Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 25


__ADS_3

Pov (Aisyah)


Hari ini aku dan para karyawan tengah sibuk membereskan lapak untuk menyambut you*tu*ber yang akan review menu jualanku. Aku tidak ingin satu hal aja yang kurang sehingga membuat lapakku mendapat penilaian yang jelek.


Karena setiap Sabtu dan Minggu Mas Arya libur jadi dia bisa ikut membantu. Sebelumnya aku sudah memberi tahu padanya kalau lapak kami akan direview oleh you*tu*ber.


Sekitar jam dua siang tamu yang di tunggu datang juga menggunakan mobil for*tu*ner berwarna putih. Aku dan Mas Arya menyambut mereka. Turun dari mobil seorang wanita diikuti dengan dua orang pria sepertinya itu rekannya.


"Assalamualaikum kak, perkenalkan nama saya Meylani, panggil saya Mey. Dan mereka berdua adalah crew dari Suka Makan, Deni dan Bayu". Ujarnya memperkenalkan diri.


"Wa'alaikum Mbak Mey. Aku Aisyah dan suamiku Arya". Aku juga memperkenalkan diri


Kemudian aku mempersilahkan mereka masuk.


Kami sudah menyiapkan meja khusus untuk mereka.


"Jadi gini Mbak, nanti saya akan memesan menu andalan disini dan akan mereview, Mbak juga akan menemani di samping saya. Nanti saya akan melakukan wawancara singkat dengan Mbak". Tuturnya menjelaskan.


Aku mengangguk mendengar penjelasannya.


Kami menyajikan menu - menu andalan kami, seperti seblak komplit, mietul komplit, mie kuah komplit dan aneka jajanan serta sesatean.


Setelah mendapat instruksi, Mey mulai makan dan mereview satu persatu menu ya kami sajikan, terlihat dia begitu menikmati. Aku tersenyum melihat dia makan dengan lahap. Aku sampai kaget padahal dia badan nya kecil tapi sanggup makan banyak. Aku yang


Selagi mereview, dia mewawancaraiku seputar usahaku seperti awal mula dibukanya lapak ini, serta omset penjualannya.


Alhamdulillah review dari memuaskan. Setelah kamera dimatikan giliran para crewnya yang makan. Aku dan Mey ngobrol sejenak sambil menunggu teman - temannya selasai.


"Mbak, Mas makasih buat sajian, semuanya enak - enak. Gak nyesal saya jauh - jauh dari  Jogja kesini. Lapak wajib jadi rekomendasi kuliner pilihan aku untuk subscribers aku". Tuturnya


"Sama - sama Mey, kami justru yang berterima kasih kalian jauh - jauh datang kemari. Kami juga senang kalau menu di lapak kami juga memuaskan untuk kalian". Ucapku.


Tidak berapa lama mereka pun pamit pulang, dia bilang akan menghubungiku saat akan diunggah di channel you*tu*be mereka. Tidak lupa aku beri oleh - oleh berupa jajanan ringan untuk mereka bawa pulang.


Sebelum pulang kami menyempatkan berfoto bersama, dia juga menempelkan stiker kalau tim nya pernah  berkunjung dan masuk rekomendasi darinya. Para pelanggan yang lain juga meminta berfoto dengan. Mey orangnya ramah pantas banyak yang mengidolakan.


Mobil mereka pun perlahan pun menjauh. Aku dan Mas Arya masuk kembali ke dalam lapak.


AISYAHHHHH...


***


(Pov Author)


Sebelumnya di rumah Bu May.


Dia baru bangun jam dua belas siang karena semalam dia pulang telat habis nongkrong dengan teman - teman sosialitanya.


Setelah mandi, dia keluar menuju kamar anaknya hari ini Rani libur kuliah pasti dia masih molor.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Tidak sahutan dari dalam, dia pun mencoba membuka pintu kamar anaknya ternyata tidak terkunci.


'Tumben Rani gak ngunci pintu kamarnya'. Batin Bu May.


Dia pun masuk ke dalam, seketika dia kaget melihat keadaan kamar Rani yang sangat berantakan seperti habis kena badai.


Dia melihat Rani masih molor, masih dengan baju yang kemarin dia pakai sebelum izin pergi dengan teman - temannya, wajahnya pun belum dibersihkan dari make up yang berantakan.


Rani memang pemalas tapi kalau untuk kamar dan barang - barang pribadinya, dia sangat menjaga tetap rapi.


Dia pun mendekati Rani dan menghirup nafasnya, dia berpikir Rani habis mabuk makanya keadaannya seperti ini. Tapi dia tidak mencium bau alkohol sama sekali hanya bau nafas naga.


"Rani bangun, Ran". Bu May berusaha membangunkan Rani dengan menepuk pundaknya.


Rani menggeliat kemudian menguap lebar. Dia pun kaget melihat wajah ibunya yang tepat berada di depannya ketika dia membuka mata.


"Ah.. HANTUUUU..". Teriak Rani sambil menabok wajah Bu May sampai terjungkal jatuh dari ranjang hingga kepalanya membentur lantai.


"Aduhhhhh...". Pekik Bu May kesakitan.


Rani yang menyadari kalau itu adalah ibunya, bergegas membantu ibunya berdiri.


***


"Maaf Bu, aku gak sengaja. Habis ibu bikin kaget aja tiba - tiba muncul pas aku buka mata. Jadi aku refleks nabok, kirain Mak lampir". Ujar Rani membela diri.


"Son*loyo, dasar anak kurang aja udah nabok ibu sampai memar dan benjol kayak gini, malah samain ibu dengan Mak Lampir. Gak liat dandanan ibu udah cetar kayak Syahrini". Ucap Bu May jengkel.


'Iya Syahrini ketabrak truk trus nyemplung ke Empang'. Batin menahan tawa tapi masih menunduk tidak berani menatap ibunya.


"Ibu pikir kamu mabok makanya ibu mendekat mau nyium bau nafas kamu. Soalnya kamar kamu berantakan banget kayak kena badai, itu juga muka kamu kayak ondel - ondel. Emang kamu kemarin darimana?". Selidik Bu May.


"Ini semua gara - gara menantu ibu yang kampungan itu sampai aku kayak gini". Adu Rani.


"Aisyah maksud kamu?" Tanya Bu May.


Rani mengangguk.


"Emang dia apain kamu? Biar ibu kasih pelajaran dia". Ujar Bu May geram setelah tau ada sangkut pautnya dengan orang yang dia benci.


Rani pun mencerita kejadian kemarin tapi dengan versinya yang ditambah - tambah yang tidak sesuai kenyataan yang terjadi sebenarnya.


Emosi Bu May membuncah mendengar cerita Rani.


Brakkk


Bu May menggebrak meja, sampai Rani terlonjak kaget.

__ADS_1


"Kurang ajar perempuan mandul, pembawa sial. Ibu akan kasih pelajaran buat dia". Geram Bu May sambil menahan tangan sakit di tangan dan wajahnya.


"Iya pokoknya ibu harus balas lebih dari yang dia lakuin ke aku, kita bikin malu dia". Kompor Rani.


'Tunggu pembalasanku perempuan udik, berani macam - macam sih sama aku'. Batin Rani sambil tersenyum licik.


"Kamu tenang aja mulut ibu udah gatel pengen maki - maki dia, sudah lama ibu gak kasih pelajaran sama dia, makanya melunjak sekarang berasa jadi Ratu aslinya babu. Nanti sore kita datangi dia". Ujar Bu May emosi.


"Kenapa gak sekarang aja Bu? Aku udah gak sabar buat ngelabrak dia". Desak Rani.


"Liat itu muka kamu macam ondel - ondel, belum lagi muka ibu lebam dan benjol kayak gini. Yang ada malah kita diketawain". Jawab Bu May.


"Ya udah deh dari ibu aja". Mereka pun kembali ke kamar masing - masing.


***


Pov (Author)


Kembali ke lapak Aisyah.


Aisyah dan Arya berbalik ke sumber suara yang memanggil nama Aisyah.


Terlihat Rani dan Bu May dengan menggunakan motor menuju ke lapak.


Dari semalam menyambut kedatangan sudah menyiapkan diri dan mental untuk menghadapi amukan dari ibu Mertuanya. Aisyah tidak akan gentar.


Setelah Rani memarkirkan motornya, ibu mertuaku langsung turun menghampiri kami dengan tatapan penuh amarah, Rani yang mengikuti dari belakang tersenyum sinis.


Aisyah ingin tertawa melihat dandanan ibu Mertuanya yang memakai blush on dengan yang berlebihan dan jilbab yang menutup jidat. Karena yang dia tau kalau biasanya jilbab yang dipakai ibu mertuanya pasti akan terlihat rambutnya.


'Mungkin dia ingin mencoba style baru'. Batin Aisyah berusaha untuk tidak tertawa.


Arya menci*um tangan ibunya, tapi saat giliran Aisyah, dia menepisnya.


"Ibu apa kabar? Ayo masuk dulu". Ajak Arya.


Diapun mengikuti Arya masuk tapi tatapannya tidak lepas dari Aisyah dengan penuh amarah. Rani ikut masuk tapi dia sempat berbisik kepada Aisyah.


'Siap - siap terima pembalasan dariku, hari ini tamat riwayatmu'. Bisik Rani setelah itu menyusul ibunya.


Aisyah hanya menyinggungkan senyum lalu bergabung dengan mereka.


Mereka bertiga duduk, tapi Aisyah memilih berdiri.


'Bu kapan kita kasih pelajaran buat perempuan sialan itu, aku udah gak tahan pengen nabok mukanya. Lihat itu dia malah senyum - senyum melihat kita'. Bisik Rani pada ibunya.


'Sabar, kita makan dulu setelah itu baru kita kasih pelajaran buat dia. Kan kita juga butuh tenaga buat menghajar dia'. Jawab Bu May.


Aisyah hanya tersenyum kearah mereka, seolah dia bisa menebak apa yang tengah direncanakan ke dua wanita di depannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2