
"Loh Arumi kok membawaku ke salon?"Anita terkejut karena mobilnya diparkirkan tepat didepan salon yang terkenal mewah dan harganya yang sangat mahal.
"Lebih baik kita perawatan Kak, biar semakin cantik. Tenang aja aku yang bayar, eh tapi bukan aku deh, soalnya pake kartu milik Kenan hehehe"ucap Arumi dengan tawanya yang ringan, membuat Anita ikut tersenyum.
"Kamu niatnya mau abisin duit Kenan sampe jatuh miskin?"tanya Anita.
"Ide bagus tuh kak, biarin aja aku habiskan uang Kenan sampai dia miskin!"ketus Arumi yang membuat Anita justru semakin gemas dengan Arumi. "Yaudah yuk keluar dari mobil Kak"ucapnya.
"Tapikan kakak harus kerja?"ucap Anita ragu.
"Tenang aja Kak, selagi itu rumah sakit milik Gerald, kakak ga akan dipecat karena aku juga anak dari keluarga Gerald!"ucap Arumi dengan sombong yang membuat Anita tertawa mendengar hal itu, karena kesombongan Arumi dan Kaivan sangatlah mirip.
Anita dan Arumipun keluar dari mobil, berjalan masuk ke salon dan disambut oleh para pegawai salon serta manajer salon tempat dimana Kaivan membawa Arumi untuk didandani sebelum diperkenalkan pada dunia bahwa dia adalah putri dari keluarga Gerald, namun salon ini tempat dimana hanya khusus wanita dan semua pegawai yang melayanipun juga wanita.
Beberapa kali telefon dari Kenan untuk Arumi, namun diabaikan karena Arumi sedang sibuk melakukan creambath rambut bersamaan dengan Anita, karena pusing mendengar dering telfon Arumipun sepakat mematikan ponselnya bersamaan dengan Anita.
...✴️...
Sedangkan dikediaman rumah Gerald, Kenan tidak henti-hentinya mondar mandir karena pikiran serta hatinya kacau saat kedua orangtua Arumi mengatakan bahwa Arumi sedang mengandung dan saat ini istrinya sedang marah, ponselnyapun dimatikan.
Kenan sebenarnya bahagia mendengar Arumi sedang hamil, tapi hatinya kacau karena sikap Arumi yang mengacuhkannya bahkan mengabaikannya semenjak kepulangannya.
"Aish! Sial!"teriak Kenan yang mengacak-acak rambutnya karena frustrasi tidak tau keberadaan istrinya.
"Kenan lebih baik anda duduk, saya pusing liat anda seperti setrikaan mondar mandir begitu"ucap Kaivan begitu entengnya.
"Aku mana bisa tenang melihat istri tercintaku yang sedang hamil anakku marah, bahkan aku tidak tau keberadaannya dimana, mungkin saja dia diculik atau terjadi apa-apa, aku tidak ingin menyesali sedetikpun kehilangan Arumi"gerutu Kenan yang sampai sore hari tidak melihat kedatangan istrinya sama sekali.
__ADS_1
Jam 5 sorepun akhirnya Arumi pulang dengan Anita yang juga ikut masuk kedalam kediaman rumah Gerald dan disambut oleh kedua laki-laki yang sangat khawatir pada mereka, namun Kaivan mampu menahan rasa khawatirnya karena gengsi.
"Aku mau bicara padamu"ucap Kenan yang langsung menggendong Arumi ala bridal menuju kamar milik Arumi meninggalkan Anita dengan Kaivan diruang tamu.
"Aku juga mau bicara padamu"ucap Kaivan.
"Aku tidak ingin"ucap Anita yang ditarik pengekangan tangannya menuju kamar tamu yang terdekat dari ruangan itu.
...✴️...
"Kenan, kamu apa-apaan sih?!"ketus Arumi yang duduk di pinggir ranjang miliknya.
"Kamu yang apa-apaan, Apa begini kamu jadi seorang istri? suami pulang kerja diacuhkan, bahkan pergipun tanpa ijin dari aku! Kalo ada masalah kita bicarakan baik-baik, jangan seperti anak kecil seperti ini?!"kesal Kenan pada Arumi yang sudah keterlaluan marah pada dirinya.
"Aku seperti anak kecil? Lalu kamu dan Rania yang sudah dewasa pantas begitu bergelayut manja dihadapan media?! Kamu tanya pada dirimu sendiri, kamu seorang Kenan Abraham itu suami yang seperti apa?!"kesal Arumi hingga dia sudah mengeluarkan airmatanya karena semua yang ada didalam hatinya sudah dikeluarkan.
"Janji ga akan ada hal yang seperti itu?"tanya Arumi.
"Janji"ucap Kenan sambil mengusap-usap pucuk kepala istrinya dengan lembut.
"Kalo kamu kaya begitu aku jamin kamu bakal kehilangan aku dan anak kita"ucap Arumi.
"Iya janji sayang"ucap Kenan.
...✴️...
Sedangkan diisi lain, Kaivan dan Anita tidak saling berbicara, karena Anita benar-benar tidak mau berbicara dengan laki-laki seegois Kaivan.
__ADS_1
"Anita, aku pikir kamu telah berubah tidak seperti wanita yang dulu, ternyata masih sama aja, masih menjadi wanita yang tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari seseorang"ucap Kaivan dengan dingin.
"Aku pikir kamu juga telah berubah menjadi lebih hangat dan penuh dengan kelembutan karena menjadi suamiku serta ayah dari anakku, tapi ternyata aku tidak mendapatkan itu"ucap Anita.
"Anita.."ucap Kaivan terpotong.
"Kaivan sekarang kamu yang diam! dengarkan aku! kalau kamu tidak bisa mencintaiku, setidaknya bersikaplah lebih lembut padaku karena mengandung anakmu, aku akan kembali ke apartemenku yang lama dan lebih baik kita tidak usah menikah. Kalau anak ini lahir, kamu bisa kok bertemu dengannya dan bermain dengannya dan kamu masih bisa memilih menikah dengan wanita yang kamu cintai dengan tulus, aku tidak akan menuntut tanggung jawab darimu, kamu bebas mau bergandengan dengan wanita lain manapun dan aku tidak akan perduli lagi"ucap Anita dengan dingin membuat Kaivan terkejut dengan sikap dan sifat wanita itu yang berubah pada dirinya.
Anita keluar dari kamar tamu meninggalkan Kaivan yang terdiam cukup lama, Anita masuk ke dalam kamar Arumi dan mengambil pakaiannya dan menaruh kedalam kopernya dengan asal, sedangkan Arumi terkejut melihat Anita mengepakkan barang-barangnya ke dalam koper.
"Kak Anita mau kemana?"tanya Arumi yang menahan koper milik Anita untuk keluar dari kamar miliknya.
"Aku mau pindah ke apartemen aku yang lama aja, lagian juga aku bukan siapa-siapa disini"ucap Anita yang menurunkan kopernya dari kamar milik Arumi.
"Anita kamu mau kemana?"tanya Hilya yang terkejut dengan Anita yang sudah membawa barang-barang miliknya.
"Ga kemana-mana tante, cuma pindah ke apartemen yang lama aja, makasih ya om sama tante udah baik banget dengan Anita"ucap Anita dengan senyum diwajahnya.
"Tante ga setuju kamu pindah dari sini, kamu kekurangan apa dirumah apa ini? Nanti tante belikan yaa, lagipula kamukan akan menjadi menantu tante sayang, tante mohon disini aja, temani tante yaa"ucap Hilya.
"Kalau mama mau salahin, tuh salahin abang, udah punya calon istri dan calon baby, diluar negeri malah menggandeng selebriti ke acara amal perusahaan mana mesra banget lagi!"ketus Arumi.
"Sayang kamu jangan ikut campur urusan abangmu"ucap Kenan.
"Kamu bisa bilang begitu, soalnya kalian berdua tuh 11 12 samanya!"ketus Arumi.
"Kan aku udah ngaku salah sayang, maaf ya sayang"ucap Kenan yang lebih memilih untuk tidak berkata apapun lagi.
__ADS_1