Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Chapter 51


__ADS_3

***


Zivana merasa malu dan juga sangat bersalah, dia berpikir buruk tentang suaminya sendiri. Bahkan dia merah-marah tidak jelas, tak seharusnya dia bersikap seperti itu. Dia menunduk karena malu, rasanya Zivana tak sanggup menatap Dean sekarang.


"Sayang, kenapa? Masih marah hhmm?" Dean mengangkat dagu gadis itu, dia menghapus sisa air mata Zivana.


"Maafin Ziva," Zivana langsung menubruk tubuh kekar Dean. "Om, Ziva minta maaf. Ziva salah, maaf!"


Dean mengelus lembut rambut Zivana, dia juga menghujami banyak kecupan di puncak kepala gadis itu. Tapi, kalau boleh jujur Dean sangat senang Zivana cemburu padanya. Zivana menatap wajah Dean, dan tanpa aba-aba lagi gadis itu mencium pipi pria itu.


Cup!


"Om, jangan bentak Ziva lagi!"


Dean tertawa kecil, dia membantu Zivana untuk bangkit. Setelah itu tanpa dugaan Zivana, pria itu menarik nya untuk duduk di pangkuan Dean. Zivana langsung mengalungkan tangannya di leher pria itu, ketahui lah Zivana juga sangat suka duduk di pangkuan pria itu.


Cup! Cup! Cup!


Dean menghujami banyak kecupan di wajah Zivana tanpa terkecuali, sampai sang empu merasa geli karena itu. Dean menarik tengkuk Zivana untuk mencium bibir gadis itu, semakin lama semakin dalam ciuman keduanya. Sama-sama saling menikmati, bahkan Dean menggigit-gigit kecil bibir gadis itu. Zivana memukul dada pria itu saat di rasa napasnya mulai sesak, Dean pun melepaskan ciuman keduanya.


"Huhhh....! Om, Ziva mau napas dulu." Kata gadis itu.


"Kalau sudah napasnya, kita lanjut kan?" Dean mengedipkan sebelah matanya, Zivana bergidik ngeri melihat itu.


"Apa sih, om? Cacingan ya?" Zivana menampilkan wajah julit nya.


"Sayang, bisa tidak berhenti panggil om? Aku kan sekarang sudah jadi suami mu, coba panggil mas itu lebih cocok sepertinya." Zivana awalnya ragu, tapi dia mengangguk setuju.


"Mas,"


"Hmm, apa sayang?"

__ADS_1


Adehhh!!! Zivana langsung menyembunyikan wajahnya karena malu, dia menutup wajah nya dengan kedua tangan mungil nya. Dean menarik kedua tangan Zivana, pria itu langsung menyatukan kembali bibir mereka ******* habis bibir ranum Zivana.


Tak sampai disitu, tangan Dean bergerak kesana kemari. Zivana yang menerima sentuhan itu pun memberikan ruang untuk Dean melancarkan aksinya, dia mengikuti permainan Dean. Tangan Dean masuk kedalam kaus oversize yang dia gunakan, di sana pria itu memainkan dua gunung milik Zivana.


Bibir Dean turun ke bawah, pria itu memberikan kecupan-kecupan di leher jenjang miliki Zivana. Zivana mengeluarkan suara erotis nya, gadis itu membuat Dean semakin menggila.


"Jangan di tahan, keluarkan saja suara sexy mu itu. Aku sangat menyukai nya." Zivana mengangguk mengerti.


Dean menggeser posisi mereka sekarang, pria itu bergerak untuk menidurkan Zivana di tempat tidur dengan dia di yang berada di atas gadis itu.


Setelah puas dengan bagian dadanya, dia turun ke bagian bawah. Kembali Dean menyatukan bibir mereka, dan tangan nya bergerak masuk ke dalam celana gadis itu. Zivana melotot saat Dean menyentuh bagian bawahnya, tapi pria itu terlihat sangat mengedipkan sebelah matanya.


Dean memberikan rangsangan-rangsangan yang sangat brutal pada gadis itu, dia membuat Zivana hanyut dalam permainan nya. Sampai tanpa gadis itu sadari, Dean sudah membuka kaus nya. Dean membuka kaus nya dan Zivana, memperlihatkan perut kotak-kotak dan bra hitam milik Zivana.


"Euuhhh!!!"


"Sayang?" Dean meminta persetujuan Zivana, gadis itu pun mengangguk memberikan izin nya. "Makasih sayang!"


Setelah itu Dean melanjutkan permainan nya, perlahan tapi pasti Dean mulai melucuti semua pakaian yang masih tersisa di tubuh gadis itu. Zivana merasa geli sendiri saat melihat milik Dean, itu sangat besar menurut Zivana.


Perlahan tapi pasti Dean mulai menggerakkan sesuatu di bawah sana, Zivana memejamkan matanya saat merasakan sesuatu yang asik mau menerobos masuk. Dean langsung menempelkan bibirnya untuk mengalihkan perhatian gadis itu, setelah merasa Zivana mulai rileks Dean kembali menggerakkan miliknya.


Dia mulai menerobos masuk, perlahan sangat perlahan sebab tidak ingin membuat gadis itu merasakan sakit meski dia tahu itu tetap akan sakit. Zivana benar-benar menjambak rambut nya saat merasakan sesuatu mulai masuk lebih dalam.


"Ssssttt!!! Sakit, mas!!"


"Tahan sayang, tahan sebentar."


"Sakitt!!!"


Gadis itu menetes kan air matanya, Dean berhasil menerobos masuk. Dean diam untuk sesaat, dia memberikan ruang untuk Zivana sebentar. "Maaf ya, tapi setelah ini kau hanya tinggal menikmati nya."

__ADS_1


Dean menyatukan tangan mereka, dia menggenggam erat tangan Zivana. Kembali banyak kecupan mendarat di wajah Zivana, Dean menghujami banyak kecupan sebelum melanjutkan aksinya. Jujur saja Zivana merasa begitu tenang, Dean sangat tahu cara untuk membuat nya bisa menikmati setiap permainannya.


"Aku gerakin ya?" Dean mulai memompa naik turun, badan atletis nya mulai memompa di atas Zivana. Awalnya Zivana masih merasa aneh dan sakit, tapi lama kelamaan dia menikmati nya juga.


"Aaaaaa!!! Mas!!!"


"Ziva, aaaahhhhh!!!"


Suara ******* keduanya mengudara memenuhi seisi kamar, mereka berdua akhirnya merasakan kenikmatan yang tiada tara orang-orang biasa menyebutnya surga dunia. Permainan semakin panas, tatkala Zivana mulai membalas permainan Dean.


Sampai pada puncaknya, mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan itu.


"Sayang, aaaaahhhh!!"


Dean mengeluarkan semuanya di dalam sana, Zivana pun mencapai puncak nya bersama sama. Dean langsung berguling ke samping Zivana setelah merasa puas, dia kembali menghujami banyak kecupan di wajah Zivana.


"Makasih, sayang makasih banyak."


Cup!Cup!Cup!


Zivana berdehem singkat, dia sudah sangat lelah sekarang ini. Bahkan dia mulai memejamkan matanya, Dean memperbaiki selimut yang membalut tubuh Zivana. Dia menatap lamat-lamat wajah lelah Zivana, sebuah senyuman terbit di wajahnya.


"Selamat tidur sayang, pasti capek banget ya?"


Pria itu melihat pada keadaan kamar yang sedikit berantakan, dia turun dan memungut pakaian nya lalu menggunakan celana pendeknya. Setelah itu Dean kembali naik ke tempat tidur, dia menjadikan tangan nya sebagai bantalan Zivana.


...***...


...Up!Up!Up!...


Udah ya, ini gak pro soalnya masih polos author nya😭 tapi semoga aja kalian suka😭

__ADS_1


__ADS_2