Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Chapter 44


__ADS_3

***


Kehadiran Zivana menarik atensi semua orang, dengan di apit Resa dan juga Kia gadis itu berjalan menuju altar. Di sana ada Dean dan juga beberapa orang dimana tadi sudah melangsungkan ijab qobul, Zivana berjalan dengan anggun. Pesona seorang Zivana menghipnotis orang yang melihatnya, dia terlihat sangat cantik.


Masih sedikit tak percaya, Zivana duduk di samping Dean. Dia merasa ini seperti mimpi, apa lagi dia juga pernah bermimpi di lamar yang rasanya seperti nyata. Itu rasanya sama seperti sekarang ini, bahkan Zivana sudah beberapa kali mencubit tangan nya.


Beberapa prosesi lain nya di lanjutkan, semua berjalan dengan lancar tanpa kendala. Lalu setelah semua prosesi nya beres, Zivana dan Dean mulai menyambut beberapa tamu di pelaminan. Hanya ada beberapa saja yang hadir, sebab tamu undangan pun tamu pilihan. Hanya keluarga dan beberapa kerabat dekat saja, baik teman Zivana ataupun rekan bisnis Dean tidak ada yang di undang. Mungkin hanya ada Kia dan Arzan, selebihnya akan di undang di acara resepsi nanti.


"Om, ini beneran kita udah sah? Ziva, masih gak percaya tau." Bisik gadis itu pada Dean, pria itu malah terkekeh mendengar nya.


"Kenapa hmm? Mau buktikan ini mimpi atau nyata?" tanya Dean dan Zivana pun mengangguk dengan cepat.


Cup!


Dean mengecup singkat bibir gadis itu, sontak saja Zivana membulat kan matanya kaget. Gadis itu langsung memukul lengan Dean dengan begitu keras, sampai sang empunya meringis merasakan sakit akibat pukulan Zivana.


"Awww!! Sakit sayang!" kata Dean sambil mengelus-elus lengan nya. Sementara itu Zivana di buat salah tingkah karena panggilan baru dari Dean, pipinya memerah karena malu.


"Cie pipinya merah." Goda Dean sambil menyenggol-nyenggol lengan gadis itu.


"Ini tuh make up nya, tadi sama MUA nya di kasih merah-merah gitu." Imbuhnya.


Dean tertawa kecil, pria itu menarik hidung mancung Zivana. "Jangan bohong."


"Terserah om kalau tidak percaya." Ujungnya pasti Zivana merajuk.


Pasangan pengantin baru itu terlihat begitu menggemaskan, meski usia mereka terpaut jauh tapi tak membuat keduanya canggung. Bahkan Dean bisa menyesuaikan dirinya dengan gaya Zivana, dimana gadis itu yang selalu bertingkah seperti remaja zaman sekarang pada umumnya. Dean mampu mengimbangi Zivana.


Arzan datang menghampiri keduanya, pria dengan kemeja garis-garis itu mengucapkan selamat. Pria yang selalu cool di setiap saat ini menjabat tangan Zivana dan Dean bergantian. "Selamat atas pernikahan kalian, tuan dan nona."

__ADS_1


"Terima kasih Ar, kamu juga sudah bekerja dengan keras untuk membantu ku menyiapkan ini semua." Ucap Dean.


"Sudah menjadi tugas saya, tuan."


Zivana tersenyum hangat pada Arzan, gadis itu mengulurkan tangannya meminta kado. Bahkan dia meminta double, untuk kado ulang tahun dan juga kado pernikahan nya.


"Mana kado buat Ziva? Harus double pokoknya!"


Arzan menatap Zivana lalu beralih menatap Dean, rasanya Arzan sedikit ragu untuk menyerahkan hadiah nya. "Saya hanya bawa satu kado."


Zivana mengubah ekspresi wajah menjadi murung, tapi detik berikutnya dia tersenyum kembali. "Tidak apa-apa, sini mana hadiah nya?"


Arzan menyerahkan sebuah kotak berukuran kecil, Zivana langsung mengambil itu dari tangan Arzan tanpa menunggu lama lagi. Dean yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, bisa-bisanya Zivana meminta kado. Padahal jika dia mau sesuatu tinggal bilang saja, Dean pasti akan membelikan semuanya.


"Makasih kak Arzan," Zivana membiasakan dirinya memanggil Arzan dengan embel-embel 'kakak' dia pikir panggilan itu sangat pas untuk Arzan.


"Happy birthday and happy wedding day. Ini kado dari aku, semoga kamu suka ya. Tapi, menurut aku kamu pasti suka!!" Kia terlihat percaya diri saat mengatakan nya, Zivana pun menjadi sangat penasaran kado apa yang di berikan Kia pada nya.


"Terima kasih Kia, padahal tidak usah repot-repot." Sok jaim memang Zivana ini.


"Aku seneng di repotin, apa lagi kalau di repotin sama anak kalian. Duhh! Jadi gak sabar, cepet-cepet punya baby ya." Antusias Kia, dia membayangkan seberapa lucunya anak Zivana dan Dean nanti.


"Om Dean, cepet di gempur ya. Jangan kasih kendor, hajar terus tiap malam!" Kia beralih pada Dean, tentu saja Dean langsung mengacungkan jempol nya.


"Okay, siap!!"


Sementara itu, Zivana bergidik ngeri membayangkan apa yang Kia katakan. Di gempur tiap malam, duhh serem nya!!


...***...

__ADS_1


Zivana sudah membersihkan dirinya, gadis itu sedang memakai pelembab di wajah nya. Dia sudah bersiap-siap untuk tidur, tapi Dean belum ada kembali juga ke kamar. Entah kemana perginya pria itu, Zivana tak peduli saat ini syukur-syukur dia tidak datang ke kamar malam ini.


Baru saja merasa senang membayangkan Dean yang tidak akan datang, pintu terbuka dan menampilkan wajah kusut pria itu. Dean berjalan kearah Zivana di meja rias, dia memeluk gadis itu dari belakang.


"Capek, pengen tidur." Kata Dean sambil menaruh dagunya di pundak Zivana, matanya pun terpejam.


"Mandi dulu sana! Om, bau tau." Zivana melepaskan pelukannya, gadis itu berdiri dan berjalan menuju ranjang. "Boleh tidur di sini kalau sudah mandi."


Dean melangkah mengikuti Zivana, pria itu melepaskan dasi nya. Dengan malas Dean menarik handuk yang ada di sopa, itu handuk bekas Zivana mandi tadi. Bukannya berjalan menuju kamar mandi, pria itu malah menghampiri Zivana.


"Sayang, mandi bareng yuk!" Dean mengedipkan sebelah matanya.


"No! Ziva, udah mandi. Om aja sana mandi sendirian." Tolak Zivana.


"Kalau gitu kamu jangan mandi, tapi mandiin aku aja. Mau?" Dean melakukan negosiasi.


Tak menunggu lama lagi, Dean langsung melangkah maju dan menggendong tubuh mungil Zivana. Dia menggendong Zivana menuju kamar mandi, gadis itu meronta meminta di turunkan. Tapi, Dean tak menghiraukan nya.


Akhirnya Zivana berhasil di bawa masuk ke kamar mandi, Dean mendudukkan gadis itu di kloset. Seringai culas muncul di wajah pria itu, bulu kuduk Zivana merinding melihat nya.


"Om, mau ngapain? Jangan macam-macam ya!"


"Tidak bermacam-macam, hanya satu macam saja." Dean menarik sudut bibirnya.


...***...


...Up!Up!Up!...


...Duh, duh!! pengantin baru🤣🤣...

__ADS_1


__ADS_2