Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 33


__ADS_3

Pov (Author)


'Eh mantu sialan cepat kirimkan saya uang lima juta sekarang juga, kamu udah ada penghasilan sendiri tapi gaji anaknya saya masih kamu embat juga, dasar serakah. Awas saja kalau kamu tidak kirim'


     Aisyah mengkerutkan kening membaca pesan di aplikasi hijau yang dari nomor baru yang dari isi pesannya sudah diketahui kalau itu pesan dari ibu mertuanya.


'Awal bulan Mas Arya udah ngasih tiga juta, sekarang minta lagi. Bukannya udah dapat kiriman juga tiap bulan dari Mas Ryan yang cukup untuk kebutuhan rumah, serta buat kebutuhan ibunya dan Rani'. Gumam Aisyah, dia memilih untuk tidak membalas pesan dari ibu mertuanya.


***


"Assalamualaikum yank". Arya mengucapkan salam sembari mengecup kening dan perut Aisyah.


"Wa'alaikum salam, mas mau langsung makan atau mau mandi dulu?". Tanya Aisyah sembari menci*um tangan suaminya.


"Mas mau mandi dulu deh, biar seger baru makan". Jawabnya kemudian mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi.


Aisyah pun keluar kamar untuk menyiapkan makanan untuk suaminya, ternyata sudah ada Mbok Darmi yang menyiapkan.


"Makasih yah Mbok". Ucap Aisyah.


"Ini sudah tugas saya neng. Oya neng masih ada yang diperlukan Mbok kerjakan gak?". Tanya nya ramah.


"Udah gak ada Mbok, ini gaji mbok hari ini". Jawab Aisyah seraya memberikan gaji Mbok Darmi.


"Makasih neng, kalau begitu Mbok pamit pulang". Ucapnya.


"Loh kok udah mau pulang? Ikut makan dulu sama kami Mbok". Cegah Arya yang baru selesai mandi dan menghampiri Aisyah dan Mbok Darmi di meja makan.


"Makasih den, mbok udah makan kok sebelum pulang". Jawabnya.


"Ya udah kalau gitu tunggu bentar disini". Ujar Aisyah menuju dapur dan kembali membawa wadah makanan.


"Ini buat Mbok, tolong jangan ditolak". Ucap Aisyah sambil menyerahkan wadah makanan yang sudah dia isi dengan berbagai macam lauk.


"Sekali lagi makasih ya den, neng. Mbok pamit ya, assalamualaikum". Ujarnya kemudian berlalu pulang.


"Wa'alaikum salam". Jawab Arya dan Aisyah serentak.


Walaupun sedang hamil muda, Aisyah tetap melayani suaminya dari menyiapkan makan dan pakaian yang dgunakan Arya.


"Kamu gak makan yank". Tanya Arya karena melihat piring istrinya kosong.

__ADS_1


"Aku masih kenyang Mas, tadi aku udah makan kok". Jawab Aisyah.


"Kamu gak pengen sesuatu gitu yank?". Tanya Arya lagi.


Aisyah menggeleng yakin.


"Kok gitu? Bukannya kalau wanita hamil itu suka ngidam yang aneh - aneh". Arya heran karena istrinya gak mengalami ngidam seperti wanita hamil pada umumnya.


Aisyah cuma tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"Ya udah yang penting vitamin dan susu nya jangan lupa diminum yank, istirahat yang cukup". Ucap Arya lagi


Asiyah membalas dengan senyuman lagi dan membulatkan jarinya yang membentuk tanda oke.


"Oya yank..". Ucapan Arya terpotong


Aryaaaa... Aryaaa...


Dari suaranya sepertinya yang datang adalah Bu May, kayak dihutan saja teriak - teriak begitu.


Aisyah pun menghampiri keluar agar ibu mertuanya gak terus berteriak.


"Assalamualaikum Bu, mas Arya sedang makan di dalam". Jawab Aisyah.


Tanpa menjawab salam dari Aisyah, Bu May langsung nyelonong menuju meja makan tempat Arya berada. Aisyah hanya geleng kepala melihat kelakuan ibu mertuanya dan mengikutinya. Tampak Arya baru kembali dari dapur sehabis mencuci piring bekas makannya.


Arya melihat ibunya sedang duduk di meja makan pun segera nenci*um tangannya.


"Makan dulu bu". Tawar Arya.


Bu May melirik makanan yang ada di atas meja sambil menelan ludah. "Ntar aja makannya, ada hal yang lebih penting yang mau ibu sampaikan". Jawab Bu May.


"Ya udah kalau gitu kita bicara di ruang tamu". Ajak Arya.


"Jadi apa yang mau ibu sampai?". Tanya Arya saat mereka sudah duduk, Aisyah duduk di sampingnya sedangkan ibunya duduk di seberang.


"Soal yang tadi siang yang ibu telfon kamu, sekarang ibu datang mau ambil uangnya". Jawab Bu May tanpa rasa malu.


"Oh soal itu, tapi aku belum bicarakan dengan Aisyah. Bagaimanapun dia istri aku Bu, jadi dia aku harus bicara dulu sama dia". Ucap Arya lagi.


"Itu kan uang kamu, kasih ya tinggal kasih gak usah minta ijin sama dia". Ujar Bu May dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah Aisyah.

__ADS_1


"Lagian ibu udah kirim pesan ke dia tapi tidak digubris. Dasar dia aja yang serakah mau kuasai sendiri uang kamu". Cerca Bu May emosi.


Arya menatap istrinya untuk meminta pendapat, Aisyah hanya menaikkan pundaknya.


"Cepatan mana uangnya? Dengar yang mantu sialan, Arya itu anak kandung saya dan saya yang lebih berhak atas semua dia bukan kamu yang cuma orang lain". Ucap Bu May menatap Aisyah dengan emosi


Aisyah hanya tersenyum kecut mendengar omongan mertua entah dia dapat pemahaman dari mana.


Arya yang ingin menyanggah omongan ibunya, ditahan oleh Aisyah.


"Ibu dapat pemahaman dari mana kalau aku gak berhak menikmati gaji suamiku sendiri? Aku istri sah Mas Arya, jadi aku berhak atas uang yang dia punya. Asal ibu tau aku tidak pernah melarang Mas Arya buat ngasih nafkah buat ibu, tapi kalau buat dihambur - hamburkan aku gak ridho. Bukankah awal bulan Mas Arya sudah memberikan uang yang lebih dari cukup buat ibu, belum lagi pemberian dari Mas Ryan yang tidak sedikit". Jawab Aisyah dengan lantang.


"Dasar perempuan sial, lihat Arya kelakuan istri kampungan kamu ini, udah berani dia melawan ibu". Ujar Bu May menatap Aisyah nyalang.


"Cukup Bu, betul yang dibilang istriku. Dia berhak atas gajiku. Lebih baik sekarang ibu pulang nanti aku akan transfer tapi tidak sebanyak yang ibu minta dan tiap bulan aku hanya akan kasih seperti yang biasa aku berikan dan tidak lebih". Jawab Arya tegas.


"Kamu sudah berani melawan dan mengusir ibu demi perempuan ini? Gak takut kamu jadi anak durhaka hah? Baru jadi manager dan punya usaha kayak gini kalian udah sombong dan pelit. Gak akan berkah kalau kamu dzalim sama ibu kamu. Awas kamu Aisyah karena kamu anak saya berani melawan saya". Ujar Bu May marah lalu berlalu meninggalkan rumah. Karena tergesa - gesa dia sampai menabrak meja lapak, untung lapak dalam keadaan sepi.


Arya menghela nafas kasar dan memijat keningnya. Aisyah yang tau suaminya sedang pusing memikirkan tingkah ibunya, mengusap tangan suaminya kemudian mengajaknya ke kamar.


"Maafin ibu ya yank, maaf juga minta maaf tidak tegas. Hingga ibu selalu nyakitin kamu". Ucap Arya sambil mengecup tangan istrinya.


"Mas gak perlu minta maaf, aku gak apa - apa kok, aku gak mau ambil pusing dengan omongan ibu. Apalagi aku sedang hamil, aku gak mau banyak pikiran yang bisa mengganggu kehamilanku". Jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Udah jangan sedih gitu mukanya ntar ganteng luntur, gak malu apa sama dede utun". Goda Aisyah.


Arya yang tadi muram kemudian tersenyum sambil mencubit pelan pipi istrinya.


***


Pov (Author)


Bu May yang baru pulang dari rumah anaknya, tengah pusing memikirkan uang yang dimilikinya tinggal sedikit, dia sudah membayangkan akan mendapatkan uang yang banyak tapi nyatanya gagal karena Aisyah. Dia menjadi semakin benci pada menantunya itu, dan berniat ingin menyingkirkannya agar dia bisa menguasai gaji Arya seutuhnya.


'Sialan kamu Aisyah, gagal aku dapat uang gara - gara dia. Apa sih bagusnya perempuan itu sampai Arya nurut banget sama dia? Atau jangan - jangan dia main dukun, dia kan dari kampung? Apa aku juga harus main dukun juga buat singkirin dia'. Pikir Bu May licik.


Kurucuk..


"Aduhh... Mana lapar banget lagi, karena emosi tadi gak sempat makan aku tadi. Akhh... Semua ini karena perempuan sial itu, tunggu pembalasan dariku, jangan kamu pikir udah menang karena Arya berpihak sama kamu, saya tidak akan membiarkan kamu bahagia". Ucap Bu May dengan emosi. Terlihat dari matanya kalau dia sangat membenci Aisyah dan akan melakukan segala cara untuk menghancurkannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2