Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2• Dijemput paksa


__ADS_3

***


Ke esokan harinya adalah jadwal kuliah Kia, gadis itu di antar oleh Ziko. Mendengar kabar Kia yang di antar oleh Ziko, tentu saja Arzan kesal. Buru-buru dia datang ke kampus Kia untuk memastikan gadis itu benar-benar di antar ke kampus.


Di depan kampus tentu nya Arzan menarik beberapa atensi mahasiswa/i di sana, sebab itu Arzan tak jadi masuk ke dalam. Mungkin karena ada beberapa orang yang mengenal Arzan, perusahaan Dean menjadi salah satu donatur di kampus itu.


Jika sampai Arzan masuk bukan hanya akan menarik perhatian beberapa mahasiswa/i di sana, tapi juga akan menarik perhatian dosen dan beberapa pengurus kampus.


"S**t! Aku akan menunggu nya di mobil saja."


Arzan kembali masuk kedalam mobil nya, dia menunggu Kia di depan kampus. Mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, tapi Arzan tidak masalah dengan itu. Mengingat Ziko bisa saja akan menjemput Kia nanti, karena itu Arzan harus lebih dulu berada di sana.


"Apa jangan-jangan Si Ziko juga kuliah di sini? Astaga! Aku harus bergerak lebih cepat." Arzan membuka ponsel, dia berniat menelpon Kia untuk memberitahu bahwa dia menunggu gadis itu di depan kampus.


Tut!!!


Tut!!!


Tut!!!


Lama panggil itu tak di jawab, semakin membuat Arzan gelisah. Pria itu mengusap kasar wajah nya, helaan nafas panjang pun terdengar jelas dari Arzan.


"Sialan! Aku bisa gila."


Sementara itu di tempat lain, Kia baru saja memulai jam kuliah nya. Seorang dosen masuk dan hanya memberikan tugas, sebab hari ini dia tidak bisa masuk lebih lama. Kia meraba-raba tas selempang nya, gadis itu tidak bisa menemukan ponsel miliknya.


"Apa tertinggal di toilet?" Kia tadi sempat masuk kedalam toilet sebelum masuk kedalam kelas nya, gadis itu buru-buru pergi ke toilet lagi untuk mengambil ponsel nya.


"Haiss!! kenapa aku jadi ceroboh seperti ini? Bisa-bisanya ponsel ku tertinggal." Terus menggerutu Kia pun berjalan tergesa-gesa menuju toilet, memang dua hari terakhir ini dirinya sedang kacau.


Kembali nya Arzan, ungkapan perasaan nya Arzan dan juga ego dirinya sendiri menghantam habis-habisan di waktu bersamaan. Kia sendiri tidak tahu dia akan bagiamana nantinya, yang jelas Kia menjadi kacau belakangan ini.


"Ah, dasar ponsel sialan! Kenapa kau tidak diam saja di dalam tas ku, aku jadi harus menyusul mu." Kia mengambil ponselnya yang tergeletak di depan cermin toilet.


Tak sengaja Kia menyenggol sebuah parfum sampai terjatuh dan pecah, tentunya itu membuat Kia panik. Entah milik siapa parfum itu, Kia tak sengaja menjatuhkan nya. Buru-buru Kia memunguti pecahan kaca nya.


"Ya ampun, kenapa hari ini aku di penuhi dengan masalah?"


"Awwss!" desis Kia saat tak sengaja tangan nya terkena pecahan kaca dari botol parfum itu, darah nya tidak banyak karena lukanya juga hanya luka kecil.


Saat akan berdiri Kia tak melihat keadaan sekitar, alhasil kepalanya mengenai sudut dinding wastafel.


"Awwssss!! Sialan!!"


Gadis itu kembali berjongkok sambil memegangi kepalanya, ini benar-benar hari yang buruk untuk nya. Sedari tadi dia terus di timpa kesialan, ada apa dengan nya?


'Ceroboh!' kata itu kata yang sering Arzan ucapkan dulu mengenai dirinya, seakan ingatan Kia kembali pada masa di mana dia yang terus membuat masalah dan merepotkan Arzan. Saat dia menumpang di apartemen Arzan, dan terus menciptakan kerusakan. Tapi, sejauh itu Arzan begitu sabar menghadapi nya. Bahkan pria itu menolong nya, dan menjadi sosok malaikat pelindung untuk nya.

__ADS_1


Kia bisa hidup setenang sekarang itu juga karena Arzan, dan Kia menjadi seperti sekarang itu juga karena Arzan. Karena berani mencintai nya, dan terluka karena kepergian nya.


"Mulut dan hati ku mengatakan hal yang berbeda. Mulut ku mungkin mengucapkan kata benci, tapi lain dengan hati."


...***...


Kia berlari-lari kecil keluar kampus, di luar cuacanya panas sekali. Gadis itu telah menerima pesanan dari Arzan, sebenarnya pesan itu sudah di kirim beberapa jam lalu tapi Kia baru membukanya. Betapa terkejutnya Kia saat membaca isi pesan dari Arzan, bisa-bisanya pria itu menunggu Kia sedari pagi sampai sore hari.


Harusnya Kia kuliah setengah hari, tapi dia berada di sana sampai sore karena ada tugas yang harus dia selesaikan bersama teman kuliah nya yang lain.


Kia mengedarkan pandangannya mencari sosok Arzan, di area parkir kampus Kia tidak menemukan mobil pria itu. Kia pun berlari lagi, dia berdiri di gerbang sambil mencari keberadaan Arzan. Tak jauh dari halte di depan kampus nya, sebuah mobil yang Kia yakini adalah mobil Arzan tengah terparkir.


"Uncle!" Kia terlihat sedikit kesal, gadis itu mengetuk jendela mobil Arzan.


"Uncle, buka!!!" sekali lagi Kia mengetuk jendela mobil, namun masih tak ada respon.


Apa dia tertidur didalam mobil?


Tok!! Tok!!! Tok!!!


"Uncle!!!!!!"


Benar saja apa yang Kia pikirkan benar, Arzan tertidur di dalam mobil. Pria itu terlonjak kaget mendengar ketukan di jendela mobil nya, dengan separuh nyawanya Arzan menurunkan jendela mobil.


"Uncle!!!" suara cempreng Kia langsung menyambut nya, Arzan sampai menutup telinganya karena itu.


"Kiara, apa-apaan ini? Jangan teriak-teriak, aku masih bisa mendengar mu." Protes Arzan.


Arzan menautkan alisnya, kemudian dia melihat pada sekitar. Oh, iya benar dia berada di depan kampus Kia, menunggu gadis itu.


"Kenapa, kau tidak suka?" Arzan menegakan duduk nya, pria itu merapihkan dasinya.


"Iya, aku tidak suka." Sahut Kia.


Arzan menatap gadis yang berdiri di luar mobil nya itu, Kia membungkuk menampakan wajah nya di jendela. Bukannya marah atau kesal, Arzan justru tersenyum mendengar perkataan Kia.


"Kenapa senyum? Tidak ada hal lucu ya uncle, jadi jangan senyum." Tegas Kia.


"Kau mengkhawatirkan ku? Ah, ku rasa benar iya kan?" Arzan menaik turunkan alisnya.


Kia melotot mendengar nya, gadis itu menatap tajam Arzan. Bukannya terlihat seram, wajah Kia justru terlihat sangat lucu. Hal itu membuat Arzan tertawa kecil.


"Uncle, aku serius. Jangan tertawa, aku tidak suka kau menunggu ku di sini."


"Hahha...! Baiklah, aku tidak akan tertawa lagi huuuufffhhh!"


"Uncle!!!" Kia semakin kesal, dan Arzan malah semakin mengeraskan tawa nya.

__ADS_1


Hahaha.......!!!


Tawa Arzan sangat menguji kesabaran Kia, dengan tidak berperasaan nya Kia melempar Arzan dengan tas selempang nya. Tentunya Arzan berhasil menangkap tas nya, tawa Arzan baru berhenti setelah itu.


"Rasain!" kesal Kia.


"Kau jahat sekali, bagaimana kalau tas ini mengenai wajah tampan ku?" gurau Arzan.


"Bodo amat! Aku tidak peduli, ya uncle!"


Ayolah Arzan mulai dengan sikap menyebalkan nya, ini benar-benar menguji kesabaran Kia.


"Ayolah Kia, aku bercanda." Kata Arzan.


Kia terlanjur kesal, gadis itu tak mau mendengarkan ocehan dari Arzan lagi. Kia meminta tas nya yang dia lemparkan tadi.


"Kembalikan tas ku, aku mau pulang. Buang-buang waktu ngomong sama uncle, mana ngeselin lagi."


"Masuk biar aku antar." Titah Arzan.


"No! aku bisa pulang sendiri, sini tas nya."


"Tidak! Kau masuk dulu, baru tas ini akan aku berikan." Arzan kekeh dengan yang dia mau, dan Kia pun tetap bersikeras untuk pulang sendiri.


Kia tetap dengan keputusan nya untuk pulang sendiri, gadis itu tetap tidak mau masuk kedalam mobil. Melihat itu Arzan pun turun dari mobil, dia membuka pintu mobil nya.


"Masuk!"


"Tidak akan!"


"Masuk Kia!"


"No, uncle!"


Haiss! Mau sampai kapan terus seperti ini? Lama-lama Arzan menjadi geram, dengan cepat Arzan mendorong tubuh Kia. Alhasil tubuh Kia berhasil masuk kedalam mobil, buru-buru Arzan menutup pintunya.


"Uncle!!!" seru Kia.


Arzan masuk kedalam mobil, dia langsung memasang sabuk pengaman dan melajukan mobilnya tanpa memperdulikan makian Kia.


"Aku sudah meminta dengan cara baik-baik, tapi kau tidak mau mengerti juga." Kata Arzan.


...***...


...Update!!!...


...Part ini kayaknya panjang ya guys, sengaja mau di bikin dua bab tanggung jadi di satuin aja🤭 ...

__ADS_1


...Tandai kalo ada typo, biar nanti aku revisi 🙏 Dan mohon untuk di maklumi karena aku ngetiknya buru-buru mau nonton perfom nya WayV 😭...


...Fafay!!!...


__ADS_2