Masa Lalu Yang Tersembunyi

Masa Lalu Yang Tersembunyi
Spechless


__ADS_3

Dari ujung jalan itu, dari tadi seorang laki-laki muda sedang mengikuti seorang gadis. Gerak-geriknya membuat gadis itu sedikit gelisah. Ia mempercepat langkahnya akan tetapi Laki-laki itu tetap mengikutinya.


Tampilan lelaki itu sebenarnya tidak begitu menyeramkan dengan Jaket tebal yang memiliki topi yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya dan jeans hitam yang dibalut sepatu putih hitam. Namun gadis itu tetap saja was-was karna sejak dari persimpangan Komplek, saat ia turun dari Bus yang ia naiki, laki-laki itu sudah ada tepat di belakangnya.


Sesekali gadis itu menoleh, Pria itu menatap. Gadis itu memutarkan kepalanya lagi kedepan dan memegangi erat tas ranselnya. Namun karna merasa penasaran, Ia pun berusaha memberanikan diri untuk bertanya alasan pria itu mengikutinya. Ia menghela nafas panjang lalu menoleh kebelakang. Sejenak laki-laki itu berhenti.


"Eh Mas..!! kenapa ya dari tadi rasanya Mas selalu mengikutiku. Kenapa selalu ada di belakangku??" laki-laki itu tidak menjawab, malah melangkahkan kaki kearahnya. Gadis itu semakin takut, lalu mundur beberapa langkah.


"Ehh. Kok mundur!! Apa Aku seseram yang kamu bayangkan??" Laki-laki itu malah tersenyum. Namun senyum itu malah membuat perasaan wanita itu semakin kacau. Jangan-jangan akan terjadi sesuatu disini. " Eh Mas tolong ya,! jangan mendekat..!Jangan main-main ya Mas. Saya bisa teriak ini!!!" ia semakin mempererat genggaman pada ranselnya.


"Oh..,Jangan dong!! Jangan teriak. Aku bisa malu" Laki-laki itu membuka topinya seakan berhenti bersikap menakuti. Gadis itu mengerutkan dahinya.


"Maksudnya..??" Tanya gadis itu.


"Oke, Ia maaf membuatmu takut." Laki-laki itu membuka topinya dan merapikan rambut lembutnya.


"Kenal Aku sekarang??"tanyanya pada Gadis yang dari tadi memperhatikannya dari atas sampai ke bawah. Gadis itu hanya menggelengkan kepala.


"Dita kan??"


"Ia saya. Kok Kenal??" jawabnya Penasaran. Rasa takutnya seakan berkurang.


"Dita Anggreni kan. Masa sih gak kenal sama aku Dit. Astaga,, aku gak sejahat yang kamu bayangin kan?"


"Tunggu,, aku perhatikan dulu." balasnya. Karna laki-laki yang dihadapannya sekarang tak cocok jadi orang jahat, Dita mulai menetralkan pikirannya. Laki-laki itu tertawa melihat tingkah Dita.


"Udah memerhatikannya. Udah tau siapa aku Dit?" Pria itu tersenyum lalu tertawa. Dita semakin bingung.


"Barry ya??" tanyanya ragu.


"Tuh ingat! masa ia, kamu lupa sama aku., Gimana sih Dit. Pria ganteng seperti aku ini jarang dilupain sama Cewek loh." jawabnya dengan senyum manis yang mulai meluluhkan hati Dita.


Dita menundukkan kepala. Ia tau siapa Pria itu sekarang, yang tahun lalu Ia tinggalkan tanpa kabar karna, ia harus pindah kerja.

__ADS_1


"Dit kok bisa sampai kesini? ngapain Dit??" tanya Barry penasaran.


"Ehm.., itu! Biasa lah kerja Bar. Ngantar pesanan di komplek ini. Kamu ngapain disini Bar??


"Aku tinggal di komplek ini Dit. Sepertinya kamu benar-benar lupa aku ya. Aku kan dulu pernah bilang tinggal didaerah komplek Alam Hijau ini"


Dita menganggukan kepala " Kalau soal Alamat kamu, Aku benar-benar gak tahu. Lagian maklum lah Bar. Faktor kerjaan numpuk."


"Jadi,,, Kerumah mana pesanan yang akan kamu antar?? Biar aku bantu cariin rumahnya. Daerah sini aku bisa hafal semuanya." tanya Barry memerhatikan kertas alamat yang sudah di keluarkan oleh Dita.


"Ini Perumahan Alam Hijau no 51."


Barry memperhatikan kertas itu dengan seksama, sesekali Ia juga melihat wajah lelah Dita. Dita ikut memandangi tingkah Barry yang mencari rumah yang sesuai dengan alamat itu. Ia tersadar tak ada no 51 di kompleknya itu. Ia semakin tidak tega melihat Dita.


"Dit, yakin dengan alamat ini?"


"Yakin. Dari kantor sih bilangnya itu."


Dita Terkejut. Meraih kertas alamat itu kembali lalu memerhatikan kembali. "Wah gimana ini. Kok bisa yaa??"


"Kamu kok bisa nerima pesanan tanpa liat dari google maps sih Dit,, alamatnya bener apa gak gitu."


"Buru-buru tadi Bar. Kesenengan juga karna dapat orderan." Dita pun duduk di taman komplek yang kebetulan tak jauh dari mereka berdiri.


Barry langsung inisiatif untuk membeli pesanan barang itu agar Dita tak merasa kecewa terhadap pemesan tersebut dan pulang dengan tangan kosong.


"Gimana kalau Aku ajah yang pesan semua barang itu."


Dita terkejut tak menyangka. "Hah,, Serius Bar. Kamu mau nebus barangnya?" tapi Dita kembali menundukan kepala. " Tapi Bar.., pesanananya mahal Bar. 300 lebih Bar.., Gak mungkin kan."


"Udah,,Gak papa kok. Emang apa isi barangi itu?"


"Baju Suami, Isteri gitu Bar, Baju kembaran gitu. Baju dewasa sih ada dua pasang."

__ADS_1


"Oke., Anggap aku si pelangganmu ya.., Aku ambil semuanya. Tapi, janji siapa ini kita makan malam bareng ya. Aku antar kamu pulang juga. Anggap aja ini balasan kamu pernah lari dari kehidupanku."


"Haha Barryyy..! Ngeri ya, pake ancaman segala." Dita tahu Barry hanya bercanda. Barry ikut tertawa melihat Dita sudah tak sedih lagi.


Sudah setahun Mereka tidak bertemu. Barry yang saat itu mengenal Dita karna, Dita mengajar Les privat untuk SD yang kebetulan dekat dengan Kampus dimana Barry kuliah. Saat itu Barry sudah mengagumi Dita karna Ia gadis yang pekerja keras dan mudah tersenyum. Wajahnya yang cantik dengan sikap ramahnya membuat Barry benar-benar menyukai Gadis itu.


flashback...


Barry dan temannya sedang asyik duduk di kantin tepat disamping kampusnya. Barry sedang menikmati Bakso panas didepannya. Posisinya yang mengarah kejalan raya membuat Barry suka duduk disitu. Barry memerhatikan sebuah mobil yang baru saja berhenti dipinggir jalan dan dari dalamnya keluarlah Dita bersama dengan Pemilik Les tersebut.


Seketika itu Barry terpukau melihat Gadis polos itu.


"Liat apaan sih Bar??" Tanya Chiko yang duduk berhadapan dengan Barry terpaksa memutarkan kepalanya agar bisa melihat apa yang dilihat oleh temannya itu.


"Wah...,Cantik Bar. tapi sayang,,polos banget." kata Chiko tau siapa yang dilihat oleh Barry.


"Sejak kapan kamu liat aku suka sama cewek yang terlalu berlebihan. Dari dulu juga aku kan suka sama yang polos-polos." balas Barry.


"ia sih bro.., Deketin aja kalau gitu. Udah lama juga kamu cari-cari cewek tipe dia tuh. Tipe kamu banget emang." Kata Chiko memberi semangat pada temanya itu. Barry kembali menyantap didepannya yang sudah mulai dingin.


Dita beserta pemilik Les itu berjalan menuju Ruko bertingkat 3 yang dekat dengan Rumah makan bakso yang sedang diduduki oleh Barry. Barry tetap memerhatikan gadis itu. Gadis itu tiba-tiba menoleh kearahnya. Barry tersenyum. Gadis itu malah menunduk.


"Kok malah melamun sih Barr,?"tanya Dita memecah lamunannya.


'Eh, ia Dit. Maklum, aku ke inget sama kamyu waktu pertama kali ketemu kamu."


"Masa sih Kamu ingat Bar?" tanya Dita heran.


"Ingat dong, Aku tipe laki-laki yang mudah mengingat kisah penting tapi, sulit melupakan kisah berkesan."


"Ah, Kamu semakin dramatis aja Bar," Dita tertawa mendengar ucapan teman lamanya itu.


"Ia Dit, serius. Apalagi itu tentang kamu. Ingat banget,!" lanjut Barry. Dita hanya membalas ucapan itu dengan senyuman. Tentu Barry sangat suka senyuman itu. Ia memandangi Dita dengan seksama, merasa sangat bahagia bertemu dengan seseorang yang pernah berarti baginya. Barry masih berpikir, mengapa ia dipertemukan kembali.

__ADS_1


__ADS_2