
***
Arzan keluar dari ruangan Dean dengan otak nya yang sudah terkontaminasi, pria itu jadi ingat Bian. Coba saja dia ada pasti otaknya akan lebih parah dari dirinya, sayang sekali saat ini Bian sudah pindah ke luar negeri setelah masalah nya dan Adeeva selesai.
Baru saja Arzan hendak masuk kedalam lift, lift di sebelah terbuka tepat saat itu Zivana keluar dari lift. Arzan memundurkan tubuhnya dia menyapa gadis itu, dan pastinya dia menelisik nya baik-baik.
"Kak Arzan, Om Dean ada di ruangan nya kan?" Arzan mengangguk mengiyakan, gadis itu langsung berjalan menuju ruangan Dean.
Arzan yang belum puas menelisik untuk memastikan pemikiran nya itu merasa geram, tapi melihat Zivana tadi tidak ada tanda-tanda apapun. Apakah Zivana sangat lihai menutup tanda-tanda nya dengan make up?
"Arzan kau gila?" Arzan menggelengkan kepala nya, dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti itu.
***
Zivana membawakan makanan untuk Dean, meski ini belum masuk jam makan siang tapi gadis itu sudah membawakan nya takut Dean sudah lapar sebab belum sarapan. Benar saja pria itu langsung menyambar makanan yang Zivana bawa, untung dia datang lebih awal.
Tak memperdulikan apapun lagi, Dean sibuk melahap makanan nya. Pria itu bahkan tak membiarkan mulut nya kosong, benar-benar seperti orang yang sangat kelaparan padahal dia hanya belum sarapan.
"Pelan-pelan om, nanti tersedak kan repot. Lagian makanan nya Ziva bawa banyak ko, tidak ada yang mau minta juga." Kata Zivana.
Dean hendak menyahuti tapi mulutnya penuh dengan makanan, pria itu mengunyah habis dulu makanan nya baru menyahuti perkataan Zivana. "Laper sayang," sahutnya.
Zivana menggeleng kan kepalanya, apakah separah itu? Kalau begitu beruntung sekali dia datang lebih awal, kalau telat sedikit saja suaminya ini akan menjadi zombie yang kelaparan.
"Kenapa berangkat tanpa sarapan? Om, juga gak bangunin Ziva,"
__ADS_1
"Itu, kesiangan. Lagipula tidurmu nyenyak sekali, mana tega bangunin nya."
Zivana tersenyum malu-malu, rupanya pria itu tak mau mengganggu tidur nya. Dean benar benar pengertian, ngerti kalau Zivana itu tidurnya kebo banget!!
"Ziva jadi malu." Ujarnya sambil menunduk dengan pipi yang memerah.
"Malu? Tumben, biasanya malu-maluin."
Sontak saja sebuah cubitan geledek langsung menyambar perut kotak-kotak pria itu, Zivana adalah gadis pemilik cubitan geledek. Seperti nya tak banyak yang tahu, sebab hanya Dean lah yang jadi korban nya.
"Sakit, sayang!" Dean meringis merasakan sakit nya cubitan gadis itu, benar-benar istri durjanah Zivana ini.
"Awas ya, nanti malam kau yang akan aku makan. Siap-siap saja!" kini Dean mengancam gadis itu, tapi sepertinya Zivana tak merasa takut.
"Jorok!!" pekik Zivana.
***
Sore ini Dean mengajak Zivana untuk ke hotel, bukan untuk menghabiskan malam melainkan untuk mengecek keadaan di sana. Tak lupa juga Dean memastikan beberapa hal agar saat dia di London tidak akan ada masalah, mereka akan berangkat minggu depan. Minggu ini Dean akan sibuk mengurus segalanya selagi dia di sini, dia juga menyiapkan beberapa hal untuk di London nanti.
"Om, Ziva mau tidur di hotel. Udah lama Ziva gak tidur di hotel." Gadis itu memelas di hadapan Dean. "Malam ini aja, om gak akan bangkrut ko kalau bawa Ziva tidur di hotel satu malam."
Rasanya Dean ingin menjitak kepala gadis itu, ini hotel milik Dean mereka bisa menginap kapan saja. Kadang Zivana itu seperti orang amnesia, lupa akan siapa suaminya itu.
"Sayang, mau tidur sampai kita punya cicit pun aku tidak akan jatuh bangkrut. Hotel ini milik ku, dan apa yang menjadi milik ku adalah milik mu juga begitu pun sebaliknya."
__ADS_1
Zivana terkekeh sendiri, dia hanya bercanda takut Dean tidak mau menginap di hotel ini. Mereka itu pengantin baru, butuh waktu untuk berduaan juga.
Seperti yang Zivana inginkan mereka menghabiskan malam ini di hotel, keduanya sudah berada di kamar hotel pilihan Zivana. Gadis itu sedang menyiapkan makan malam mereka, dia memesan makanan kesukaan Dean khusu dengan beberapa lilin untuk membuat suasana romantis.
Jika Zivana sudah ke mode seperti ini, Dean tidak akan bisa melakukan apapun. Pria itu hanya akan mengikuti permainan Zivana, Dean tidak bisa menolak apapun itu. Masih ingat dulu Zivana sangat agresif, dan Dean berada di bawah kendali Zivana. Sentuhan Zivana sangat berpengaruh besar, apapun keadaan nya Dean tidak akan mampu menolak.
"Tara!!! Yuk, makan. Ziva sengaja buat ini, supaya kita ada makan romantis. Kita kan belum pernah melakukan nya."
Ah, iya mereka belum pernah makan malam romantis seperti pasangan yang berkencan pada umumnya. Baik Dean ataupun Zivana sama-sama sibuk, jadi tidak ada waktu untuk mereka melakukan makan malam romantis.
Keduanya mulai menyantap makanan dengan lahap, suasana romantis itu mengalir dengan sendirinya. Banyak hal yang mereka lewatkan karena terlalu sibuk dengan urusan masing masing, dan saat-saat berdua seperti inilah mereka harus menebus semuanya.
"Maaf, telat menyadari bahwa kau adalah orang yang tepat untuk ku. Maaf, membuat mu menunggu lama untuk aku bisa menyadari perasaan ku." Dean selalu mengatakan maaf untuk itu di setiap kesempatan, dia benar-benar merasa bersalah mengingat sikap nya yang dulu.
"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." Kalimat penutup dari Zivana itu sangat menenangkan, itulah kenapa Dean sangat menyukai gadis ini karena setiap saat dia selalu bisa membuat Dean tenang dan nyaman.
"Aku mencintaimu, gadis nakal."
"Aku juga sangat mencintai mu, om duda 30 hari."
...***...
...Up!Up!Up!...
...Guys, ayo spam komen!!! Komen dan like makin banyak, up nya pun makin cepat ✌️...
__ADS_1