Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Chapter 50


__ADS_3

***


Tepat pukul 9 malam Zivana terbangun dari tidurnya, tiba-tiba saja dia jadi susah untuk tidur lagi. Ia juga baru sadar ternyata Dean tidak ada di kamar, gadis itu mengedarkan pandangannya mencari sosok Dean. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Dean di sana, Zivana mengecek ruang tengah dan masih tidak ada tanda-tanda pria itu.


Zivana pun mengambil ponselnya di kamar, dia menelpon pria itu karena khawatir. Setelah beberapa saat masih belum ada jawaban, Zivana pun memutuskan untuk mengecek Dean ke luar. Perasaan nya sudah tak karuan sekarang, malam-malam begini pergi kemana dia?


Di sana Zivana bertanya pada penjaga keamanan, tidak ada yang melihat pria itu keluar gedung. Zivana semakin merasa khawatir, ia bertanya ke beberapa orang yang ada di sana.


Setelah bertanya pada beberapa orang, akhirnya ada yang memberitahu gadis itu mengenai keberadaan Dean. Dengan berlari Zivana menghampiri Dean yang ada di area parkir. Dari jauh Zivana sudah bisa melihat pria itu tengah berdiri di dekat mobil nya, tapi yang membuat aneh adalah keberadaan seseorang di sana.


Gadis itu mulai memelankan langkahnya saat jarak mereka sudah dekat, dia memerhatikan interaksi keduanya.


"Apa kau yakin kau bahagia hidup dengan nya?" tanya Dean.


Wanita di hadapan Dean mengangguk mantap, dia yakin dengan jawaban nya. "Ya, aku bahagia. Aku juga berharap, semua orang bisa bahagia tanpa mengingat masa lalu lagi."


"Glad, kembali lah saat kau tidak yakin dengan kehidupan mu sekarang. Ada orang yang masih menunggu kau kembali." Dean berkata begitu tulus, biar bagaimanapun dia juga mengenal Gladys dia si gadis kecil yang dulu menjadi penyemangat Arzan.


Gladys dan Dean tak sengaja berpapasan tadi, wanita itu usai bertemu temannya yang tinggal di salah satu unit di gedung itu. Gladys sudah menceritakan semua kisah hidup nya, termasuk keluarga kecil yang dia miliki sekarang. Dean merasa terkejut tapi dia juga ikut bahagia, hanya saja dia khawatir dengan keadaan Arzan.


"Aku pulang dulu, salam untuk Arzan. Lain kali, kita bertemu untuk makan bersama." Ucap Gladys dan berlalu dari sana.


Dean menatap kepergian Gladys, bagaimana keadaan Arzan? Dia pasti terluka, Dean yakin sekarang Arzan pasti sangat kacau. Saat dia membalikan badannya hendak kembali ke unit nya, Dean terkejut melihat Zivana yang berdiri mematung di sana.


"Sayang?!" Dean melihat gadis itu yang menatap nya begitu sengit, matanya pun sudah berair.


Astaga! Apakah dia melihat nya dan Gladys? Dean menghampiri gadis itu, dia harus memastikan nya. Dean menyentuh pundak Zivana, gadis itu menepis kasar tangan Dean.


"Why?" heran Dean.

__ADS_1


"Om jahat, jangan sentuh Ziva!" seru gadis itu sambil menangis.


Tentu saja Dean kaget melihat itu, ternyata benar Zivana melihat nya dan Gladys. Sudah pasti dia sekarang ini sedang salah paham.


"Kenapa om kaya gini sama Ziva? Ziva salah apa? Kalau emang Ziva ada salah, om bilang dong jangan kaya gini."


Zivana tak tahu harus berkata apa lagi, dia benar-benar kecewa sekarang. Dean mengkhianati nya dengan wanita lain.


"Wanita yang tadi cantik banget ya, sampe om tega gini."


"Ini salah paham, ayo biar aku jelaskan semuanya di dalam." Dean mengajak gadis itu tapi lagi-lagi Zivana menolak nya.


"Jangan sentuh Ziva!!!" sentak Zivana meninggikan suara nya.


"ZIVANA!"


Zivana terlonjak kaget mendengar bentakan dari Dean, gadis itu langsung menangis sesenggukan. Dia tidak pernah mendengar Dean meninggikan suara padanya, ini untuk pertama kalinya dan itu karena wanita lain.


Di kamar Zivana menangis dengan terus meracau, dia harus apa sekarang? Apakah dia kembali ke Indonesia sekarang?


"Ziva salah apa? Sakit banget, dada Ziva rasanya nyesek banget."


"Hiksss.... Mama..."


Dean masuk menyusul gadis itu, dia membuka pintu kamar dan langsung menghampiri Zivana yang duduk melantai di pojok dekat ranjang. Gadis itu memeluk lututnya, Dean ikut duduk di samping nya.


"Ngapain om kesini? Ziva gak mau lihat muka om lagi, apa lagi deket-deket."


Dean tak mendengarkan nya, dia semakin mendekat kan dirinya. "Maaf, aku benar-benar tidak berniat untuk membentak mu."

__ADS_1


Zivana membuang wajah tak suka, dia juga bergerak untuk menjauh. Helaan nafas berat terdengar dari Dean, pria itu mencoba mengambil alih tangan Zivana. "Sayang, dengerin dulu. Ini salah paham, dia itu____"


"Siapa hah?! Dia itu siapa? Selingkuhan om kan?"


Dean diam sebentar, dia menatap mata gadis itu yang mulai sembab. Dia membiarkan Zivana mengeluarkan unek-unek nya, biarkan gadis itu lelah dulu baru Dean akan bicara sebab rasanya percuma berbicara saat dia tak mau mendengarkan.


"Kenapa diam? Ziva bener kan? Hahah... Ziva emang bodoh, sudah tahu dari awal om itu gak pernah suka sama Ziva tapi Ziva tetap mau menikah dengan om."


Dean tak tahan mendengar nya, dia langsung menarik Zivana kedalam dekapannya. Itu tidak benar, dia sangat mencintai gadis ini. Hidup nya adalah dia, kebahagiaan nya adalah dia dan jika dia tidak ada Dean sendiri tidak yakin apakah dia bisa hidup atau tidak.


"Tolong katakan apapun itu, tapi jangan mengulang kalimat seperti itu lagi. Aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Itu yang sebenarnya!" Dean masih merasakan tubuh Zivana yang bergetar, gadis itu masih menangis di sana.


"Om jahat, Ziva benci om."


"Sayang, ini salah paham. Jangan katakan itu, aku tidak pernah mengkhianati mu."


Zivana melepaskan dirinya dari Dean, gadis itu terlihat menghapus air matanya. "Salah paham? Apa aku sangat bodoh sampai tidak bisa memahami apapun?"


Haiss!! Dean menggeram tertahan, apa dia salah bicara? Ini benar-benar gila, dia jadi bingung harus memulai dari mana untuk memberikan penjelasan.


"Kau tidak bodoh, tapi tolong percayalah kali ini kau keliru. Dia itu Gladys, orang yang Arzan cari selama ini. Mungkin bisa di katakan mantan calon pasangan nya Arzan,"


Zivana diam mencerna perkataan Dean, merasa Zivana yang diam dan mendengarkan Dean pun melanjutkan ceritanya. Dia menceritakan asal usul Arzan dan Gladys, lalu kehidupan Arzan setelah bertemu keluarga Dean. Kisah Arzan dan Gladys yang harus usai sebelum di mulai, kisah orang tua Arzan yang sampai sekarang masih jadi misteri keberadaan nya dan kehidupan Gladys yang sekarang. Tak lupa juga dia menceritakan bagaimana dia dan Gladys bertemu tadi.


"Apa sekarang kau masih membenci ku? Aku tahu aku salah karena membentak mu, tapi apakah tidak bisa kau lupakan itu?" Dean harap Zivana bisa memaafkan nya, lagipula gadis itu salah paham padanya.


"Maaf, Ziva salah paham."


...***...

__ADS_1


...Up!Up!Up!!...


__ADS_2