
30 menit kemudian, mobil hitam Joe akhirnya terparkir rapih di depan rumah Syifa. Sebelum turun, dia memerhatikannya terlebih dahulu rumah tersebut, dan ternyata di samping rumah ada sebuah masjid yang berukuran cukup besar.
Kemudian, Joe melihat ada beberapa orang keluar dari masjid tersebut. Pria dan wanita, tapi kebanyakan di antara mereka pria. Semuanya memakai pakaian sholat sebab memang habis melaksanakan sholat Maghrib.
Salah satu dari mereka adalah Abi Hamdan, dia memakai baju Koko panjang berwarna biru, sarung hitam dan peci hitam. Kedua kakinya berjalan melangkah menuju rumah Syifa.
"Selamat sore, Pak, bener nggak, ya, ini rumahnya Syifa?" tanya Joe yang baru saja turun dari mobil. Dia bertanya demikian sebab tidak ada Robert atau Sandi diluar rumah itu, juga dengan mobil Sandi.
Abi Hamdan itu lantas menoleh dan menghentikan langkahnya. Dia juga memerhatikan Joe yang membawa buket bunga serta plastik putih. "Benar, tapi Bapak siapa?"
"Namaku, Joe, aku Daddynya Robert, Pak." Joe langsung mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan. Abi Hamdan pun dengan senang hati langsung membalasnya. "Anakku bilang dia sedang main ke rumah gurunya, jadi aku mau jemput dia, Pak," lanjutnya.
__ADS_1
"Oh. Ayok silahkan masuk. Robert memang ada di dalam sama temannya dan Syifa," ajak Abi Hamdan seraya melangkah. Joe langsung mengekorinya dan membiarkan pria itu mengetuk pintu rumahnya sendiri.
Tok ... Tok ... Tok.
"Assalamualaikum," ucap Abi Hamdan lalu menurunkan handle pintu, kemudian membukanya dengan lebar.
"Walaikum salam, baru pulang, Bi?" tanya Umi Maryam yang baru saja menghampiri dari dapur. Kemudian mencium punggung tangan sang suami. "Lho, ini siapa?" Menatap Joe sebentar dan pria itu langsung tersenyum.
"Dia Daddynya Robert, katanya mau jemput anaknya. Ke mana Syifa sama Robert dan temannya? Kok nggak kelihatan?" Abi menatap sekitar ruang tamunya sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Pandangan matanya pun seketika terjatuh di depan pintu kamar Syifa.
Tok ... Tok ... Tok.
__ADS_1
"Syifa! Udah belum kalian belajarnya?" tanya Umi Maryam dengan lembut.
Tak berselang lama, pintu kamar itu pun dibuka dan keluarlah Syifa dengan memakai gamis berwarna pink dan kerudung pashmina berwarna hitam.
Dia tampak begitu cantik dan manis. Joe yang melihatnya saja sampai tak bisa berkedip sebab merasa terpesona.
"Ini Daddynya Robert, katanya mau jemput anaknya, ayok panggilkan Robert untuk kelu ...." Ucapan Abi Hamdan terhenti saat dimana dia menoleh ke arah Joe, sebab dia melihat pria bermata sipit itu tengah memandangi Syifa dengan mulut yang menganga. Hingga air liurnya pun ikut menetes dari bibir. "Heh! Apa yang Bapak lihat?!" tegurnya marah, lalu mengusap wajah Joe dengan kasar.
Pria itu sontak terperanjat, cepat-cepat dia mengusap bibirnya dan melangkah keluar dari rumah. "Ma-maafkan aku, Pak," ucap Joe gugup, kemudian menyentuh dadanya yang terasa berdebar kencang.
Semakin lama dilihat, selain cantik, Syifa ini benar-benar sangat mirip dengan Sonya. Dan entah mengapa, itu semua membuat sebuah getaran di dalam dada.
__ADS_1
'Syifa sangat mirip Sonya, malah dia benar-benar seperti Sonya yang memakai kerudung,' batin Joe, lalu mengusap bibirnya yang terasa basah bekas air liur tadi. 'Aduh, tapi kenapa tadi aku pakai ngeces segala? Kira-kira tadi Syifa lihat nggak, ya?'
...Jaga image dong, Dad, gimana sih 🤣...