
***
"Ziva, mama sama papa harus pergi ke luar negri. Ini urusan pekerjaan, kamu di tinggal di rumah gak apa-apa kan?"
Zivana mengangguk dia tersenyum menyakinkan mama nya. "Iya. Ziva gak masalah ko. Nanti mau ngajak Kia nginep boleh kan, ma?"
Mama Zivana mengangguk setuju, dia mengusap rambut Zivana lalu kembali ke kamar nya. Gadis itu menutup pintu kamarnya, dia akan menghubungi Kia. Tapi, tunggu bukankah ini ke sempatan untuk nya lebih dekat dengan Dean? Dia bisa menemui Dean kapan saja tanpa ada yang memarahi nya, itu bagus bukan?
Zivana tak jadi menghubungi Kia, gadis itu tak sabar menunggu keberangkatan orang tuanya. "Yeayy, bisa ketemu om Dean kapan aja!" soraknya.
Besok paginya, orang tua Zivana berangkat ke Singapura. Mereka akan pulang Minggu depan, selama seminggu ini Zivana akan bebas untuk bergerak. Dari bolos sekolah, sampai mengejar om duda.
Lihat saja sekarang gadis itu tengah memanjat pagar belakang sekolah, seperti biasa ini jam makan siang. Dia sudah memesan makanan via online, selama ini makanan yang dia gadang-gadang masakan nya itu semua bohong. Semua makanan yang dia bawa setiap ke kantor Dean itu dia pesan via online, dia bisa memasak tapi untuk masak makanan berbagai jenis setiap harinya Zivana tak bisa melakukan nya.
"Pak Arzan!" seru Zivana saat sampai di kantor, kebetulan dia melihat Arzan di area parkir. Zivana berlari menghampiri pria itu, dia melihat sekitar mencari Dean.
"Mana om Dean?" tanyanya sambil melihat kesana-kemari, Arzan menggeleng kecil.
"Tuan Dean di dalam Nona. Kau mau menemui nya?" Zivana mengangguk, buru-buru gadis itu menarik Arzan untuk masuk.
"Pak Arzan, ayo! Zivana mau ketemu om Dean," rengekannya saat Arzan tak bergerak sedikit pun.
Arzan terlihat menimang-nimang sesuatu, lelaki itu seperti sedang kebingungan. Dia menatap Zivana yang juga kini sedang menatap nya, sungguh wajahnya begitu terlihat memelas Arzan sampai tak tega melihatnya.
"Nona, tuan sedang ada tamu penting. Sebaiknya temui tuan setelah tamu itu keluar." Tutur Arzan dengan hati-hati, dia memilih kata yang bisa Zivana pahami dengan mudah tanpa membantah lagi.
Gadis itu terdiam untuk sejenak, kemudian dia mengangguk setuju. "Oke. Sekarang kita masuk, tunggu tamunya keluar di dalam saja."
__ADS_1
Arzan tak ada pilihan selain menyetujui gadis itu, mereka akan menunggu di ruang tunggu. Arzan menatap Denisa yang sedang melewati mereka, dia menggunakan bahasa isyarat pada wanita itu. Denisa yang tak paham pun, terlihat kesal dengan Arzan.
"Maaf, pak Arzan. Kau bertanya sesuatu? tolong gunakan bahasa manusia, jangan bahasa monyet seperti itu." Tukas Denisa begitu tajam.
Arzan menggeram tertahan, Denisa sangat tidak bisa di ajak kerja sama. Alhasil Zivana menatap nya penuh selidik, apakah dia di bohongi?
"Kenapa? Pak Arzan bohong ya sama Ziva?" selidik Zivana sambil menatap Arzan begitu tajam.
Arzan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia menatap tajam Denisa yang kini sedang menatap sengit dirinya.
"Di bohongi apa kamu sama dia?" tanya Denisa pada Zivana.
"Kata pak Arzan, om Dean lagi ada tamu penting." Jawab Zivana.
Denisa menatap Arzan sekilas, pria itu terlihat memberi kode. Denisa jadi bingung, dia menatap pada gadis di hadapannya. "Itu bukan tamu penting. Tapi itu mantan istrinya pak Dean, kenapa memangnya?"
Denisa sialan! Arzan mengacungkan jari tengah nya pada Denisa, kemudian dia mengejar Zivana yang sudah berlari menuju ruangan Dean. Sementara itu Denisa yang baru mengerti keadaan nya, ikut berlari juga. Jangan sampai terjadi keributan, apa lagi tadi Arzan terlihat kesal padanya.
"Apa lihat-lihat?!" sinis Adeeva pada gadis itu, Zivana terlihat acuh meski dalam hati cukup panas.
"Itu dadanya di tutup mbak, keliatan tuh. Saya juga punya gak di umbar." Sahut Zivana, gadis itu maju dan dengan sengaja menyenggol bahu Adeeva. Terlihat Zivana yang masuk ke ruangan Dean, Adeeva sempat bingung melihat nya.
"Bocah tengik." Umpat Adeeva sambil melenggang pergi.
Sementara itu, Arzan dan Denisa terlihat sedang mengintip di sebalik tembok. Keduanya bernafas lega saat sesuatu yang mereka takutkan tidak terjadi, tadi nya mereka begitu takut terjadi keributan mengingat Zivana yang bar-bar dan Adeeva yang tak mau kalah.
"Mantan sama calon, sama-sama lampirnya." Denisa bergumam.
__ADS_1
Suasana di ruangan Dean terasa seperti panas mendadak, Zivana menatap tajam pada pria yang kini tengah duduk di bangku kebesaran nya. Dean sempat terkejut saat melihat Zivana masuk, apakah gadis itu bertemu Adeeva saat di luar tadi? Tapi, gadis itu tak kenal Adeeva bukan? hhhuuuufffff! Dean terdengar mengembuskan nafas lega.
"Om, suka gak sama Ziva?" tanyanya tiba-tiba. Dean tersentak bukan main, dia melihat Zivana yang kini mulai mendekat.
"Apa maksudmu? Kau tahu aku tidak pernah menyukai mu," sahut Dean yang masih berusaha untuk tenang.
Zivana semakin mendekat, dia melepaskan dasi sekolah nya. Gadis itu terlihat melepas ikat rambutnya, rambut panjang nya terlihat di kibaskan. Mau apa gadis ini?
Gadis itu menarik Dean untuk menghadap pada nya, dia memutar kursi yang di duduki oleh Dean. Zivana meletakkan satu tangan nya pada meja, tangan lainnya menarik dasi Dean.
"Om yakin?" Zivana melepaskan tangan nya dari dasi pria itu, Dean mulai mengatur nafasnya. "Apa, om yakin?" gadis itu melepaskan satu kancing seragam bagian atasnya.
"Apa yang kau lakukan? Berhenti berbuat yang tidak-tidak seperti ini," titah Dean.
Zivana meletakkan tangan nya di dada pria itu, dia meraba-raba area dada bidang milik Dean. Gadis itu duduk di pangkuan Dean, tangan Zivana kembali bergerak tak sopan. Gadis itu menarik dasi Dean sehingga terlepas, dia membuka kancing bagian atas kemeja pria itu.
"Berhenti kata ku!" seru Dean yang mulai merasakan hawa panas pada dirinya.
Zivana tak berhenti gadis itu malah semakin gencar, dia menggambar abstrak di dada pria itu. Dean menggeram dalam hati, apa lagi gadis itu terus bergerak di pangkuan nya. Tangan Dean terlihat terkepal kuat, pria itu menahan dirinya.
"Om, masih gak suka sama Ziva?" tanya Zivana seraya terus menggambar abstrak di dada Dean.
Dean menahan tangan gadis itu, dia mendekat kan wajah pada Zivana. "Aku menyukai tubuh mu, gadis nakal."
...***...
Next>>
__ADS_1
...Up lagi nih!...
Btw judul bab nya panjang banget ya😂 Gak papa lah ya, yang penting isi nya✌️ Bikin panas dingin yang ngetik 😭😌