Mengejar Cinta Duplikat Istriku

Mengejar Cinta Duplikat Istriku
88. Saahh!! (TAMAT)


__ADS_3

"Saya terima kawinnya—"


"Saya terima nikah dan kawinnya, Joe," sahut Penghulu Dylan yang membenarkan.


"Coba ulangi dulu, kalimatnya, Jon, sebelum mulai lagi." Abi Hamdan melepaskan jabatan tangannya. Membiarkan Joe menghafalkan kalimat itu supaya tak salah lagi.


"Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Sonjaya binti Hamdan Sonjaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set emas murni 50,32 gram, tunai," ucap Joe.


"Nah, itu bisa." Abi Hamdan mengulurkan kembali tangannya di atas meja. Perlahan Joe pun kembali meraih dan terasa dingin sekali pria itu. "Nggak perlu grogi, Jon. Santai saja."


"Iya, Pak." Joe mengangguk. Sandi yang tengah memvideokan momen itu langsung melangkah menuju nakas di dekat ranjang Mami Yeri. Dia mengambil beberapa lembar tissu kemudian mengusap keringat pada dahi majikannya.


"Tarik napas dulu, Dad, biar nggak grogi," tegur Robert sambil tersenyum. Dia duduk bersila di sana dengan wajah ceria dan bersemu merah.


"Iya." Joe menarik napasnya, lalu perlahan dia buang.


"Sudah siap?" tanya Abi Hamdan. Joe pun mengangguk. "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Jonathan Anderson bin Paulus Anderson dengan anak saya yang bernama Syifa Sonjaya dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat sholat dan satu set emas murni 50,32 gram, tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Sonjaya binti Hamdan Sonjaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set emas murni 30,32 gram, tunai!" seru Joe dengan lantang.


"Emasnya salah, Joe," keluh Penghulu Dylan. "Harusnya 50,32 gram."


"Aku tadi bilang 50,32 gram kok," kilah Joe. Dia menganggap apa yang diucapkan benar, tapi sebetulnya memang salah.


"Ulangi. Satu kali lagi," titah Penghulu Dylan.


"Ini yang terakhir, Jon," tegur Abi Hamdan sambil menggerakkan tangannya yang saling menjabat dengan calon menantu. "Kalau kau salah lagi, akad ini aku nyatakan gagal dan akan ditunda besok."


Dalam madzab Imam Syafi’i, jika calon pengantin pria gagal mengucapkan lafadz qabul, maka harus diulang. Jika masih gagal, diulang lagi sampai tiga kali.


Jika setelah diulang sebanyak tiga kali masih gagal, calon pengantin diperintahkan untuk berwudhu. Pasca berwudhu, pengantin pria diperbolehkan mencoba lagi sebanyak satu kali.


Kalau masih gagal, akad nikah hari itu dianggap gagal dan tidak boleh diteruskan. Harus diganti hari lain dan mulai dari ijab qabul pertama lagi.

__ADS_1


"Jangan sampai salah lagi, Pak. Biar Bapak cepat sah dengan Bu Syifa." Sandi menepuk pundak Joe, memberikan semangat.


"Bismillah dulu, Joe, jangan lupa." Seseorang tiba-tiba berkata, dia lah Kakek Tua. Joe langsung menatap ke arahnya, Kakek itu masih berdiri di sana sambil memperhatikan dirinya.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Joe. Sorotan matanya kini berubah menjadi tegas. "Ayok, Pak, kita ulangi sekali lagi."


"Siap?" tanya Abi Hamdan.


"Iya." Joe mengangguk cepat.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Jonathan Anderson bin Paulus Anderson dengan anak saya yang bernama Syifa Sonjaya dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat sholat dan satu set emas murni 50,32 gram, tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Syifa Sonjaya binti Hamdan Sonjaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set emas murni 50,32 gram, tunai!" seru Joe dengan satu tarikan napas. Suaranya terdengar begitu nyaring mengisi ruangan itu.


"Bagaimana para saksi?" tanya Penghulu Dylan sambil menoleh ke kanan dan kiri.


"Sah!!" Abi Hamdan yang menyahut lebih dulu. Kemudian disusul beberapa orang yang lain dengan kompaknya. "Saahh!!"


"Alhamdulillahirobbilalamin," ucap Ustad Yunus. Kemudian langsung memanjatkan do'a.


'Ya Allah ya Tuhanku. Terima kasih ... terima kasih telah mengizinkanku untuk menikah lagi. Jika Sonya adalah cinta pertamaku, aku berharap Syifa akan menjadi cinta terakhirku,' tambah Joe, membatin penuh harap.


"Alhamdulillah, Joe. Kamu dan Syifa sudah menjadi pasangan suami istri. Semoga sakinah, mawadah, warahmah," ucap Penghulu Dylan seraya menjabat tangan Joe.


"Amin, Dy. Terima kasih." Joe tersenyum dan perlahan mengangkat tubuhnya. Dia setengah berdiri dengan kedua lutut yang menopang, lalu meraih tubuh Abi Hamdan dan langsung memeluk. "Terima kasih Pak Hamdan, karena telah menerima dan merestuiku jadi menantumu."


Tak terasa, air mata Joe bergulir membasahi pipi. Tapi ini bukanlah air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan.


Robert langsung berdiri dan berlari memutar menghampiri Joe. Segera, dia ikut bergabung untuk saling berpelukan.


"Sama-sama, Jon. Aku harap ... kau bisa memegang ucapanmu. Yakni bisa menjadi imam yang baik untuk anak dan istrimu," ucap Abi Hamdan pelan. "Dan aku ingin berpesan padamu untuk jangan pernah menyakiti Syifa, baik fisik atau pun hatinya. Bahagiakan lah dia, jangan pernah membuatnya menangis. Karena kalau kau sampai menyakiti hingga membuatnya menangis ... mungkin aku akan melakukan hal yang sama, seperti apa yang kau lakukan kepada Beni. Yakni memencet telur serta tongkatmu."


Ujung pesan Abi Hamdan terdengar seperti sebuah ancaman.

__ADS_1


"Bapak tenang saja. Eh, maksudku Abi Mertua," ralat Joe. "Aku akan berusaha sebisa dan semampuku untuk selalu membahagiakan Syifa. Karena aku benar-benar mencintainya, Bi."


"Iya." Abi Hamdan perlahan mengusap puncak rambut Joe.


"Selamat ya, Dad, dan terima kasih telah mewujudkan keinginan Robert selama ini. Robert sayang sama Daddy banyak-banyak!" seru Robert dengan girang. Ini seperti hari kemenangan. Semua harapan indahnya akhirnya terwujud.


"Daddy juga sayang sekali sama kamu," sahut Joe.


Robert perlahan melepaskan pelukan, kemudian berlari menuju pintu. "Robert juga ingin memeluk Bu Syifa. Eh, maksudnya Mommy," ralatnya terkekeh sendiri. Kakinya berjingkrak-jingkrak tatkala membuka handle pintu. "Sekarang adalah waktu dimana Robert bisa tidur bareng sama Mommy baru. Ini malam pertama Robert bersama Mommy Syifa!"


...****************...


Alhamdulillah, akhirnya sah juga. Perjuangan Om Joe nggak sia-sia, dia berhasil menikah untuk kedua kali dengan duplikat istrinya.


Dengan berhasilnya Om Joe menikahi Bu Syifa, dengan ini Author mengatakan jika novel ini sudah TAMAT


Tapi ... Author mau buat season 2, ini tentang kisah rumah tangga Om Joe dan Syifa.


Kita ketemu lagi di novel terbaru Author, ya, judulnya "Ketulusan Cinta JONATHAN"



silahkan cek profil Author dan langsung masukkan ke daftar favorit, ya!


Berikut ini sinopsisnya~


Akibat insiden penculikan dan pemerkosaan, Syifa menjadi trauma serta takut jika berdekatan dengan seorang pria, selain Abinya. Termasuk kepada Joe, yang telah menjadi suaminya.


Semua hal yang dialami Syifa, seolah menyulitkan Joe. Jangankan untuk melakukan malam pertama setelah pernikahan, duduk bersebelahan saja gadis itu merasa enggan.


Namun, seolah tak ada kata 'menyerah' di dalam kamus hidup Joe. Sehingga sampai sekarang pun—dia masih berupaya meluluhkan serta mengejar cinta duplikat dari mendiang istrinya itu. Dan tanpa diduga, rasa cinta pria itu terhadap Syifa semakin hari menjadi semakin dalam.


Akankah ketulusan cinta dari seorang Jonathan mampu membuat Syifa mengikis rasa traumanya? Dan apakah benar, Syifa telah diperkosa? Sebab Syifa sendiri tak ingat dengan semua itu.

__ADS_1


Semua jawabannya hanya ada di novel ini, yuk baca~


__ADS_2