Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 58


__ADS_3

Pov (Aisyah)


Hari ini hari pertama lapak Aisyah buka di tempat yang baru, sudah banyak pelanggan yang datang dan semua karyawan sudah bekerja pada tugasnya masing - masing.


"Gimana Rat lancar?" Tanya Aisyah.


"Alhamdulillah lancar dan aman terkendali Mbak". Jawab Ratna, dia tengah membuat pesanan.


"Lebih enak disini atau di tempat yang lama?" Tanya Aisyah lagi


"Jelas disini lah Mbak, tempatnya luas, aku jadi leluasa kalau lagi masak, duduk juga bisa lurusin kaki. Bebas gerak pokoknya". Jawab Ratna sambil nyengir.


"Ya udah lanjut gih, Mbak tinggal ke depan ya, Mbak pesan seperti biasa". Ucap Aisyah dan berlalu ke depan.


"Siap Mbak, ntar aku buatin yang spesial buat Mbak". Ujar Ratna dengan mengangkat jempolnya.


Tidak berapa lama Ratna datang membawa pesan Aisyah yaitu siomay komplit dan jus mangga tanpa gula.


"Ini Mbak pesanannya". Ucap Ratna sambil meletakkan pesanan Aisyah di atas meja.


"Makasih Ratna cantik, oya kamu udah beres kan? Sini duduk dulu Mbak mau ngomong". Ujar Aisyah menyuruh Ratna duduk di sebelahnya.


"Ada apa Mbak, aku gak bikin salah kan?". Tanya Ratna penasaran.


"Haha.. Gak lah, santai aja. Mbak cuma mau bilang gimana itu teman kamu yang mau jadi host live dan admin online produk lulur dan cemilan Mbak? Kan tempat produksi lulur Mbak yang baru udah jalan". Tanya Aisyah sambil menyantap makanannya.


"Oh iya aku sampai lupa bilang ke Mbak soal itu, mereka tinggal nunggu kabar dari Mbak jadinya gimana?". Jawab Ratna sambil menyomot makanan milik Aisyah.


Semua karyawannya sudah di anggap keluarga oleh Aisyah, apa yang dia makan pasti di bagi sama karyawannya. Tak jarang mereka makan bersama seperti ini. Tapi di antara semua karyawannya, dia paling dekat dengan Ratna. Mereka sering bertukar pikiran dan saling meminta saran, Ratna sudah dia anggap adiknya sendiri.


"Kapan mereka mau mulai kerja? Besok pun bisa, nanti mereka bisa live di lantai dua yang buat ruang tv, tempatnya kan juga luas banget. Pake main bola juga bisa kayaknya, hehehe". Kelakar Aisyah.


"Hahaha.. Mbak udah bisa ngelawak ya, udah kagak kaku kayak dulu. Oke Mbak sebentar aku hubungi mereka". Ucap Ratna sambil tertawa pelan mendengar lawakan bosnya.


"Iya kan Mbak ketularan kamu dan Mila, kebanyakan bergaul dengan kalian makanya kayak gini. Ya udah kamu atur aja gimana baiknya, Mbak percaya sama kamu. Oya Mbak juga mau nambah karyawan di bagian dapur biar ada yang bantuin kamu. Ada rekomendasi dari Mbak Ningsih, dia saudaranya Pak Rahmat. Dia dulu pernah kerja di rumah makan. Sama buat bagian melayani pembeli juga mau Mbak tambah, kasian Mila kalau kerja sendiri". Ujar Aisyah.


"Oke siap bos, aku balik ke dapur ya Mbak udah ada yang pesan lagi tuh, ntar Mila malah ngomel kalau aku kelamaan bikin pesanan". Ucap Ratna lalu kembali ke dapur.


Setelah menghabiskan makannya, Aisyah membawa piring dan gelas kotornya ke dapur, karena dia lihat Mila sibuk melayani pelanggan.


Saat sampai di tempat cuci piring, nampak Wulan sedang bersantai sambil memainkan ponselnya padahal piring kotor sudah menumpuk.

__ADS_1


Saking asyiknya dia tidak sadar kalau Aisyah sudah duduk di sebelahnya.


"Wah game apaan tuh Lan, kayaknya seru banget". Ucap Aisyah melihat layar ponsel Wulan, dia tengah bermain game online yang sedang hits.


"Ah ganggu aja, lagi seru...". Omongannya terpotong dia baru sadar sedang di tempat kerja. Dia kaget sebelahnya sudah ada Aisyah yang menatap dengan tersenyum. Dia sontak berdiri dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


Dia nampak pucat pasi dan berkeringat, dia takut akan pecat karena misinya belum selesai di sini.


"Ma.. Maaf Mbak". Ucapnya dengan suara tergagap.


"Kenapa berdiri? Sini duduk dulu, Mbak mau ngomong sama kamu sebentar". Ujar Aisyah lembut seraya menepuk tempat yang di duduki Wulan tadi.


Wulan pun duduk di tempatnya semula dengan kepala menunduk, dia tidak berani menatap Aisyah.


"Mbak gak pernah larang kalian karwayan - karyawan Mbak buat megang ponsel itu hak kalian, tapi sebelum itu kerjakan dulu kewajiban kalian dengan baik. Kamu liat piring kotor udah pada numpuk, sedangkan di luar sedang ramai pembeli". Ucap Aisyah lagi masih dengan nada lembut.


Sebenarnya dia sudah banyak mendengar aduan yang kurang baik tentang kinerja Wulan tapi dia masih mengedepankan kemanusiaan. Kalau dia mau dia bisa gantikan Wulan dengan orang lain. Banyak yang mau kerja dengan Aisyah, karena mereka tau Aisyah bos yang baik, royal dan tidak sombong.


"Iya Mbak aku minta maaf". Hanya itu terucap dari mulut Wulan, dia masih menunduk.


"Iya udah jangan diulangi lagi, kerjakan tugas kamu dengan baik. Tolong jangan kecewakan Mbak". Ujar Aisyah sambil menepuk pundak Wulan, lalu dia berdiri dan meninggalkan Wulan dan membiarkan memikirkan kesalahannya.


***


Rani tengah bersiap - siap untuk keluar, dia membawa koper dan barang - barangnya. Dia berencana untuk sekalian pindah, mungkin untuk hari ini dia akan tinggal di motel atau penginapan dan besok baru dia mencari kost - kostan.


Dia keluar kamar sambil menarik kopernya, Bu May yang sedang menonton TV heran melihatnya.


"Kamu mau kemana bawa - bawa koper segala?" Tanya Bu May bingung.


"Masa ibu lupa sih? Kan baru semalam aku bilang kalau aku mau ngekost". Jawab Rani ketus.


"Loh sekarang kamu pindahnya, ibu kirain masih beberapa hari lagi". Ucap ibu May menahan emosi mendengar jawaban Rani yang ketus.


'Sabar May jangan emosi, ingat uang yang dia kasih'. Batin Bu May.


"Aku hari ini ada kerjaan sampai malam, jadi sekalian aja pindahnya dari pada bolak - balik, sementara aku nginap di temanku". Ujar Rani masih dengan nada ketus.


"Ya udah hati - hati, jangan lupa kabari ibu ya, kamu harus sering - sering jenguk ibu dan jangan lupa jatah bulanan ibu". Ucap Bu May nyengir kuda.


"Iya iya bawel banget, ngomong aja terus tadi. Nih mending ibu bantuin aku bawain koper aku ke depan itu taksi online aku sudah datang". Ujar Rani menyerah dengan kasar kopernya ke ibunya lalu berjalan keluar tanpa menunggu jawaban ibunya.

__ADS_1


'Sabar sabar, pengen rasanya aku ramas mulutnya'. Batin Bu May geram sambil menarik koper Rani dengan susah payah karena lumayan berat.


Setelah taksi yang dinaiki Rani melesat meninggalkan rumah, Bu May bergegas masuk ke dalam rumah. Nampak ibu - ibu yang berada di warung Mpok Atiek tengah berbisik - bisik ke arah rumah ibu May, siapa lagi kalau bukan si ratu gosip Mpok Ely dan ganknya.


***


Akhirnya Rani sampai di sebuah penginapan, dia merebahkan dirinya sejenak.


Ting


'Hotel Paradise nomor 121". Isi pesan dari Pak Ronald.


Rani sumringah mendapat pesan dari Sugar Daddynya, dan dia segera membalasnya.


"Masih ada waktu empat jam sebelum ketemu Om Ronald, mending sekarang gue ke salon dulu biar penampilanku makin cantik dan Om Ronald makin tergila - gila sama gue". Gumam Rani, dia bergegas mandi dan berganti pakaian. Setelah itu menuju salon yang tidak jauh dari tempat dia menginap.


Waktu malam tiba, Rani sudah tiba di hotel tempat pertemuan dengan Pak Ronald. Dia sudah tampil cantik, senyum mengembang di wajahnya. Tentu saja pertemuan mereka tidak diketahui oleh Bella.


Dia telah sampai di kamar nomor 121, dia mengetuk pintu kamar. Tidak berapa lama pintu terbuka, muncul seorang pria bertelan*jang dengan hanya memakai celana pendek, menampilkan dadanya yang bidang. Oya wajah dan postur Pak Ronal hampir mirip dengan Aktor Ferry Salim.


Pria itu menarik tangan Rani pelan untuk masuk ke dalam kamar, tanpa berlama - lama dia menyerang Rani dengan ciu*man bertubi - tubi, Rani yang tadinya kaget segera mengimbanginya. Dia membalasan ciu*man pria itu.


Pak Ronald lalu menghempaskan tubuh Rani di ranjang dan segera melepaskan celana dan dalaman yang dia gunakan, sehingga menampilkan pusaka yang sudah berdiri tegak. Mata Rani membelalakkan melihat pusaka milik Pak Ronald yang cukup besar, ini pertama kali dia melihat kela*min pria secara langsung. Walaupun dia sudah tidak perawan tapi itu terjadi saat dirinya tidak sadarkan diri.


Tanpa menunggu lama, Pak Ronald segera membuka semua pakaian yang dikenakan oleh Rani. Dia menelan ludah melihat tubuh gadis di hadapannya. Setelah pemanasan, Pak Ronald segera memasukkan barang milik nya ke organ in*tim Rani yang telah basah.


Pak Ronald sempat menarik pusakanya untuk melihat apakah ada darah yang keluar atau tidak, ternyata tidak ada sama sekali. Dia mengerutkan keningnya.


'Ternyata dia sudah tidak pera*wan, tau gitu dari awal udah aku cobain aja dia. Aku tertipu dengan tampang polosnya. Tapi masih sempit sih punya dia'. Batin Pak Ronald dan melanjutkan permainannya.


Mereka melakukan banyak gaya hingga mereka mencapai ******* dan melakukan pelepasan bersamaan. Saking lelahnya mereka tertidur sambil berpelukan tanpa memakai pakaian.


***


Besok paginya setelah mandi bersama dan juga sarapan, Pak Ronald mengajak Rani untuk berbelanja karena kebetulan hotel tempat mereka menginap terdapat Mall.


Mereka berdua tampak mesra tanpa canggung memperlihatkan kemesraan mereka di depan umum. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka sedari tadi dan mengambil potret kebersamaan mereka berdua.


Hmm.. Siapa ya kira - kira orang itu dan ada tujuan apa?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2