Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2• Kenapa sih?


__ADS_3

***


Masalah ganti rugi ternyata benar-benar di ajukan Arzan, pria itu sungguh menuntut ganti rugi untuk pintu kamar mandi. Kia yang sekarang ini sedang tidak memiliki uang, memilih menjadi asisten rumah tangga di tempat Arzan. Memilih ganti rugi, atau jadi asisten rumah tangga selama satu minggu. Ini terlalu berat sebenarnya, hanya pintu kamar mandi tapi Kia harus membayar mahal padahal yang membuka paksa Arzan sendiri.


Uncle Spiderman panggilan itu menjadi panggilan khusus dari Kia, meski Arzan tak suka tapi Kia tetap memanggil dengan sebutan itu. Arzan memang memiliki mulut yang sangat pedas, tapi dia sebenarnya begitu peduli terhadap orang-orang di sekitar.


Kia sedang menyiapkan sarapan pagi ini, dengan cekatan Kia melakukan semuanya sendirian. Setelah selesai dengan itu, Kia harus mulai mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Gadis itu memanggil Arzan ke kamar nya, sekalian mengambil beberapa pakaian kotor untuk di cuci.


Baru saja akan mengetuk pintu kamar Arzan, pria itu sudah memunculkan kepalanya lebih dulu. "Mau apa, kau mau mengintip kan?"


Lantas Kia langsung mendelik tak suka, dia hanya ingin memanggil nya untuk sarapan. Lagi pula untuk apa Kia mengintip, tidak ada selera sedikit pun.


"Sarapan nya sudah siap, aku kesini untuk memanggil mu." Kata Kia, gadis itu langsung pergi setelah mengatakan itu. "Jangan terlalu percaya diri, kau bukan selera ku." Ujar Kia sebelum keluar dari kamar Arzan, gadis itu menutup pintu setengah di banting. Dia sedikit kesal dengan Arzan yang selalu bersikap semaunya, dan juga mulutnya yang tidak memiliki filter saat berbicara.


Beberapa saat kemudian Arzan sudah siap dengan pakaian formal nya, kemeja garis-garis dan sebuah jas warna navy. Arzan menarik kursi untuk duduk, pria itu menatap sarapan nya pagi ini. Nasi goreng lengkap dengan telur ceplok, Arzan sedikit tidak yakin dengan rasanya saat melihat tampilan nasi goreng itu.


"Apa rasanya enak?" tanya Arzan.


"Rasanya seperti sandal jepit, lebih baik kau tidak memakan nya." Sahut Kia sambil berlalu, dia akan mencuci pakaian.


Di tatapnya nasi goreng buatan Kia itu, menyendok sedikit nasi goreng nya lalu Arzan dengan perlahan mulai mengunyah nya. Dia mengunyahnya lalu menelan nasi goreng itu, rasanya tidak buruk. Bahkan Arzan rasa ini termasuk nasi goreng terenak, tampilan nya memang tidak meyakinkan tapi rasanya tidak perlu di ragukan.


"Tidak terlalu buruk." Arzan melahap nasi goreng di piring nya sampai habis, setelah itu dia meminum teh hangat yang sudah di siapkan oleh Kia.


"Dia memang menyebalkan, tapi cukup berguna juga." Mungkin Arzan tak berniat memuji Kia, tapi tanpa sadar ucapannya itu sebenarnya mengakui bahwa gadis itu juga memiliki kemampuan bukan hanya merepotkan.


Sementara itu Kia tengah merendam pakaian, gadis itu sebenarnya tidak ingin melakukan itu tapi semuanya untuk ganti rugi. Perkara pintu kamar mandi menjadi panjang, padahal Arzan tidak mengeluarkan uang banyak untuk itu. Jika di pikir-pikir Arzan itu sekertaris termasuk orang kepercayaan Dean, sudah pasti juga gajinya sangat besar. Tapi, dia sangat pelit sehingga perkara biaya renovasi pintu kamar mandi pun Kia harus ganti rugi.


"Usaha ganti rugi, menjadi pembantu satu minggu. Itu terdengar tidak terlalu buruk, aku hanya seminggu di sini dan akan pergi dengan bebas." Kia tidak sabar untuk segera bebas dari sana, setelah bebas dari ganti rugi Kia akan memikirkan cara untuk melunasi hutang kelurahannya agar dia tidak di paksa menikah dengan rekan papa nya.


***


Malam kian semakin larut tapi Arzan masih belum kembali, Kia tak peduli itu tapi dia merasa sedikit takut di apartemen sendirian. Apartemen ini terlihat sangat menyeramkan di malam hari seperti ini, Kia bahkan tak berani pergi ke kamar mandi. Gadis itu hanya duduk di sopa sambil menyalakan tv, dia menunggu Arzan pulang.


"Kenapa dia belum pulang?" Kia merasa dirinya sudah mulai mengantuk, tapi dia takut sedikit takut untuk beranjak dari sopa.


Ini sudah pukul 23:45 tapi belum ada tanda-tanda pria itu pulang, Kia bahkan sudah menelpon nya tapi tidak ada jawaban. Di luar juga hujan deras, apa mungkin Arzan terjebak hujan sampai terlambat pulang? Tapi dia menggunakan mobil pikir Kia.


"Ngantuk, huhhhhff!" Kia sudah menguap beberapa kali, sepertinya Kia benar-benar mengantuk dan tidak bisa menunggu lagi.


Kia mematikan tv nya, dia memutuskan untuk tidur saja ke kamar nya. Bodo amat dengan Arzan yang entah masih ada di mana sekarang ini, yang jelas Kia sudah sangat mengantuk dan dia akan pergi tidur.


"Mama, apa mama baik-baik saja?" Kia yang sudah berbaring di kasurnya tiba-tiba saja teringat dengan mama nya, dia pergi tanpa memberikan kabar. Ponsel Kia juga hilang, gadis itu sekarang menggunakan ponsel dari Arzan. Kia ingin mengabari mama nya, tapi dia lupa nomor ponselnya. Kia bisa saja mengirimkan pesan lewat media sosial yang memiliki fitur chatting dan sejenisnya, tapi Kia takut papa nya mengambil alih akun sosial media mama nya itu.


"Kia akan segera kembali, untuk itu Kia mohon bertahan sebentar lagi."

__ADS_1


Kia menutup matanya, dia merasa tubuhnya begitu lelah hari ini. Memikirkan cara untuk bebas dari paksaan papa nya juga menguras tenaga nya. Baru saja akan mulai terlelap, Kia kembali terbangun. Dia mendengar suara berisik dari arah luar, niat tak ingin perduli tapi dia juga penasaran.


"Astaga! jangan-jangan itu pencuri. Aduhh! Aku harus bagaimana? Kalau ada barang di curi, pasti aku yang harus ganti rugi karena tidak bisa menjaga rumah." Kia langsung keluar kamar, gadis itu membawa serta sebuah bantal.


Kia perlahan-lahan berjalan kearah dapur, dia melihat bayangan seseorang di dapur. Tadi sebelum Kia ke kamar, dia sudah mematikan lampu dapur dan mengubah lampu ruang tengah menjadi tamaran.


Prang!!!!


Kia tak sengaja menyenggol gelas, gadis itu langsung maju memukul orang yang ada di dapur. Dia memukulkan bantal nya dengan begitu keras, Kia tak memberikan ampun pada orang itu.


"Rasakan! dasar pencuri, beraninya mau mencuri di sini!"


Bugh!!


Bughh!!!


Bugh!!!


"Pencuri sialan! Tidak punya sopan santun, masuk ke rumah orang tanpa izin."


Bughh!!


"Rasakan ini!!"


"Awwss!! Apa-apaan ini?"


Kia memukul nya begitu keras, orang itu melakukan perlawanan setelah di pukul bertubi-tubi. Kia mendadak jadi sedikit takut, tangannya di cekal dengan begitu kuat.


"Lepas, sialan!" seru Kia sambil berusaha melepaskan tangan, bantal yang tadi di bawa Kia sudah di rebut. Alhasil Kia menjadi ketakutan, gadis itu memundurkan langkahnya. Sambil berusaha melepaskan tangan dari cekalan, Kia pun terus memundurkan dirinya.


"Awwwwssss!!!!"


Darah segar mengalir dari kaki Kia, gadis itu memekik kesakitan karena kakinya terluka tak sengaja menginjak pecahan gelas.


"Astaga, dasar ceroboh!" Kia mengenali suara ini, suara ini seperti suara Arzan.


"Uncle?"


"Apa?!"


"Itu kau, uncle?" Kia memastikan dengan menyorotkan senter ponsel, benar itu Arzan.


"Apa yang kau lakukan? Mata ku silau."


Kia pun mematikan senter ponselnya, dia merasa lega ternyata itu Arzan bukan pencuri. Gadis itu berjongkok memeriksa kakinya, sementara itu Arzan menyalakan lampu dapur. Setelah itu dia pun menghampiri Kia, Arzan ikut berjongkok di hadapan gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa kau ceroboh sekali? Lihat, kaki mu terluka sekarang. Ck!" Arzan berdecak sebal, gadis ini selalu menyusahkan dia seperti tidak bisa menjaga dirinya sendiri.


"Siapa suruh kau bertingkah seperti pencuri, diam-diam pergi ke dapur dengan lampu yang di matikan." Sahut Kia.


"Ini apartemen memiliki keamanan yang cukup kuat, tidak mungkin seorang pencuri bisa masuk."


Kia pun baru sadar bahwa apartement ini memiliki keamanan yang tinggi, selain ada penjaga, pintunya pun di kunci dengan teknologi terkini. Sistem kemanan yang sulit untuk di bobol seorang pencuri, bahkan mungkin untuk meretas pun sedikit sulit.


"Aku lupa, sudahlah itu tidak penting sekarang. Aku lega tidak ada pencuri di sini, sehingga aku tidak perlu memperpanjang masa ganti rugi." Kata Kia.


"Tapi, kaki mu terluka." Arzan menjadi sedikit kesal, gadis itu malah lebih memikirkan perihal ganti rugi daripada kaki nya yang terluka.


"Ini hanya terkena pecahan kaca, kaki ku tidak akan di amputasi karena ini." Kia terlihat begitu santai, gadis itu bahkan mencoba berdiri.


Arzan melihat Kia yang berusaha berdiri, dia pun membantunya untuk berdiri. "Obati dulu, duduklah."


"Akan aku obati nanti, sekarang aku harus membersihkan pecahan kaca ini dulu." Kia dengan berjalan pincang mengambil sapu, dia berniat membersihkan pecahan kaca.


Melihat itu Arzan emosi sendiri, dia merampas alat bersih-bersih dari Kia dan langsung menggendong gadis itu. Arzan membawanya keruang tengah, dia mendudukkan Kia di sopa.


"Diam, akan aku obati." Arzan mengambil kotak P3K, pria itu mengobati Kia.


Kia pun menurut, dia diam dan membiarkan Arzan mengobati lukanya. Dengan telaten Arzan mengobati kaki Kia, dia terlihat seperti orang baik sungguhan saat seperti ini pikir Kia. Sadar akan dirinya yang terlalu merepotkan Arzan, Kia pun merasa sedikit tidak enak. Dia juga baru sadar, mungkin papa nya juga menjadi seperti itu karena dia yang terlalu merepotkan.


"Uncle, apa aku sangat merepotkan?" tanya Kia tiba-tiba.


"Kenapa, baru sadar? Kau memang sangat merepotkan."


"Pantas saja papa tidak menyayangi ku, ternyata aku sangat merepotkan dan tidak berguna. Benar kan?"


Arzan diam tak menjawab, dia rasa ini tidak perlu di bahas. Akan menjadi sangat sensitif ketiak di bahas lagi, dia paham bagaimana perasaan Kia sekarang ini.


"Aku sangat tidak berguna, bodoh dan merepotkan. Apa tidak sebaiknya aku menuruti perintah papa? Menikah dengan rekan bisnis nya untuk menutupi hutang."


"Apa maksudmu? Diam dan jangan bicara lagi!" tegas Arzan sambil membalut kaki Kia dengan perban kasa.


"Tapi itu benar kan?"


"Diam Kiara! Aku tidak ingin membahas masalah mu, pergilah tidur kaki mu sudah di obati." Kata Arzan dan berlalu begitu saja.


Kia masih diam di sana, dia merasa sedikit aneh dengan Arzan. Kadang dia terlihat begitu perduli, kadang juga dia terlihat seolah tak ingin tahu dan tak mau peduli.


"Dia kenapa sih?"


...***...

__ADS_1


...Up!Up!Up!...


...Maaf baru up guys🙏 penyakit malas melanda lagi😭😭...


__ADS_2