Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 76


__ADS_3

Pov (Ryan)


     Aku benar - benar tak menyangka wanita yang dulu sangat aku cintai, yang aku angkat derajatnya dengan teganya menipu serta mengkhianatiku. Dia juga meninggalkanku begitu saja dalam keadanaanku yang bangkrut dan terpuruk, dan yang lebih menyakitkan lagi dia telah menjual adik perempuanku satu - satunya hanya demi uang. Sekarang rasa cintaku padanya telah sirna berganti dengan dendam dan rasa benci yang sangat besar, saking bencinya mendengar dan menyebut namanya aku sudah tak sudi. Aku bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan sangat pedih.


Sudah beberapa hari ini aku mencarinya tapi sayangnya pencarianku nihil dan tidak membuahkan hasil seolah wanita sialan itu hilang ditelan bumi, terpaksa aku menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk mencari keberadaannya tapi aku tidak menyuruh orang itu membunuhnya cukup temukan wanita tidak tau diuntung itu dalam keadaan hidup - hidup nanti aku sendiri yang akan memberinya pelajaran dengan tanganku sendiri. Tentu saja tidak sedikit uang yang aku keluarkan untuk menyewa orang bayaran itu tapi untuk sekarang aku sudah punya uang yang cukup banyak dari bisnisku bersama teman lamaku walaupun resikonya tinggi tapi sepadan dengan uang yang dihasilkan.


Kata pembunuh bayaran yang ku sewa, wanita itu sedang berpergian keluar negeri tapi dia hanya sendirian tanpa selingkuhannya, cih pasti dia sedang menikmati uang dari hasil penjualan rumah kami. Mengingat itu membuatku semakin benci padanya, Aku tersenyum miris melihat selingkuhannya yang seorang pria paruh baya yang lebih pantas menjadi ayahnya tapi dia orang yang kaya raya pantas saja dia tega meninggalkanku dan Maira, ternyata uang bisa membutakan segalanya. Karena dia ada di luar negeri, terpaksa aku akan menunggu dia kembali ke negara ini baru balas dendamku akan dilakukan dan untuk selingkuhannya, aku tidak akan melakukan apa - apa padanya. Lagian dia sudah tua bangka, mungkin sedikit lagi akan mati.


Hingga beberapa hari berlalu, hari ini tiba waktunya wanita itu kembali ke negara ini, aku sudah tidak sabar untuk membalas dendam padanya. Orang suruhanku sudah menunggunya di bandara, nanti dia akan menculiknya dan aku akan datang ke tempat dia menyekap wanita itu nantinya.


Sudah beberapa jam berlalu tapi orang suruhanku belum juga memberikan kabar, aku sudah menghubunginya tapi tidak diangkat. Aku penasaran dia berhasil atau tidak.


Kring


Kring


Aku bernafas lega ternyata orang suruhanku memberi kabar juga, aku segera mengangkat telfon darinya. Semoga dia berhasil menjalankan tugas dari karena aku sudah membayarnya mahal.


"Halo bagaimana? Berhasil atau gak?" Tanyaku tanpa basa - basi.


"Maaf bos, saya gagal menculiknya karena dia bawa oleh mobil lain entah siapa yang membawanya yang jelas bukan selingkuhan dan saya kehilangan jejak mereka". Jawab orang suruhanku dengan suara panik.


Aku emosi mendengar bahwa dia gagal menjalankan tugas dari ku. "Apa??? Dasar tidak bo*doh, saya sudah bayar mahal kamu mahal. Saya tidak mau tau, kamu temukan dia sekarang juga atau kamu kembalikan uang saya dan jangan pernah menghubungiku kalau tugasmu belum berhasil. Mengerti???". Bentakku keras.


"Baik bos, saya janji akan menemukan dan membawa wanita itu ke hadapan bos secepatnya". Ujarnya.


Aku langsung mematikan panggilan tanpa menjawab ucapannya, aku sudah sangat marah karena dia gagal menjalankan tugas dariku.


Kring


Kring


Ponselku kembali berdering tanpa melihat siapa yang menelfon, aku segera mengangkatnya. Pasti orang suruhanku yang menelfon.


"Apa lagi hah? Saya sudah bilang jangan hubungi saya kalau tugasmu belum selesai". Ujarku dengan nada tinggi.


"Maksudnya apa bro, baru aja gua telfon lu udah marah - marah. Padahal gua cuma kabari kalau kerjaan gua udah beres dan bagian lu udah gua transfer". Ucap seseorang yang menelfonku yang menjadi teman bisnisku yang sekarang.


"Sorry bro, gua kira anak buah gua. Oke terima kasih bro nanti gua cek transfer lu". Ujarku meminta maaf.

__ADS_1


"Gua kirain lu marah sama gua soalnya baru juga lu angkat, gua udah kena semprot aja. Kan gua jadi kaget, hehehe. Oya ada barang yang baru masuk nanti giliran lu yang urus. Nanti lu ambil di tempat gua". Ucapnya sambil tertawa.


"Ok bro ntar gua kesana, soalnya gua masih ada sedikit urusan". Balasku lalu mengakhiri panggilan telfon.


Aku pun mengecek aplikasi mobile banking milikku, senyumku mengembang melihat nominal yang ditransfer oleh temanku. Gampang juga dapat uang pikirku.


Tring


Ada pesan di aplikasi ijo milikku.


['Bos tolong datang ke rumah sakit Medika sekarang, wanita itu sudah saya temukan']. Aku mengernyitkan kening membaca pesan singkat dari orang suruhanku, kenapa dia menyuruhku ke rumah sakit. Kalau di sana bagaimana aku memberi pelajaran pada wanita itu.


Aku segera menelfonnya tapi tak diangkat, aku memcoba berulang kali tidak diangkat jadi juga malah direject olehnya.


["Oke saya ke sana sekarang".] Aku membalas pesan darinya.


Karena kesal aku pun menuruti isi dari pesannya untuk segera ke rumah sakit yang disebutnya. Lumayan jauh dari tempatku sekarang sekitar satu sampai dua jam. Aku memacu motorku dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di sana.


Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam an aku sampai juga di rumah sakit itu, untung lalu lintas tidak terlalu ramai jadi aku bisa sampai lebih cepat. Setelah memarkirkan motorku, aku segera mengirim pesan pada orang suruhanku.


Kring


Kring


"Oke tunggu di situ, saya segera kesitu". Ucapku lagi lalu mengakhiri panggilan dan segera menuju tempatnya berada.


Aku sudah sampai di tempatnya, aku melihatnya berdiri menggunakan jaket kulit berwarna hitam serta topi hitam di depan pintu yang tertulis IGD. Dia pun melihat kemudian melambaikan tangannya. Bergegas aku menghampirinya.


"Mana wanita itu? Kenapa kamu tidak segera membawanya ke tempatmu?" Tanya ku tanpa basa - basi.


"Sabar bos, tenang dulu. Rencana berubah karena kondisinya tidak memungkinkan untuk saya membawa dia. Karena saya juga di kasih tau sama anak buah saya kalau ada warga yang menemukan dia tergeletak di alang - alang dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Lalu dia bawa ke sini oleh warga yang tadi menemukannya". Tuturnya.


"Maksudnya kamu bagaimana? Saya gak ngerti, kenapa dia bisa di temukan di alang - alang? Bukannya tadi kamu bilang ada mobil lain yang membawanya" Tanyaku.


"Nanti saya jelaskan, lebih baik ikut saya ke dalam dan lihat sendiri keadaannya. Saya juga hanya lihat dari jauh". Jawabnya lalu mengajakku masuk ke dalam.


Kami pun berpura - pura mencari keluarga kami agar tidak dicurigai. Lalu orang suruhanku memberi kode mata ke arah brangkar yang berada di bagian pojok, aku pun melihat ke arah yang dimaksudnya. Di sana ada seseorang yang terbaring dengan kondisi yang sangat mengenaskan seperti habis terbakar.


Dia pun mengajakku menuju ke brankar itu. Aku bergidik ngeri melihat kondisi orang yang terbaring itu, sekujur tubuhnya melepuh semua. Ternyata dia wanita, yang bisa aku lihat dari payu*daranya. Sepertinya dia terbakar atau dibakar dalam keadaan tidak memakai busana. Entahlah aku tidak bisa menebak apa yang terjadi padanya. Tapi yang aku bingung kenapa orang suruhanku malah mengajakku melihat wanita ini.

__ADS_1


"Dia wanita yang bos cari". Ucap orang suruhanku sambil berbisik.


Aku kaget mendengar ucapannya, aku melotot menatap wanita yang terbaring di hadapanku. Aku tak percaya wanita itu adalah mantan istriku, memang tadi dia bilang kondisi mengenaskan tapi aku tidak terlihat di pikiranku kalau kondisinya sangat - sangat mengerikan. Wanita yang aku tau memiliki paras yang cantik, paras yang membuatku jatuh cinta hingga memberikan apapun yang dia inginkan. Tapi sekarang di hadapanku paras cantiknya sudah berganti dengan wajah yang menjijikkan.


"Apa anda berdua saudara wanita ini?" Tanya seorang pria yang menggunakan berkacamata dan memakai jas putih, dia pasti dokter di sini.


"Kami sedang mencari teman kami yang hilang, kami ingin memastikan wanita ini dia atau bukan. Tapi dengan kondisinya seperti ini kami sulit memastikannya". Jawab orang suruhanku. Pintar juga dia memberi jawaban seperti itu batinku.


Dokter tersebut manggut - manggut mendengar jawaban dari orang suruhanku. Dia lalu menjelaskan kalau mantan istriku korban penyiraman air keras dan tidak temukan identitas apapun padanya. Dia juga menjelaskan karena persentase luka bakar yang dialami sangat parah, tidak mungkin kondisinya bisa kembali seperti seperti semua, bahkan untuk dia bisa bertahan hidup itu adalah sebuah keajaiban. Yang membuatku cukup terkejut ternyata sebelumnya di siram air keras, dia mengalami kekerasan seksual yang parah. Sungguh tragis yang dialami mantan istriku, entah yang melakukan semua ini padanya. Sedangkan pihak kepolisian sedang menangani kasusnya dan menyelidikan siapa pelakunya.


Kemudian dokter itu pamit karena ada pasien yang harus ditanganinya.


Kamipun kembali ke brankar mantan istriku. Aku menatapnya lekat, entah aku harus kasihan atau senang melihat keadaannya sekarang ini. Matanya terbuka perlahan dan seketika dia melotot melihat ke arah kami. Sepertinya dia kaget melihatku ada di hadapannya, lalu mata terlihat meneteskan air mata.


Aku pun mendekat kepadanya dan membisikkan sesuatu.


"Selamat menikmati balasan dari semua perbuatanmu kepadaku dan keluargaku, wahai mantan istriku tersayang. Ternyata cepat juga karma menghampirimu jadi aku tidak perlu mengotori tanganku untuk membalas perbuatanmu". Bisikku lalu tersenyum miring.


Mulutnya bergerak seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak ada suara yang keluar. Hanya air matanya yang terus mengalir.


Aku dan orang suruhanku lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan IGD.


"Jadi bagaimana rencana bos selanjutnya?" Tanya orang suruhanku begitu kami sampai di parkiran.


"Nih bonus buat kamu". Aku memberinya uang tanpa menjawab pertanyaannya.


"Kan perkerjaan saya tidak selesai kenapa bos malah ngasih bonus?" Tanya nya heran.


"Anggap saja itu hadiah karena perasaan saya sekarang lagi senang. Yang dialami wanita itu sudah sangat cukup membuatnya menderita, kamu dengar sendiri kan yang di bilang dokter tadi. Sangat tidak mungkin dia bisa kembali seperti semula, bahkan dia bisa bertahan hidup saja adalah sebuah keajaiban. Hahaha, sungguh menyedihkan nasibnya. Seharusnya saya berterima kasih pada orang yang melakukan itu padanya". Jawabku sambil tertawa pelan.


"Apa perlu saya mencari tau orang melakukan perbuatan itu padanya?" Tanya nya.


"Tidak perlu, tugasmu cukup sampai di sini. Setelah ini anggap saja kita tidak pernah punya urusan apapun" Jawabku seraya menatap lurus ke depan.


Orang suruhanku hanya mengangguk lalu dia menerima uang dariku kemudian dia pamit dan menuju mobil yang sudah menunggunya yang tidak jauh terparkir dari tempatku berdiri sekarang.


Setelah mereka perginya, aku melajukan motorku meninggalkan parkiran rumah sakit menuju tempat temanku.


Sepanjang perjalanan aku meneteskan air mata, entah karena kasihan melihat kondisi wanita yang dulu pernah mengisi hatiku atau karena lega dendamku telah terbalaskan. Sebenarnya aku penasaran siapa yang menyebabkan mantan istriku seperti itu, tapi rasa benciku padanya membuatku menjadi masa bodoh. Anggap itu balasan atas semua dosa - dosanya. Tapi aku berharap dia bisa bertobat sebelum menemui ajalnya, agar setidak dia mendapatkan sedikit pengampunan di akhirat nanti. Sekarang aku akan melanjutkan hidupku bersama putri kami, aku akan mendidiknya menjadi anak yang baik agar tidak menjadi wanita jahat dan tamak seperti bundanya. Aku juga tidak akan membuatnya membenci bundanya bagaimanapun dia wanita yang telah melahirkan putriku.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2