, kamu boleh pikir-pikir dulu kok, abang takut terjadi sesuatu denganmu"ucap Kazi khawatir pada Arumi.


"Tenang sajalah abang ipar, aku tau siapa istriku ini, dia ga mungkin bisa menjadi seorang istri Kenan Abraham kalau tidak memiliki nilai lebih yang unik dari wanita lain manapun, iyakan sayang?"ucap Kenan dengan senyum diwajahnya sambil meledek ke arah Arumi.


"Apa kamu sudah bosan tidur sekamar denganku? Aku tidak masalah jika kamu ingin tidur diluar sendiri"ucap Arumi yang membuat Kenan menutup mulutnya rapat-rapat.


"Yaudah kamu istirahatlah sekarang"ucap Kala dengan senyum yang hangat pada putrinya.


"Iya Pa"ucap Arumi berjalan beberapa langkah dan berhenti karena lupa mengatakan sesuatu, "Oh iya untuk Bang Kaivan dan Kak Anita jangan terlalu berisik ya melakukannya, dan jangan buat Kak Anita tidak bisa bergerak seharian, karena biar bagaimanapun dia sedang hamil"ucapnya dengan polos melanjutkan jalannya ke kamar.


Sedangkan Kaivan dan Anita merasa malu dengan kata-kata yang keluar dari mulut Arumi yang menggoda mereka secara terang-terangan dengan wajah polosnya.

__ADS_1


__ADS_2