Mengejar Cinta Duplikat Istriku

Mengejar Cinta Duplikat Istriku
26. Aku merasa takut + Visual


__ADS_3

"Tapi, Mbak! Harusnya Mbak izin dulu ke Pak Joe, sebelum membawa Robert!" Syifa berlari mengejar. Dan kembali, dia mencekal lengan Robert. Mendadak, perasaannya menjadi takut. Tapi dia sendiri tak mengerti karena apa.


"Nggak perlu," tolak wanita itu. "Tolong lepaskan anakku."


Syifa menggelengkan kepalanya, lalu mengelus rambut kepala Robert. "Kamu ikut Ibu dulu untuk temui Daddymu. Kita harus izin dulu, Rob."


Robert menggeleng, lalu menghentakkan tangan Syifa hingga terlepas. Setelah itu dia meraih tangan wanita tersebut dan menariknya pergi.


"Rob! Jangan pergi, Nak!" teriak Syifa. Dia yang terlihat begitu khawatir itu langsung meraih tubuh Robert, lalu menggendongnya. Cepat-cepat dia berlari pergi menjauh dari wanita yang menyebut dirinya sebagai Mommy dari Robert itu. Sebab merasa takut jika nantinya dia kembali mengejar.


"Syifa! Bangun, Fa!" teriak seseorang yang menepuk pundak kanan Syifa berulang kali. Gadis itu pun seketika terperanjat dan membuka matanya dengan lebar.


"Robert!" serunya dengan deru napas yang tersengal-sengal. Syifa mengerjap beberapa kali, menatap ke arah depan. Ada wajah Umi Maryam di sana.


"Syifa, kamu kenapa? Dan kenapa dengan Robert?!" tanya Umi Maryam penasaran. Perlahan dia menarik lengan anaknya, hingga membuat anaknya duduk selonjoran.


"Apa aku tadi mimpi?!" Syifa menatap sekitar, ternyata sekarang dia berada di dalam kamarnya. Dan juga tengah berbaring di atas tempat tidur. "Astaghfirullahallazim."


"Iya. Tapi mimpi apa kamu sebenarnya? Mengigau sampai teriak-teriak?" Umi Maryam menuangkan teko air ke dalam gelas di atas nakas, lalu memberikan kepada Syifa. Supaya gadis itu merasa tenang, sebab wajahnya terlihat masih panik.


Syifa meraih gelas tersebut, lalu menenggaknya sampai tandas. Setelah itu dia berikan lagi kepada Umi Maryam dan sang Umi menaruhnya kembali ke atas nakas. "Aku tadi mimpi ketemu sama Robert, Mi, tapi dia ingin dibawa seorang wanita," ujar Syifa memberitahu. Dia masih mengatur napasnya yang naik turun.


"Wanita?! Siapa?" Umi Maryam mendudukkan bokongnya di atas kasur, di samping Syifa.


"Dia bilang Mommynya. Tapi aku merasa takut, Mi." Syifa menyentuh dadanya yang terasa berdegup kencang.

__ADS_1


"Takutnya kenapa?"


"Takut terjadi sesuatu kepada Robert. Tadi siang pas aku telepon ... dia bilang dia sakit, tapi nggak tau sakit apa." Syifa mengusap kasar wajahnya yang berkeringat. Kemudian kembali mengingat adegan dimimpinya.


"Coba kamu telepon lagi. Tanyakan langsung kepada Daddynya," saran Umi Maryam. Dia juga mengambilkan ponsel Syifa di atas nakas, lalu memberikan kepada pemiliknya.


Syifa langsung mengetik-ngetik benda pipih itu, kemudian mencoba menelepon Joe.


Panggilan itu baru saja terhubung, tapi tiba-tiba Abi Hamdan datang dan mengetuk pintu kamarnya yang sejak tadi terbuka lebar.


"Lho, kok kamu belum siap-siap sih, Fa? Fahmi nungguin kamu diluar noh!" seru Abi Hamdan yang tampak sebal menatap anaknya.


Jelas memang, sekarang adalah waktu dimana Fahmi datang ingin mengajak makan malam bersama. Tapi Syifa justru terlihat masih leha-leha.


Syifa langsung mengakhiri panggilan itu, sebab ingin menjawab ucapan sang Abi. Tidak sopan rasanya jika menjawab sambil teleponan.


"Kamu kayaknya lupa, ya? Kan kemarin-kemarin Nak Fahmi bilang mau mengajak kita semua ke restorannya. Aneh deh."


"Oh. Tapi aku nggak mau berangkat." Syifa menggelengkan kepalanya, lalu menatap Abi Hamdan dan Umi Maryam bergantian. "Umi sama Abi saja deh."


"Masa Umi sama Abi doang? Dia 'kan awalnya mengajak kamu, Fa!" gerutu Abi Hamdan. "Udah, nggak perlu banyak bicara. Sekarang kamu ganti baju, Umi juga. Jangan sampai buat Nak Fahmi kecewa. Kasihan dia udah datang menjemput," tambahnya, kemudian berlalu pergi dari kamar Syifa.


"Umi, aku nggak mau ikut makan malam sama Kak Fahmi," pinta Syifa saat Umi Maryam baru saja berdiri.


"Kalau kamu nggak ikut, nanti Abimu marah, Fa. Udah siap-siap dulu saja," saran Umi Maryam seraya menyentuh puncak kepala sang anak.

__ADS_1


"Tapi kayaknya aku kepengen ketemu sama Robert, Mi."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Visual Novel...


Jonathan Anderson




Robert Anderson




Syifa Sonjaya




Yang nggak suka sama visualnya silahkan bayangkan sendiri, ya!

__ADS_1


Nanti siangan Author up lagi~


__ADS_2