
Dendam dan cinta menyatu menjadi satu, kisah Zeana Miracel gadis yang berkorban untuk adiknya.
Kesalah pahaman membuat Zeana Miracel harus membayar mahal untuk sesuatu yang bahkan tidak dia lakukan, merelakan masa depan nya untuk adiknya.
Menikah karena sebuah siasat bukan hal yang mudah, Zea terpaksa menikah dengan CEO muda. Galen Austin Smith, si konglomerat yang akan mengubah hidup Zea bak di neraka.
Akankah Zea berhasil lolos? atau justru semakin terjebak?
Yuk ikuti kisahnya!!
...****...
...Miracel's Love Revenge...
...Bab 01 Awal...
Sore itu turun hujan, sehingga Zea yang biasanya pulang pukul 16: 30 tapi kini sudah pukul 18:00 dan Zea masih berada di halte bus. Gadis yang memiliki nama lengkap Zeana Miracel itu duduk sambil memeluk dirinya sendiri, sedari sore dia di sana menunggu bus lewat namun masih belum ada juga.
Sesekali Zea membuka ponselnya, membalas pesan yang di kirimkan adiknya. Semua orang rumah mencemaskan Zea, apa lagi hari sudah mulai gelap.
Freya
Kak, aku jemput kakak yah.
Me
Tidak perlu, aku sebentar lagi akan pulang. Bus nya sudah ada, beritahu bunda jangan khawatir.
Ya, dia benar ada bus berhenti di sana. Segera Zea masuk kedalam bus itu, gadis yang sekarang ini berusia 24 tahun itu bekerja di salah satu kantor terbesar di kota. Posisinya pun cukup baik, dia bekerja sebagai manager marketing.
Zea tumbuh bersama adik perempuan nya, dia di besarkan oleh bunda nya seorang diri. Papa Zea sudah meninggal saat Zea berusia 10 tahun dan adiknya berusia 6 tahun. Karena itu Zea sangat menyayangi adik dan bunda nya, dia bisa melakukan apapun demi mereka meski dia harus bekerja keras untuk itu.
Selema beberapa menit dia pun turun dari bus, Zea hanya perlu berjalan sedikit masuk kedalam perumahan kelas menengah. Jalan nya cukup sepi, mungkin karena ini baru lewat waktu magrib.
"Kamu ngapain kesini?"
__ADS_1
"Aku mau ketemu kamu."
"Kalau ada yang lihat gimana? aku bisa di marahin bunda."
Samar-samar Zea mendengar pembicaraan seorang gadis dan pemuda, kedengarannya mereka sedang beradu argumen. Di sebuah gang sempit yang berada tak jauh dari rumah nya, Zea bisa melihat kedua orang itu.
"Freya?!" seru Zea sambil menghampiri keduanya, Freya Agatha adik perempuan Zea.
Freya sangat terkejut melihat keberadaan Zea, dia langsung kelabakan karena itu. "Kak,"
Freya takut, dia sangat takut. Dia tidak ingin keluarganya merasa kecewa karena dia berpacaran diam-diam, tapi Freya bisa apa saat bunda melarang nya untuk pacaran.
"Freya, ada apa ini? Dia siapa?" tanya Zea.
"Kak, dia Brian teman aku." Sahut Freya berbohong, pemuda yang berada di hadapan nya langsung menyangkal perkataan Freya.
"Aku kekasihnya." Pemuda bernama Brian itu sangat yakin ketika mengatakan nya, tentu saja itu membuat Freya langsung diam dan ketakutan.
Zea menatap Freya yang kini menundukkan kepalanya karena takut, helaan nafas berat terdengar dari Zea. Dia mengerti, Zea juga tahu bagaimana keadaan Freya sekarang ini. Sebuah aturan yang dibuat bunda mereka, membuat Freya terpaksa merahasiakan hubungan mereka. Tapi, apakah ini benar?
Tentunya Zea tahu, ini salah besar. Harusnya Freya tidak pacaran, kalaupun ada laki-laki yang menyukainya dan Freya juga menyukai laki-laki itu harusnya dia langsung meminta mengatakan nya pada bunda mereka. Agar semua menjadi urusan para orang tua, langsung menikahkan mereka atau sekedar bertunangan dulu.
"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya Zea.
"1 tahun." Sahut Brian.
1 tahun bukan waktu yang sebentar, dan mereka bisa menyembunyikan hubungan selama itu? Tapi, pada akhirnya semu akan terbongkar dan di ketahui banyak orang.
"Kenapa kau tidak menemui bunda? dan mengatakan niat baik mu. 1 tahun di habiskan hanya untuk berpacaran, itu bukan waktu yang sebentar." Kata Zea.
"Maaf kak, tapi aku tidak bisa meyakinkan kelurga ku. Dan aku tidak bisa membiarkan Freya bersama orang lain, karena itu kami pacaran diam-diam." Ujar Brian.
"Apa keluarga mu tidak menerima Freya karena dia berasal dari keluarga kelas menengah?" tanya Zea lagi.
"Bukan, kelurga ku tidak mempermasalahkan itu. Tapi, mereka sudah menemukan gadis untuk ku." Kali ini pernyataan Brian sukses membuat Zea terkejut, laki-laki ini sudah memiliki calon istri rupanya.
Zea menatap wajah Freya, dia mengerti adiknya itu sangat mencintai laki-laki ini. Namun, kenyataan dia yang sudah memiliki calon istri itu membuat Zea tidak akan mendukung keduanya. Freya salah jika terus berhubungan dengan calon suami gadis lain.
__ADS_1
"Freya, ayo masuk!" Zea membawa Freya untuk masuk.
"Tapi kak___" Freya melihat pada Brian yang hanya bisa berdiam diri.
"Pulang, dan jangan pernah datang kemari lagi." Tegas Zea.
Freya menatap mata Brian, laki-laki itu menahan air matanya. Brian memberikan sebuah senyuman manis nya, seakan dia ingin menenangkan Freya. "Masuklah, aku akan pulang." Brian menyuruh Freya masuk.
Ini berat untuk mereka, tapi ini lah kenyataan nya. Hubungan keduanya tidak memiliki tujuan, Brian yang sudah akan di jodohkan tidak mungkin bisa Freya dapatkan. Zea membawa masuk adiknya, dia menyuruh Freya untuk segera masuk ke kamar nya sebelum bunda mereka menyadari kedatangan keduanya.
"Masuk sebelum bunda tau kau habis dari luar." Freya pun mengangguk mengerti, dia langsung masuk kedalam kamar nya.
Sementara itu Zea, dia pergi kedapur. Gadis itu mengambil satu gelas air, kemudian membawanya ke kamar Freya. Dia tahu Freya pasti sedang menangis di kamar nya, dia pun mengerti bagaimana sakitnya hati Freya saat ini. Dia tahu Freya akan sedih, tapi dia juga tidak bisa membiarkan adiknya menjalin hubungan dengan calon suami orang.
Tok!Tok!Tok!
"Kakak boleh masuk?"
"Masuk saja kak," sahut Freya dari dalam kamar.
Zea masuk dengan segelas air di tangan nya, gadis itu meletakan air nya di nakas. Dia melihat keadaan Freya yang sedang tidak baik baik saja, terlihat jelas dari matanya. Zea duduk di samping Freya, apapun yang terjadi dia akan berusaha untuk melindungi Freya dan juga selalu membuat nya bahagia.
"Kakak boleh mengusulkan pendapat?" tanya Zea, dan Freya hanya mengangguk.
"Brian itu tidak terlihat buruk, kakak tau dia laki-laki baik. Tapi, kamu salah jika terus berhubungan dengan nya sebab dia sudah memiliki calon istri. Meski hanya calon, tapi tetap saja kamu tidak bisa merusak kebahagiaan gadis lain hanya untuk keegoisan mu." Kata-kata Zea seakan menjadi tamparan keras untuk Freya.
"Kak, aku dan Brian sudah lama bersama. Aku tau aku salah, tapi aku tidak bisa melupakan nya begitu saja." Freya mengusap air matanya yang jatuh tanpa permisi itu.
"Freya, coba kamu pikir bagaimana jika kamu yang berada di posisi gadis itu. Bagaimana perasaan kamu saat tau, calon suami kamu memiliki kekasih dan masih menjalin hubungan dengan nya?" Kini perkataan Zea membuat Freya diam.
"Pikirkan baik-baik, kakak yakin kamu pasti tidak ingin merampas kebahagiaan orang lain." Zea pun berlalu dari sana, dia keluar kamar meninggalkan Freya yang kini sedang merenung seorang diri.
...***...
...Ayo baca selengkapnya!!!!...
Klik profil, lalu klik cerita Miracel's Love Revenge' trs kasih dukungan!!!🙏🙏
__ADS_1
...Ayo bantu Rate 5, Favorit, Like, Komen dan bantu Share!!!...
...Di tunggu yahhh guys!!!...