
Pov (Author)
"Dasar gob*lok. Lu kagak tau gua siapa?"
Aisyah dan Ratna kaget mendengar mendengar keributan di salah satu meja, Aisyah ingin menghampiri kesana, tapi Ratna mencegah biar dia yang tangani. Aisyah pun hanya mengamati dari meja kasir
Terlihat Mila sedang dimarahi oleh seorang gadis muda tapi tidak tahu siapa dia, karena dia berdiri membelakangi. Gadis muda itu berdiri sambil berkacak pinggang dengan satu tangan dan tangan yang satu menunjuk - nunjuk Mila.
"Permisi ini ada apa kak?" Tanya Ratna sopan.
"Lu siapa? Babu juga kayak dia?" Tanya gadis itu balik dengan nada mengejek.
"Kami karyawan disini kak, kalau boleh tau ada masalah apa sampai kakak marah - marah sama adik saya?". Tanya Ratna kembali
"Oh jadi si to*lol ini adik lu, keliatan sih dari penampilan dan muka lu berdua memang cocok jadi pesuruh, pantas jadi kacung. Hahaha". Cemoohnya sambil tertawa dan diikuti teman - temannya.
"Gua kasih tau ya sama lu berdua, ini lapak punya kakak gua, berarti punya gua juga. Jadi terserah gua mau ngapain disini, jadi kalau gua dan teman - teman gua makan disini itu gratis kagak perlu bayar. Mau lu berdua dipecat, hah?" Hardik gadis itu yang ternyata Rani adik ipar Aisyah.
Perdebatan itu disaksikan oleh banyak orang karena lapak sedang ramai. Beberapa dari mereka mengabadikan kejadian itu dengan ponsel mereka.
Aisyah yang telah tahu kalau yang menyebabkan keributan adalah Rani, lalu segera menghampiri meja Rani.
"Rani jaga sikap kamu, jangan suka ngerendahin orang". Tegur Aisyah.
"Hadeh nambah lagi manusia udik, jangan sok ceramahin gua de. Lu itu cuma benalu di keluarga gua. Udahlah malas gua berhadapan sama manusia kampungan macam kalian". Ujarnya memutar bola matanya.
" Ayo guys kita pergi, ntar ketularan miskin kalau dekat - dekat mereka". Ucapnya lagi seraya mengajak teman - temannya pergi
Aisyah yang melihat mereka pergi, segera menahan tangan Rani.
"Eh mau kemana kalian? Enak aja mau langsung pergi, bayar dulu ini pesanan kalian". Cegah Aisyah.
Rani dan para temannya memesan bgtu banyak makanan dan minuman padahal mereka hanya tiga orang.
"Lepas tangan gua perempuan sial, najis gua disentuh lu. Kalau gua gak mau bayar lu mau apa hah? Ini lapak kakak gua, sedangkan lu cuma benalu yang kebetulan dinikahi sama Mas Arya" Bentak Rani sambil berusaha melepaskan tangannya, tapi cengkraman Aisyah sangat kuat.
"Dengar ya anak manja yang kamu sebut kakak itu adalah suamiku, selama ini aku diam saja atas kekurang ajaranmu kepadaku, karena aku menghargai suamiku. Tapi sekarang ini rumahku, ini tempat usahaku. Jadi kamu gak bisa seenaknya di sini, MENGERTI?". Hardik Aisyah.
"Bang*sat udah berani lu sama gua". Maki Rani dan hendak menampar Aisyah. Tapi meleset karena Aisyah berhasil menghindar, lalu memelintir tangan Rani ke belakang.
"Akhh.. sakit sialan lepasin tangan gua". Berontak Rani.
"Gak akan aku lepasin sebelum kamu minta maaf dan bayar semua pesanan ini". Aisyah makin mengeratkan pelintirannya.
__ADS_1
"Sakit bo*doh, lepasinnn. Kalian bantuin gua jangan diam aja". Rani meminta bantuan pada temannya.
"Eh awas kalau berani bantuin". Ujar Ratna dan Mila yang datang membawa sutil dan sapu ijuk.
Teman - teman Rani pun diam tak berkutik.
"Kami gak ikut - ikutan ya Ran, makasih traktirannya. Bye". Mereka pun ngacir meninggalkan Rani sendirian.
"Dasar kalian masuk gak tau diuntung, awas kalian". Teriak Rani jengkel karena ditinggalkan.
"Cepetan sebelum kupatahkan tanganmu". Ujar Aisyah.
'Sia*lan kenapa perempuan udik ini bisa kuat dan berani melawan, terpaksa gua harus minta maaf sebelum dipatahin tangan gua". Batin Rani.
"Buruan lama banget". Ucap Ratna ikutan jengkel dengan kelakuan Rani.
"Iya iya gua minta maaf, bakal gua bayar semua ini. Gua ini orang kaya. Sekarang lepasin tangan gua". Ujar Rani tidak ikhlas.
Aisyah pun melepaskan tangan Rani dengan kasar.
Rani pun melempar uang ke atas meja setelah Ratna menyebutkan total yang harus dibayar sebesar dua ratus tiga puluh ribu.
"Ambil aja kembalian nya, uang segitu kecil buat gua". Ujarnya dan berlalu keluar.
Pelanggan yang lain menatapnya dengan sinis sambil berbisik - bisik.
"Huuu..Dasar orang gila, kalau gua punya ipar kayak gini udah gua ceburin ke got". Ujar salah satu pelanggan yang gemes dengan tingkah Rani.
" Diammm...Dan lu Aisyah, tunggu aja gua bakal aduin sama ibu. Gua gak terima dipermalukan seperti ini". Ancamnya kemudian pergi dengan sepeda motornya.
Orang - orang pun menyoraki kepergiannya.
"Harap tenang semuanya, aku selaku owner meminta maaf atas ketidak nyamanan ini. Sebagai gantinya kalian cukup bayar setengah harga dari total pesanan kalian. Dan aku mohon dengan sangat yang tadi sempat menvideokan kejadian tadi untuk segera dihapus". Ucap Aisyah sambil menangkupkan kedua tangan, kemudian dia dan para karyawannya kembali pada pekerjaan mereka masing - masing.
Aisyah menghela nafas sehabis meladeni Rani, setelahnya dia harus mempersiapkan diri dan mentalnya untuk menyambut kemarahan ibu mertua nantinya. Tapi sekarang dia akan melawan jika tindas, sudah cukup dia diam selama ini dan menerima perlakuan buruk dari ibu mertua dan adik iparnya. Jika dia hanya diam, mereka akan semena - mena.
***
Rani telah sampai di rumah ibunya.
Dia bergegas masuk kerumah mengunakan kunci cadangan yang dia bawa dan mencari ibunya.
"Ibuuuuu". Teriaknya tapi tidak ada sahutan.
__ADS_1
Kemudian dia masuk ke kamar ibu tapi kamarnya terkunci.
'Ibu kemana sih, dicariin kagak ada'. Batinnya.
Diapun masuk ke kamarnya, kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi ibunya.
Tut
Tut
Tut
Panggilan pertama dan kedua tidak juga diangkat, dia mengulang panggilannya. Dia sampai jengkel karena ibunya tidak juga mengangkat telfon darinya. Hingga panggilan ketiga baru diangkat.
'Kenapa Rani, ibu lagi sibuk. Jangan telfon dulu. Panggilan dimatikan sepihak oleh Bu May.
"Argggghhh.. Ibu nyebelinnnn". Teriak Rani dan menghempaskan ponselnya ke kasur.
"Dasar Aisyah sia*alan beraninya dia mempermalukan gua. Liat gua akan balas dia. Gua bakalan bikin bangkrut usaha kampungannya itu. Bang*sat tunggu pembalasan gua, Aisyah udik... Argggghhh". Amuk Rani
Dia pun tertidur karena kelelahan habis mengamuk, kondisi kamarnya seperti habis kena ****** beliung.
***
Arya pulang ke rumah sehabis sholat isya, dia memarkirkan motornya di depan rumah. Kemudian masuk menemui istrinya.
Aisyah sedang melayani di kasir, saat melihat suaminya pulang. Dia pun meminta Ratna yang kebetulan senggang untuk menggantikannya.
Dia pun mengandeng lengan suaminya masuk ke dalam rumah. Sambil menunggu Arya mandi dan berpakaian, dia menyiapkan makan malam.
Setelah melayani suaminya di meja makan, dia kembali ke lapak dan membiarkan suaminya beristirahat.
Sudah ada balasan dari you*tu*ber yang akan mereview lapaknya. Sekitar jam dua atau tiga mereka akan datang.
Lapak masih ramai jam segini. Jaka mengantarkan kopi dan gorengan sudah rutin tiap malam Aisyah menyediakan untuk bapak - bapak ronda secara gratis.
Pukul sepuluh malam mereka bersiap untuk menutup lapak. Setelah beres dan para karyawannya pulang. Aisyah mengingatkan mereka agar besok jangan sampai telat karena besok akan ada tamu yang datang.
Aisyah mengunci pagar dan pintu, kemudian masuk ke kamar.
Ternyata Arya sudah terlelap duluan.
'Sebaiknya besok aja aku cerita soal kejadian tadi pada Mas Arya'. Batin Aisyah.
__ADS_1
Lalu dia menyusul suaminya ikut terlelap dalam mimpi.