Mengejar Cinta Duplikat Istriku

Mengejar Cinta Duplikat Istriku
52. Bapak merestui Syifa untuk menikah denganku?!


__ADS_3

Sejujurnya dalam lubuk hati, dia sangat tidak rela dan jauh dari kata ikhlas. Namun, itu semua dilakukannya karena terpaksa. Selain Pak RT yang mendesak, Abi Hamdan juga sejak bangun tidur terus-menerus memikirkan sebuah mimpi yang dia alami.


Seorang Kakek tua yang mengatakan jika Jonathan adalah menantu yang dikirim Allah untuknya.


"Apa ini semua karena Syifa? Karena kau ingin menikahi Syifa?" tebak Abi Hamdan dengan mimik wajah yang tampak tak percaya.


"Kalau tentang menikahi Syifa, sejujurnya aku memang menginginkannya sejak dulu, Pak," sahut Joe dengan penuh harap. Dia menundukkan wajahnya yang tampak merona. "Tapi kalau tentang ingin masuk Islam, itu bukan karena Syifa. Tapi karena aku sendiri merasa nggak yakin pada agamaku sendiri."


"Nggak yakin?!" Alis mata Abi Hamdan tampak bertaut. "Nggak yakin gimana maksudnya?"


"Tentang Tuhan Yesus, Pak. Tapi ini semua berawal dari Kakek tua yang sering aku jumpai, dia orang pertama yang mengatakan jika selama ini aku menyembah nabi Isa, dan nabi Isa itu sebenarnya adalah Tuhan Yesus. Yang berarti nabinya Allah."


"Memang benar." Abi Hamdan menyahut dengan anggukan kepala. "Hampir semua umat Islam, menganggap Tuhannya orang Kristen itu adalah nabi Isa."


"Kenapa bisa begitu, Pak? Apa karena mereka memiliki kesamaan?" tanya Joe penasaran. Ini adalah sebuah pertanyaan yang sejak kemarin-kemarin dia pendam. Niat awalnya ingin bertanya kepada Ustad Yunus, tapi justru dia bertanya kepada Abi Hamdan.


"Iya." Abi Hamdan mengangguk. "Kalau nggak percaya ... aku bisa menjelaskannya, tapi sebelum itu aku mau sholat Dhuha dulu." Abi Hamdan merelai pelukan Robert. Kemudian, dia pun mendekat ke arah tempat pengambilan air wudhu sambil menggulung koko panjangnya.


Joe dan Robert memilih menunggu di depan teras masjid. Dan bukan hanya Abi Hamdan saja yang hendak melaksanakan sholat Dhuha, tapi Ustad Yunus juga.


"Dad, kalau Daddy masuk Islam ... Robert juga ikut, kan?" tanya Robert dengan wajah polosnya, sembari memerhatikan beberapa pria di dalam masjid yang tengah melakukan sholat. Dalam hati, ingin rasanya dia berada di tengah-tengah mereka. Ikut melaksanakan sholat juga.


"Iya, kamu harus ikut." Joe mengangguk, lalu mengelus puncak rambut anaknya sambil tersenyum.


*


*


Seusai melaksanakan sholat Dhuha, Abi Hamdan dan Ustad Yunus langsung menghampiri Joe dan Robert yang masih menunggu di depan teras. Keduanya duduk bersila.


Kemudian, Abi Hamdan mulai bertausiah. Menjelaskan semua pertanyaan Joe mengenai Tuhan Yesus dan nabi Isa. Ustad Yunus hanya ikut mendengarkan.


"Nabi Isa 'alaihissalam adalah seorang Rasul bergelar 'Ulul Azmi yang diutus Allah Ta'ala untuk Bani Israil. Dalam lisan Arab, beliau bernama Isa Al-Masih dan Isa ibnu Maryam."

__ADS_1


"Sedangkan dalam Injil disebut Yesus atau Jesus Christ, Messiah dalam bahasa Inggris. Mengenai kelahirannya, masing-masing agama memiliki pendapat masing-masing."


"Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Isa 'alaihissalam diceritakan dalam banyak ayat. Di antaranya, Surat Maryam ayat 16-36; Surat Ali 'Imran ayat 49-55; dan Surat Al-Ma'idah ayat 110-118."


"Tentang kelahiran Nabi Isa sebenarnya Al-Qur'an cukup menjadi rujukan, sebab pengetahuan tentang hal ini hanya Allah Yang Maha Tahu. Mari kita simak penjelasan Gus Musa Muhammad dalam satu kajiannya berikut."


"Kita awali dari sekitar 550 tahun sebelum Baginda Nabi Muhammad SAW lahir. Kelahiran Nabi Isa dalam pandangan umat Kristiani adalah bulan Desember. Perlu dicermati, Desember adalah musim dingin (winter), dimana matahari sedang berada di bumi bagian selatan, dan bumi bagian utara mengalami musim dingin."


"Adapun sesuai geografi posisi Palestina (wilayah dimana Nabi Isa dilahirkan) berada di lingar garis utara, yang artinya mengalami 4 musim summer, auntum, winter, spring (panas, gugur, dingin, semi)"


"Kelahiran Nabi Isa (Isa ibnu Maryam) diceritakan dalam Surat Maryam di mana saat itu sedang musim buah kurma. Dan buah kurma itu tidak berbuah pada musim dingin. Sebab, kurma mulai berbuah pada musim semi dan masak (ranum) di awal musim panas."


"Al-Qur'an mengisyaratkan kelahiran Nabi Isa sebagaimana firman yang Artinya: "Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, "Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan." (QS Maryam ayat 23)


Ayat berikutnya: "Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu." (QS Maryam ayat 24)


"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (QS Maryam ayat 25)


"Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS. Maryam ayat 26)


"Informasi Al-Qur'an ini menjadi bantahan bilakah Isa ibnu Maryam dilahirkan di musim dingin dimana semua pohon tidak berdaun apalagi berbuah? Sehingga timbul pertanyaan, perayaan Natal 25 Desember itu, perayaan lahirnya siapa?"


"Untuk diketahui, Nabi Isa selama hidupnya tidak pernah menyatakan kepada Bani Israil bahwa dirinya dan ibunya, Maryam, adalah tuhan dan tidak pernah pula memerintahkan untuk menyembah mereka berdua."


"Hal ini diabadikan dalam Surat Al-Maidah, Allah berfirman yang artinya: "Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" (Isa) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib." (QS. Al-Maidah Ayat 116)"


"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS. Al-Maidah Ayat 117)


"Pada ayat di atas, Nabi Isa tidak pernah menyatakan dirinya atau ibunya sebagai tuhan yang harus disembah. Bahkan beliau menyatakan bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan dia mengajak para pengikutnya untuk menyembah hanya kepada Allah yang satu."


Joe dan Robert terlihat menyimak dan mendengarkan dengan seksama, meskipun tak sepenuhnya keduanya mengerti. Apalagi Robert yang masih terlalu kecil.


Namun, tak masalah. Namanya juga belajar mendalami. Semuanya berawal dari tidak tahu. Sampai akhirnya menjadi tahu.

__ADS_1


Isi ceramah dari Abi Hamdan hampir sama dengan terjemahan dari Al-Qur'an dan informasi yang Joe cari di google. Hanya saja penjelasan darinya terbilang lebih ringkas dan mudah dipahami.


"Apa ada yang mau ditanyakan?" tanya Abi Hamdan yang menatap kedua laki-laki kembar beda generasi di depannya. Mereka tampak terbengong sendiri, entah memikirkan hal apa.


"Kalau nabi Isa nggak menyatakan dirinya dan Ibunya Tuhan, mengapa orang Kristen menganggap mereka Tuhan, Pak?" tanya Joe penasaran.


"Yang menganggap dia Tuhan 'kan umat Kristen, bukan dirinya sendiri. Jadi ... yang harus dipertanyakan adalah umat Kristennya, Jon. Dan aku bukan umat Kristen," jelas Abi Hamdan. "Semua orang memiliki pendapat masing-masing, begitu pun dengan agama yang dianut. Tapi kita tentunya bisa memahami semua hal yang kita baca dari kitab suci, begitu pun dengan isi kandungan dari Al-Qur'an sendiri yang menyebutkan jika agama Islam adalah agama yang paling sempurna di dunia ini."


"Kok bisa disebut begitu, Pak?" tanya Joe.


"Islam mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan manusia dari bangun tidur sampai tidur sekalipun. Sehingga apa saja yang dilakukan mempunyai akibat hukum yang berbeda baik itu dalam urusan manusia dengan Allah (hablum minallah) maupun hubungan antara sesama manusia (hablum minannas)," jelas Abi Hamdan. "Tapi tentang kau yang berniat menjadi mualaf, aku sendiri memang memintamu untuk masuk Islam."


"Bapak memintaku? Masuk Islam?!" Joe menunjuk wajahnya sendiri. Dia tampak heran dan tak mengerti maksud perkataan pria tua di depannya. "Kenapa begitu, Pak? Bukankah kata Bapak waktu itu ... seseorang yang mau masuk Islam itu harus dari hati?"


"Iya." Abi Hamdan mengangguk. "Tapi sekarang kau sudah menjadi wajib untuk masuk Islam, Jon."


"Wajib?!" Kening Joe tampak mengernyit. "Berarti itu sebuah keharusan? Tapi kenapa begitu, Pak?"


"CK!" Abi Hamdan berhasil berdecak. Merasa kesal lama-lama berbicara dengan Joe yang tidak memahami maksudnya. "Masa kau nggak ngerti juga? Aku memintamu masuk Islam karena kau sendiri harus menikahi Syifa!"


Degh!


Jantung Joe dan Robert sontak berdegup kencang secara bersamaan.


"Apa?? Menikah?!" Bukan hanya Joe yang menyeru, tapi Robert juga. Kedua mata laki-laki itu juga tampak terbelalak. Merasa terkejut.


"Kenapa musti sekaget itu? Lebay sekali kalian ini." Abi Hamdan memutar bola matanya dengan malas, kemudian membuang muka ke arah lain.


"Jelas aku kaget, Pak, soalnya ini seperti sebuah mimpi." Secara tiba-tiba, Joe langsung meraih tubuh Abi Hamdan. Tanpa malu dia memeluknya dengan erat karena sangking senangnya. "Tapi, Bapak nggak lagi mengigau, kan? Beneran 'kan, Bapak merestui Syifa untuk menikah denganku?" tanyanya bertubi-tubi.


Dilihat Abi Hamdan sendiri merasa risih dan langsung memberontak, tapi bukannya berhasil terlepas—pria tua itu justru mendapat sebuah pelukan lagi dan itu dari Robert. Bocah itu bahkan seperti bergelayut di lehernya.


"Robert sayang Opa! Terima kasih! Akhirnya Robert punya Mommy baru! Hore!!" serunya penuh semangat, sambil menggoyangkan tubuhnya. Hingga tubuh Abi Hamdan dan Joe ikut bergoyang juga.

__ADS_1


...Ikut senang ya, Rob 😚...


__ADS_2