
Pov (Author)
Beberapa bulan kemudian.
Lapak milik Aisyah dan Arya semakin berkembang dan terkenal karena sudah banyak food blogger yang datang ke lapak mereka dan memberikan review yang bagus. Mereka berniat akan membuka cabang baru.
Usaha cemilan ringan, seblak dan bakso Aci instan juga semakin banyak pesanan dan menjadi cemilan favorit di e - commerce, sekarang mereka sudah punya tempat produksi sendiri dengan mempekerjakan orang - orang kompleks sini.
Sedangkan untuk usaha lulur buatan Aisyah sudah mulai diproduksi tapi jumlahnya belum terlalu banyak dan sistem Pre - Order karena kurang tenaga dan juga modal. Sehingga masih dipasarkan di sekitar kompleks. Tempat produksinya masih di rumah dan hanya di buat saat lapak libur.
Tapi meskipun begitu cukup banyak peminatnya, karena orang - orang yang sudah memakai lulur buatan Aisyah juga mempromosikan ke kerabat dan teman - teman mereka.
Aisyah juga masih menulis dan cukup terkenal di kalangan pencinta novel online, dia juga sudah mempunyai penggemar. Sedangkan Arya masih bekerja menjadi Manager, tentu saja hidup mereka semakin meningkat secara finansial.
Karyawan mereka masih yang lama hanya ditambah di bagian produksi bahan baku, tapi ada yang lucu karena sekarang Mila dan Jaka tengah menjalin hubungan dan mereka berencana ke jenjang yang lebih serius. Jaka sudah merubah penampilan menjadi lebih rapi dan sedang giat mengumpulkan uang untuk meminang kekasih hatinya. Kasihan Ratna ditinggal nikah sepupunya.
Aisyah tidak menyangka dia yang seorang gadis kampung dan tidak berpendidikan tinggi hanya sebatas SMA bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain dan membantu perekonomian mereka.
Tapi ada kabar sedih dari sahabatnya Fitri, menantu Pak Haji Mansur dan Bu Hajjah Salamah. Sebulan yang lalu saat dia dan suaminya dalam perjalanan pulang dari acara kantornya Irfan, mobil yang dikemudikan oleh Irfan mengalami kecelakaan.
Yang menyebabkan Fitri mengalami luka parah dimana perut terbentur sangat keras padahal dia tengah hamil tiga Minggu, karena insiden itu terpaksa bayi yang dikandungnya harus di keluarkan dan rahimnya harus diangkat. Sedangkan Irfan hanya mengalami luka ringan.
Pak Haji dan Bu Hajjah sangat terpukul, pasalnya baru seminggu sebelum kecelakaan mereka baru dapat kabar bahagia tentang kehamilan anak mantunya itu. Tapi kemudian mereka harus menerima kenyataan yang begitu pahit ini.
Masih jelas di ingatan Aisyah, saat lagi sibuk di lapak tiba - tiba Mbok Minah datang ke lapak sambil berlari dan panik. Beliau mengatakan kalau Bu Hajjah pingsan setelah menerima telvon ntah dari siapa. Sedangkan Pak Haji sedang pergi. Aisyah pun bergegas ke rumah Pak Haji. Mbok Minah sudah menghubungi Pak Haji dan beliau sedang perjalanan pulang.
Setelah sampai di sana terlihat Bu Hajjah sudah sadar tapi beliau tengah menangis histeris di pelukan Pak Haji. Lalu beliau mengantar istrinya ke kamar. Tidak berapa lama kemudian beliau keluar dan menyuruh Aisyah untuk masuk karena istrinya ingin bicara dengan Aisyah.
Aisyah yang tidak tau apa yanh terjadi, hanya bisa nurut dan masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Saat sampai di dalam, Ibu Hajjah sedang berbaring dan masih menangis. Aisyah mendekat dan duduk ditepi ranjang kemudian menggenggam tangan wanita yang sudah dia anggap ibunya sendiri.
Dia masih tidak mengerti apa yang terjadi kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya
"Emak kenapa? Cerita sama Ais". Tanya Aisyah khawatir.
Bu Hajjah masih menangis " Fitri menantuku yang malang". Ujarnya histeris.
"Fitri kenapa Emak dia baik - baik saja kan? Dua hari yang lalu aku baru telfonan sama dia. Dia bahagia sekali menceritakan kehamilannya". Ungkap Aisyah.
Tangis Bu Hajjah terdengar lagi
"Ta.. tadi ada telfon dari rumah sakit kalau Irfan dan Fitri mengalami kecelakaan". Beliau tidak sanggup meneruskan ucapannya.
"Tapi mereka baik - baik saja kan emak". Ucapku berusaha berpikir positif.
Emak menggelengkan kepala. " Fitri keguguran dan rahimnya terpaksa diangkat". Tangis Emak lagi.
Dia berharap ini cuma mimpi. Bagaimanapun Fitri adalah sahabatnya yang telah berjasa dalam hidupnya.
Untuk berdiri dia tidak sanggup, sehingga Arya yang baru kerja langsung menjemputnya istri dan memapahnya pulang ke rumah.
Karena kondisi Aisyah tengah berduka terpaksa lapak ditutup jam delapan malam. Dia menangis semalaman, hampir tiap hari dia menelfon sahabat untuk memberikan support padanya.
Sejak kejadian itu Bu Hajjah Salamah sementara waktu tinggal di rumah anaknya di luar kota untuk menemani menantunya. Alhamdulillah kondisinya sudah lebih membaik dan sudah bisa menerima kenyataan. Dia beruntung punya mertua yang baik dan suami yang setia mendampinginya. Padahal Fitri sudah memintanya untuk menikah lagi karena dia mungkin memberikan keturunan.
Sementara ibu mertua Aisyah dan Rani tidak pernah datang lagi, hanya Arya yang masih rutin tiap bulan mengirim uang bulanan kepada mereka. Arya menambah uang bulanan ibunya karena Ryan sedang mengalami kesulitan dalam usahanya sehingga tidak bisa lagi membiayai kebutuhan ibunya dan Rani. Sebagai istri, Aisyah mendukung apa yang dilakukan suami. Dia hanya berharap Ibu Mertua dan adik iparnya tidak lagi mengusik ketentraman rumah tangganya.
***
__ADS_1
Di rumah ibu Mertua Aisyah
Bu May terlihat mondar - mandir di ruang tamu sambil memikirkan sesuatu. Sedangkan Rani sudah pergi kuliah.
'Besok jadwal kumpul rutin dengan teman - teman sosialitaku dan mereka minta diadain di rumah ini, tapi kondisi rumah berantakan kayak gini. Tidak sanggup aku bersihkan sendiri, Rani gak bisa diharapkan. Belum buat makanan dan minumannya ntar, bisa malu aku sama mereka. Uangku juga udah menipis, Ryan sekarang jarang kirim uang, kalipun kirim cuma sejuta karena usahanya lagi krisis. Mau minta Arya juga gak mungkin karena baru tiga hari yang lalu dia ngasih uang bulanan tapi sekarang tinggal sedikit'. Batinnya gusar.
Tiba - tiba dia tersenyum seperti mendapat ide yang bagus. Kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan ke grub sosialitanya.
'Assamu'alaikum Jeng - Jeng sekalian besok acara ngumpulnya gak jadi di rumah saya, karena saya ada tempat bagus buat kita ngumpul'. Ketiknya dan memberi tahukan tempat yang nanti jadi tempat ngumpul mereka besok dan kemudian mengirim pesan tersebut.
'Oh tempat itu, iya saya tau, bagus tempatnya. Anak saya juga suka nongkrong di sana'. Balas salah anggota grup. Dan setujui juga dengan anggota yang lainnya.
'Kenapa gak kepikiran dari kemarin sih jadi aku gak perlu pusing buat ngeluarin uang dan beresin rumah. Sekalian aku bisa pamerin dengan teman - teman sosialitaku. Jadi tidak akan meremehkan aku'. Gumamnya sambil tersenyum lebar.
Kemudian dia menuju kamarnya sambil bersenandung.
***
Sementara itu di lapak
Aisyah sedang beristirahat karena beberapa hari ini dia sedang tidak enak badan. Untuk urusan lapak dia serahkan kepada karyawan. Karena dia percaya mereka semua dapat dipercaya. Untuk bagian pengolahan bahan baku untuk lapak sudah diserahkan sepenuhnya ke Ratna dibantu dengan karyawan baru khusus bagian produksi sampai dia benar - benar pulih.
Dia sudah berobat ke klinik, alhamdulillah tidak yang perlu di khawatirkan dia hanya perlu istrihat dan tidak banyak pikiran.
Penantiannya dan Arya kini telah terkabulkan dan dia berjanji akan menjaga baik - baik pemberian terindah yang diberikan oleh Allah SWT.
Suaminya juga semakin perhatian padanya dan selalu berusaha untuk pulang cepat.
Aisyah selalu semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarganya.
__ADS_1
Bersambung.