
"Memang itu kenyataannya, Pak."
"Tapi aku nggak percaya." Pak Haji Samsul menggelengkan kepala.
"Kalau Syifanya sudah pulang, Bapak bisa tanyakan sendiri sama anaknya," saran Abi Hamdan.
"Terus pria di depan sama anak kecil tadi ... siapanya Ustad? Kok kayak asing?" tanya Pak Haji Samsul yang masih penasaran dengan Joe.
"Yang anak kecil namanya Robert, dia salah satu muridnya Syifa. Kalau yang tua Daddynya," balas Abi Hamdan.
"Kenapa mereka datang ke sini, Tad?"
"Tadi nggak sengaja ketemu di masjid, Pak," sahut Abi Hamdan. Melihat istrinya datang dengan membawa dua cangkir kopi serta segelas air putih, lantas dia pun berkata, "Coba Umi cek diluar. Siapa tau Nak Fahmi sama Syifa sudah sampai. Kalau ada diluar ... suruh langsung masuk, ya, Mi!"
"Iya, Bi." Setelah menyajikan dua cangkir kopi hitam di atas meja, Umi Maryam pun melangkah keluar dengan membawa segelas air putih untuk Robert.
"Bu Syifa!!" seru Robert sambil berjingkrak, saat melihat Syifa baru saja turun dari mobil angkot. Segera, dia pun menghamburkan pelukannya kepada gadis itu.
"Eh, Robert!" Syifa tampak terkejut ketika mendapatkan sebuah pelukan secara tiba-tiba. Akan tetapi, dia langsung mengulum senyum, merasa bahagia sebab melihat anak muridnya sudah tak lagi berada di rumah sakit. "Kamu kok ada di sini? Bukannya harusnya di rumah sakit, kan?" Syifa mengelus puncak rambut Robert, dan bocah itu langsung mendongakkan wajahnya untuk menatap dirinya.
__ADS_1
"Kata Daddy dan Dokter ... Robert sudah sembuh, Bu! Mangkanya Robert bisa pulang dan menemui Ibu sama Daddy." Robert menjulurkan tangannya, jari telunjuk kanannya mengarah kepada Joe yang baru saja berdiri sambil membenarkan sarung. Lagi-lagi, benda itu selalu saja melorot ketika dirinya sehabis duduk atau membungkukkan badan.
Syifa dan Robert pun melangkah ke arah rumah. Ada Umi Maryam juga yang tengah menaruh segelas air putih pada meja plastik.
"Siang, Fa, baru pulang kamu?" tanya Joe basa basi. Dia tersenyum manis dengan kedua pipi yang tampak merona.
"Iya, Pak." Syifa mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu pulang sendiri, Fa? Di mana Nak Fahmi?" tanya Umi Maryam. Dia menatap ke arah jalan, mencari keberadaan mobil kuning milik Fahmi.
'Fahmi?!' Joe membatin dengan alis mata yang tampak bertaut.
"Dia bilang sama Umi mau menjemputmu pulang, mungkin kamu nggak ketemu dengannya, ya?"
'Jemput pulang?' batin Joe. Dadanya pun seketika terasa panas. 'Kata Pak Hamdan, aku akan menikahi Syifa. Kok Syifa malah dijemput Fahmi?'
"Iya kali," balas Syifa. "Aku masuk dulu deh, mau ganti baju." Perlahan, Syifa melepaskan genggaman tangan Robert yang sejak tadi dilakukan bocah itu. Akan tetapi, Robert justru berubah menjadi memeluknya dengan erat.
"Robert kangen sama Ibu. Oh ya, ada berita bagus juga lho, untuk Ibu," ujar Robert dengan suara manja. Kepalanya menempel pada perut Syifa. Dia terlihat ceria sekali, bahkan sejak tadi terus menerus nyengir. Memamerkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
"Berita bagus apa, Nak?" tanya Syifa penasaran.
"Ibu pasti akan senang mendengarnya ...."
Tak lama, Fahmi datang dengan mobil Lamborghini-nya. Hanya saja kedatangannya itu cuma diketahui oleh Joe. Sedangkan Syifa dan Umi Maryam sibuk menatap Robert yang ingin mengatakan sesuatu hal.
"Coba katakan," pinta Syifa.
"Kata Opa, Daddy diminta untuk menikahi Bu Syifa!" seru Robert penuh semangat.
"Menikah?!" Syifa langsung menatap ke arah Joe, dan pria itu terlihat malu-malu kucing. Wajahnya makin merah saja.
"Apa yang kau katakan?!" seru Fahmi yang baru saja turun dari mobilnya. Kemudian berlari menghampiri Robert dan menarik tubuh bocah itu sehingga terlepas dari Syifa. "Syifa itu akan menikah denganku! Bukan dengan Daddymu!" tegasnya marah. Matanya melotot tajam.
"Jangan kasar dan berhenti melototi anakku!" pekik Joe marah. Dia langsung mengusap kasar wajah Fahmi, demi menghentikan plototannya. Seumur-umur, dia tidak pernah sekalipun melototi anaknya, meskipun senakal apa pun Robert. Jelas sekarang jika dirinya terlihat tak terima. Perlahan Joe menarik tangan Robert, lalu membawanya untuk berdiri di belakang tubuhnya. "Syifa itu memang calon istriku!" tambahnya menegaskan.
"Oh, jadi kau ini Daddynya anak ini?!" Fahmi berkacak pinggang, dagunya terangkat sambil menatap Robert. Saat dirinya melototi Robert, Robert sendiri ikut melototinya. "Kau dan anakmu ini sedang mengigau atau bagaimana? Dan kalian ini siapa, sih? Kok ada di rumah mertuaku?"
"Mertua apanya?! Ini rumah calon mertuaku!" tegas Joe sambil menepuk dadanya.
__ADS_1
...Wah berantem nih 🤣...