
Pov (Author)
Hari ini Arya terlihat tidak bersemangat untuk bekerja, ya alasannya karena akan bertemu dengan wanita yang tidak ingin dilihatnya, siapa lagi kalau bukan Siska.
Saat baru sampai di depan ruangannya, sudah ada Lily yang menyapa nya.
"Selamat pagi pak". Sapa Lily.
"Selamat pagi, oya dia belum datang?". Tanya Arya.
"Dia siapa pak?" Tanya Lily bingung.
"Siska". Jawab Arya singkat.
"Oh Siska..Ciie yang nyariin, hehe belum datang pak, tadi saya sudah hubungi dia. Katanya masih di jalan". Jawab Lily sambil menggoda atasannya.
"Syukurlah dia belum datang, malas saya lihat dia". Ujar Rama memasuki ruangannya.
Satu jam kemudian Siska baru tiba di kantor menggunakan taksi online setelah membayar ongkos taksinya, dia melenggang masuk ke dalam kantor. Sebenarnya dia punya mobil tapi dia sengaja tidak memakai ke kantor sebab agar dia bisa ada alasan untuk minta tumpangan pulang pada Arya.
Dia senyum - senyum sendiri membayangkan bisa menjalin kasih dengan Arya, tanpa dia sadari para karyawan yang berbisik - bisik melihatnya. Dia pun tiba di depan ruangan Arya terlihat Lily sedang sibuk di mejanya.
"Selamat pagi, eh Mas Arya udah datang belum?". Tanya Siska pada Lily
Lily geli mendengar Siska menyebut Arya dengan panggilan Mas.
"Mas, mas.. Panggil pak Arya. Emang dia sodaramu?". Ucap Lily kesal.
"Bukan sodara tapi calon kekasih". Ucap Siska percaya diri.
"Ih pede bener, suami orang itu. Jangan coba - coba jadi pelakor kamu. Lebih segala - galanya Mbak Aisyah daripada kamu". Ucap Lily lagi makin kesal dia liat tingkah Siska.
"Oh nama istrinya Aisyah, dari namanya aja udah kampungan pasti tidak jauh beda dari orangnya. Udah ya gue mau temuin pacar gue dlu, bye". Balas Siska berlalu ke ruang Siska.
"Ihhh,, Dasar gatel, awas aja dia berani macam - macam dengan Pak Arya, gak bakalan aku biarin. Aku harus peringatin Mbak Aisyah soal perempuan ular itu". Ucap Lily geram.
Di dalam ruangan Arya.
"Selamat pagi Pak Arya". Ucap Siska dengan suara manja.
Arya yang sedang memeriksa laporan merasa terganggu dengan suara Siska, dia melirik jam di tangannya.
"Kamu tau jam berapa sekarang, kenapa baru datang? Masa saya yang atasan kamu datang duluan dari pada kamu". Hardik Arya memasang muka jutek.
Siska yang tadi tersenyum lebar, mendadak terdiam dan menunduk, dia bangun terlambat karena semalam habis berpesta dengan teman - temannya di club. "Maaf pak tadi macet". Jawabnya berbohong dengan gugup.
"Alasan saja, jangan kamu ulangi lagi. Ya sudah sana temui Lily dan pelajari apa saja yang nanti akan menjadi tugas kamu". Usir Arya.
__ADS_1
"Baik Pak". Jawab Siska berbalik menuju pintu keluar.
"Dan satu lagi, perbaikan dandanan dan pakaian kamu yang benar. Ini kantor bukan club malam". Ucap Arya lagi.
Siska hanya diam dan keluar ruangan dengan muka cemberut. 'Apa yang salah sih dengan penampilan gue? Masa dia gak kegoda sama sekali, ngelirik aja kagak". Batin Siska kesal.
Lily menahan tawa melihat Siska keluar ruangan Arya dengan muka cemberut dan menghentak - hentakkan kaki.
"Kenapa tuh muka, perasaan tadi senyum - senyum sekarang kayak pakain belum di setrika". Ledek Lily.
"Diam deh bukan urus lo". Bentak Siska.
"Slow gak usah ngegas nanti nabrak kan sakit". Ledek Lily lagi.
Siska makin menekuk wajahnya, dia masih kesal dengan Arya ditambah Lily meledeknya.
'Lagian mau ke kantor tapi gaya kayak mau jualan'. Lirih Lily.
"Lu ngomong apaan tadi?". Tanya Siska.
"Gak ngomong apa - apa, salah dengar kamu makanya telinga tuh dibersihin. Nih pelajarin semuanys kalau ada yang gak mengerti tanya sama aku". Ujar Lily sambil menyerah tumpukan berkas kepada Siska.
"Gila banyak banget, lo mau ngerjain gue". Ucap Siska terima
"Udah jangan protes kerjain aja, atau aku laporin ke Pak Arya". Ancam Lily.
Lily tertawa senang dalam hati karena berhasil ngerjain Siska.
Saking banyaknya berkas yang harus di pelajari, Siska hampir melewatkan makan siang.
Kurucuk...
"Kamu lapar? Ya udah istirahat dulu". Ucap Lily saat mendengar bunyi perut Siska. Yang ditanya hanya mengangguk lemas.
Siska yang tadinya cemberut langsung sumringah, akhirnya iya bisa istirahat dari tugas yang banyak ini.
"Eh..eh kamu mau kemana?". Cegah Lily saat melihat Siska yang hendak pergi.
"Ya mau makan siang lah, tadi kan lu yang suruh gua istirahat". Jawab Siska ketus.
"Iya memang aku nyuruh kamu istirahat tapi bukan nyuruh pergi dari sini. Kamu tetap di sini, ntar aku minta tolong sama OB buat beliin kita makan. Nanti kalau kamu pergi malah lama baliknya, kapan selesainya tugas kamu ini semua?". Ujar Lily.
Muka Siska cemburut lagi mendengar ucapan Lily, terpaksa dia duduk kembali di tempatnya semula.
Sedangkan Arya tersenyum bahagia melihat foto yang dikirim oleh Aisyah.
***
__ADS_1
Di mall
Aisyah, Bu Hajjah dan Mbok Darmi baru saja sampai di Mall, mereka segera masuk. Pertama mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Pilihan mereka jatuh pada restoran yang menyajikan masakan nusantara, yang sesuai dengan lidah mereka bertiga.
Setelah duduk di meja yang kosong, merekapun mengambil menu yang sudah ada di atas meja. Seusai menentukan pesanan mereka masing - masing, Aisyah memanggil waiter yang sudah standby di dekat meja kasir.
"Baik, mohon ditunggu pesanannya". Ujarnya waiter itu setelah mencatat pesanan mereka.
Hampir setengah jam akhirnya pesenan mereka diantarkan semua. Aroma masakan tercium yang sangat menggugah selera.
"Selamat dinikmati". Ucap waiter itu kemudian pamit pergi kembali ke tempatnya.
Mereka pun menyantapnya dengan lahap karena rasanya yang sangat enak dan sesuai dengan selera mereka, pantas saja restorannya ramai di tambah lagi dengan harga yang relatif terjangkau untuk ukuran restoran di mall.
Setelah makan dan membayar mereka menuju tujuan mereka selanjutnya yaitu toko pakaian wanita, Aisyah berencana membeli beberapa pakaian karena pakaian udah pada gak muat apalagi nanti perutnya akan membesar seiring usia kehamilannya.
Mereka pun masuk ke salah satu store yang menjual pakaian muslimah, setelah Aisyah memilih pakaian yang dia inginkan, dia duduk sebentar karena kaki sudah pegal berdiri lama. Sembari menunggu Bu Hajjah masih berbelanja ditemani Mbok Darmi.
Hingga Aisyah melihat seorang wanita yang mirip dengan seseorang dia kenal sedang bersama seorang pria yang sudah berumur
berada di toko sebelah. Mereka berdua tampak sedang memilih - milih pakaian yang setau Aisyah itu adalah lingerie, walaupun dia tidak pernah memakainya tapi dia tau barang apa itu. Mereka berdua tampak sangat mesra, sang wanita bergelayut manja pada sang pria.
'Wanita seperti itu Mbak Bella? Dengan siapa dia?'. Tidak mungkin itu ayahnya, karena dia juga yatim piatu sepertiku. Atau pun mungkin kerabatnya? Tapi masa mesra begitu apalagi mereka sampai membeli barang seperti itu'. Gumam Aisyah sambil terus memperhatikan kakak iparnya dan pria itu, dia bersembunyi di antar pakaian agar tak keliatan. Hingga akhir mereka berdua menuju kasir untuk membayar dan setelah keluar itu keluar dari toko itu.
Aisyah mengikuti mereka dari belakang untuk memastikan apa betul wanita adalah kakak iparnya,tanpa sadari dia menabrak seseorang.
Bughhh..
Aisyah oleng dan hampir terjatuh, beruntung orang bertabrakan dengannya sigap menangkapnya hingga dia tidak sampai jatuh.
Beberapa detik mereka bertatapan, hingga Aisyah sadar yang menangkapnya adalah seorang pria. Dia bergegas berdiri dan meminta maaf para pria itu, kemudian segera pergi untuk kembali store tempat Bu Hajjah dan Mbok Darmi berada.
"Kamu darimana aja Ais? Kita cariin malah ngilang". Tanya Bu Hajjah cemas.
"Maaf emak, mbok tadi aku habis dari toilet, udah kebelet banget". Jawab Aisyah terpaksa berbohong. Tidak mungkin dia bilang habis mengikuti wanita yang mirip kakak iparnya dengan seorang seorang pria.
"Ya udah gak apa - apa, lain kali ngomong ya biar kita gak panik, pakaianmu udah emak bayarin". Ucap Bu Hajjah lembut.
Aisyah hanya mengangguk, dan mereka pun beranjak pulang.
Sementara pria yang tadi terus memperhatikan kepergian Aisyah, dia terpana oleh wanita itu.
'Cantik'. Gumamnya.
Tiba - tiba dia menepuk jidatnya. "Kenapa aku sampai lupa menanyakan namanya". Ucapnya terselip rasa sesal di hatinya.
Asistennya yang habis dari toilet menatap dengan bingung tingkah bosnya.
__ADS_1
Bersambung.