Menantu Yang Terdzalimi

Menantu Yang Terdzalimi
BAB 47


__ADS_3

Pov (Author)


Dua hari kemudian, Rani tengah bersiap untuk bertemu dengan Bella. Dia memeriksa penampilannya apa ada yang kurang atau tidak. Setelah dia rasa sempurna, dia pun bergegas keluar dari kamarnya.


"Mau kemana kamu?". Tegur Bu May yang tiba - tiba keluar dari kamarnya.


"Aku mau nongkrong sama teman Bu, bosan di rumah terus". Jawab Ratna dengan setengah mungkin dan menutupi kegugupannya.


"Nongkrong terus aja ngabisin duit, mending cari kerja apa kek gitu. Biar gak nyusahin ibu terus". Cecar Bu May.


"Iya iya Bu, nanti Rani cari kerja. Iya udah Rani pamit dulu, udah ditungguin teman. Assalamu'alaikum". Jawab Rani dan segera beranjak dari hadapan karena dia sudah jengah mendengar ocehan ibunya.


"Wa'alaikum salam, tumben tuh anak ngucapin salam. Biasanya langsung aja pergi". Ujar Bu May ketika Rani sudah tak keliatan.


***


Tidak berapa lama Rani sudah tiba duluan di cafe yang sudah ditentukan oleh Bella. Dia pergi menggunakan Ojek Online karena bensin motor yang tinggal sedikit, lagian jarak cafe ini dari rumah gak terlalu jauh. Nanti buat ongkos pulang bisa minta sama Bella begitu pikirnya. Sembari menunggu dia memesan segelas es teh, Bella udah mengabari kalau dikit lagi dia sampai.


Selang beberapa menit yang dia tunggu pun datang juga, dia takjub melihat penampilan kakak iparnya yang makin cantik dan elegan dari sebelumnya yang biasa saja. Di sebelah Bella nampak seorang pria setengah baya yang berperut buncit, siapa lagi kalau bukan Om Broto.


"Hai Ran, maaf ya lama. Soalnya tadi Mbak habis temani bos Mbak meeting dulu sama kliennya. Oya kenalin ini Bos Mbak namanya Pak Broto. Pak Bos ini adikku Rani". Ucap Bella sambil memperkenalkan mereka berdua satu sama lain.


"Iya gak apa - apa Mbak, aku juga baru nyampe kok". Jawab Rani tersenyum manis


"Wah ternyata kamu punya adik ipar perempuan yang gak kalah cantik kayak kamu ya Bell". Ucap Om Broto sambil menyerangai menatap Rani dengan tatapan yang menjijikkan.


"Haha.. Bos memang pintar menilai wanita cantik". Ujar Bella tertawa. Diikuti dengan Om Broto yang tertawa bersama wanita simpanannya itu.

__ADS_1


Rani hanya tersenyum kikuk, dia merasa tidak nyaman dengan tatapan pria tua di depan yang mungkin seumuran almarhum ayahnya


Merekapun memesan makanan dan minuman, setelah pesanan mereka datang, segera mereka menikmatinya. Kecuali Rani yang seperti tidak berselera untuk menikmati makanannya karena Om Broto yang terus menatapnya dengan tatapan nakal. Sedangkan tangannya tengah mengelus paha mulus Bella yang tertutup dress. Sesekali tangannya menelusuk hingga ke bagian intim milik Bella yang terbungkus pakaian dalam.


Setelah makan Bella pun menjelaskan pekerjaan yang dia tawarkan sebelumnya kepada Rani.


"Jadi nanti pekerjaan kamu gampang aja, kamu cukup temani para klien Bos Mbak". Ucap Bella.


"Maksudnya temani gimana ya Mbak?". Tanya Rani bingung.


"Ya kayak temanin jalan, makan, belanja dan lain - lain". Terang Bella.


Rani terdiam sambil berpikir, dia tengah membayangkan harus menemani om - om genit seperti pria tua di depannya.


"Tenang kamu akan dapat imbalan paling sedikit lima juta sekali jalan". Ucap Bella, karena melihat keraguan di wajah Rani. Dia tidak ingin mangsa bagus di depannya ini lepas begitu saja.


"Iya bahkan bisa lebih dari itu kalau mereka puas dengan kinerja kamu, kamu juga akan di belanjain barang - barang mewah". Ucap Bella berusaha menyakinkan Rani, dia sangat tau kalau adik iparnya ini polos dan dia tidak jauh beda dengan ibu mertuanya yang matre. Tinggal di pancing sedikit dengan uang langsung matanya ijo.


"Gimana kamu mau gak? Sayang banget kalau gak diambil, kapan lagi dapat kerja enak dan gajinya gede. Tapi kamu jangan kasih tau ibu soal kerjaan dari Mbak ini". Ucap Bella terus menyakinkan Rani.


"Hmm.. Ya udah Mbak aku mau. Tenang aja Mbak, aku gak bakalan ngomong sama ibu". Jawab Rani mantap karena yang dipikirkannya sekarang dia akan mendapatkan banyak uang, toh kerjaannya nanti cuma temani jalan dan makan.


"Nah gitu dong, pilihan yang bagus. Hehe..". Timpal Om Broto terkekeh.


"Ya udah sekarang kamu tanda tangani kontrak kerja ini. Nanti kamu tanda tangannya sebelah sini, kamu baca aja dulu isinya apa". Ujar Bella sambil menyerahkan map yang berisi beberapa lembar kertas dan pulpen kepada Rani, padahal yang harus ditanda tangani hanya selembar. Dia sengaja agar Rani tidak bisa membaca isi kontrak itu secara detail.


"Gak usaha aku baca Mbak, aku percaya sama Mbak". Jawab dan langsung menanda tangani kontrak itu tanpa membacanya sedikit pun. Pikiran saat ini hanya dipenuhi dengan uang.

__ADS_1


Bella dan Om Broto saling melempar tersenyum dan memainkan alis mereka saat Rani menanda tangani kertas itu.


"Ini Mbak, sudah aku tanda tangani". Ucap Rani sambil mengembalikan map dan pulpen kepada Bella.


Bella terlihat sangat senang menerima berkas yang ditanda tangani oleh Rani. " Ya udah sekarang kamu ikut Mbak ke Mal, Mbak akan ajak kamu belanja dan perawatan nanti penampilan kamu akan dirombak biar makin cantik dan elegan seperti Mbak, kamu juga bebas mau beli apa aja". Ucap Bella tersenyum.


"Wah beneran nih Mbak, ayuk Mbak". Jawab Rani bersemangat, dia udah gak sabar untuk belanja dan perawatan.


 'Heh, jangan senang dulu gadis bodoh. Kamu itu akan aku jual dan aku bakal dapat uang banyak melalui kamu'. Batin Bella sambil tersenyum sinis ke arah Rani.


"Kalau begitu saya duluan ya, soalnya masih urusan lain. Uangnya udah saya transfer". Pamit Om Broto tapi sebelumnya dia mengedipkan mata ke arah Rani. Rani bergedik ngeri melihatnya.


Setelah Om Broto pergi, mereka berdua pun juga pergi menuju Mal mengunakan taksi online yang sudah dipesan oleh Bella sebelumnya.


***


Di Mal, Bella mengajak Rani untuk belanja pakaian, tas, dan sepatu branded setelah itu dia mengajak Rani ke salon untuk merombak penampilan adik iparnya. Cukup lama waktu yang mereka habiskan untuk berbelanja dan perawatan, tentu tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan Bella. Tapi dia tak ambil pusing toh ini semua pakai uang Om Broto. Lagian setimpal dengan yang akan Bella terima setelah menjual Rani nantinya. Apalagi Rani ini masih perawan pasti harganya mahal, ya walaupun Rani suka keluyuran tapi dia belum pernah pacaran. Tidak lupa tadi Bella mengambil potret Rani untuk nanti di kirim ke klien Om Broto.


Setelah selesai semua, mereka pun beranjak pulang menggunakan taksi online. Sepanjang jalan Rani terlihat bahagia karena bisa perawatan dan belanja barang - barang mewah. Bella menatap dengan senyum mengejek. 'Dasar bodoh, dikuliahkan bukan tambah pintar malah makin bodoh. Percuma saja Mas Ryan ngeluarin uang buat biayain kuliahnya'. Tapi setidaknya sekarang ada gunanya juga anak ini anggap saja sebagai pengganti semua uang yang sudah diberikan Mas Ryan untuk dia dan ibunya..Haha'. Batin Bella tertawa dalam hati


     Tidak lama kemudian mereka telah sampai di depan rumah Bu May, Rani pun segera turun sambil membawa semua belanjaannya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bella. Dan taksi tersebut lanjut mengantarkan Bella pulang.


Rani masuk ke rumah dengan perasaan gembira menenteng semua belanjaanya. Dia segerabmembuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang dia bawa. Setelah itu dia berjalan mengendap - endap sambil mengawasi sekeliling mencari keberadaan ibunya.


'Sepertinya ibu sudah tidur, baguslah kalau gitu jadi ibu gak akan lihat belanjaan gue'. Batinnya dan bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengunci dari dalam.


'Huh selamat, gak ketahuan ibu'. Gumam Rani bernafas lega. Dia pun memeriksa belanjaan dan menatap barang - barang itu dengan perasaan bahagia. Dia memotret satu persatu barang - barang tersebut, untuk dia pamerkan ke sosial media. Biar teman - teman tau kalau dia ini orang kaya. Tidak lama rasa menerpanya dan diapun tertidur bersama barang - barang mewahnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2