
***
Menemui seorang investor yang Kia maksud seperti tidak ada salahnya, Fardan datang ke tempat yang di maksud Kia. Orang seperti Fardan sudah jelas tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, apa lagi Kia bilang dia investor besar untuk perusahaan nya.
Arzan sudah menunggu di sana, pria itu tidak sabar ingin menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Di tambah minggu depan dia akan sibuk dengan persiapan pertunangan Dean dan Zivana, maka dari itu masalah Kia harus selesai secepatnya. Dia akan sangat sibuk minggu depan, Arzan pikir mungkin dia tidak akan ada waktu untuk membantu Kia.
"Hallo, aku tidak bisa ikut pergi bersama papa. Mama sedang sakit, tapi papa akan menemui mu dia sudah berangkat." Entah kenapa perkataan Kia itu malah membuat Arzan sedikit tidak tenang, gadis itu menelpon nya beberapa menit yang lalu.
Benarkah mama nya sakit? Arzan hanya takut gadis itu tidak baik-baik saja, mengingat cerita Kia tenang seperti apa papa nya itu.
"Apa kau baik-baik saja?"
Oh, ayolah! Arzan jadi tidak waras, dia sangat mengkhawatirkan gadis itu.
Menghalau semua pikiran-pikiran buruknya, Arzan harus fokus pada rencananya dia harus bisa meyakinkan papa Kia. Seseorang yang dia tunggu pun datang, Fardan menghampiri pria itu.
"Permisi, apakah kau tuan Arzan?"
__ADS_1
"Ya, anda tuan Fardan Sudirjo?"
Fardan mengangguk, di susul dengan uluran tangan dari Arzan. "Senang bertemu dengan mu, silahkan duduk."
"Ah, iya. Saya juga senang bisa bertemu dengan mu. Terima kasih tuan Arzan,"
Keduanya berbincang-bincang sekedar untuk berbasa-basi, Arzan memesankan minuman untuk keduanya. Sebenarnya Arzan tidak suka terlalu lama di sana, tapi untuk bisa membuat Fardan yakin dia harus bisa menahan diri.
Setelah cukup berbasa-basi, saling membicarakan beberapa tentang dunia bisnis Arzan mengeluarkan sebuah lembar kontrak kerja sama. Selain itu dia juga meletakkan dokumen yang berisikan persyaratan dan ketentuan untuk bisa melakukan kerja sama,
"Apa jaminan nya bahwa semua yang kau katakan itu benar? Berinvestasi dengan jumlah yang sangat besar, pada perusahaan yang jatuh bangkrut." Fardan itu sangat licik, dia tidak mudah di taklukan tapi entah kenapa mudah sekali saat terlilit hutang.
Fardan menurut dia membuka dokumen lain selain lembar kerja sama, dia membacanya dengan sangat teliti. Fardan melotot sempurna, ternyata alasannya itu karena Kia. Bagaimana bisa? Akan melakukan investasi besar, asal Fardan menyerahkan Kia padanya.
"Bagaimana? Kau setuju?"
"Kenapa kau tidak datang lebih awal, aku sudah lama menunggu orang yang akan membawa anak itu dan menukarnya dengan uang. Aku sangat setuju!" Fardan terdengar begitu bersemangat, bahkan Arzan hampir tersedak minum mendengar nya.
__ADS_1
Yang Kia ceritakan ternyata benar, Fardan itu sangat kejam dia bukan manusia. Padahal Kia anak kandung nya, tapi dia bisa setega itu. Uang sudah membuat nya seperti itu, kekayaan sudah membuat hatinya menjadi batu.
Bagaimana mungkin seorang ayah mampu melakukan itu? Biasanya anak perempuan akan sangat dekat dengan ayah mereka, ayah cinta pertama nya anak perempuan. Tapi, jangan lupa juga ayah merupakan patah hati pertama anak perempuan juga.
"Tanda tangani perjanjian ini, aku tidak bisa percaya hanya dengan perkataan setuju. Bisa saja kau mengingkari nya." Arzan menyodorkan surat perjanjian nya, tanpa pikir panjang lagi Fardan menandatangani itu.
"Selesai, aku sudah menandatangani nya. Secepatnya setelah transaksi nya selesai, akan aku serahkan gadis itu padamu."
Arzan mengangguk-anggukkan kepalanya, negosiasi yang dia lakukan berhasil. Ini sama saja dengan Fardan yang menjual anak nya sendiri. Setelah menyelesaikan semuanya Arzan langsung bergegas pergi dari sana, dia juga punya urusan lain. Seseorang yang dia suruh mencari tahu informasi tentang Gladys, mengatakan bahwa mereka mendapat informasi penting.
"Gladys ada di London, dia melanjutkan hidupnya di sana." Kembali Arzan mengingat percakapan nya tadi dengan seseorang lewat telepon, dia begitu bersemangat setelah mendengar kabar itu.
Dengan kecepatan sedang Arzan membelah jalanan kota, pria itu mengemudi dengan hati gembira. Dia sudah menyelesaikan masalah Kia, dan sekarang dia mendapatkan kabar tentang Gladys. Ini seperti Arzan yang menolong seseorang, lalu tuhan langsung membalas kebaikan nya dengan memberi kabar tentang Gladys.
"Aku akan datang Glad, aku akan membawamu pulang."
...****...
__ADS_1
...Up!Up!Up!...