
Saat di dalam mobil, Kenan melihat wajah Arumi yang tertidur pulas dibahunya untuk bersandar membuat lengkungan yang di indah tepat diwajahnya. Dia tidak tega mengganggu tidur lelap bidadari yang mengisi hatinya itu, hingga dia memutuskan untuk menggendong wanita yang telah membuatnya bertekuk lutut itu melewati bandara dengan mata tertuju pada gadis yang digendongnya ala bridal.
Hingga sampai di jet pribadi miliknyapun, akhirnya Kenan menidurkan Arumi kembali dibangku sebelahnya, sungguh demi apapun hati Kenan sangat bahagia bisa melihat wanita yang dicintainya tertidur dengan pulas, namun wajahnya terlihat sangat imut dan menggemaskan, sungguh Arumi adalah cobaan terbesar dalam hidupnya.
Dulu saat masa sekolah Kenan masih sangat ingat bagaimana dia menyukai Arumi, wanita yang tidak pernah terbesit sedikitpun untuk dirinya akan jatuh cinta pada wanita yang menyebalkan bahkan sangat menyebalkan. Dan ternyata benar kata orang-orang bahwa Cinta dan Benci itu beda tipis.
Hingga akhirnya Arumi mengucekkan matanya melihat ke arah sampingnya membuat matanya membulat kaget karena saat dia membuka mata yang pertama kali dilihat adalah laki-laki yang kini menjadi calon suaminya yang masih fokus dengan laptop.
"Sudah bangun?"tanya Kenan yang masih tetap menatap layar laptopnya, tanpa menoleh sedikitpun.
"Ya Allah Kenan dimanapun dan kapanpun selalu aja kerja, aku cemburu kamu lebih memilih menatap layar laptopmu lebih lama dibanding aku"protes Arumi yang membuat Kenan tersenyum mendengar itu.
Akhirnya Kenan menutup mematikan laptop itu dan menatap wajah Arumi yang sedang kesal dengannya namun terkesan sangat imut dimatanya.
"Yaudah kembalilah tidur lagi, nanti akan aku bangunkan saat kita sudah sampai"ucap Kenan.
"Tidak, kamu pikir aku sapi suka sekali tidur"protes Arumi.
"Iyaa kamu seperti sapi, dari jaman sekolah kamu dihukum karena ketauan tidur dijam pelajaran"ucap Kenan yang tidak mau kalah.
"Mana ada sapi secantik aku!"ketus Arumi.
"Iya kamu paling cantik diantara para sapi"
Kenanpun tertawa dengan Arumi yang sudah kalah telak untuk beradu agumen dengannya. Dia hanya bisa melihat wanitanya itu melirik tajam kearahnya yang masih menertawakan Arumi.
"Kita kerumah kakekmu apa tidak membawa apa-apa?"tanya Arumi yang ragu hanya membawa dirinya aja.
"Tidak perlu keluarga Abraham tidak kekurangan apapun sayang"ucap Kenan sambil mengusap pucuk kepala Arumi.
"Tetap aja kalau ke rumah seseorang harus membawa buah tangan untuk kakekmu, tidak sopan hanya membawa diri aja!"
"Baiklah nanti kita cari, sebelum ke rumah kakek"ucap Kenan yang berhasil membuat Arumi tersenyum mendengar itu.
__ADS_1
Ternyata benar apa yang dikatakan banyak orang bahwa cinta itu buta, buktinya Kenan manusia sedingin es bisa sehangat itu hanya untuk Arumi, dia adalah laki-laki tukang perintah tapi hanya Arumilah yang bisa membuatnya menuruti kemauan wanita itu.
"Kamu ingin rumah seperti apa setelah kita menikah?"tanya Kenan.
"Dirumah yang lebih kecil"ucap Arumi.
"Arumi aku tidak tau, kamu ini sebenarnya wanita seperti apa? tapi biasanya wanita akan meminta rumah yang lebih besar lagi"jelas Kenan yang mengingat wanita-wanita yang dikenalkan mamanya pada dirinya itu sungguh sangat matre.
"Aku tidak butuh rumah yang besar-besar, cukup kamu Ken,"ucap Arumi yang membuat Kenan menautkan alisnya bingung.
"Iya, cukup kamu yang akan menjadi rumah untukku berpulang itu sudah lebih dari cukup, kita berbagi suka dan duka bersama-sama, kita membesarkan anak-anak kita nanti dengan kasih sayang"
"Lalu bagaimana kalau aku kehilangan hartaku?"tanya Kenan yang penasaran dengan jawaban dari mulut wanitanya.
"Walaupun kamu kehilangan hartamu, kamu tidak akan tega membuatku dan anak-anak kita hidup terlantarkan?"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya. "Kita akan sampai jam berapa?"
"Ini juga akan segera mendarat"ucap Kenan.
Setelah jet pribadi milik Kenan tiba dikota kelahiran kakeknya dibandara, laki-laki itu dengan sigap menggandeng tangan Arumi dan berjalan ke mobil pribadi milik Abraham yang dijemput Pak Tono, supir pribadi kakeknya Kenan.
"Jalan pak!"ucap Kenan membuat Pak Tono menjalankan mobil itu dari area bandara.
Sepanjang perjalanan Kenan tak henti-hentinya menggenggam tangan Arumi, sedangkan wanita itu sudah berusaha beberapa kali berontak melepaskan tangan besar itu darinya, nakun tetap tidak bisa.
"Kenan, kita didalam mobil, dan aku tidak akan kemana-kemana. Kenapa kamu selalu menggenggam tanganku seperti ini? aku tidak akan kabur"omel Arumi yang tidak tahan dengan kelakuan Kenan, karena dia malu dilihat oleh supir pribadi kakeknya telah bergandengan dengan Kenan.
"Kamu itu sapi nakal makanya aku jaga biar ga nyeruduk orang"balas Kenan yang membuat Arumi menyebikkan bibirnya.
"Pak nanti kita ke toko dulu ya"ucap Arumi yang mengingat tidak membawa apapun untuk diberikan kepada kakeknya Kenan.
"Ikuti saja dia Pak"ucap Kenan yang membuat Pak Tono menganggukkan kepalanya sambil menyetir mobilnya.
"Menurutmu apa yang kakekmu akan suka?"tanya Arumi yang bertanya dengan semangatnya pada Kenan.
__ADS_1
Bukan Kenan namanya jika dia tidak menjahili Arumi setiap harinya, dia selalu dan akan memiliki sejuta ide untuk mengerjai wanita yang dicintainya karena menurutnya itu sangat menggemaskan.
"Hmmm.."ucap Kenan yang berpura-pura mikir.
"Apa? Apa? Apa? beritahu aku?"tanya Arumi sambil menggoyangkan bahu Kenan.
"Dia sukaaa..."ucap Kenan yang melirik wajah Arumi yang penasaran.
"Suka apa? suka apa?"
"Dia suka cicit"ucap Kenan yang membuat Arumi mencubit pinggang Kenan dengan sangat keras.
"Awww!!!"ringis Kenan, "Sakit sayang, aku bercanda"ucapnya yang membuat Arumi melepaskan cubitannya dari pinggang Kenan.
"Makanya kalo bicara tuh yang bener, setiap ditanya selalu aja mengerjai aku"kesal Arumi yang melirik Kenan dengan jutek. "Kenapa aku memilih laki-laki yang menyebalkan sepertimu sih?"ocehnya.
"Kamu itu beruntung mendapatkan aku yang tampan!"ucap Kenan dengan tingkat percaya dirinya sambil mengusapkan rambutnya ke belakang layaknya para model sampo laki-laki.
Pak Tono yang hanya bisa melihat kelakuan tuan mudanya yang sangat ceria itu dikaca mobil, membuat dirinya tersenyum karena sepanjang dirinya menjadi supir keluarga Abraham yang dipelihatkan Tuan mudanya hanyalah wajah dingin, cuek dan tidak bisa telalu dekat dengan siapapun apalagi soal wanita.
"Tuan muda sangat cocok sekali dengan nona"ucap Pak Tono sambil mengemudikan mobilnya yang membelah jalan kota Yogyakarta dengan pemandangan yang begitu sangat indah.
"Terima kasih pak"ucap Arumi dengan malu.
*****
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
__ADS_1
TERIMA KASIH! 🤗