Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 39


__ADS_3

Pov (Author)


Arya terlihat terburu - terburu menuju parkiran begitu sudah waktunya pulang kantor, dia tidak ingin sampai bertemu dengan Siska. Takutnya wanita itu memaksa untuk diantar pulang. Untung tadi dia sudah menyuruh Lily menahan wanita itu.


Setelah sampai di parkiran, dia bergegas masuk ke mobilnya dan segera melaju meninggalkan kantor. Dia bernafas lega karena tidak bertemu dengan wanita itu.


Tidak lama kemudian dia sampai di rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya, dia bergegas masuk ke rumah. Terlihat istrinya sudah menunggunya di ruang tamu. Aisyah meraih tangannya dan menci*umnya dengan takzim, Arya membalas dengan kecupan di kening Aisyah.


Setelah Arya berganti pakaian, mereka berdua makan bersama di meja makan. Seperti biasanya, Aisyah selalu melayani Arya dengan baik walaupun sekarang kondisi tengah mengandung sekalipun.


Arya makan dengan lahap karena menu hari ini adalah makanan kesukaannya yaitu ayam kecap. Tapi Aisyah tampak termenung dan hanya mengaduk - aduk makanannya. Dia masih kepikiran kejadian tadi saat dia bertemu dengan wanita yang mirip kakak ipar bersama pria tua di mall


"Yank kenapa makanannya gak dimakan? Kamu mikirin apa?". Tanya Arya menyadarkan lamunn istri, karena sejak tadi dia memperhatikan istrinya yang termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ah gak ada apa - apa kok mas, aku cuma kangen mendiang Etta dan Emma". Jawab Aisyah terpaksa berbohong lagi.


"Insyaallah kalau Dede utun sudah lahir kita pulang ke kampung ke kamu ya yank". Ujar Arya menenangkan istrinya.


"Beneran mas? Aku udah kangen banget sama kampung halamanku, udah lama gak pulang kampung". Tutur Aisyah dengan mata berbinar.


"Iya beneran yank. Sekarang habisin makanannya, kasihan Dede utunnya lapar". Ucap Arya lagi sembari mengucap kepala istri lembut


Aisyah pun makan dengan lahap.


"Oh iya gimana tadi periksa Dede utun? Apa kata dokter?" Tanya Arya.

__ADS_1


"Alhamdulillah Dede utun sehat dan tidak ada kelainan apapun, tapi aku gak nanya jenis kelaminnya biar jadi surprise buat kita. Gak apa - apa kan mas?". Tanya Aisyah.


"Iya mas ngikut kamu aja". Jawab Arya tersenyum.


Setelah makan dan membereskan meja makan serta mencuci piring, Arya mengajak istrinya ke kamar untuk beristirahat.


"Oh iya mas ruko baru di seberang mau disewain perbulan atau pertahun, tadi aku diberitahu sama emak kalau itu ruko milik temannya babe. Babe dipercayakan untuk nyariin penyewa. Emak bilang kalau kita mau nyewa gak perlu kuatir soal harganya". Cerita Aisyah begitu masuk kamar dan berbaring di ranjang.


"Wah kebetulan banget mas juga berpikir untuk nyari tempat buat mindahin lapak kita, di sini udah sesak gak bisa lagi nampung pelanggan yang tiap hari makin ramai. Apalagi kita udah mau punya anak. Ya udah besok kita ke rumah babe buat bicarain soal ini, mas besok juga libur." Timpal Arya.


Aisyah mengangguk hanya menanggapi perkataan suaminya.


'Lebih baik tidak usah aku ceritakan ke Mas Arya soal kejadian di Mall tadi, lagian aku tidak punya bukti. Semoga aja wanita itu bukan Bella, hanya sekedar mirip saja. Tidak mungkin juga Mbak Bella mengkhianati Mas Ryan". Batin Aisyah.


***


Setelah sarapan Arya dan Aisyah pergi ke rumah Pak Haji Mansur untuk membicarakan soal ruko yang baru dibangun itu. Sesampainya di rumah pak Haji, setelah berbicara sebentar kemudian mereka berdua di temani Pak haji pergi menuju ruko tersebut. Posisi ruko itu tepat di samping tanah kosong milik Pak Haji.


Rukonya cukup luas untuk membuka tempat usaha. Rukonya terdiri dua lantai dimana lantai bawah terdapat dapur dan kamar mandi, dapur nya juga luas terdapat wastafel dan tempat untuk laundry. Sedangkan lantai atas terdapat dua kamar tidur dan juga kamar mandi. Tiap kamar mandi juga dilengkapi dengan shower dan WC duduk. Ada juga tempat untuk menjemur pakaian di bagian rooftop. Untuk airnya menggunakan pompa air listrik dengan tandon air ukuran 1200 L. Sirkulasi udaranya juga bagus. Kata Pak haji konsep rukonya memang untuk tempat usaha sekaligus untuk tempat tinggal. Pak Haji memberi harga sewanya sebulan adalah dua juta rupiah, dan untuk sewa setahun adalah sepuluh juta. Itu harga awal yang dikasih oleh teman pak Haji, beliau tidak mengambil untung sama sekali, murni hanya untuk membantu temannya.


Setelah berkeliling dan melihat detail dari ruko tersebut, Arya dan Aisyah sepakat untuk menyewanya ruko itu selama setahun karena berdua sudah suka dengan ruko itu. Mereka membayar penuh uang sewa setahun melalui mobile banking langsung ke rekening milik teman Pak Haji yang bernama Pak Syukur.


Seusai beres semua Pak haji pamit mau ke Empang setelah menyerahkan kunci ruko kepada Arya dan Aisyah. Rencana mereka akan pindah ke ruko baru setelah peresmian tempat produksi lulur selesai yang akan resmi dijalankan hari Jumat depan. Mundur dari perkiraan sebelumnya karena keterlambatan pengiriman alat produksi.


***

__ADS_1


"Sayang kok kamu keliatan gelisah gitu?" Tanya seorang pria tua pada teman kencannya. Sedangkan yang ditanya hanya diam saja.


Mereka berdua tengah berada di kamar hotel setelah habis berbelanja.


"Kan om habis belanjain kamu banyak, apa masih kurang? Atau mau om tambahin uang jajan kamu? Senyum dong masa mukanya gitu". Ucap pria tua itu.


Wanita itu mencoba tersenyum dengan terpaksa, dia tidak ingin membuat sumber uangnya kecewa yang berdampak buruk pada keuangannya. Sebenarnya dia jijik harus melayaninya pria tua buncit itu tapi mau bagaimana lagi dia butuh uang banyak untuk memenuhi kehidupan mewahnya. Dia menyalahkan suami yang di ambang bangkrut sehingga dia terpaksa menjadi pemuas naf*su bandot tua beristri yang sudah mempunyai cucu.


'Kalau bukan karena uangnya, naj*is aku mau bercinta dengan laki - laki bangkotan ini. Semua ini karena Mas Ryan yang tidak berguna, kenapa juga dia harus bangkrut'. Batin Bella.


Iya wanita itu adalah Bella istri Ryan, jadi tadi di mall Aisyah tidak salah lihat. Hal itu yang juga membuatnya sedari tadi gelisah karena dia juga melihat seorang wanita yang mirip dengan adik ipar yaitu Aisyah saat di mall tadi.


'Semoga saja wanita yang tadi bukan Aisyah, walaupun aku sudah mulai muak dengan Mas Ryan tapi aku tidak mau harga diriku jadi rusak kalau ketahuan menjadi wanita simpanan". Gumamnya lagi.


Ting..


"Om sudah transfer uang jajan kamu, sudah om tambahin juga". Ucap pria tua yang diketahui bernama Broto menyadarkan Bella.


Bella segera memeriksa ponselnya, matanya melotot melihat nominal uang yang di transfer oleh om Broto, dua kali lipat dari yang biasa. Dengan wajah sumringah dia memeluk lelaki simpanannya itu.


"Makasih ya Om, Bella makin cinta deh sama Om". Ucap Bella kemudian mengecup pipi Om Broto.


"Iya sama - sama sayangku, tapi masa cuma makasih doang. Yang lebih spesial doang". Jawab Om Broto sambil menaik turunkan alisnya.


Bella yang mengerti maksud dari pria simpanannya pun berdiri dan mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga tidak ada sehelai benangpun yang meletak tubuh mulusnya sembari meliuk - liukan badan seperti seorang penari striptis. Om Broto yang melihatnya tidak mampu menahan nafsunya segera menerjang Bella dan menghempaskannya ke ranjang.

__ADS_1


Om Broto segera melepaskan semua pakaiannya yang dia kenakan hingga terlihat lemak menggelambir ditubuh keriputnya, tidak lupa Bella mengingatkannya menggunakan pengaman karena dia tidak ingin hamil anak pria tua itu. Terjadilah pergumulan antara mereka berdua yang begitu panas sehingga membuat mereka lupa akan dengan dosa dan keluarga mereka masing - masing. Yang ada dipikiran mereka saat ini hanya naf*su dan uang.


Bersambung.


__ADS_2