
Barry tiba diruma sudah pukul 21:00 wib setelah ia mengantarkan Dita pulang ke kostnya dan memastikan beberapa temannya untuk merawat Dita. Barry memarkirkan mobilnya di garasi lalu berjalan menuju kamarnya. Namun sekarang ia terhenti di depan TV karna ada Samuel duduk disana. Ayah dan mamanya sepertinya sudah dikamar. Samuel menatap tajam Barry. "Darimana aja baru pulang sekarang??" tanyanya.
"Dari rumah temen,," ucapnya singkat.
"Sini kunci mobil,,! Aku mau pergi" kata Sam mengulurkan tangannya bermaksud Barry melemparkan kunci mobil itu padanya. Barry tersentak, Ia baru ingat jika bensin mobil itu sudah kandas dan ia lupa untuk mengisinya. Awalnya ia bermaksud mengisi di pom bensin yang tak jauh sebelum masuk komplek. ia pun mencari alasan agar Sang kakak tidak kesal padanya.
"Pakai mobil yang lain aja,, harus ya mobil yang baru aku pakai??"katanya.
"Apa gak liat mobil digarasi cuma dua,, yang satu mobil Ayah. Kata ayah itu besok mobil mau dibawa ke Desa Banjar. Gak mungkin kan aku pakai,, kalau lecet gimana." jelas Samuel.
"Yang lain kemana??"tanya Barry lagi.
"Banyak nanya ya..! Sini aja kuncinya udah. Yang lain lagi di Rental sama Tetangga. Tadi siang kata mama diambil mobilnya,, mungkin 3 hari baru balik."
Barry mulai memikirkan ide agar ia tak berdebat. " Udah nih,,!" sambil ia melempar kunci itu. Segera Barry mempercepat langkahnya menuju kamarnya. Ia menoleh melihat Sam langsung bergerak ke garasi. "Kemana sih udah jam 9 juga masih aja mau keluar. Paling sih jumpain pacarnya,," tebak Barry lalu ia mengunci kamarnya.
Selang 10 menit. Terdengar pintu kamarnya diketuk-ketuk. Barry yang sedang mandi berterik. "Ia bentar lagu mandi!!! Sabar,,"
"Buka gak,,Dasar ya Bar. Make mobil yang bener dong. Itu bensinnya kok habis total sih...!"Teriak Sam kesal setelah mengecek mobil itu ia terpaksa turun dari mobil karna melihat tak ada bensinnya. Barry sudah menduga jika Sam akan menemuinya. Setelah mandi ia membuka pintu dan handuk masih terlilit di pinggangnya.
"Ia maaf,, tadi lupa isi pas mau pulang"
"Kebiasaan ya Bar. Kamu sekali aja gak bikin kesel bisa gak sih!!"
Barry terdiam mengerutkan dahinya. "Mau kemana emang jam segini,, Kan udah jam 9 malam sih,,"
__ADS_1
"Bukan urusan kamu. Udah nih kuncinya,, dan isi itu bensin. Awas aja besok aku liat itu bensin masih kosong,, liat aja!!. Gara-gara kamu aku gak jadi pergi!! Liat aja ya Bar." Tatapnya pada Barry lalu turun kebawah menemui Ayahnya dikamar. Ia bermaksud meminjamkan mobil Ayahnya karna menurutnya yang harus ia jumpain adalah orang penting.
"Ayah,,! Yah...?" Panggil Sam mengetuk pintu kamar ayahnya. Ayahnya mendengar lalu membuka pintu. "Ada apa Sam. Loh gak jadi kamu pergi nya atau baru balik??" Tanyanya heran karna mulai jam 7 malam Sam sudah permisi keluar.
"Tuh Barry baru pulang,, aku dari tadi nungguin dia Yah,, mau make mobil yang dipakainya tadi siang. Tapi pas mau pakai eh bensinnya habis Yah."
"Anak itu..," Kata Ayahnya mengarahkan pandangannya kekamar Barry. Mamanya mendengar perbincangan itu.
"Udah kalau gitu pakai mobil Ayah aja,, Kamu mau nemuin Lyli kan?" Tanya balik sang mama.
"Ia ma. Udah janji soalnya" Lalu Sam menatap wajah Ayahnya. Ayahnya menganggukan kepala dan memberikan kunci mobilnya.
"Hati-hati Sam.., jangan pulang larut ya" nasehat sang Ayah. Sam pun lega, untung saja Ayahnya lagi berbaik hati.
Sam pun melajukan mobilnya kesebuah rumah kontrakan dimana rumah itu adalah rumah kekasihnya Lyli. Ia memberhentikan mobil itu didepan jalan raya lalu membunyikan klakson mobilnya. Wanita cantik berkulit kuning langsat itu keluar dari rumah berteras penuh bunga itu.
"Jadi udah gimana keadaan adik kamu sekarang Li. Udah mendingan??"
"Tadi terakhir dikasih tau sih udah Sam. Cuma kalau belum liat langsung rasanya aku gak kakak yang perhatian."kata Lyli kwatir.
"Aku juga udah kangen sama dia,, udah sebulan lebih ya gak ketemu sama dia. Kok dia gak pernah main ke rumah kamu lagi?" Tanya Sam sambil ia mengendarai mobilnya.
"Sibuk mungkin Sam. Banyak kerjaan katanya. Eh tapi nanti aku nginap disana ya Sam. Kasihan gak ada yang jagain Dia malam ini,,"
"Ia Sayang. Kasihan dia, hanya kamu yang dianggap kakaknya di rantau ini. Ayah Ibunya kan jauh. Kalian harus saling perhatian" Kata Sam. Sam bisa sangat berbeda lembut jika bersama dengan Lyli kekasihnya itu. Berbeda sekali dengan sikapnya bila dirumah. Melihat Barry saja rasanya ia sudah emosi dan tak ingin melihat adiknya itu.
__ADS_1
Samuel dan Lyli tiba di kost-kosan yang berderet sebanyak 10 itu. Ia memarkirkan mobilnya di halaman yang tak terlalu luas itu. Seorang wanita sedang duduk di teras kost itu terheran. "Dalam waktu 1 hari udah ada 2 mobil mewah parkir didepan sini. Apa tiba-tiba penghuni kos ini punya teman orang kaya ya,,?"ucapnya dalam hati. Lyli dan Samuel keluar dari mobil. Wanita itu tersenyum. " Eh Kak Lyli rupanya,,?"
"Hai Rini,, apa kabar"
"Baik kak,,? Mau jenguk Dita ya?" Tanya nya Ia tau Lyli adalah kakak dari Dita yang sering datang mengunjungi kos Dita. Tentu akan datang juga karna hari ini Dita sedang sakit.
"Ia kak,, tuh lagi rame didepan pintu kamar Dita. Banyak yang jagain kok"kata Rini tersenyum.
Samuel dan Lyli berjalan menuju pintu yang dimaksud Rini. Samuel sudah menyediakan oleh-oleh berupa buah dan roti untuk Dita.
"Hai Dita,, Udah mendingan??" Samuel langsung menyapa Dita dengan ramah dan melihat kondisinya masih memakai jaket tipis pertanda ia masih butuh perawatan. " Eh ada Kak Samuel.., Wah seneng banget dibawain buah juga.., Makasih Kak Sam"kata Dita bahagia. Lyli memeluk adiknya itu melepas rindu udah sebulan mereka tidak bertemu.
"Maaf ya dik baru bisa jenguk sekarang. Ini nih kakak kamu tadi lama banget datangnya. Badan kamu masih hangat ya dit" Kata Lyli duduk disamping dita. Teman-teman Dita pun pamit balik kekamar masing-masing karna sudah ada Lyli yang menemani Dita.
"Makasih ya udah jagain adik aku loh"Sapa Lyli ramah. Mereka semua tersenyum mengangguk.
"Siapa yang antar kamu tadi ke rumah sakit dik Dita? kata kakak kamu ini kamu tadi udah sempat di opname ya??" tanya Samuel sembari mengobrol.
"Ada temen tadi Kak,, Kebetulan ada waktu antar aku berobat. Dia juga yang antar aku balik kesini"
"Wah baik juga ya teman kamu. Pacar baru atau gimana nih??" Tanya Sam lagi sambil ia melirik ke arah Lyli. Lyli hanya tersenyum. " Katanya sih Sam Ganteng dan baik."
"Wah bagus dong. Biar kamu jangan jomblo terus. Harus dong punya teman laki-laki apalagi kalau ganteng nya ngalahin kakak hmm,," Kata Sam lagi.
Dira hanya mengangguk lucu dengan tingkah Samuel. Dita senang ada Kakak-kakak nya yang sangat peduli padanya. Ia selalu dianggap adik oleh Samuel dan Lyli senang Sam bisa dekat dengan adiknya itu. Walau bukan adik kandung darinya tapi Dita baginya sudah seperti adiknya sendiri karna dikampung mereka setiap tetangga sudah lah dianggap saudara. Begitu juga dengan kedua orangtua Lyli dan Dita yang perpesan agar mereka di perantauan saling memperdulikan.
__ADS_1
Lyli memandangi Samuel dengan penuh makna. Pria yang sudah menjadi kekasihnya 2 tahun lebih itu sebenarnya pria baik hanya saja terkadang jika membahas tentang adik laki-laki dirumahnya Samuel selalu kesal dan bercerita dengan emosi. Sangat berbeda dengan sikapnya pada Dita.