
Pov (Aisyah)
Hari ini sehabis sholat aku bergegas menuju dapur untuk membuat untuk bumbu tambahan indo*mie dan untuk bumbu seblak. Aku juga akan membuat jajanan korea yang tinggal sedikit, sesatean dan boba.
Walaupun aku sibuk tapi aku tidak melalaikan kewajibanku mengurus kebutuhan suamiku. Baju seragamnya sudah kusiapkan.
Karena Mas Arya tidak suka sarapan, jadi aku hanya menyiapkan roti bakar coklat dan teh hangat untuknya. Dia juga tidak minta tidak usah dibawakan bekal karena tahu aku sedang sibuk, nanti dia akan makan siang dia tanpa kerjanya.
Kalau dulu Mas Arya bawa bekal dari rumah untuk berhemat, sekarang kami sudah punya. Insyallah kalau cuma untuk makan siang dan uang bensin gak perlu sampai berhemat.
Setelah Mas Arya berangkat kerja, aku kembali dengan kesibukanku.
Ting tong
Ting tong
Ratna yang memencet bel, aku tahu dari CCTV yang terpasang diluar pagar
Aku pun bergegas membukakan pagar untuknya dan mempersilahkan dia masuk.
"Mbak ini ada titipin makanan dari emak hajjah". Ucapnya sambil meletakkan beberapa Tupp*erwa*re berisi makanan pemberian emak diatas meja makan.
"Kok repot - repot banget sih? Kamu udah makan Rat?". Tanyaku
"Kata emak hajjah takutnya Mbak Ais gak sempat masak makanya suruh bawain makan. Aku udah makan Mbak sebelum kesini". Jawab Ratna.
"Ya udah nanti aku yang ngomong sama emak, mbak gak enak selalu ngerepotin emak". Ucapku berlalu ke dapur.
"Iya Mbak, oya mana yang harus kerjain Mbak?" Tanya nya lagi sambil mengikutiku ke dapur.
Selain membantu di lapak, Ratna juga membantuku di bagian produksi. Tentu saja gajinya beda dengan karyawan yang lain.
"Ini kamu tolong bikin dimsumnya ya, adonan isiannya udah jadi tinggal dimasukin ke kulitnya. Nanti yang rasa original atasnya dikasih wortel, yang isi keju atasnya dikasih wijen putih, yang isi jamur atasnya dikasih wijen hitam dan yang isi udang atasnya dikasih Nori". Terangku padanya.
Ratna mengangguk pertanda dia mengerti dengan penjelasanku. Dia pun segera mengerjakan tugasnya sesuai instruksiku.
Sementara aku melanjutkan untuk membuat Boba dan adonan corndo*g.
Setelah selesai dengan dimsum, aku juga mengajari cara menyusun isian kimbab dan cara menggulungnya. Karena dia cepat tanggap dan cepat belajar, aku tidak susah mengajarinya.
Akhirnya selesai juga pekerjaanku dan Ratna. Akupun menuju kamarku untuk mandi dan sholat, Ratna minta izin untuk mandi dan berganti pakaian disini, dia tidak sholat karena sedang datang bulan.
Setelah itu aku mengajaknya untuk makan siang bersama, sehabis makan kami bersiap untuk membuka lapak. Aku dibantuin Ratna membuka lapak dan menata barang jualan. Tidak lama kemudian karyawanku yang lain sudah datang semua.
Aku memang membuka lapakku setelah sholat Dzuhur, sehingga kami punya cukup waktu untuk istirahat, karena untuk hari biasa kami buka sampai jam sepuluh malam. Sedangkan malam Minggu sampai jam dua belas malam.
__ADS_1
Alhamdulillah setelah selesai membuka lapak, tidak lama kemudian pembeli sudah mulai berdatangan, yang paling didominasi dengan anak sekolahan.
Ada juga beberapa mahasiswa yang mampir untuk makan siang dan mengejar tugas kuliah.
Saat aku sedang duduk di meja kasir, Mila datang menghampiriku.
"Mbak gimana kalau kita tambahin makanan ringan seperti basreng, makaroni dan mie lidi yang dikemas dalam plastik kayak gini. Anak - anak suka jajanan kayak gitu, bahkan orang dewasa suka doyan". Ujar Mila sambil menunjukkan gambar di ponselnya.
"Wah ide bagus Mil, nanti Mbak akan buat beberapa dulu. Kalau banyak peminat baru bikin yang banyak. Makasih ya buat ide kamu". Ujarku sambil mengacung jempol kepadanya.
"Sama - sama Mbak, kan kalau lapak rame, kami kan dapat bonus juga. Ya udah Mbak aku balik kerja lagi". Ucapnya sambil nyengir lalu kembali ke depan untuk melayani pembeli.
"Sip udah pasti itu". Jawabku tersenyum.
Mumpung udah gak ada pesanan, aku membuka ponsel dari kemarin saking sibuknya pembukaan perdana lapak.
Aku buka aplikasi hijau, banyak pesan di grub. Ibu - ibu pada mengupload foto - foto kemarin saat pembukaan lapak. Aku tersenyum lucu melihat foto yang dibagikan. Banyak pujian dari
mereka pada komenan grub.
'Makasih ya ibu - ibu udah hadir dan memeriahkan pembukaan kemarin, maaf kalau ada yang kurang. Maaf juga kalau baru bisa balas chatnya karena baru pegang hp'. Ketikku di chat grub.
Beberapa jam kemudian, Mas Arya pulang kerja. Aku pamit ke Ratna dan meminta tolong padanya untuk menghandle kasir. Lapak juga sudah gak terlalu ramai tinggal beberapa orang yang sedang makan.
Akupun menghampiri suamiku dan menci*um tangannya. Kemudian kami berdua masuk ke dalam rumah.
Sehabis sholat aku mengajak suamiku untuk makan, aku tak ikut makan karena masih merasa kenyang.
Setelah menemani suamiku makan, aku membereskan meja makan, dan mencuci piring. Aku hendak kembali ke lapak. Mas Arya ingin membantu tapi aku menyuruh istrihat saja, kalau ingin membantu nanti malam saja.
Aku pun kembali ke lapak, dan menyuruh untuk istirahat sholat dan makan. Biar aku yang ganti menjaga lapak.
Sore hari gini lapak diserbu anak - anak yang pulang ngaji dan yang sedang main bola dilapangan.
Betul yang dibilang sama Mila, jajanan kayak gitu banyak yang nyari. Sekarang aja anak - anak pada nanyain. Aku harus segera membuatnya.
Ting
Ada pesan masuk di aplikasi hijau.
'Assamu'alaikum neng Aisyah. Ini Mpok Atiek. Katanya lu buka warmindo ya? Maaf ya kemarin kagak bisa hadir pas pembukaan, gua habis meriang'.
'Bisa delivery kagak, gua lagi pengen makan yang pedes - pedes seger. Ada menunya apa aja, coba kirim ke gua. Kalau kagak bisa delivery biar anak gua kesitu ambil'. Chat dari Mpok Atiek.
"Wa'alaikum salam, iya gak apa - apa Mpok. Aku tanyain karwayanku dulu bisa ngantarin gak kesitu". Balasku sambil mengirim gambar menu.
__ADS_1
Tak lama ada balasan dari Mpok Atiek.
'Seblak kuah komplit satu porsi yang level tiga, mitul(mie tulang) baso satu porsi kagak pedes, sama es Boba coklat'. Balasan Mpok Atiek.
Karyawanku sudah selesai istirahat, aku pun meminta Ratna untuk memanggil Jaka.
Tidak lama kemudian Jaka datang menemuiku.
"Ada apa Mbak?". Tanya Jaka bingung kenapa aku memanggilnya.
"Aku mau minta tolong, bisa gak kamu antarkan pesanan ke warung Mpok Atiek di jalur tiga? Kamu tahu gak alamatnya?". Tanyaku.
"Mpok Atiek emaknya Lela kan Mbak? Iya tau Mbak, anaknya teman sekolah aku dulu". Jawabnya
"Ya udah dikit lagi pesanan jadi langsung kamu antarkan ya". Ucapku.
'Mpok dikit lagi pesanannya jadi, nanti karyawanku yang antarin'. Chatku.
'Ok ditunggu'. Balas Mpok Atiek.
Setelah sudah siap semua, Ratna memberikan kepada Jaka. Jaka pun bergegas mengantarkan pesanan itu menggunakan motor miliknya.
"Hati - hati Jaka bawa motornya, jangan ngebut". Ujar memperingatinya.
Dia membalas dengan mengklakson.
***
Lima belas kemudian Jaka sudah kembali dari mengantarkan pesanan dan menyerah uangnya kepadaku tapi saatku hitung lebih sepuluh ribu. Kata Jaka itu ongkos delivery dari Mpok Atiek. Uang ongkir untuk aku berikan kepadanya, sebagai upah dia yang mengantar.
Lapak mulai ramai lagi oleh pembeli dari yang makan ditempat ataupun yang takeaway.
Seperti aku harus mendaftarkan lapak di aplikasi go*jek dan sho*pee food, biar yang gak sempat kesini atau jauh jaraknya bisa pesan juga. Nanti aku minta tolong sama Mas Arya caranya gimana. Nanti setiap menu yang sudah jadi akan kufoto untuk dimasukkan ke aplikasi.
Ting.
Aku mengambil ponsel di saku celanaku, ada chat dari Mpok Atiek.
'Neng enak banget ini makanannya, badan gua yang tadi kagak enak sekarang udah segeran habis makan seblak lu. Udah gua promoin di status wa dan face*book gua. Pokok nya dah masakan lu top banget. Anak gua juga bilang enak'. Isi chat Mpok Atiek.
Aku senang baca chat dari Mpok Atiek, Alhamdulillah karena dia menyukai menu di "Teras Jajanan Aisyah".
'Alhamdulillah, makasih banyak Mpok. Jangan pernah bosan ya jajan di lapakku'. Balasku.
Lalu menyimpan ponselku kembali karena ada pembeli yang mau membayar.
__ADS_1
Bersambung.