Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2• Ganti Rugi?


__ADS_3

***


Kia membersihkan kamar mandi sesuai yang Arzan katakan, ada dua kamar mandi di apartemen itu. Untungnya kedua kamar mandi itu tak terlalu kotor, Kia membersihkan nya dan lanjut memasak makan malam. Kia pikir setidaknya malam ini dia bisa tidur di tempat yang aman.


Kegiatan memasak pun selesai, Kia menyajikan makanan di meja. Gadis itu memanggil Arzan untuk makan malam.


"Uncle!! Makanan nya sudah siap, cepat kemari!!" teriak Kia.


Arzan yang sedang berjalan kearah dapur itu menutup telinganya, teriakan Kia tak main- main telinga Arzan sampai berdengung.


"Berisik!" tegur Arzan dan menarik kursi untuk dia duduki, Kia menyengir kuda seolah tak bersalah.


"Aku mau mandi dulu, jangan habiskan makanan nya sendiri sisakan untuk ku." Kata Kia.


Arzan menautkan alisnya. "Ini rumah ku, makanan ku dan semua yang ada di sini milikku. Siapa kau yang berhak mengatur? Beli makanan di luar, sana!"


Begitulah mulut pedas Arzan, tanpa memikirkan perasaan orang lain dia selalu mengeluarkan kata-kata pedas nya. Mulutnya seperti tidak memiliki filter, dia selalu mengatakan apapun yang ada di kepala nya.


"Pelit, makanan nya sangat banyak tapi tidak mau berbagi. Uncle Spiderman pelit!!" Kia pergi dari sana, gadis itu pergi menuju kamar mandi yang ada di dapur.


Arzan mendelik tapi dia tak terlalu memperdulikan ucapan Kia, pria itu makan sendirian. Sepertinya benar Arzan tidak akan memberi Kia makan, pria itu menyimpan makanan sisa kedalam lemari pendingin. Dia selesai makan tapi Kia belum keluar dari kamar mandi, Arzan sedikit merasa khawatir jangan sampai gadis itu bunuh diri di kamar mandi nya.


"Dia sangat menyusahkan." Decak Arzan.


Pria itu mengetuk pintu kamar mandi, dia juga mengetuk nya sangat keras. Tapi tidak ada sahutan dari Kia, Arzan pun menjadi gemas sendiri. Dia menendang pintu nya, sungguh merepotkan sekali Kia itu.

__ADS_1


"Gadis penguntit!!"


Tok! Tok! Tok!


"Penguntit cilik, buka pintunya!!!"


"Sialan! Dia sangat menyusahkan."


Arzan tidak memiliki pilihan lain, dia akan merelakan pintu kamar mandi dan mendobraknya. Ini gara-gara Kia, gadis itu harus mengganti rugi atas kerusakan pintu kamar mandi nanti.


Brakk!!!


Pintu kamar mandi di buka paksa, Arzan berhasil masuk. Pria itu di buat tercengang setelah melihat Kia, dia hampir mencekik gadis itu karena kesal. Bagaimana tidak, rupanya Kia tertidur di kamar mandi. Dia menyandar pada tembok, bisa-bisanya dia tidur di kamar mandi dan membuat Arzan harus mendobrak pintu.


Kia terbangun gelagapan, gadis itu sampai terengah-engah. Dia mengusap wajahnya yang basah. "Uncle, kenapa menyiram ku? Memang nya aku tanaman apa?!" protes Kia.


"Hey, penguntit cilik! Kau pikir kamar mandi itu kamar hotel? Kenapa kau tidur di sini, kau membuat ku mendobrak pintu kamar mandi. Aku mengalami kerugian karena mu!" seru Arzan sangat menggebu-gebu.


Kia meringis mendengar nya, dia tidak sengaja tidur di kamar mandi. Tadi itu, Kia sangat kelelahan sebab seharian ini dia bekerja sangat keras. Niat hati ingin membersihkan diri, tapi Kia malah tertidur.


"Hehehe.... Maaf, tadi aku merasa lelah dan butuh istirahat. Tapi sungguh, aku tidak mengira akan tertidur di sini. Aku tadi hanya duduk, dan tanpa sadar malah tertidur." Jelas Kia sambil cengengesan, dia sebenarnya merasa malu juga tertidur di kamar mandi.


Pria itu menghela nafasnya, dia sungguh menyesal membawa gadis itu ke apartemen nya. Berniat untuk mengirit tenaga membersihkan apartemen, tapi justru menambah pengeluaran. Dia harus memperbaiki pintu kamar mandi, perkara pintu kamar mandi memerlukan uang dan Arzan itu sangat mengirit pengeluaran uang. Arzan bilang, dia akan mengirit untuk masa depannya dan Gladys dia masih berharap Gladys kembali padanya.


"Terserah, tapi kau harus ganti rugi."

__ADS_1


"Apa, ganti rugi?!" pekik Kia heboh, mau dapat uang darimana dia untuk makan saja Kia kesusahan sekarang ini. "Dapat uang darimana aku untuk ganti rugi?"


Ini gila, benar-benar gila!


"Aku tidak perduli, pokoknya kau harus ganti rugi. Mengerti?" Arzan meninggalkan Kia, pria itu akan memanggil tukang untuk memperbaiki pintunya besok.


Sementara itu Kia nampak putus asa, dia harus apa sekarang? Ganti rugi, uang darimana? Hidupnya saja sekarang sudah sangat nelangsa, dan kini bertambah lagi sebuah beban yang mengharuskan nya ganti rugi. Dia pikir Arzan adalah penolong, tapi ternyata dia masalah baru dalam hidupnya.


"Dia bukan malaikat penolong, tapi sebuah beban lain dalam hidup ku. Aku harus apa sekarang?"


...***...


...Up!Up!Up!...


...Annyeong!! Apa kabar guys?...


Aku cuma mau ngasih tau, aku up tiap malam ya guys🥳 kemarin tuh aku up malam tapi gak tau kenapa baru muncul siang😌 Emang kadang suka gtu sih ya🥲 harus banyak² sabar 😌🥲


Aku mau kasih visual Arzan sama Kia, tapi aku up nya di Ig nanti. Yg mau lihat nanti liat di Ig aku, tapi nanti ya guys!! Di kabari lagi ko, tenang aja😉


Ig: @haluqueen09


Jangan lupa kasih dukungan nya🙏🙏


...Like, Coment, Hadiah dan Vote!!! ...

__ADS_1


__ADS_2