Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 62


__ADS_3

Pov (Author)


     "Gimana Mas tadi ketemu dengan Siska gak?" Tanya Aisyah saat dia dan Arya bersantai di ruang TV setelah sehabis makan.


Arya menghela nafas. "Dia gak masuk kerja yank, kata karyawan satu divisi yang lain kalau dia sudah gak masuk kerja sejak mas izin kerja. Dan ada info juga kalau rumah dia kosong, bukankah itu aneh? Mas semakin yakin kalau dia dalang dari semua kejadian itu, tapi Mas belum ada bukti untuk menjeratnya dengan hukum". Jawab Arya.


Dia juga menceritakan gosip tentangnya dan Siska di lingkungan kantor dan tentang pemanggilan dari Pak Doni untuk mengklarifikasi masalah itu.


Aisyah mangut - mangut mendengar cerita Arya. "Alhamdulillah atasan Mas percaya sama Mas, semoga secepatnya kebenaran terungkap, semoga juga Siska bisa mendapat balasan dari perbuatannya, kalaupun tidak mendapat balasan di dunia pasti di akhirat dia akan mendapatkan balasan yang pedih karena yang diperbuat merupakan perbuatan sesat dan sudah menyekutukan Allah SWT". Ucap Aisyah geram dengan perbuatan Siska.


"Iya yank semoga juga keluarga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin". Ujar Arya


"Aamiin Mas insyaallah". Balas Aisyah sembari menyandarkan kepalanya di bahu Arya sambil menyaksikan acara yang ditayangkan di TV.


Kring


Kring


Ponsel Aisyah berdering ternyata ada telfon dari Ratna.


"Assalamu'alaikum Rat, ada apa?"


"Oke dikit lagi Mbak ke situ, tolong bilangin mereka tunggu bentar, tolong juga siapkan mereka makan dan minum selagi nunggu Mbak datang". Ucap Aisyah lalu mengakhiri panggilan.


"Ada apa Ratna nelfon yank? Gak ada masalah di lapak kan?" Tanya Arya penasaran.


"Gak kok Mas, tadi Ratna ngasih tau kalau orang yang mau kerja di warung udah datang, aku mau ke ruko dulu temui mereka". Jawab Aisyah.


"Hmm gitu, mau Mas temani gak?" Tanya Arya.


"Gak usah, Mas kan baru pulang kerja. Mas mending istirahat. Lagian dekat aja, aku juga gak bakalan lama di sana. Aku jalan dulu ya Mas, Assalamualaikum". Pamit Aisyah sambil menyi*um tangan Arya.


"Ya udah deh, kamu kalau nyebrang hati - hati. Wa'alaikum salam". Jawab Arya lalu mematikan TV dan masuk ke kamar.


***


"Maaf ya lama, maklum perut udah gede makanya jalannya lambat". Ucap Aisyah sambil nyengir.


Dua gadis yang sudah menunggu Aisyah itu lalu berdiri dan bersalaman dengan Aisyah.


"Gak apa - apa Mbak, kita berdua juga baru nyampe". Jawab mereka berdua.


Mereka bertiga lalu duduk, di atas meja sudah ada dua gelas es teh yang dibuatkan oleh Ratna.


Kemudian dua gadis berhijab itu lalu memperkenalkan diri sebagai Hanum dan Laras.


Aisyah pun menjelaskan tugas mereka masing - masing yaitu Hanum di bagian melayani pelanggan seperti Mila dan Laras menjadi asisten Ratna di dapur. Aisyah juga menjelaskan gaji mereka.

__ADS_1


"Maaf Mbak kalau boleh tau kapan kami boleh mulai bekerja?" Tanya Laras, diantara mereka berdua Laras orangnya ceria berbeda dengan Hanum yang cenderung pendiam.


"Besok kalian boleh mulai kerja. Lapak ini buka dari Senin - Sabtu, hari Minggu libur. Buka dari jam dua belas siang - jam sepuluh malam, kecuali hari Sabtu sampai jam dua malam. Nanti kalau ada kalian ada kesulitan bisa kalian bisa bertanya dan minta tolong sama Ratna dan Mila". Jelas Aisyah.


Kedua gadis mengangguk mengerti, wajah mereka itu nampak sumringah karena di tempat kerja yang dulu gaji mereka kecil dan tidak ada libur.


Tiba - tiba Wulan datang menghampiri mereka.


"Ada apa Lan?" Tanya Aisyah mengernyitkan dahinya.


"Mbak aku mau ngomong sesuatu". Jawab Wulan.


"Ya udah sini duduk, oya kenalin karyawan baru di sini, besok mereka kerja di sini". Ujar Aisyah memperkenalkan mereka bertiga masing - masing.


Hanum dan Laras tersenyum kepada Wulan tapi gadis itu malah tersenyum sinis.


"Tadi apa yang mau kamu omongin Lan?" Tanya Aisyah lagi.


"Gini Mbak, aku boleh pindah di bagian dapur bantuin Ratna gak? Aku kayak gak cocok di bagian cuci piring, nih kulitku gatal - gatal kena sabun cuci piring". Jawab Wulan sambil memperlihatkan kulit yang merah seperti bekas digaruk.


Aisyah menaikkan alisnya, dia bingung kenapa baru sekarang Wulan mengeluh gatal - gatal padahal dia kerja di sini sudah sekitar sebulanan.


"Hmm.. Bagaimana ya Lan, Mbak gak bisa pindahin kamu gitu aja, gak enak juga sama Laras". Ucap Aisyah sambil melirik Laras.


"Aku gak apa - apa kok mau ditempatkan di bagian mana aja Mbak, kalau Mbak Wulan mau di bagian dapur gak apa - apa. Bagaimanapun Mbak Wulan duluan kerja sini". Ujar Laras tersenyum.


Setelah itu Wulan kembali ke belakang yang tersenyum senang, sedangkan Aisyah mengajak kedua gadis itu untuk berkenalan dengan Mila dan Ratna.


"Rat, mulai besok Wulan akan pindah ke dapur dan Laras yang gantikan kerjaan Wulan, terus Hanum bantuin Mila". Ujar Aisyah pada Ratna yang saja menyelesaikan pesanan.


"Apa Mbak, Wulan pindah ke sini? Aku gak mau kerja sama dia Mbak. Kenapa bukan anak baru itu aja yang di dapur?" Protes Ratna sambil mengerutkan bibirnya.


"Kasihan dia katanya alergi sabun cuci piring, badannya sampai gatal - gatal. Siapa tau kalau dia kerja sama kamu, dia bisa berubah kalau dididik sama kamu". Jawab Aisyah membujuk Ratna.


"Halah alasan aja dia tuh, awas aja kalau dia aneh - aneh kalau udah pindah ke dapur. Aku pites kepalanya, Mbak terlalu baik sama dia sih, makanya dia ngelunjak". Ujar Ratna geram.


Aisyah tersenyum mendengar omongan Ratna. "Kamu jangan galak - galak ya. Mbak percayakan sama kami, mbak ke atas dulu". Ujar Aisyah menepuk pundak Ratna dan pamit naik ke lantai dua. Sedangkan Laras dan Hanum sudah pamit pulang.


Setibanya di lantai dua, Aisyah melihat dua karyawannya yaitu Andin tengah live di aplikasi tok tok untuk mempromosikan produk miliknya, sedangkan Sherly sedang mempacking produk yang sudah di check out yang jumlahnya banyak. Saking sibuknya mereka tidak menyadari kedatangan Aisyah.


Mereka sempat kaget menyadari kedatangan Aisyah tapi Aisyah memberi kode untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


"Oya guys kita kedatangan tamu spesial yaitu owner kita Mbak Aisyah". Ujar Andin, sedangkan Aisyah kaget namanya disebut. Mau tidak mau dia pun tampil di live untuk menyapa para penonton live.


 "Assalamu'alaikum selamat sore semua". Sapa Aisyah sambil tersenyum ramah.


'Wah ternyata ownernya cantik banget, aku langsung co lulurnya deh biar putih mulus kayak ownernya'. Ketik salah satu akun yang terbaca oleh Aisyah.

__ADS_1


'Seblak dan baso cuanki enak banget Mbak owner, aku selalu repeat order'. Ketik akun lainnya.


Aisyah tidak bisa membaca komen satu persatu karena viewer yang mencapai ribuan dan banyak komen yang masuk.


"Makasih semuanya, khusus yang check out hari ini kami akan kasih potongan harga dan yang sudah terlanjur check out akan kami beri bonus produk. Happy shopping " Ucap Aisyah tersenyum lalu pamit.


"Wah makasih buat owner kita, makanya kalian cepetan check out hanya berlaku hari ini. Buruan klik keranjang kuningnya". Ujar Andin bersemangat.


***


"Hueekk, hueek". Rani memuntahkan semua isi perutnya, sudah dari kemarin ini dia merasa tidak enak badan dan mual - mual. Tapi dia pikir kalau dia hanya kelelahan dan masuk angin, makanya dia cuma membeli obat masuk angin di apotik dan berharap segera pulih.


'Sebenarnya gue sakit apa sih, udah minum obat juga tapi kagak mempan sama sekali'. Keluh Rani dalam hati.


 Kring


Kring


Ada telfon dari Bella


"Halo Mbak ada apa?" Tanya Rani dengan suara lemas.


  'Kenapa kamu Ran? Lagi sakit ya? Kok suara kamu lemas gitu?' Tanya Bella.


"Gak tau nih Mbak, dari kemarin badan aku gak enak terus aku mual - mual juga. Aku udah minum obat dari apotik tapi gak mempan sama sekali". Jawab Rani.


'Kamu udah datang bulan belum? Jangan - jangan kamu hamil lagi'. Celetuk Bella.


Rani terhentak mendengar ucapan Bella, dia baru sadar kalau dia belum datang bulan ini, dan ini sudah lewat dari tanggal dia biasa datang bulan.


'Halo Ran kamu masih di situ kan?' Tanya Bella karena tidak ada jawaban dari Rani.


"Masih Mbak, aku cuma pusing aja tadi". Kilah Rani.


'Kamu buruan gih beli testpack, semoga kamu gak hamil. Soalnya Mbak juga kayak gitu waktu hamil Maira, ya udah kalau gitu tadinya Mbak telfon mau ngajakin kamu ke salon tapi karena kamu sakit, kapan - kapan aja deh. Mbak tutup ya'. Ujar Bella lalu menutup panggilan.


Rani jadi kepikiran dengan ucapan Bella, dia pun bergegas berganti pakaian dan segera pergi ke apotik untuk membeli testpack.


    Setelah sampai di kostnya, Rani segera menggunakan testpack yang dibelinya. Dia sampai membeli lima testpack berbeda merek agar dia yakin dengan hasilnya. Setelah menampung urinenya, dia lalu mencelupkan stripnya ke dalam wadah urinenya.


Dia menunggu selama tiga puluh detik, dalam hati dia berharap semua hasilnya negatif dan dia cuma masuk angin biasa.


Seketika dia terduduk di lantai kamar mandi setelah melihat hasil dari ke lima testpack itu yang semuanya menampilkan dua garis merah yang artinya dia tengah hamil.


'Gawat garis dua semua, berarti gue beneran hamil, gimana ini? Gue gak mau hamil. Mau minta pertanggung jawaban juga gue bingung siapa yang ngehamilin gue'. Batin Rani gusar, dia tengah memikirkan siapa bapak dari janin yang di kandungnya karena selain Pak Robert dan Pak Ronald, dia juga sudah melayani tiga pria lain.


'Pokoknya gue harus gugurin bayi ini secepatnya, gimanapun cara'. Batinnya sambil memukul perutnya lalu dia mengambil ponselnya, dia berniat mencari cara untuk menggugurkan kandungan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2