
Pov (Aisyah)
Sesampainya dirumah, aku langsung masuk kedalam. Tidak lupa mengunci pintu pagar dan rumah. Sebelumnya aku mengantarkan emak pulang terlebih dulu, lalu aku pulang kerumah dengan berjalan kaki.
Setelah didalam kamar, aku segera membersihkan diri dan berganti baju kemudian bersiap untuk sholat.
Sehabis sholat aku teringat soto tadi yang dibeliin sama emak, akupun kedapur untuk mengambil mangkuk dan sendok. Segera ku santap soto tersebut.
Selesai makan, aku ke dapat mencuci bekas makanku dan sekalian masak. Aku pun mencoba menyalakan kompor dengan hati - hati, ternyata mudah aku aja yang parno duluan.
Hari ini aku akan ayam kecap kesukaan Mas Arya, karena masih ada soto yang tadi sebungkus jadi aku tidak memasak sayur, ntar dipanasin aja sotonya. Akan masak lebih ayamnya dan bawakan buat Babe dan Emak.
Setelah masak dan memindahkan makanan ke wadah, aku letakkan di atas meja makan dan aku tutup dengan tudung saji. Ayam kecap untuk Babe dan Emak aku masukkan ke dalam tu*pperwa*re ukuran sedang. Kemudian aku menuju rumah mereka tidak memastikan pintu terkunci, untuk pagar tutup aja karena dekat juga rumahnya dan aku cuma sebentar.
Sesampai di rumah mereka, aku mencet bel. Tidak lama keluar art rumah ini bernama Mbok Minah.
"Assalamualaikum Mbok, Babe dan Emak ada"? Tanyaku.
"Wa'alaikum salam neng. Pak Haji lagi ke Empang, kalau Bu Hajjah lagi istrihat. Neng mau masuk dulu?" Tanya nya balik dan hendak membuka pagar.
"Gak Mbok, aku cuma mau nitipin makanan buat Babe dan Emak, tolong ya Mbok". Ucapku sambil memberikan makanan yang ku bawa melalui sela pagar.
"Aku pamit ya, makasih Mbok. Assalamualaikum". Ucapku setelah Mbok Minah menerima makanan yang aku kasih, setelah itu aku balik ke rumah.
Sesampainya dirumah, aku masuk kekamar untuk mengambil ponselku. Aku membuka aplikasi menulis, aku mengajukan kontrak karena aku sudah punya tabungan sendiri.
Aku sudah mengisi semua persyaratan pengajuan kontrak, tinggal menunggu diacc dan kontrak akan dikirim melalui email.
Pekerjaan rumah sudah beres semua, masak pun sudah. Sambil menunggu Mas Arya pulang lebih baik aku melanjutkan menulis dan nanti simpan di draft.
__ADS_1
Tak terasa waktu sholat telah tiba, bergegas aku berwudhu dan menunaikan kewajibanku.
Ting tong
Ting tong
Bunyi bel diluar terdengar sangat baru selesai berdoa, akupun melepas mukenahku dan melipatnya, kemudian melihat siapa yang datang.
Ceklek
"Assalamualaikum yank, ini mas udah pulang". Salam suamiku dari balik pagar.
"Wa'alaikum salam, sebentar mas". Jawabku sambil membuka pagar.
Setelah pagar terbuka, mas Arya masukkan motor, aku lalu menci*um tangannya dan kami pun masuk kedalam rumah bergandengan.
Aku menyuruhnya untuk segera mandi dan makan karena aku sudah memasak makanan kesukaannya.
Aku sempat menggodanya karena dia mengira soto itu adalah buatanku, sampai disuruh jualan soto karena enak. Dia pun tertawa karena keisenganku.
"Oya Mas tadi kok aku gak lihat Mas di bank?" Tanyaku.
"Tadi Mas lagi jaga di ATM depan Bank yank". Jawabnya.
Kamu pun melanjutkan makan, aku senang liat dia memakan masakanku dengan lahap dan sampai nambah. Biasanya dirumah mertuaku, kami hanya makan seadanya.
Setelah makan, kami ngobrol di ruang tamu. Dia bertanya tentang rencana usahaku nanti. Aku pun menceritakan ide ku kepadanya cerita detail, alhamdulilah dia setuju dan memberiku banyak masukan. Aku juga bercerita soal saran dari emak untuk melakukan baca doa di rumah ini
Kamipun berencana kerumah Babe sehabis Isya untu menyampaikan rencana kami serta meminta masukkan dari mereka.
__ADS_1
***
Malamnya sehabis sholat isya, kami beranjak menuju rumah Babe.
Setelah bertemu dengan mereka, Babe dan Emak menyambut kami dengan ramah. Kamipun menyampaikan maksud dan tujuan kami.
Menurut Babe ide kami sangat bagus dan insyaallah pasti laris dan ramai. Karena tempatnya strategis, babe juga mengingatkan kami dalam berdagang harus amanat.
Mungkin Minggu depan pembuatan layak dimulai karena tukang langganan babe masih ada kerjaan ditempat. Semua ongkos kerja dan bahan buat bangun akan ditanggung oleh beliau, bahkan beliau menawarkan tanah kosong miliknya yang disamping lapangan buat dijadikan tempat parkir jualan kami. Beliau tidak minta apapun cukup buktikan kami bisa suskes dan berhasil dalam menjalankan usaha kami. Keberhasilan kami juga kebanggaan mereka.
Kami dibuat terharu oleh kebaikan beliau sekeluarga, aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka dan akan menjalankan usaha kami dengan sehingga kami mandiri dan sukses.
Setelah itu kami membahas untuk acara baca doa yang akan diadakan hari Minggu ini, kata emak nanti para tamu akan disuguhkan dengan kue - kue basah untuk cemilan sambil mendengarkan tauziah dari Pak ustadz. Sedangkan nasi kotak untuk dibawa pulang.
Aku berencana membuat kue khas dari kampung halamanku, sekalian memperkenal pada warga sini, siapa tau ada yang suka dan nanti akan memesannya. Lumayan kan bisa jadi peluang usaha lagi.
Ternyata babe dan emak juga menyukai makanan dari daerah asalku yaitu sop konro, Fitri pernah memasaknya. Beliau memintaku kapan - kapan untuk dimasakan olehku. Aku menyanggupinya dan akan memasakkan makanan lain dari kampungku.
"Nanti masak buat acara baca doanya dirumah emak aja, disini alat masaknya lengkap. Peralatan buat masak kue juga ada, dapur dirumah ini juga lebih luas. Karena gak banyak kita masaknya ntar dibantu sama Mbok Minah dan anak gadisnya". Ujar emak.
"Kalau udah siap semua baru bawa sama karyawan babe ke rumah sebelah". Ujar emak lagi.
"Dan urusan beres - beres rumah serahkan pagi kami bapak - bapak, para ibu - ibu cukup fokus masak". Giliran Babe yang bisa bicara.
Aku terbawa suasana ngobrol dengan mereka, seolah sedang bercengkrama dengan mendiang orang tuaku. Sudah lama rasanya aku bisa ngobrol dan tertawa selepas ini. Sungguh bahagia bisa berkumpul dengan orang - orang baik seperti Babe dan Emak. Seandainya ibu mertuaku bisa memperlakukanku dengan baik dan menyayangiku, pasti kami bisa bercengkrama seperti ini. Semoga Allah membuka pintu hatinya, sehingga beliau bisa menerimaku sebagai menantunya.
Kami pun pamit pulang karena sudah jam sepuluh lewat, saking asyiknya ngobrol sampai lupa waktu.
Setelah sampai dirumah dan berganti baju, aku bersiap untuk tidur. Tapi rencana tidurku tertunda sebab Mas Arya meminta hak nya yang sudah lama tidak kami lakukan, karena waktu tinggal dirumah ibu mertua kami udah kelelahan karena perkerjaan kami masing - masing sehingga langsung tertidur. Aku pun melayaninya dengan baik, hingga akhirnya kami tertidur karena kelelahan memadu kasih tidak lupa sebelumnya Mas Arya mengatakan kata cinta dan menci*um keningku. Semoga secepatnya Allah menitipkan ruh malaikat kecil dalam rahimku.
__ADS_1
Bersambung.