
***
Satu minggu berlalu, hubungan antara Zivana dan orang rumah terasa semakin canggung. Sikap dingin dan acuh mama Resa semakin memperkokoh kecanggungan antara keduanya. Selama seminggu ini juga Zivana banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar, dia juga sibuk mencari referensi universitas untuk dia melanjutkan pendidikan nya.
Ada banyak rekomendasi universitas bagus untuk nya, bahkan ada beberapa rekomendasi universitas di luar negri. Tapi, Zivana tak berani untuk mendaftar. Dia tidak mungkin meminta biaya kuliah pada orang tuanya lagi, mereka selama ini sudah berbaik hati membesarkan dan merawatnya dan untuk masalah kuliah jangan sampai Zivana menyusahkan mereka.
"Bekerja? Ya, mungkin aku bisa kuliah sambil bekerja." Monolog Zivana.
Gadis yang saat ini tengah duduk di kasur dengan laptop di pangkuannya itu mulai mencari lowongan pekerjaan lewat internet. Dia harus bisa mandiri, tidak boleh mengandalkan orang lain lagi. Dia juga bertanya pada beberapa temannya.
Suatu kebetulan salah satu teman sekelasnya ada yang bekerja di sebuah caffe, dia menawarkan Zivana untuk ikut bekerja juga di sana. Di dekat caffe juga ada sebuah universitas, Zivana bisa melanjutkan kuliah nya di universitas itu. Memang jaraknya sedikit jauh dari rumah, tapi tidak ada masalah bukan Zivana bisa mengontrak, lagi pula tinggal di rumah pun sudah tak senyaman dulu.
"Gimana Ziva, mau kerja bareng aku di caffe?" tanya Sandra lewat sambungan telepon.
"Boleh San. Apa aja syarat buat lamar kerja di sana?" sahut Zivana.
Sandra pun menjelaskan beberapa persyaratan dan ketentuan untuk melamar kerja di caffe, Sandra juga menjelaskan cara bekerja di sana. Keputusan Zivana sudah bulat, dia akan kuliah sambil bekerja dan pergi dari rumah.
**
Keesokan harinya dia dan Sandra bertemu, dengan bantuan temannya itu Zivana melamar pekerjaan di caffe. Setelah pasti mendapat pekerjaan nya, Zivana akan mencari tempat tinggal di dekat sana. Kemudian baru mendaftar untuk kuliah.
"Makasih ya San, jadi ngerepotin kamu." Ujar Zivana tak enak hati.
"Santai aja, namanya juga sama temen. Kalau butuh bantuan lagi, kamu jangan ragu hubungi aku." Balas Sandra dengan tulus.
Zivana mengangguk mengerti, mulai besok dia sudah bisa bekerja. Ternyata caffe itu memang sangat membutuhkan pegawai, jadi tidak terlalu banyak persyaratan dan juga tidak ada proses yang memakan waktu lama. Buktinya hari ini Zivana datang untuk melamar pekerjaan, besok lusa nya dia sudah bisa mulai bekerja.
__ADS_1
Hari sudah sore, Zivana pun bergegas pulang. Dia akan mencari tempat tinggal untuk nya besok, dia juga akan langsung pindah setelah mendapat kan tempat hari itu juga.
Ting!
Notifikasi chat masuk ke ponselnya, Zivana yang tengah menunggu bus di halte pun menyempatkan diri untuk membuka chat. Ah, iya dia hampir lupa, beberapa hari belakangan ini Zivana tidak mengabari Dean. Kurang lebih satu minggu Zivana tak memberikan kabar, gadis itu butuh waktu untuk sendiri saat ini.
^^^Om Dean ganteng😚^^^
^^^Aku akan ke luar negeri besok, jika ada waktu mari bertemu sebelum keberangkatan ku.^^^
You
Baiklah, suruh pak Arzan jemput Ziva besok.
^^^Om Dean ganteng 😚^^^
Zivana menghela nafasnya, dia ingin sekali membagi apa yang dia rasakan sekarang dengan Dean. Dia ingin menumpahkan semuanya, dia butuh seseorang untuk mendengarkan dirinya. Namun, seperti nya semua orang sibuk. Bahkan Dean tak menanyakan kabarnya, dia malah akan pergi ke luar negeri.
"I'm fine." Ucapnya menyemangati diri nya sendiri.
***
Hari ini keberangkatan Dean ke luar negeri, pria itu akan pergi ke London. Seperti yang dia rencanakan sebelumnya, dia dan Zivana bertemu sebelum keberangkatan nya. Dean akan berangkat pukul 10:00, dan kini baru pukul 09:00 masih ada waktu satu jam. Mereka bertemu di sebuah caffe, jaraknya tak terlalu jauh dari bandara. Dean sudah siap untuk berangkat, bahkan koper nya sudah di ada di mobil. Setelah bertemu Zivana dia akan langsung pergi ke bandara.
"Maaf membuang waktu mu, aku hanya ingin bertemu sebelum berangkat ke London." Kata Dean.
Zivana menganggukkan kepalanya, gadis itu terlihat berbeda dari biasanya. Dia lebih banyak diam sekarang. "Tidak apa om."
__ADS_1
Suasana diantara keduanya mendadak canggung, sebelumnya tidak pernah seperti ini. Dean merasakan beberapa perubahan pada sikap Zivana, namun memilih untuk tak memperdulikan nya mungkin mood gadis itu sedang tidak baik.
"Apa kau tidak akan bertanya, untuk apa aku pergi kesana?" tanya Dean.
Zivana hanya melirik sekilas. "Aku rasa aku tau, jadi tidak perlu bertanya. Om, kesana untuk pekerjaan bukan?"
"Ya. Aku kesana untuk pekerjaan penting, mungkin tidak akan kembali untuk waktu yang lumayan lama." Jelas Dean.
Tidak akan kembali untuk waktu yang lumayan lama, kalimat itu entah kenapa membuat dada Zivana sesak. Semua orang seakan meninggalkan nya sekarang, pertama orang tua nya lalu sekarang Dean. Seperti nya Zivana harus melewati semuanya sendiri mulai sekarang.
"Benarkah? Ziva sendirian dong," Zivana menampakkan wajah masamnya.
"Jangan manja." Kata Dean seakan tamparan keras untuk Zivana.
Dua kata itu, tamparan keras untuk Zivana. Benar, dia tidak boleh manja. Dia sekarang harus mandiri, sudah tidak ada lagi orang yang bisa dia andalkan termasuk Dean. Dia harus bersikap dewasa, dia harus jadi seseorang yang kuat. Dunia yang selama ini dia anggap baik, ternyata menyimpan banyak misteri yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan segala nya.
"Om, nanti kembali kesini lagi kan?" tanya Zivana tiba-tiba merasa cemas. Dia takut Dean akan benar-benar meninggalkan nya dan tidak akan kembali lagi.
Mungkin sekarang Dean pergi, tapi Zivana berharap pria itu kembali lagi. Meski bukan untuk sekarang, setidaknya Dean ada untuk nya nanti. Bisa jadi sesuatu yang membuat nya kuat, dan menjadi sesuatu untuk nya mau bertahan karena menunggu sebuah pertemuan.
"Aku akan kembali."
Kalimat yang Dean ucapkan sebelum dia pergi itu menjadi motivasi Zivana, dia akan bertahan untuk menunggu Dean kembali. Dia akan menanti Dean, yang entah kapan penantian itu berakhir nanti nya. Sebuah pertemuan yang di janjikan Dean, menjadi penguat Zivana.
...***...
...Up!Up!Up!...
__ADS_1
Sengaja Dean nya di hempas ke London, biar Zivana berjuang sendirian 🤧😠Baik bngt kan akuhh😚😚