
Dita menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat kali ini. Alasanya karna Lyli, kakaknya. Lyli mengajak Dita untuk makan malam bersama dengan Samuel. Tentu dengan senang hati Dita menerima itu. Dita sudah dirumah pukul 17:00 Wib. Dita merebahkan tubuh lelahnya di kasur yang tidak terlalu tebal itu. Dita sudah berusaha keras agar targetnya diselesaikan dengan cepat saat bekerja di lapangan.
Tiba-tiba teleponnya berbunyi diatas meja, padahal ia baru saja memejamkan matanya sejenak. Ternyata itu adalah panggilan dari Barry, pacarnya saat ini.
"Hallo Sayang, udah pulang kerja?" tanya Barry dari seberang.
"Ini baru sampr rumah Bar, tau aja ya..,?" Dita mengatur posisi tubuhnya senyaman mungkin untuk mengobrol dengan Barry lewat telepon.
"Nanti malam Keluar yuk,,!" tanya Barry membuat Dita terkejut dan langsung mengingat bahwa ia sudah berjanji pada kakaknya akan makan malam bersama.
"Ehmm,, Kemana Bar??"
"Kemana aja yang kamu mau..?"
"Ehm gimana ya Bar, Sekarang aku gak bisa Bar. Ini aja aku cepet pulang kerja karna ada urusan." ujar Dita beralasan.
Tentu Barry tampak kecewa. Beberapa kali membujuk Dita, tapi ternyata Dita tetap tidak bisa. Barry menghela nafas lalu menutup teleponnya.
"Maafin aku ya Bar. Aku juga harus menghormati kakak aku Lyli. Karna di kota ini, dialah kakakku. Lagian gak mungkin aku bilang pergi makan malam bareng Kak Sam. Barry pasti marah, aku juga harus jaga perasaannya. Punya pacar agak ribet juga ya" Dita gelisah dan kebingungan. Dita pun memejamkan matanya setidaknya 1 jam saja sebelum bersiap-siap untuk pergi kerumah sang Kakak.
Samuel tampak senang dan semangat karna akan pergi makan malam bersama dengan kekasihnya. Samuel sedang mengecek mobil yang akan dipakainya pergi. Samuel kali ini menggunakan mobil berwarna kuning. Terlihat mobil merah milik Barry disampingnya. Barry yang baru datang dari minimarket memerhatikan tingkah Samuel.
"Mau kemana,, tumben jam segini di garasi.?" tanyanya heran.
"Mau pergi,? Kepo banget." Samuel tampak sibuk sampai tak memerhatikan Barry didepannya.
"Sama pacar Kakak yah??"
"Ia dong. Sama siapa lagi, kan aku setiap pergi pasti bareng Lyli." Samuel memerhatikan Barry meneguk minuman yang dibelinya dari minimarket itu. " Bagi dong, minum sendiri ajah,!"
"Hmm niih,,!" jawab Barry memberikan. Samuel bersandar di mobilnya sembari meneguk minuman yang baru saja diraihnya dari Barry.
__ADS_1
"Kamu masuk gihh,,!" Kata Sam tiba-tiba. Barry menurut saja setelah menganggukan kepalanya karna kesal.
"Ada maunya aja,,"gumamnya.
"Makanya cari Pacar dong, Hari gini masih aja Jomblo." kata Sam dengan nada pelan namun Barry mendengar itu dan berhenti sejenak.
"Udah punya pacar kok,."jawabnya. Sam terkejut tak menyangka Barry sudah memiliki pacar. Setahunya Barry anak yang cuek soal wanita dan lebih sering bermain dengan temannya laki-laki. Nongkrong di Warung kopi yang tak jauh dari komplek rumah mereka.
"Sejak kapan kamu punya pacar?? Hemm,, pantesan aja ya kamu sekarang sering keluar rumah sampe malam." terka Samuel. Barry menganggukan kepala. Ia menghela nafas panjang.
"Ada deh. Ntar aja, Kapan-kapan aku ajak kerumah." jawab Barry lalu ia meninggalkan Sam dan masuk kedalam rumah. Samuel memerhatikan sikap itu, menggeleng kepala dan mengikuti Barry masuk kedalam rumah untuk pamit pada Ayah dan Mamanya untuk pergi.
"Ayah, Mama...? Sam pergi dulu ya" teriaknya kearah ruang tamu dimana Ayah dan Mamanya sedang menonton TV. Barry yang mendengar teriakan itu saat sedang di tangga menuju kamarnya juga ikut menoleh namun tidak menjawab.
"Ia. Hati-hati Sam" Mamanya ikut berteriak membalas.
Samuel pun bergerak kerumah Lyli. Samuel melaju dengan kecepatan sedang dan tiba dalam waktu 15 menit. Didepan teras Lyli sudah terparkir motor Dita. Motor berwarna pink itu sudah masuk kedalam teras. Itu artinya Dita sudah tiba lebih dulu. Samuel memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia pun masuk kedalam rumah yang pintu rumah itu selalu terbuka karna disana banyak yang tinggal.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Dita dan Lyli di meja mereka saat Samuel sedang pergi ke toilet.
"Barrry...!?" Ucap Dita terkejut. Ia tak menyangka Barry bisa ada disana. Ternyata Barry mengikuti Samuel dari rumah. Maksud dari Barry hanya untuk melihat dan memastikan bahwa apa yang diduganya benar. Dita pernah bilang jika kakak angkatnya adalah Lyli. Barry berpikir bukan Lyli pacar Samuel yang dimaksud Dita. Tapi ternyata,,
"Owh kamu bilang pergi hanya berdua bersama kakak kamu, ,Ini ya Dit..," Barry tampak kecewa.
"Ka-kamu tahu dari mana aku disini Bar??"tanya Dita gugup. Dalam benaknya Barry akan sangat kecewa dan marah padanya. Lyli yang juga terkejut mengetahui Barry adalah teman yang dimaksud Dita ternyata adik dari Kekasihnya itu.
"Kalian saling kenal Dita?" tanya Lyli.
"Ia Kak,, ehm ini Barry ehmm pacar aku sekarang kak,,"jawab Dita masih saja memandang Barry.
"Aku kecewa sama kamu Dit."Barry melangkahkan kakinya untuk pergi tapi Dita menarik tangan nya dengan cepat. "Tunggu Barr, Ayo kita mengobrol.!"
__ADS_1
"Gak Dit." Barry masih dengan lembut melepas tangannya dari Dita. Samuel balik dari Toilet dan terkejut melihat Dita memegang tangan adiknya itu. Ia heran mengapa Barry bisa ada disana dan Dita mengapa menggenggam tangan Barry.
"Barry!! Kamu kok bisa ada disini. Kamu tahu dari mana kami disini."
"Ehm. Aku hanya ingin menemui pacar ku yang ternyata ada bersama kalian." Jawab Barry cuek.
"Hah, Dita pacar kamu???". Baik Lyli ataupun Dita mereka sama-sama menunduk tak tahu jawab apa.
"Kok bisa sih!!. Kamu bisa gak sekali aja gak mengusik kehidupanku. Apa-apa selalu berhubungan dengan kamu. Kamu apa gak bisa cari perempuan lain selain yang aku kenal hah,,!! "Samuel tampak kesal memandangi Barry dengan sinis.
"Aku mana tahu Dita adik dari pacar kamu..! Sejak kapan aku mengusik kehidupanmu.? Aku gak pernah mendekati pacar kamu dan gak pernah mau tahu tentang hubunganmu dengan Kak Lyli. Aku datang kesini hanya mau mastiin, Dita pacar aku ini pernah bilang kalau nama kakak angkatnya adalah Lyli. Aku hanya tak penduga Lyli yang dimaksud sama dengan Lyli pacar kamu.!!" Balas Barry kesal di permalukan didepan banyak orang.
"Sudah.. sudah!! Kalian bisa tidak jangan berdebat disini. Malu..!"hardik Lyli.
Dita menarik tangan Barry kembali lalu membawa Barry keluar dari restoran itu. Ia cukup takut dengan situasi itu dan gak mau Samuel membentak Barry. Karna Lyli pernah cerita jika Samuel memiliki ego yang cukup tinggi.
"Udah Bar, kenapa kamu malah bentak Kak Samuel sih."
"Owh jadi kamu belain Sam karna dia pacar kakak kamu. Dit aku yang kecewa sama kamu. Kenapa gak jujur!!" Barry menarik tangannya membuat Dita terkejut.
"Yah,, aku mana tahu apa yang kamu pikirkan kalau kamu gak bilang sama aku tentang mau tanya soal kakak aku." Dita menepuk jidatny. Barry menghela nafas, memandang Dita yang tak ingin memandangnya. Ia terdiam seakan tak tahu apa yang ingin ia lakukan.
"Yaudah kalau gitu, antar aku pulang." kata Dita lelah berdiri.
"Hm. Ayok" Barry menarik tangan Dita. Barry berjalan menuju area parkir mobil yang cukup jauh dari mobil Sam.
"Aku gak mau bahas ini jika malam ini sudah berlalu. Kalau kamu mau ngomong, ngomong aja sekarang" kata Dita setelah Barry menyalakan mobilnya. Barry menghela nafas memerhatikan jalan raya sembari memandang Dita.
"Maaf kalau aku tadi sedikit emosi."
"Ia Bar, gak apa-apa kok. Jangan bahas lagi ya. Yang penting kamu udah tau sekarang kalau kakak aku itu adalah pacar Kak Samuel. Mau gimana lagi, Kamu cobalah untuk dekat dengannya. Kak Lyli orangnya baik kok"
__ADS_1
"Hmm, iya" Jawab Barry singkat. Walau sedikit sulit,Ia harus menerima kenyataan itu. Barry hanya tak tahu bagaimana Samuel nanti memandangnya.