Mengejar Cinta Duplikat Istriku

Mengejar Cinta Duplikat Istriku
51. Bisa membaca pikiran


__ADS_3

Beruntungnya, di dalam masjid itu hanya ada Joe, Abi Hamdan, Robert dan Ustad Yunus. Namun, tetap saja Joe merasa malu, apalagi yang melihatnya adalah pria yang membencinya.


Joe seketika terperanjat, saat Abi Hamdan datang dan langsung menarik sarungnya ke atas. Dia sendiri tak sadar, jika benda itu melorot. Akibat terlalu fokus belajar berwudhu.


Beruntungnya, saat ini di dalam masjid itu hanya ada dia, Robert, Ustad Yunus dan Abu Hamdan saja. Tapi meski begitu, tetap saja dia malu.


"Kau ini benar-benar nggak tau malu, ya, Jon! Ini tempat ibadah! Bisa-bisanya kau membuka auratmu!" geramnya. Abi Hamdan pun mencengkeram pergelangan tangan kanan Joe, kemudian menariknya kasar.


"Aku nggak ada maksud membuka aurat, Pak! Aku sendiri nggak sadar dengan sarungku!" jawab Joe.


Tiba-tiba saja langkah kaki Abi Hamdan yang hendak menyeret Joe keluar masjid terhenti karena ulah Robert yang memeluk tubuhnya. Bocah kecil itu juga menciumi dada yang begitu wangi khas parfum sholat.


"Opa ... Robert kangen!! Kok selama Robert sakit ... Opa nggak jenguk, sih?" tanyanya dengan nada rengekan.


Tangan Abi Hamdan yang sejak tadi mencengkram pergelangan tangan Joe perlahan terlepas. Tangannya pun berpindah untuk mengelus puncak rambut bocah itu.

__ADS_1


"Memangnya ... kamu sakit apa, Nak?" tanyanya. Emosi di dada Abi Hamdan entah mengapa seperti hilang begitu saja, bertepatan saat dirinya dipeluk oleh Robert. Rasanya pun begitu hangat sekali.


"Robert terkena magh, Opa. Kata Daddy ... sangking parahnya sampai dioperasi." Robert mendongakkan wajahnya, lalu menatap ke arah Abi Hamdan sambil tersenyum manis.


'Magh?! Kata si Jojon Robert terkena kanker hati. Apa selama ini dia berbohong padaku?' Abi Hamdan membatin dengan mata yang melototi Joe. Pria bermata sipit yang berada di sampingnya itu susah payah menelan saliva, lalu menggulung sarungnya diperut, supaya tak kembali jatuh.


'Ah sial banget. Sarung segala melorot, mana yang lihat Abinya Syifa lagi. Malu banget,' batin Joe menggerutuku diri sendiri. Wajahnya tampak merah karena malu.


"Opa kok melototi Daddy? Kenapa?"


Pertanyaan dari Robert seketika membuat pria tua itu mengerjapkan matanya, lalu menggelengkan kepala.


Joe yang melihat senyuman itu seketika mengerutkan kening, merasa heran dan tak menyangka. 'Ternyata Abinya Syifa bisa senyum, ya?' Selama ini, yang Joe lihat wajah pria itu selalu masam. Matanya melotot dan kalau berbicara selalu dengan nada tinggi kepadanya, tapi anehnya—kepada Robert dia tidak begitu. 'Dia juga bisa berbicara lembut. Apa mungkin karena di depan anak kecil?'


"Nggak sengaja melorot maksudnya kali, Opa," sahut Robert sambil terkekeh. "Oh ya, Robert sama Daddy sedang belajar berwudhu bersama Om Ustad Yunus lho, Opa." Melirikkan matanya ke arah Ustad Yunus. Pria itu langsung tersenyum dan mengangguk kecil, saat Abi Hamdan menatapnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu dan Daddymu belajar berwudhu? Ibadah kalian 'kan nggak perlu pakai wudhu segala, apalagi sampai masuk masjid," tanya Abi Hamdan penasaran.


"Aku ingin mengenal Islam lebih jauh, Pak." Yang menyahut Joe.


"Mengenal dalam artian seperti apa?" Suara Abi Hamdan terdengar agak lantang. Itu dikarenakan berbicara kepada Joe.


"Kalau hatiku sudah mantap ... aku akan masuk Islam, Pak," jawab Joe dengan sungguh-sungguh.


Abi Hamdan sontak terbelalak. Dia tampak terkejut mendengarnya. "Maksudnya, kau mau jadi mualaf?"


"Iya." Joe mengangguk.


'Apa-apaan ini? Padahal aku belum memintanya, tapi dia kok sudah ada inisiatif mau jadi mualaf? Atau jangan-jangan si Jojon punya indera keenam, yang bisa membaca pikiranku?' batin Abi Hamdan terheran-heran.


Mungkin yang dia maksud, Joe memiliki Telepathy. Yang diartikan sebagai kemampuan untuk berkomunikasi lewat pikiran atau kemampuan membaca pikiran orang lain.

__ADS_1


Alasan Abi Hamdan sendiri mengundang Joe datang ke rumah yakni untuk memintanya segera masuk Islam, sebab berniat menikahkan Syifa dengannya. Maka dari itu, dia terheran-heran mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Joe.


...Nggak usah heran, Bi, namanya juga mantu kiriman, jelas peka lah 😆...


__ADS_2