
Sesampai di rumah sakit, Kaivan ikut turun bersama dengan Alina masuk ke rumah sakit Medika Gerald karena rasa penasaran Kaivan yang semakin menjadi-jadi.
"Aku minta hari ini hasilnya keluar, apa bisa?"tanya Kaivan pada Alina yang berjalan disampingnya.
"Akan aku usahakan, lebih baik kamu pulang atau kembali bekerja. Jika hasilnya sudah keluar akan aku kabarkan"ucap Alina saat sampai diluar ruangan laboratorium rumah sakit.
"Apa aku tidak menunggu hasilnya saja disini?"tanya Kaivan yang mendapat gelengan kepala oleh Alina, membuatnya menghela nafasnya dengan berat hati. "Janji kabarkan aku segera"
"Iyaa janji"ucap Alina yang membuat Kaivan akhirnya berjalan menjauh dari ruangan laboratorium rumah sakit.
sebenarnya Alina sangat senang jika Kaivam berada didekatnya lebih lama, namun jantungnya sama sekali tidak bisa dikontrol dengan wajah tampan yang dimiliki Kaivan serta omongan-omongan dari para perawat serta dokter tentang dirinya dan Kaivan yang akan semakin menjadi-jadi.
...✴️...
Jam sudah menunjukkan saatnya untuk pulang bekerja, namun Arumi harus lembur untuk rapat yang akan diadakan besok bersama Kenan diluar kantor bertemu dengan salah satu pengusaha asal Jerman.
Bahkan disela-sela kesibukannya, Arumi selalu menyempatkan untuk beribadah kepada sang penciptanya dan juga selalu mengingatkan Kenan yang sedang sibuk dengan pekerjaan dan dokumen-dokumen yang tidak ada habis-habisnya dikerjakan laki-laki itu.
Arumi yang hauspun segera pergi keluar ruangan kerja, membuat teh untuk dirinya dan juga Kenan untuk mengisi dahaga mereka diruang kerja sekaligus membawa beberapa cemilan yang ada didapur kantor.
"Ini Ken, minumlah dan makan roti yang sudah ku buatkan"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya melihat wajah tampan Kenan yang sedang fokus pada layar laptopnya.
"Terima kasih"ucap Kenan namun sama sekali tidak ada sahutan dari mulut Arumi, karena wanita itu sedang asik menatap wajah tampan kekasih sekaligus bosnya itu. "Aku tau aku tampan, jangan ditatap seperti itu terus dong!"
Arumi yang ketauan menatap wajah Kenanpun akhirnya menundukkan pandangannya dan malu karena ketauan laki-laki itu yang sudah dipastikan tingkat percaya diri Kenan akan meningkat 1000 persen dari biasanya.
"Menyebalkan! sudahlah aku mau ke tempat kerjaku lagi"ucap Arumi yang berjalan ke meja kerjanya sambil merutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh karena ketauan menatap wajah tampan Kenan saat memberikan makanan padanya.
Kenan sesekali melirik kearah Arumi yang sedang duduk dimeja kerjanya dengan tingkah konyol yang membuatnya tersenyum tipis, dan Kenan tau bahwa Arumi sangat malu karena ketauan menatap wajahnya saat bekerja.
"Bilang pacar sendiri tampan aja gengsinya setinggi langit"gumam Kenan yang melirik Arumi dimeja kerjanya, dan melanjutkan untuk fokus kembali pada layar laptop dimejanya.
Hingga tak terasa waktu begitu sangat cepat, dan sudah menunjukkan pukul 10 malam, membuat mata Arumi terkantuk-kantuk bahkan mungkin sisa tenaga mata Arumi saat ini hanya 5 watt untuk mengerjakan tugasnya.
Kenan yang melihat Arumi dari mejanyapun merasa kasian, karena wanitanya sudah sangat mengantuk hingga akhirnya Kenan memutuskan untuk menyimpan file-file yang berada dilaptopnya dan mematikan laptop kerjanya. Kenan berjalan ke arah Arumi yang masih terus memfokuskan bekerja diwaktu yang hampir larut malam.
__ADS_1
"Kerjakan saja besok, ayo pulang"ucap Kenan yang membuat Arumi tersenyum mendengar itu, Arumi dengan sigap menyimpan dokumen yang sudah dikerjakannya dan mematikan laptop tersebut.
"Kok tumben jam segini udah pulang, kata mbak Gita kamu tuh kalo lembur bisa sampe jam 2 pagi untuk mengerjakan dokumen-dokumen itu"ucap Arumi yang mengingat perkataan Gita yang selama ini bekerja sebagai sekretaris Kenan.
"Iyaalah, orang sekretaris aku itu seperti sapi yang selalu menyukai tidur, mana tega aku buat mata indah sapi kesayangan aku sakit"ledek Kenan pada Arumi.
"Terserahlah yang penting aku bisa tertidur dikasurku dengan tenang"ucap Arumi yang tidak marah karena matanya sudah sangat mengantuk.
Kenanpun memutuskan untuk mengantar Arumi dan Arumi hanya bisa menerima saja ajakan laki-laki itu yang sama sekali tidak menerima penolakan pada dirinya.
Bunyi telfon Arumi berdering dengan sangat hebatnya, membuat Arumi yang sudah memposisikan dibangku mobil Kenan untuk tidurpun, akhirnya mengangkat ponsel itu tanpa melihat siapa penelfon malam-malam.
"Wa'alaikumsalam"
"..."
"Hmm"
"..."
"..."
"Wa'alaikumsalam"ucap Arumi mematikan panggilan telfon itu yang ternyata dari sahabatnya.
"Dari siapa?"tanya Kenan yang penasaran.
"Dari Aurel, kita ke apartemennya ya sekarang, aku akan menginap dengannya hari ini"ucap Arumi.
"Tapi..."ucap Kenan terpotong.
"Sudah antarkan saja, masalah pakaian bukannya aku bisa membeli pakaian ditoko untuk bekerja besok pagi"ucap Arumi yang mau tak mau Kenan mengantar wanita itu ke apartemen dimana Aurel, sahabat kuliah Arumi tinggal sekarang.
Tidak butuh waktu lama, mobil Kenan sudah terparkir mulus didepan apartemen Aurel tinggal, Arumipun keluar dengan lemas yang diantar oleh Kenan untuk menuju kamar apartemen Aurel yang diketahui laki-laki itu.
Sesampainya di depan ruangan apartemen milik Arumi, Kenan segera memencet bel pintu ruangan itu hingga Aurel keluar melihat kedatangan Arumi bersamanya.
__ADS_1
"Arumi, aku senang sekali akhirnya kamu kemari"ucap Aurel yang memeluk tubuh Arumi dengan senang karena Arumi tidak akan membiarkannya tidur sendirian.
"Arumi, jika butuh sesuatu telfon aku, jangan matikan ponselmu ya, dan besok pagi aku akan mengirim pakaian yang cocok untukmu"ucap Kenan.
"Iyaa sayang, terima kasih dan hati-hati yaa dijalan"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
Kenanpun berjalan memasuki lift untuk turun dari apartemen itu, Arumi dan Aurel yang melihat tidak adanya Kenanpun akhirnya masuk ke apartemen untuk merebahkan tubuhnya yang lelah karena aktifitas sehariannya yang sangat melelahkan.
Arumipun masuk ke kamar mandi untuk memebersihkan tubuhnya, serta memakai baju tidur milik Aurel, tidak lupa juga wanita itu menyempatkan untuk sholat bersama sahabatnya itu.
Setelah sholat, Aurel dan Arumi memutuskan untuk masuk ke kamar untuk bermanjaan dengan kasur dan saling cerita satu sama lain layaknya wanita biasa.
"Jadi bagaimana bekerja diperusahaan kak Adimas?"tanya Arumi yang membuat Aurel kaget karena dirinya tau bahwa Aurel sudah menjadi sekretaris Adimas.
"Kamu tau?"tanya Aurel yang diberi anggukan pada Arumi.
"Aku yang meminta pada kak Adimas, lalu dia bilang kamu akan mengikuti tes seperti orang biasa, kalau kamu bagus dalam pekerjaan kamu akan menjadi karyawannya"ucap Arumi yang membuat Aurel kembali memeluk tubuhnya.
"Terima kasih Arumi, aku sayang kamu. Tapi aku lebih sayang kak Adimas. Hehe"ucap Aurel dengan tawanya yang imut.
"Lalu bagaimana harimu, melihat wajah tampan pangeran kesayanganmu itu?"tanya Arumi.
"Dia masih sama seperti dulu, sangat dingin padaku"ucap Aurel dengan sebal.
*****
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗
__ADS_1