Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 6


__ADS_3

"Yank, kok mie ayamnya gak dimakan, cuma di aduk - aduk aja?". Tanya Mas Arya mengagetkanku.


"Aku..aku lagi nunggu mienya dingin dulu Mas". Jawab gugup karena ketahuan melamun olehnya.


"Oh.. Ya sudah cepetan dimakan, udah dingin juga mienya, kasihan mie sampe bengkak kelamaan dianggurin". Ucapnya sambil tertawa pelan menggodaku.


Setelah makan dan membayar makanan. Kami pun beranjak untuk pulang.


Setiba di rumah dan aku turun dari motor, Mas Arya langsung pergi lagi karena sudah ada orderan masuk yang lagi. Akupun masuk ke rumah dan menuju kamar untuk bergantian pakaian.


***


Sementara itu di Mall.


Pov (Author)


     Setibanya di Mall, mereka berempat menuju tempat makan cepat saji yang menjual ayam goreng favorit Maira yang berada di lantai dua.


Setelah masuk ke tempat makan, mereka mencari meja yang kosong, mereka memilih tempat dekat jendela. Kemudian Ryan dan Maira mengantri untuk memesan makanan. Setelah memesan dan membayar, mereka berdua ke tempat duduk untuk menunggu pesanan mereka diantarkan.


Sambil menunggu pesanan datang, Maira bermain di wahana permainan yang memang tersedia di tempat makan itu.


Tidak lama makanan mereka sudah diantarkan semua, Ryan pun memanggil anaknya untuk segera makan. Mereka makan dengan lahap sambil diiringi dengan celoteh Maira.


Setelah habis makan mereka pun keluar dan menuju tujuan mereka masing - masing. Ryan menemani Maira ke Playground yang ada di Mall yang berada di lantai tiga, sedangkan Bella pergi dengan Ibu Mertuanya. Tempat yang dituju wanita beda usia toko yang menjual pakaian dan tas.


Ibu May berencana meminta menantunya itu membelikan pakaian dan tas mewah karena beberap hari lagi dia ada arisan dengan teman - teman sosialitanya, tentu saja dia ingin pamer ke mereka.


Setelah memasuki beberapa toko, akhirnya Bu May berhasil mendapatkan barang yang diinginkan. Tentu saja dibelikan oleh Bella.


"Makasih ya Bell, sudah ajak ibu jalan - jalan dan belanjain ibu sebanyak ini, kamu memang menantu kesayangan ibu". Ucap ibu senang.


"Iya sama - sama. Oya bu, Aisyah dan Rani kenapa gak dibeliin juga?" Tanya Bella.


"Kalau buat Rani kamu kasih uangnya aja ke ibu, nanti biar ibu dengan dia pergi belanja berdua. Dan untuk Aisyah tidak usahlah dia gak cocok pakai barang-barang mahal kayak gini. Mending uangnya kasih ibu aja". Jawab Bu May.


Bella hanya diam mendengar jawaban ibu mertua nya, dia heran mengapa mertuanya begitu membenci Aisyah padahal adik iparnya itu adalah menantu yang baik.


"Ya sudah terserah ibu aja bagaimana baik, lebih sekarang kita samperin Mas Ryan dan Maira". Ajak Bella pada mertuanya.


Mereka pun menuju tempat Ryan dan Maira, sesampai disana ternyata Maira sudah selesai bermain dan sedang menunggu mereka sambil memakan es krim stroberi kesukaannya ditemani ayahnya.


Karena waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Mereka memutuskan untuk pulang, soalnya setelah mengantar ibunya pulang, mereka akan langsung pulang ke rumah mereka karena besok Maira harus sekolah.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya mereka tiba di rumah Bu May.


"Kalian gak mampir dulu?" Tanya Bu May.


"Kami langsung jalan aja bu biar gak kemalaman, kasihan Maira juga udah capek sampai ketiduran. Sampaikan salam buat yang lain, kami jalan dulu ya bu. Assalamualaikum". Ujar Ryan.


"Ya udah hati - hati, wa'alaikum salam". Ucap Bu May.

__ADS_1


Bu May pun masuk kedalam rumah setelah mobil anaknya meninggalkan rumahnya. Diapun mengetuk pintu rumah. Cukup lama dia mengetuk pintu hingga akhirnya dibukakan oleh Aisyah.


"Habis ngapain kamu, kenapa lama banget sih bukanya, kaki saya sampai pegal nungguin kamu?" Semprot Bu May saat pintu terbuka.


"Maaf bu tadi aku lagi sholat bu." Jawab Aisyah.


"Nih bawain belanja saya ke kamar, awas jangan sampai ada yang rusak, itu barang mahal semua, gak bakalan mampu kamu gantinya.


"Baik bu". Jawab Aisyah kemudian membawa belanjaan Bu May kekamarnya.


"Ya sudah taruh aja dikasur, cepatan keluar saya mau istrihat". Usir Bu May.


Aisyah pun segera keluar dan menutup pintu dan kembali kekamarnya.


***


Sementara itu di dalam kamar nya Bu May, dia tengah sibuk membongkar belanjaan nya tadi. Diapun tidak lupa dia pamer di sosmed miliknya.


'Makasih ya Bella, menantu kesayangan ibu udah belanjain ibu'. Tulis Bu May. Tidak berapa lama banyak masuk notifikasi di ponselnya. Rata - rata isi komentar nya yang membuat Bu May tersebut lebar.


'Bertambah lagi koleksi barang mewahku, lain kali aku akan minta Bella untuk membelikan aku perhiasan, pasti dia tidak akan menolak'. Batin Bu May.


Sedang asik mencoba pakaian barunya, tiba - tiba pintu kamarnya terbuka. Ternyata anak bungsunya yang masuk.


"Kamu baru pulang Ran? Siapa yang bukain pintu kok ibu gak dengar suara pintu diketuk?" Tanya Bu May pada Rani yang tiba - tiba sudah di kamar nya.


"Siapa lagi kalau bukan si udik itu. Tadi aku telpon dia buat buka pintu, malas aku ngetuk - ngetuk pintu. Ibu habis belanja ya? Ada buat aku gak?" Tanya Rani sambil memperhatikan belanjaan ibunya.


"Iya nih habis dibelanjain sama kakak ipar kamu istrinya Ryan. Ibu gak sempat beliin buat kamu, nanti aja kita belanja berdua, sekalian kita pergi nyalon". Jawab Bu May.


"Beneran ya bu nanti ajakin aku belanja juga. Kalau aku pakai barang mewah kayak gini pasti teman - temanku pada iri, aku juga udah lama gak perawatan". Ucap Rani bersemangat.


"Iya beneran. Ya udah sana ibu mau istirahat". Ujar Bu May nyuruh Rani.


Rani pun keluar rumah dari kamar ibunya dan menuju kamarnya.


***


Keesokan harinya, sehabis sholat subuh Aisyah sudah disibukkan dengan segala pekerjaan rumah yang sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Sehabis membuat sarapan, dia menyiapkan baju seragam suami nya. Setelah suaminya berangkat kerja, dia pun membersihkan seluruh rumah, mencuci peralatan makan, tidak lupa menyiram tanaman agar tak layu. Sekitar pukul sembilan pagi pekerjaan rumah telah selesai semua. Adik iparnya sudah pergi ke kampus sedangkan ibu Mertuanya lagi bersiap ke rumah Bu RT katanya sih mau bantu rewang khitanan cucu Bu RT, tapi kok semua emasnya dipakai semua, belum lagi nenteng tas cendol.


"Saya mau kerumah Bu RT, kamu gak usah ikut ntar malah malu - maluin saya dengan penampilan kucel kamu". Ucap Bu May kemudian meninggalkan rumah menuju rumah Bu RT.


Aisyah mengelus dada atas perlakuan ibu Mertuanya.


Sedangkan di rumah Bu RT, sudah ramai dengan para ibu - ibu yang membantu rewang. Terlihat penampilan Bu May yang paling mencolok. Walaupun sudah berumur setengah abad, penampilannya tidak mau kalah sama anak muda.


"Assalamualaikum selamat pagi ibu - ibu semua, maaf ya aku telat soalnya habis beres - beres rumah dulu baru kesini". Ucap Bu May berbohong.


Semua ibu - ibu semuapun menoleh kearahnya dengan tatapan aneh, karena menurut mereka penampilan ibu May terlalu berlebihan kalau cuma ingin untuk membantu rewang.


"Kalian kenapa liatin saya kayak gitu? Pasti kalian kagum ya liat saya, jelaslah barang yang saya pakai mahal semua. Kalian mana mampu belinya". Ujar Bu May dengan sombongnya.

__ADS_1


Ibu - ibu hanya diam tidak menimpali apapun. Karena kesal tidak ada yang memuji penampilan, dia pun berlalu ke dalam rumah untuk bertemu dengan Bu RT.


"Ikh sombong banget itu Bu May mentang - mentang bisa beli barang mewah dan perhiasan, pake acara merendahkan kita, norak banget mau bantu rewang aja penampilan nya kayak gitu, persis badut Ancol kena penyakit kuning". Ucap seorang ibu kesal.


Ada yang merespon dengan ketawa lirih, ada senyum, ada juga hanya diam tidak respon. Karena mereka tau bagaimana kelakuan Bu May yang bar - bar jadi mereka memilih untuk tidak mencari masalah dengannya.


Tidak lama Bu May keluar bersama Bu RT sambil membawa bingkisan dari Bu RT.


"Terimakasih ya Bu RT buat bingkisannya, maaf ya saya gak bisa lama - lama soalnya masih ada kesibukan lain. Oya ini ada rejeki ya Bu mohon diterima. Saya permisi dulu, assalamualaikum". Pamit Bu May.


"Gak apa - apa bu, ibu udah datang aja saya sudah senang, moga suka ya dengan bingkisan, makasih juga bu. Wa'alaikum salam". Jawab Bu RT.


Setelah kepergian Bu May.


"Udah datang telat, gak bantuin apa - apa, pulang bawa bingkisan pula". Gerutu ibu yang tadi.


"Biar dia cepat pulang, daripada sini cuma bikin ribut". Jawab ibu yang lain.


Ibu yang lain manggut - manggut menyetujui kemudian melanjutkan pekerjaan mereka.


Bu May pulang kerumah dengan dongkol.


"Dasar ibu - ibu norak, saya udah dandan paripurna gini, udah pake baju mahal dan tas mahal belum lagi perhiasan yang saya pake, tapi gak ada ya muji saya, Bu RT juga gak berkomentar apapun, padahal baju yang saya pakai lebih bagus dari dia, emaspun lebih banyak saya". Ucapnya jengkel karena berniat pamer tapi tidak digubris siapapun.


"Kira - kira ini bingkisan isinya apa ya"? Setelah di buka dia pun makin kesal karena isinya tak sesuai keinginan nya.


"Apaan ini isinya, cuma kayak gini, nasinya dikit, sayurnya dikit, ini juga potongan ayamnya juga kecil banget. Dasar pelit itu si Bu RT, rugi tadi aku ngasih amplop. Gak level aku makanan beginian". Gerutu Bu May.


Aisyah yang heran melihat mertuanya marah - marah setelah kembali dari rumah Bu RT, jadi penasaran. Ia pun bertanya


"Ibu kenapa marah - marah?" Tanya Aisyah.


"Gak usah nanya - nanya kamu, bikin tambah jengkel aja. Pergi kamu dari sini, enek saya liat muka kamu". Bentak Bu May mengusir Aisyah.


Aisyah pun berlalu meninggalkan ibu Mertuanya.


Tiba - tiba ponsel Bu May berdering, ternyata dari teman sosialitanya Bu Merry. Dia menarik nafas lalu menghembuskan kembali sebelum ngangkat telfon.


"Hallo Jeng, apa kabar? Ada apa nih tumben nelfon?" Tanya Bu May dengan suara lembut padahal tadi dia habis marah - marah.


"Sekarang ya? Dimana? Ok saya otw. Bye". Ucap Bu May menutup panggilan. Ternyata teman - teman sosialitanya ngajak ngumpul di cafe. Ia pun segera memesan taxi online.


Tak berapa lama taxi yang dipesan telah sampai, dia pun memanggil menantunya.


"Aisyahhhhh". Teriaknya.


"Iya Bu ada apa" Tanya Aisyah karena tadi dia baru selesai melipat pakaiannya dikamarnya.


"Saya mau pergi keluar, nanti kalau Rani pulang cariin saya, bilangin saya ada ngumpul sama teman- teman saya, kamu jangan lupa masak buat dia. Itu ada nasi kotak kamu habisin saja, saya tidak selera makannya". Ucap Bu May berlalu keluar rumah sambil membanting pintu.


Duarrr...

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim". Ucap Aisyah beristighfar melihat kelakuanku ibu mertuanya.


Bersambung.


__ADS_2