
Pov (Author)
"Udah siap belum? Yuk kita jalan udah jam setengah delapan". Ucap Bu Hajjah Salamah menghampiri Aisyah yang tengah menghafal isi materi yang nanti akan disampaikan. Beliau akan menemani Aisyah menghadiri seminar hari ini karena Mbok Darmi gak pede nanti duduk di antara banyak orang.
Bu Hajjah nampak antusias sedangkan Aisyah sangat gugup, telapak tangan sampai basah.
"Eh iya emak, aku udah siap kok". Jawab Aisyah sambil tasnya dan mereka berdua berlalu keluar rumah.
"Rat, Mbak jalan dulu ya. Titip rumah dan lapak". Ucapnya pada Ratna.
"Siap Mbak, semoga lancar ya acaranya. Semangat". Balas Ratna menyemangati bos nya.
Aisyah mengangguk dan tersenyum lalu menyusul Bu Hajjah yang sudah ada di dalam taksi online pesanan mereka.
"Jangan gugup, rileks aja dan jangan lupa berdoa biar dilancarkan". Ucap Bu Hajjah sambil menggenggam tangan Aisyah untuk menenangkannya
"Iya Emak". Jawab Aisyah tersenyum berusaha untuk tenang, walaupun kegugupan masih terlihat di wajah cantiknya.
Tidak berapa lama mereka berdua tiba di depan hotel bintang empat yang menjadi tempat acara seminar berlangsung. Seorang panitia yang telah mengenal Aisyah segera menghampiri Aisyah dan Bu Hajjah.
"Assalamualaikum selamat pagi Mbak Aisyah dan ibu?" Sambut wanita muda dengan senyum ramah sambil menanyakan nama Bu Hajjah.
"Panggil saja Bu Salamah, saya ibu angkatnya Aisyah". Jawab Bu Hajjah sambil tersenyum tak kalah ramah.
"Oh iya Bu, saya Berliana mari saya antarkan ke dalam". Ucap wanita yang bernama Berliana itu memperkenalkan diri dan memandu Aisyah dan Bu Hajjah menuju function room tempat seminar akan dilangsungkan.
Sesampainya di dalam sudah penuh peserta seminar yang sudah duduk di kursi yang telah oleh disediakan panitia. Berliana lalu memanggil seorang teman panitianya yang lain untuk mengantar Bu Hajjah ke tempat duduk VIP. Sedangkan Berliana mengajak Aisyah ke depan panggung yang sudah ada seorang orang pria muda dan seorang wanita paruh baya yang merupakan pembicara juga seperti dirinya dan seorang wanita yang merupakan MC seminar tersebut.
Mereka lalu saling memperkenalkan diri masing - masing, tidak berapa lama acara pun dimulai. Aisyah mendapat giliran terakhir, untunglah jadi dia bisa mempersiapkan diri dulu, sekalian bisa melihat bagaimana pembicara yang lain menyampaikan materinya. Hingga akhirnya tibalah giliran Aisyah untuk berbicara.
"Dan yang terakhir yang sama inspiratifnya dengan pembicara yang sebelumnya. Beliau adalah seorang wanita muda cantik yang sukses membangun serta merintis usahanya di perantauan, beliau ini berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya di kota Soppeng. Dan dari info yang saya dapatkan beliau juga merupakan seorang penulis yang cukup terkenal dan saya salah satu penikmat karya beliau ternyata aslinya lebih cantik ya. Sungguh sosok muda yang sangat menginspirasi sekali". Ucap MC memperkenalkan Aisyah secara singkat.
Tidak usah berlama - lama, silahkan Mbak Aisyah". Ucapnya lagi mempersilahkan Aisyah untuk maju ke depan.
__ADS_1
Aisyah berdiri dan tersenyum, sebelumnya dia menarik nafas dan menghembuskannyanya lalu membaca doa dalam hati agar bisa menyampaikan materi dengan baik.
'Rabbirsyrahli shadri wayassirli amri wahlul 'uqdatan min lisani yafqahu qauli'.
Artinya : 'Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku dan lepaskan kekakuan di lidahku agar mereka mengerti perkataanku'.
Dengan tersenyum Aisyah berbicara dengan lugas dan baik, hingga ruangan menjadi hening seolah mereka semua terbius oleh sosok Aisyah. Termasuk seorang pria tampan yang duduk di kursi VVIP sedari tadi pandangannya tidak berpaling sedetikpun dari Aisyah. 'Akhirnya kita bertemu kembali'. Gumamnya dalam hati sambil menyinggungkan senyum menatap Aisyah.
"Sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan tadi bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf bila ada salah kata dari yang saya sampaikan tadi. Akhir kata Selamat siang, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh". Ucap Aisyah mengakhiri materinya sambil menunduk kepala setelah itu kembali ke tempat duduknya.
Terdengar tepuk tangan yang meriah dari semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Aisyah terharu apa yang dia sampaikan bisa diterima dengan baik.
Di tempat duduknya, Bu Hajjah nampak mengelap air matanya. Beliau terharu melihat Aisyah berbicara dengan baik di depan tadi, beliau juga mengabadikan dalam bentuk video yang nanti akan di share di grub kompleks.
Tiba di penghujung acara adalah pemberian penghargaan untuk para pembicara termasuk Aisyah. Dia mendapatkan penghargaan sebagai Sosok Muda Inspiratif.
Setelah serangkaian acara selesai semua, Aisyah bersama lain yang sepanggung dengan turun menuju tempat duduk VVIP untuk bertegur sapa dan berkenalan dengan orang - orang penting di balik terlaksananya seminar tersebut.
"Mbak perkenalkan ini Pak Agung Prawira, beliau merupakan sponsor dari acara ini". Ujar MC yang bernama Amanda.
"Agung Prawira, senang berkenalan dengan Mbak". Ucapnya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"Saya Aisyah". Jawab Aisyah menundukkan kepalanya dan menangkupkan tangan di depan dada.
Agung segera menarik tangan dan juga ikut menangkupkan tangan seperti Aisyah. Dia merasa canggung karena Aisyah seperti menghindar untuk bertatapan dengannya.
Aisyah berusaha menjaga pandangan kepada pria yang bukan mahramnya, apalagi dia adalah seorang istri.
Pria itu belum tau kalau Aisyah sudah menikah dan sekarang tengah mengandung. Karena memang semua yang hadir di sini tidak ada yang mengetahui kehidupan pribadi kecuali Bu Hajjah. Perut masih kecil di usia kehamilannya yang berusia lima bulan dan juga tidak kentara karena pakaian yang dia gunakannya yaitu gamis dengan jilbab syar'i yang panjangnya selutut.
"Hmm kayaknya kita pernah bertemu" Ucap Agung.
"Oya dimana ya pak?". Tanya Aisyah
__ADS_1
"Kita sempat bertabrakan waktu di Mal beberapa hari yang lalu, apa Mbak masih ingat?" Ucap Agung lagi.
"Astaghfirullah jadi waktu itu Pak Agung yang bertabrakan dengan saya. Saya minta maaf pak". Jawab Aisyah menyadari kesalahannya sambil menundukkan kepalanya.
"Iya gak apa - apa kok Mbak Aisyah". Ujar Agung tersenyum.
Aisyah pun berkenalan dengan yang lainnya sedangkan Agung berbicara dengan ketua asosiasi UMKM nasional tapi pandangannya selalu tertuju kepada Aisyah.
"Ais udah selesaikan? Ayuk pulang soalnya Babe udah nelfon emak buat pulang". Ucap Bu Hajjah.
"Sudah emak, aku pamit dulu sama yang lain". Jawab Aisyah kemudian berpamitan.
Agung menatap kepergian Aisyah sampai tak terlihat lagi.
"Kayaknya ada kandidat yang akan jadi calon ibu Agung Prawira nih". Celetuk asisten Agung pelan agar tidak terdengar yang lain.
Agung terlihat salah tingkah dan tersenyum mendengar celetukan dari asistennya yang menggodanya.
"Sungguh sosok yang sempurna ya Yud, semoga dia belum ada yang memiliki". Ujar Agung.
"Iya Pak semoga dia jodoh Bapak, aamiin". Balas Yuda.
"Aamiin Ya Allah". Ujar Agung.
"Untung tadi kita jadi hadir ya pak". Ucap Yuda
"Hehe ya benar kata kamu, mungkin saja saya tidak akan berkenalan dengannya kalau tidak hadir tadi". Jawab Agung tertawa pelan.
Agung telah jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Aisyah saat mereka tidak sengaja bertabrakan di Mal tempo hari, sejak saat itu dia selalu terbayang wajah Aisyah dan berharap bisa bertemu kembali dengannya. Dan akhirnya mereka dipertemukan di acara ini, padahal tadi hampir saja dia tidak hadir di acara ini karena ada meeting dengan klien dari luar negeri tapi untungnya pertemuan itu diundur oleh kliennya karena pesawatnya delay.
Agung semakin yakin untuk mendekati Aisyah, wanita yang selama ini mengganggu pikirannya setelah bertemu dan berbicara secara langsung dengan wanita yang telah mengisi hati dan pikirannya. Dia akan berusaha menaklukkan hati Aisyah untuk menjadikan dia pendampingnya.
Bersambung.
__ADS_1