Masa Lalu Yang Tersembunyi

Masa Lalu Yang Tersembunyi
Ada yang Janggal


__ADS_3

Samuel mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia ingin menemui kekasih hatinya Lyli. Setiap ada masalah yang menurutnya tak bisa ia simpulkan sendiri, biasanya Sam akan menemui Lyli dan meminta pendapat padanya. Samuel memarkirkan mobilnya didepan rumah kontrakan Lyli. Terlihat Lyli sedang menyirami taman bunganya. Ia melirik kearah jalan raya dimana mobil Sam berhenti. Ia sedikit heran mengapa Sam sangat pagi sekali menemuinya.


"Loh Sam, tumben pagi-pagi udah kemari. Ada apa??" tanyanya saat Sam sudah berjalan mengarah padanya.


"Lagi mau hirup udara pagi aja, mumpung libur." balasnya lalu duduk dengan melipat kakinya bentuk siku, dikursi yang selalu ada di depan rumah Lyli.


"Bilang aja kamu lagi suntuk dirumah, aku tahu kamu banget. Ada apa??" Lyli menghampirinya dan duduk dikursi berdampingan dengan Samuel. Kini mereka sama-sama menghadap kejalan raya, saling memandangi kendaraan yang berlalu-lalang didepan mereka.


"Yah,, kamu tahu aku ternyata Ly. Aku memang lagi suntuk dirumah."


Lyli menatap kekasihnya itu "tentang adik kamu lagi..? Kalian berantem lagi." terka Lyli.


"Gak juga,, Cuma Ayah dan Mama aku sekarang seperti sedang punya rahasia Li. Kamu tau gak,, lagi-lagi ini tentang Barry,,!"


"Rahasia seperti apa maksud kamu Bar sampai bawa-bawa adik kamu. Kamu sikit-sikit selalu sangkut-pautkan sama Barry. Gak boleh gitu dong Sam,," Lyli sedikit kesal setiap Samuel berbicara tentang adiknya itu karna menurutnya Barry adalah anak yang baik walaupun ia jarang mengobrol dengan adik Samuel itu.


Lyli hanya beberapa kali melihat Barry ketika ia berkunjung kerumah nya. Samuel memang jarang mempertemukan ia dengan Barry tapi walau demikian entah mengapa menurutnya Barry adik yang baik tak seperti yang selalu Samuel ceritakan.


"Bukan nya gitu Ly.., cuma entah mengapa kesel aja gitu masa sikit-sikit Barry mulu, apalagi ini ya, Mama pengen banget Barry ngambil S2 di London. Yah emang sih aku gak ngarep kesana, cuma kenapa aku gak pernah di tawarin kesana dulu pas baru siap Wisuda. Kenapa harus Barry??" jelas Sam seakan merasa ada yang janggal dengan prinsip orangtua nya. Lyli berusaha tak menanggapinya dengan serius malah menyangkutkan kata-kata itu pada dirinya.


"Owh jadi kamu niat kesana,,? Owh omongan kamu semua basi ya Sam. Katanya mau serius, mau ini, mau itu,, eh malah mau pergi jauh. Sekalian aja dari awal bilang Sam untuk tidak serius karna kamu masih harus pergi jauhh banget kesana,!!" Lyli beranjak berdiri lalu masuk kedalam rumah.


Tentu Sam terkejut lalu berusaha menarik tangan Lyli tapi Lyli sudah terlebih dahulu masuk. "Lah kok marah sih, Kayak anak kecil banget sih Lyli..!" gumamnya sedikit gelisah.

__ADS_1


Lyli masuk kedalam kamarnya yang sedang terbuka. Sam terhenti didepan kamar itu. Seorang adik Lyli yang sedang berada dikamarnya pun keluar tak ingin mengganggu percakapan sang Kakak. "Mau ngobrol ya Kak??" tanyanya polos pada Sam.


"Bujuk kakak kamu keluar dik," kata Sam pada Salsa, salah satu dari 4 adik angkat Lyli yang tinggal bersama dengan Lyli. Salsa menoleh Lyli tapi ragu untuk memanggil.


"Udah Kak, nanti aja bujuknya. Mba Lyli lagi cuek tuh." jawab Salsa lalu pergi keluar kamar melewati Sam yang berdiri didepannya.


"Ayolah Lyli, jangan kayak anak kecil dong. Aku kan udah bilang, Gak niat hanya membandingkan saja dengan sikap orangtuaku bukan berarti aku harus kesana juga. Kok kamu marah sih gitu doang" bujuk Samuel.


Lyli yang berusaha sibuk berpura-pura merapikan buku-buku di meja kamarnya yang sebenarnya tidak terlalu berantakan itu senyam-senyum tak menghiraukan omongan Sam. Ia sengaja membalikan badannya agar Sam tak melihat expresinya. Ia sengaja membuat Sam jengkel agar ia tidak membahas tentang keluarganya.


" Udah lah Sam, aku lagi ada kerjaan nih. Duduk aja didepan, nanti aku nyusul. Bentar ya,," kata Lyli tetap tak mau memandang Sam. Membiarkan Sam berdiri didepan kamarnya berusaha membujuknya.


"Tuh kan, masa aku datang kesini di cuekin sih, nyuruh aku sendirian duduk didepan. Mau ngobrol sama Jalan raya apah!?" Ucapnya. Lyli tetap cuek seakan tak mendengar. Sam akhirnya diam. Seakan memerhatikan apa yang dilakukan Lyli sampai harus mengacuhkannya. Tak sengaja mata Sam memandangi dinding kamar itu dan melihat beberapa foto disana. Sam tertuju pada satu foto keluarga, tentu itu foto keluarga Lyli karna ada kekasihnya itu didalam foto.


"Itu Foto yang berwarna merah, foto Keluarga ya Ly..?" Sam mengalihkan pembicaraannya. Menunjuk salah satu foto itu. Lyli menoleh kearah foto yang dimaksud Sam.


"Tapi kok ada 5 orang difoto itu Ly..,? kan kalian bersaudara ada 4 orang." ucap Sam heran. Sepengetahuannya Kekasihnya itu bersaudara ada 4 orang dan sesuai apa yang Lyli ceritakan padanya tentang keluarganya. Hal itu membuat Lyli terkejut. Ia tak menyangka Sam akan menanyakan itu. Biasanya Sam tak pernah menghiraukan foto di Dinding itu dari dulu, dari awal mereka berhubungan.


Lyli berjalan menemui Sam lalu menarik tangan Sam keluar dan menutup kamar itu dengan cepat. Tentu Sam kebingungan, mengikuti Lyli yang membawanya kedepan rumah dan menyuruh Sam duduk kembali di kursinya yang sebelumnya. Salsa yang memerhatikan tingakah sang Kakak menggelengkan kepala." Tiap hari begitu terus" ucapnya.


"Tadi katanya gak mau duduk didepan ini, yang sibuklah apalah. Eh sekarang malah narik-narik paksa kesini.!?" cerutu Sam.


Lyli menghela nafas, berusaha berpikir untuk memberitahukan Sam atau tidak tentang Keluarganya yang selama ini tak pernah diceritakan pada orang lain. Kisahnya itu hanya diketahui oleh adiknya Dita. Itupun karna Dita berasal dari kampung halaman yang sama dengan Lyli sehingga tentu Dita mengetahuinya.

__ADS_1


Sam memerhatikan sikap Lyli "Jadi, Itu tadi difoto siapa itu yang paling kecil diantara kalian,? Atau sebenarnya kalian emang 5 bersaudara ya?? tanya Sam membuat Lyli menatapnya dengan penuh makna. Lyli kembali menghela nafas.


" Itu adik sepupu aku yang pada saat itu ikut foto bareng dengan kami, karna waktu itu kata mama aku, dia tinggal bersama dengan kami selama 2 tahun. Jadi, ketika foto itu diambil dia minta ikut foto." Lyli memutar pandangannya beberapa kali mengucapkan kata-kata itu.


Ia belum bisa jujur pada Sam jika anak yang difoto itu adalah adiknya yang paling bungsu yang tak tahu dimana sekarang keberadaannya. Adiknya itu memiliki kisah pilu baginya sehingga menurutnya belum bisa diberitahukan pada siapa pun kecuali jika nanti Samuel sudah sah menjadi anggota keluarga dalam kehidupannya.


"Owh gitu,," Hanya itu kata-kata yang Sam ucapkan. Sam ikut terdiam karna melihat Lyli juga tak melanjutkan ucapannya. Ia melakukan hal yang sama dengan Lyli yaitu memandangi Jalan raya yang semakin lama semakin ramai saja karna hari sudah tidak pagi lagi. Sam seakan bingung dengan apa yang sedang ada dalam pikirannya. "Kok bisa mirip banget sama Barry waktu kecil yah..!?" Ucapnya dalam hati


Tapi karna Lyli mengatakan bahwa itu adalah adik sepupunya, Sam menghela nafas menghapus pikirannya "Ah gak mungkin juga" gumamnya.


" Ehmm Ly... kalau gitu aku balik pulang aja yah. Udah siang, Aku belum mandi pas kesini." Kata Sam beranjak berdiri. Lyli tersenyum menganggukan kepala.


"Ih dasar ya, Kebiasaan..,"


"Yah kan gak apa-apa,, Setidaknya bisa main kesini. Gak marah lagi kan,,?" Sam meraih tangan Lyli tapi Lyli mengacuhkannya.


"Ehm ia deh,, Aku juga tadi cuma becanda kok." balasnya.


"Ia Becanda,, tapi tangannya kok gak bisa dipegang sekarang" Sam ikut bercanda dengan sedikit kesal.


"Nanti aja kalau kamu datang nanti Malam lagi" Kata Lyli


"Ngapain datang lagi, kan udah datang sekarang." Sam bingung.

__ADS_1


"Nanti malam Dita kesini. Kita makan malam diluar ya biar rame. Kan kamu janji, Kalau Dita udah sembuh mau bawak dia makan enak."


"Ya udah deh..! Siap Bos!!" Ucap Sam semangat.


__ADS_2