Mengejar Cinta Duplikat Istriku

Mengejar Cinta Duplikat Istriku
71. Ini ciuman pertamaku


__ADS_3

Kedua tangan Syifa perlahan meraba dada Joe, lalu mencoba mendorong-dorongnya demi melepaskan diri. Tentunya dia masih waras, jika apa yang mereka lakukan adalah salah. Meskipun dia sendiri tak dapat membohongi diri jika ciuman pertamanya itu terasa nikmat.


'Jadi begini rasanya ciuman?! Ternyata enak, ya? Tapi aku dan Pak Joe 'kan belum muhrim. Harusnya nggak boleh begini, kan?' batin Syifa.


Dia masih berusaha untuk mengakhiri ciuman itu dengan mendorong dada Joe. Akan tetapi, tubuh pria itu justru terasa makin berat saja. Juga ciumannya pun makin dalam hingga lidahnya memasuki rongga mulut.


Syifa dibuat tidak bisa berkutik. Ingin menjerit tak bisa, sedangkan tangan dan kakinya pun ikut terhimpit.


'Ya Allah, jauhkan aku dan Pak Joe dari perbuatan zina. Aku nggak mau kalau kita sampai melakukan hal yang dilarang agama,' batin Syifa.


Rasa nikmat yang dirasakannya kini berubah menjadi ketakutan. Itu disebabkan karena tangan Joe sudah mulai berkelana pada dadanya.


Seluruh keringat diwajahnya kini mengalir, membasahi hijabnya. Keringat diwajah Joe juga ikut berjatuhan. Syifa hanya bisa menelan salivanya beberapa kali.


Namun, sepertinya do'a Syifa dikabulkan oleh sang Maha Kuasa. Itu sebabkan secara tiba-tiba aliran listriknya menyala. Lampunya pun menjadi terang benderang.

__ADS_1


Tak lama, terdengar suara dering ponsel panggilan masuk. Asal benda itu berada di kolong meja.


Suaranya yang cukup nyaring itu sontak membuat Joe terperangah dengan apa yang telah dilakukannya. Matanya mengerjap dan terbuka lebar saat beradu pandangan dengan Syifa.


'Syifa?! Astaga! Apa yang aku lakukan?!' batin Joe dengan keterkejutannya. Dia tadi seperti sedang bermimpi karena terhanyut oleh tongkatnya yang berdiri tegak. Hingga dengan beraninya melakukan tindakan seperti itu terhadap gadis yang bukan istrinya.


Sebenarnya, dalam hidup Joe sendiri—berciuman dengan calon istri atau hanya sekedar pacar tidak ada yang salah. Sebab dia biasa melakukannya.


Akan tetapi, Syifa perempuan yang sangat berbeda. Selain beragama Islam dan berhijab, Syifa adalah anak dari ustad. Secara tidak langsung itu sama saja melecehkannya.


Cepat-cepat Joe menarik tubuhnya untuk menjauh, begitu pun dengan ciuman mereka yang perlahan terlepas.


Plak!!


Suaranya yang amat nyaring itu menggema mengisi ruangan. Rasa sakitnya tidak seberapa, dibandingkan dengan rasa takut saat Joe menatap wajah Syifa yang memerah. Begitu pun dengan bola matanya.

__ADS_1


"Bapak kurang ajar sekali! Berani-beraninya menciumku! Ini ciuman pertamaku, Pak!" teriak Syifa marah. Dadanya terlihat naik turun mengatur napasnya yang memburu. Bekas ciuman itu dia usap dengan kasar dibibir sensualnya. "Aku benci Bapak! Bapak pria mesum!" tambahnya, ketika pandangan matanya itu tertuju pada tongkat bisbol milik Joe yang terlihat jelas dari sempaak berlubangnya itu.


Sebenarnya Syifa merasa heran dengan bentuknya yang aneh. Memakai sempaak tapi justru berlubang sampai membuat keseluruhannya menyembul.


Namun, karena hawa kesal dan emosi di dalam dada—rasanya dia sungkan untuk memikirkannya apalagi bertanya.


"Syifa, maafkan aku. Aku khilaf, aku nggak ada maksud untuk ...." Ucapan Joe menggantung di udara bersamaan dengan Syifa yang sudah berlari masuk ke dalam kamarnya. Kemudian membanting pintu cukup keras.


Brakkk!!


Suara pintu itu sontak membuat Joe terperanjat. Gegas, dia pun berlari mengejar, lantas mengetuk-ngetuk pintu kamar yang sudah tertutup dengan rapat itu.


"Syifa! Maafkan aku, Fa! Aku nggak ada niat ingin mengajakmu berbuat mesum! Ini semua murni karena sebuah kekhilafan!" teriak Joe penuh sesal.


Dia mengerti mengapa Syifa bisa semarah ini. Tetapi yang bisa dia lakukan sekarang hanya meminta maaf, meskipun semuanya tak akan bisa membalikkan semuanya.

__ADS_1


"Aku minta maaf juga, karena telah mengambil ciuman pertamamu! Aku berani bersumpah, Fa! Aku nggak ada niat untuk melecehkanmu," tambah Joe yang masih menggedor-gedor pintu.


...Hayo lho, Om Joe, marah kan dia 🤪...


__ADS_2