Masa Lalu Yang Tersembunyi

Masa Lalu Yang Tersembunyi
Samuel pergi ke Desa


__ADS_3

Ayah dan Mama Barry tampak sibuk dengan perlengkapan pakaian yang sudah ada didalam koper. Sang ayah sibuk memasukan koper itu kedalam mobil sementara Sang mama menyimpan 2 buah map berwarna biru kedalam tasnya.


Minggu pagi yang cukup cerah dan sepertinya tak akan ada kendala untuk keberangkatan kedua orangtua itu. Mereka sepertinya tak memberitahukan kemana mereka akan pergi.


Barry turun dari kamarnya bermaksud untuk melihat kedapur apa yang sudah dihidangkan oleh Bibi. Barry heran melihat kearah pintu depan rumah itu bahwa Mamanya sudah berpakain rapi dan cantik seakan pergi kondangan.


"Mama mau kemana ya??" gumamnya langsung berjalan kearah teras.


Melihat sang Mama dan Ayahnya sudah masuk kedalam mobil dan bersiap untuk pergi, Barry memanggil.


"Mah...! Ayah..! mau kemana pagi-pagi gini??"


"Mau kerumah temen Ayah, lagi ada acara." jawab Sang ayah santai dan singkat sembari fokus pada laju mobilnya keluar dari garasi.


"Dimana emang rumahnya Yah.., pulangnya kapan??"


"Mungkin agak malam..., udah ah Ayah dan Mama gerak dulu. Bye Tian.!!" kata sang Ayah menghilang setelah keluar dari pagar.


Barry menatap heran kedua orangtuanya itu, bukan hal biasa mereka bepergian sampai sesibuk itu mempersiapkannya.


Barry pun berbalik badan dan menaiki tangga. Ia masuk kedalam kamar Sam yang kebetulan tidak di kunci.


"Kak, tahu gak Ayah dan Mama pergi kemana.??" tanya Barry membuat Sam yang kembali merebahkan tubuhnya dikasur setelah mandi pagi pun terbangun.


"Gak tahu.., emang mereka pergi!!?"


"Tuh baru aja pergi."


"Gak ada kasih tahu gitu kemana pergi??" tanya Sam heran.


"Gak." jawab Barry singkat.


Seketika Samuel memikirkan sesuatu. Sepertinya itu hal yang akan menyenangkan baginya.


"Ah Kalau begitu, aku pergi aja liburan sama Lyli. Males juga seharian dirumah!!" kata Samuel beranjak dari tempat tidurnya dan meraih handphone yang ada diatas meja.


"Mau kemana emang Kak??" tanya Barry penasaran. Mungkin saja ia bisa ikut dan mengajak Dita juga.

__ADS_1


"Ah mau tahu aja..! ada dehhh.."


"Serius nih, kalau seru, biar aku ajak Dita. Kita pergi rame-rame."


"Ah tak usah, sebenarnya kakak mau ke kampung halamannya Lyli. Kemarin Lyli sempat mengajak kakak untuk menjemput berkasnya yang kebetulan lagi diperlukan di kantor."


Barry terkejut " Hah, berarti ke kampung Dita juga dong kak..!"


"Kamu tahu dari mana..!?" tanya Sam heran.


Barry seketika bingung menjawab apa, karna tak mungkin ia mengatakan bahwa ia juga sudah pernah kesana.


"Ehm.., ia, ehm aku tahu dari Dita dong Kak. Kan Dita adik angkatnya kak Lyli." jawab Barry lega.


"Owh ia juga ya. Ehm. Ya udah deh. Ayo ikut saja. Kita naik mobil."


"Eh tapi, kan kerumah Desa itu gak bisa masuk mobil Kak." kata Barry spontan. Ia seakan sangat tahu daerah itu.


"Kok kamu tahu lagi!!?" tanya Sam heran mengapa Barry sangat tahu tentang Desa Lyli dan Dita.


"Ehmm!! kan Dita banyak cerita tentang kampung halamannya. Emang kakak gak pernah gitu tanya-tanya soal Desa pacar kakak sendiri!!"


Walaupun mereka sudah pacaran lama, Lyli tak pernah mengajak Sam kerumah orangtuanya didesa. Lyli hanya bilang jika kedua orangtuanya bahkan saudaranya setuju dengan hubungan mereka. Lyli merupakan tipe wanita yang tak selalu ingin orang lain mengetahui seluk beluk keluarganya terlalu dalam kecuali nanti jika sudah menikah. Prinsip itu sudah ia tekadkan sedari ia merantau. Lyli tak ingin orang lain mengetahui bagaimana pahitnya kehidupan mereka dahulu.


Hingga kemarin, entah mengapa Lyli mau mengajak Samuel kerumahnya. Itupun karna pihak kantor dimana mereka bekerja membutuhkan izajah Sarjana Lyli yang kebetulan ia tinggalkan dikampung.


Sam yang merasa bahagia dan senang tentu setuju dan bersemangat. Walaupun mereka harus pulang pergi tanpa menginap.


"Bagaimana Barr...! ikut apa gak..!" tanyanya pada sang Adik. Barry terdiam sejenak. Jika Ia ikut, tentu kedua orangtua Dita akan cerita jika ia sudah pernah pergi kesana sebelumnya. Barry juga tak ingin hal-hal yang tak di inginkan terjadi di Desa.


"Ehm. Gak deh kak! kakak ka baru pertama kali kesana, yah gak seru dong kalau kami mengganggu suasana disana. Kalian saja dulu." jawab Barry menolak.


"Yakin nih..!"


"Hhhh. Yakin. Santai ajah. Nanti aku bisa ajak Dita ketempat lain dulu." kata Barry.


Barry pun keluar dari kamar itu karna Sam harus bersiap-siap. Sam juga sudah mengabari Lyli, jika mereka jadi pergi. Setelah mendapat persetujuan Sam pun bersiap-siap. Ia menyuruh Barry untuk mengecek keamanan motor yang akan digunakan. Dengan sangat semangat Sam menemui Lyli di kontrakannya.

__ADS_1


Lyli juga sedang bersiap-siap saat Sam memarkirkan motorny di halaman rumah. Awalnya Lyli ingin mengingatkan Sam agar tidak menggunakan mobil ke Desa. Namun Lyli heran ternyata Sam seakan sudah tahu apa maksud hatinya.


"Sam, Tahu aja ke Desa aku mobil gak bisa masuk..!" katanya tersenyum.


"Tahu dong, makanya aku pakai motor!! Huhh! bakaln seru nih naik motor ke desa kamu. Kayak mau ngetrippp!!" ucap Sam sangat semangat.


"Ia deh ia..!" kata Lyli masuk lagi kedalam rumahnya dan menggandeng tas ransel berukuran kecil. Sam juga tak membawa perlengkapan yang banyak. Karna Barry sudah mengingatkannya apa yang cocok untuk dibawa selama perjalanan.


"Ayo..!" kata Lyli semangat.


"Let's go!!!" ucap Samuel lebih semangat. Sam tampak bahagia akhirnya ia bisa juga pergi kerumah orangtua kekasihnya. Sam juga bahagia karna ini perjalanan pertamanya menggunakan motor bersama kekasihnya itu.


"Pegangan!!" perintah Sam tersenyum menoleh pada Lyli.


"Pasti dong!!"jawab Lyli tertawa. Lyli pun melingkarkan tangannya kepinggang Samuel. Ia memeluk erat kekasihnya itu dari belakang. Sam pun mempercepat laju motornya.


Satu jam sudah perjalanan mereka, Sam mulai merasa pegal karna tak biasa mengendarai sepeda motor.


"Berapa jam lagi sampai di Desa kamu Sayang?" tanyanya meluruskan punggungnya yang mulai kaku.


"Tiga jam lagi. Hayoo!! kamu udah capek ya??" tanya Lyli mengejek.


"Gak kok!! aku cuma nanya ajah. Aku masih kuat!!." jawab Sam berbohong. padahal nyatanya ia terbelangak mengetahu perjalanannya tiga jam kedepan. Untung saja Lyli tak melihat raut wajah lelah dirinya.


"Tenang saja!! kalau kamu lelah, kita istirahat saja. Sepanjang perjalanan ini banyak pemandangan yang indah. Kamu bisa istirahat sejenak. Jangan terburu-buru." kata Lyli tahu apa yang Sam rasakan walaupun Sam berbohong. Lyli merasa maklum karna wajar saja, Sam belum pernah ke Desanya bahkan melakukan perjalanan jauh pakai motor.


"Wah, benarkah. Ia deh setelah ini kita berhenti ya. Aku mau lihat pemandangan selama perjalanan." kata Sam semangat.


Setelah setengah jam perjalanan lagi, mereka pun istirahat disebuah warung dimana warung itu berdiri tepat di atas bukit yang menunjukan panorama yangg sejuk dan indah. Pepohonan tampak menghiasi pinggir jalan raya. Suasana dingin pun mulai teras. Untung saja Barry sudah menceritakan banyak tentang perjalanan itu pada Sam. Sehingga ia harus mempersiapkan mentalnya dengan suhu dingin.


Walapun Barry harus beralasan jika semuanya itu sesuai dengan cerita yang Dita sampaikan.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Desa. Sam takjub dan heran melihat Desa yang asri dan sejuk.


"Sampai...! selamat datang di Desaku..,!" kata Lyli bahagia dan merasa lelahnya hilang tiba-tiba. Ia merebahkan kedua tanganya. Ia sangar rindu kampung halamannya itu.


"Woow!! indah banget Desa kamu ini sayang..! Uhhh sejuk banget. Semuanya tampak hijau. Indah sekali!!!" kata Sam tak hentinya berkata-kata karna Desa itu bagaikan Desa yang ada dalam lukisan.

__ADS_1


"Pantesan aja gak bisa masuk mobil ya.., disini bebas dari polusi. Seakan di bentuk sedemikian rupa agar tidak ternoda dari asap kendaraan... , Indah!!" kata Sam lagi.


"Ia memujinya biasa saja.! tak perlu berpuisi seperti itu." kata Lyli tertawa melihat kepolosan kekasihnya itu. Maklum saja, hampir semua orang yang tinggal di kota akan merasa takjub setiap pergi dan liburan kesebuah Desa. Karna suasana asri,sejuk dan damai itu tak akan ditemukan di Perkotaan.


__ADS_2