Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 59


__ADS_3

Pov (Author)


'Niat ingsun amatek ajiku si semar mesem mut - mutanku inten cahyane manjing pilinganku jiwa lan tengen sing nyawang kegiwang apa maneh yen sing nyawang kang tumancep kumanthil ing telengi sanubariku ya iku si jabang bayi Arya Winata'.


      Seseorang sedang merapalkan mantra berulang kali sambil membakar kemenyan di sebuah kamar kosong, mulutnya terus saja berkomat - kamit bersama kepulan asap dari kemenyan.


Sementara Arya yang namanya disebut dalam mantra orang itu, terlihat tidur dengan keadaan gelisah. Rupanya di sedang bermimpi buruk, dia tengah berada di sebuah hutan belantara. Tiba - tiba ada sesuatu yang mengejarnya, dia pun berlari sekuat tenaga sampai dia tidak sadar di depannya ada jurang. Dia pun terpeleset dan untung tangannya berpegangan pada sebuah batu jadi dia tidak jatuh ke dalam jurang yang dalam. Tubuh menggantung, dia berusaha naik tapi tenaganya tidak cukup mampu ngangkat tubuhnya. Saat tangannya terlepas karena sudah tidak kuat lagi menahan bobot tubuhnya tiba - tiba ada tangan yang meraih tangan dan menariknya ke atas.


Dia seorang wanita tapi Arya tidak tau siapa wanita itu karena wajahnya tertutup semacam kabut. Tapi Arya bisa mencium aroma tubuh wanita itu yang sangat wangi. Tiba - tiba Arya terbangun dari mimpinya karena dibangunkan oleh Aisyah yang untuk sholat subuh.


Arya pun bangun dan hanya duduk termenung di pinggir ranjang memikirkan mimpinya itu, baginya mimpi itu terasa nyata dan dia penasaran siapa wanita yang menolongnya.


Dia pun bergegas mandi setelah itu bersiap itu ke kantor, entah mengapa dia ingin sekali cepat di kantor seperti ada hal penting yang menunggunya.


Aisyah heran melihat suaminya yang buru - buru pergi kerja, dia sampai tidak memakan roti bakar dan meminum susu yang sudah disiapkan oleh Aisyah. Dia juga tidak membawa bekal makan siangnya. Lebih parahnya dia sampai tidak berpamitan pada Aisyah dan juga mengucapkan salam. Dia pergi begitu saja. Tapi Aisyah tetap berpikiran positif, mungkin ada hal penting di kantor yang membuat suaminya buru - buru berangkat kerja. Nanti dia akab menitipkan bekal milik Arya pada ojek online.


***


Arya telah sampai di kantor, setelah memarkirkan mobilnya, dia segera menuju ruangannya.


Ternyata Siska sudah sampai duluan, dia menyapa Arya dan tersenyum manis ke arah atasannya itu. Entah mengapa Arya merasa ada getaran di dadanya melihat senyuman sekretarisnya itu.


Arya membalas tersenyum pada Siska dan masuk ke dalam ruangannya. Di dalam ruangan dia termenung sambil memikirkan sesuatu.


"Kenapa aku jadi kepikiran Siska ya, hari ini dia terlihat sangat cantik". Batin Arya.


Dia tidak fokus dengan pekerjaannya, banyak hal berkecamuk di pikirannya.


***


Jam makan siang.


"Permisi Bu Siska, saya mau mengantarkan titipan makan siang dari istri Pak Arya". Ucap seorang pemuda yang merupakan office boy.


"Sini biar saya yang kasih ke Pak Arya, kamu bisa pergi". Ujar Siska.


Setelah memberikan bekal kepada Siska, office boy itu pamit dan kembali ke pekerjaannya.

__ADS_1


Siska membuka kotak makan itu dan memcebik melihat isinya. 'Makanan sampah, setelah ini kamu gak perlu membuat bekal makan siang untuk suamimua, karena dia akan selalu makan siang bersamaku'. Gumam Siska lalu membuang bekal itu ke dalam tempat sampah.


Dia berjalan menuju ruangan Arya, dia berniat mengajak atasannya untuk makan siang. Sebelumnya dia mengoleskan minyak dalam botol kecil ke lehernya.


Tok


Tok


Karena tidak ada jawaban dari dalam, Siska nekat membuka pintu ruangan Arya dan masuk ke dalam


Arya nampak merenung di meja kerjanya.


"Pak.. Pak Arya". Siska menepuk pundak Arya.


"Ya.. Ya ada apa Siska?" Tanya Arya tersadar dari lamunannya, dia mencium wangi yang sama seperti wangi wanita yang ada dalam mimpi yang berasal dari Siska.


"Saya mau ajak Pak Arya makan siang". Jawab Siska sambil tersenyum.


Arya melihat jam di arlojinya. Seperti terbius Arya mengiyakan ajakan Siska. Dia berdiri dari tempat duduknya dan meraih uluran tangan Siska.


Siska mengapit lengan Arya dengan mesra dan mereka berdua berjalan bersama menuju lift. Semua karyawannya menatap heran dengan kemesraan yang tampilkan oleh Arya dan Siska, karena yang mereka tahu Arya sudah mempunyai istri. Ada seseorang yang mengambil potret mereka.


Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah restoran mewah, Arya membukakan pintu untuk Siska dan mengulurkan tangannya. Siska meraih tangan Arya dan bergelayut manja di lengan Arya.


Setelah mendapat meja, mereka segera memesan makanan.


"Selamat siang Pak Arya, dan ini Bu Siska kan?". Sapa Agung sambil menjabat tangan Arya dan Siska.


"Iya benar, kalau anda Pak Agung kan? Mari gabung dengan kami". Ajak Siska.


"Terima kasih Bu Siska, saya dan asisten saya baru saja selesai makan". Jawab Agung, dia sedikit risih melihat Siska yang terus menempel dengan Arya sedangkan Arya hanya diam seperti patung dan tatapannya kosong.


"Maaf kalau boleh tau kalian ada hubungan apa?". Tanya Agung penasaran.


"Kami sepasang kekasih dan sebentar lagi kami akan menikah, iya kan sayang?". Jawab Siska sambil bertanya pada Arya dengan suara manja, sedangkan Arya hanya menganggukkan kepala tanpa bersuara.


"Wah selamat ya buat kalian berdua, jangan lupa undangan buat saya". Kelakar Agung.

__ADS_1


"Makasih Pak Agung, pasti kami tidak akan lupa undangan buat anda. Mohon doanya buat kami". Ucap Siska sambil menaruh kepala di pundak Arya.


Agung pun pamit tapi dia merasa aneh pada sikap Arya yang cenderung diam berbeda saat mereka bertemu dulu saat penanda tanganan kontrak kerja sama.


Sebelumnya dia berpikir Arya sudah menikah karena dia pernah melihat cincin di jari manis Arya, apa mungkin Arya selingkuh dengan Siska? Tapi dia tidak mau ambil pusing karena itu bukan urusannya.


***


Malam harinya.


Aisyah nampak gelisah menunggu kepulangan Arya, sudah jam sembilan malam Arya belum juga pulang. Biasanya sehabis magrib dia sudah pulang, kalau pun pulang telat dia akan mengabari Aisyah tapi sejak tadi Aisyah menelfon dan mengirim pesan tidak ada satu pun yang direspon oleh Arya.


Aisyah mondar - mandir di ruang tamu, dia takut terjadi hal yang buruk pada suaminya. Dia terus berdoa untuk keselamatan Arya.


Tidak lama kemudian mobil Arya datang, Aisyah bernafas lega dan mengucap ucap syukur. Segera dia membuka pagar agar mobil Arya bisa masuk.


Arya turun dari mobil dan segera masuk ke rumah tanpa memperdulikan Aisyah. Setelah mengunci pagar dan pintu, Aisyah segera menyusul Arya ke kamar.


Di dalam kamar Arya sudah berganti pakaian dan sedang berbaring di ranjang. Aisyah mendekati suami dan memeluk suaminya tapi Arya hanya diam.


"Mas kok baru pulang jam segini? Aku kuatir terjadi sesuatu pada Mas" Tanya Aisyah.


"Gak usah banyak tanya, saya tadi banyak kerjaan. Udahlah saya cape mau istirahat". Hardik Arya, lalu melepaskan pelukan Aisyah dan tidur membelakanginya.


Aisyah terpaku dengan sikap Arya, ini pertama kalinya Arya bersikap kasar padanya. Tapi dia tetap mencoba berpikiran positif, mungkin Arya sedang banyak pikiran atau ada masalah dengan pekerjaannya. Dia menyusul suaminya yang sudah tertidur lelap.


Ting


Namun tiba - tiba ada pesan masuk dari ponsel Arya.


Rasa penasaran membuat Aisyah mengambil ponsel Arya yang berada di atas nakas.


Ada pesan masuk dari Siska, karena dia mengetahui sandi milik Arya, dia pun membuka pesan itu.


Mata Aisyah membulat membaca isi pesan dari Siska. Nafasnya menderu, dia meremas ponsel Arya dengan kuat.


'Makasih sayang buat hari ini, makasih juga udah belanjain aku. Love u'. Disertai emot hati dan kiss. Dia juga mengirim foto selfinya bersama Arya dan juga foto saat mereka keluar dari kantor yang di ambil seseorang.

__ADS_1


     "Oh jadi ini yang membuat Mas Arya pulang telat, dan perubahan sikapnya. Aku harus selidiki ini sepertinya ada yang tidak beres, tapi kalau seandainya ini murni didasari sama - sama mau. Aku tidak akan tinggal diam, aku membuat perhitungan untuk kalian berdua dan membalas pengkhianatanmu Mas". Batin Aisyah sambil menatap tajam ke arah Arya.


__ADS_2