
Pov (Aisyah)
Hari ini sehabis mandi wajib dan sholat, aku lanjut mencuci pakaian. Sambil menunggu pakaian diputar di mesin cuci, aku memasak nasi goreng. Untung di rumah ini ada mesin cuci jadi aku bisa mencuci sambil melakukan pekerjaan lain.
Setelah beres masak, aku lanjut membersihkan seisi rumah, tak lupa aku siram tanaman di luar.
Mas Arya yang baru pulang dari masjid, setelah berganti pakaian ku ajak makan dulu. Pagi ini aku masak nasi goreng karena ntar kami kan mau pergi jalan - jalan, paling ntar diajak makan sama suamiku.
Sehabis makan, aku melanjutkan melihat pakaian yang tinggal dijemur saja, aku pun menuju halaman belakang untuk menjemur. Sedangkan Mas Arya mencuci bekas makan kami.
Halaman belakangnya cukup luas, ada pohon mangga yang cukup rindang tapi belum ada buah yang bikin jadi suasana di halaman jadi adem. Di bawah pohon ada bale dari kayu.
Walaupun teduh tapi cukup sinar matahari buat jemur pakaian. Aku segera menjemur di jemuran lipat milik Fitri.
"Mbak yang ngontrak rumahnya Mbak Fitri ya?". Tegur seorang wanita dibalik tembok samping rumah. Aku mendongak ke atas, seperti dia naik diatas kursi, soalnya tembok ini lumayan tinggi.
"Iya Mbak". Jawabku sambil tersenyum.
"Salam kenal saya Ningsih, bisa juga dipanggil Ning. Kalau mbak nama siapa?" Ucapnya memperkenalkan diri.
"Nama saya Aisyah, salam kenal juga mbak". Ujarku.
"Mbak kayaknya lebih muda dari pada saya ya. Gak apa - apa kan kalau saya panggil Ais saja?". Tanyanya.
"Iya gak apa - apa Mbak Ning". Jawabku.
"Oya Ais, maaf aku masuk duluan ke dalam mau lanjut beres - beres rumah, tadi cuma ngambil sapu tapi aku dengar ada bunyi - bunyi jadi aku penasaran buat liat kan Fitri udah pindah, hmm.. Nanti kita lanjut ngobrol lagi ya". Pamitnya kemudian berlalu.
"Iya Mbak silahkan". Jawabku.
Tak berapa lama aku juga masuk ke dalam rumah karena sudah selesai menjemur.
Saat baru masuk, aku dikagetkan dengan kemunculan Mas Arya.
"Astaghfirullah, Mas bikin kaget aja". Ucapku terkejut.
"Iya maaf yank tadi Mas niatnya mau nyusul kamu karena Mas dengar suara kamu lagi ngobrol di belakang. Emang lagi ngobrol sama siapa yank?". Selidiknya.
__ADS_1
"Itu aku tadi lagi ngobrol sama tetangga sebelah, orangnya ramah banget, namanya Mbak Ningsih". Jawabku sambil menunjuk ke arah sebelah.
"Oh istrinya Pak Rahmat toh, Mas juga udah kenalan sama suaminya, dikenalin sama Babe. Orang juga baik dan ramah. Beliau profesinya guru dan ternyata dulu pernah ngajar juga di sekolah yang sama bapak.
Aku hanya mengangguk dan mulut membentuk huruf O, sambil meletakkan keranjang pakaian di samping mesin cuci. Setelah itu kami berdua masuk ke kamar.
"Yank nanti kita perginya jam sepuluh an ya, soalnya habis pulang jalan - jalan, mas mau lanjut ngojol. Lumayan buat nambah - nambah uang dapur. Nanti kalau kamu udah mulai jualan baru Mas berhenti ngojol, biar ada yang bantuin kamu jualan". Ucapnya sambil memelukku.
"Iya mas, ya udah aku mau mandi dulu". Ujarku.
"Hmm pantesan ada bau asem". Ucapnya sambil pura - pura nutup hidung.
"Aku kan tadi habis dari luar jemur pakaian, tapi masih wangi kok, cuma berkeringat dikit". Kataku sambil nyi*um badanku sendiri.
Mas Arya tertawa melihat tingkahku.
"Ya udah buruan mandi yank, atau mas yang mau mandiin". Godanya.
"Gak mau ntar malah gak selesai - selesai mandinya". Ujarku sambil berlari kekamar mandi dan mengambil pakaian di atas ranjang.
Setelah selesai mandi aku keluar sudah berpakaian lengkap. Aku jadi terbiasa langsung pakai dalam kamar mandi karena waktu tinggal di rumah mertuaku, kamar mandi berada di luar kamar jadi kalau mandi aku bawa sekalian pakaian gantiku.
Ting
Ting
Mas Arya yang sedang duduk di ranjang jadi heran melihat aku senyum - senyum sendiri sambil ngeliatin hp.
"Kamu kok senyum - senyum liatin hp yank?" Tanyanya heran.
Akupun duduk di dekatnya.
"Ini loh mas, novelku kontrak udah diacc. Insyaallah bulan depan aku udah dapat gaji dari aplikasi ini". Jawabku bersemangat sambil memperlihatkan ponselku.
"Alhamdulillah moga lancar ya yank, aamiin". Ujarnya.
Aku dan Mas Arya segera berpakaian untuk pergi jalan - jalan. Setelah siap kami berjalan bergandengan keluar rumah.
__ADS_1
Saat membuka dan akan mengeluarkan motor, tiba - tiba emak datang.
"Loh kalian mau keluar ya?" Tanya Emak.
"Iya emak, aku mau ajak Ais jalan - jalan". Jawab Mas Arya.
"Yah padahal emak mau ajak kamu belanja buat acara baca doa besok, soalnya kamu mau bikin kue khas dari daerah kamu. Emak gak tau apa aja yang mau dibeli. Tapi kalau kalian mau pergi gak apa - apa, kamu tulis aja apa aja yang mau dibeli ntar emak pergi belanjanya berdua sama Agus karyawannya Babe, soalnya Mbok Minah kakinya suka kram kalau kelamaan jalan". Ucap Emak kepadaku.
"Astaghfirullah, maaf emak kami lupa besok ada acara baca doa di rumah ini". Ujarku menyadari keluapaanku
"Hmmm gini aja deh, kita perginya bisa lain hari. Kamu temani emak aja belanja, kasihan kalau emak belanja sendiri, inikan acara buat kita juga. Gimana yank?" Mas Arya bertanya padaku.
"Ya udah Mas, aku pergi belanja sama Emak ya". Ujarku.
"Kalau gitu Mas pergi ngojol aja deh, mas minta kunci rumah dan kunci pagar, Mas mau ganti baju dulu nanti kuncinya mas titip di Mbok Minah". Ucap suamiku.
"Ini mas kuncinya, hati - hati ya. Aku pergi dulu ya, assalamualaikum". Pamitku sambil menci*um tangannya dan memberikan kunci , kemudian berlalu bersama emak kerumah beliau.
"Wa'alaikum salam". Jawab Mas Arya kemudian masuk ke dalam rumah.
Aku dan emak pergi ke pasar menggunakan mobil milik Babe yang disupiri oleh Mang Agus. Aku dan Emak duduk di kursi tengah.
Mobil melaju menuju pasar, sepanjang perjalanan aku ngobrol dengan Emak, terkadang Mang Agus menimpali dengan celetukan - celetukan lucu. Tadi aku sempat bertanya sama emak buat menu untuk nasi kotak besok, emak bilang nanti isinya ayam serundeng, capcay dan bihun goreng, kerupuk, sambal, buah dan juga air mineral.
Akhirnya tidak berapa lama kamipun sampai di pasar, ternyata pasar gak terlalu jauh juga sekitar lima menit dari rumah kalau menggunakan mobil. Untung tadi jalanan tidak terlalu padat sehingga kami tidak terlalu lama di jalan.
Aku dan Emak turun duluan, sedangkan Mang
Agus mencari parkiran. Kamipun masuk duluan ke dalam pasar, nanti Mang Agus akan menyusul kami. Pasarnya sangat luas dan cukup bersih karena lantainyq menggunakan keramik sehingga tidak becek.
Yang kami tuju pertama adalah los penjualan daging dan ayam potong. Saat lagi memilih ayam, ada pesan dari Mas Arya.
'Yank, mas berangkat ngojol dulu ya. Kunci udah mas titip di Mbok Minah. I love u istri'. Isi chat Mas Arya yang diakhiri dengan banyak emot love dan kiss.
'Iya mas, hati - hati ya. Moga lancar, i love u too suamiku.' Balasku yang diakhiri juga dengan banyak emot love dan kiss
'Loh Emak kemana?'
__ADS_1
Bersambung.