
***
Arzan mengajak Kia ke apartemen nya, jika kalian pikir Kia di bawa kesana dengan niat baik ingin menolong maka kalian salah. Arzan membawa Kia untuk membersihkan apartemen nya, ini bentuk imbalan karena Arzan sudah dua kali menolong nya. Awalnya Kia kesal karena merasa dibodohi, tapi dia juga merasa ini bagus untuk membalas bantuan Arzan.
Bayangkan apartemen itu tidak di bersihkan selama satu bulan, Arzan juga jarang pulang ke apartemen. Pekerjaan nya sangat banyak, sehingga Arzan sering tidur di kantor. Kia menatap jijik debu-debu yang menempel, gadis itu mulai membersihkan ruangan Arzan. Diruang kerja Arzan banyak buku-buku yang bertumpuk tidak pada tempatnya, Kia tidak menyangka ini pria itu benar-benar tidak mencintai kebersihan.
"Bagaimana dia bisa bekerja di sini? Tempat ini sangat penuh dengan debu." Kia tidak bisa membayangkan Arzan duduk dan bekerja di ruangan ini, di temani debu-debu tebal ini.
Kia merapihkan tumpukan buku-buku itu, dia melakukan nya dengan telaten. Seorang Kia sudah biasa melakukan pekerjaan rumah seperti ini, biasanya Kia merapihkan kamar nya sendiri. Setelah buku-buku milik Arzan itu tertata rapi, tidak butuh waktu lama seisi ruangan sudah di bersihkan. Kia selesai dengan ruangan Arzan, gadis itu pun beralih untuk membersihkan kamar tidur Arzan.
"Ehemm! Tuan, pak, eh om anu___ itu saya mau membersihkan kamar." Kia meminta izin Arzan lebih dulu, pria itu kini tengah duduk di ruang tengah.
"Masuk saja, tidak di kunci."
Kia mengangguk mengerti, dia pun masuk ke kamar Arzan. Dia mengedarkan pandangan nya, kamar Arzan sangat berantakan. Barang- barang yang ada di sana tidak tertata, bahkan ada beberapa yang tergeletak di lantai. Lihat saja ada pakaian dalam pria itu yang tercecer di sopa dan kasur, Kia menatap itu jijik.
__ADS_1
"Astaga! ****** ******** bermotif Spiderman?" Antara merasa jijik dan ingin tertawa, Kia benar-benar tidak menyangka ini dari pria seperti Arzan.
Sementara itu Arzan yang baru sadar dengan keadaan kamar nya pun langsung berlari masuk, dia buru-buru menyusul Kia ke kamar nya. Sialnya, dia sudah terlambat, Kia sudah melihat semuanya bahkan gadis itu sudah mulai merapihkan kamar nya. Arzan berdiri di ambang pintu, dia melihat Kia yang sudah memunguti pakaian-pakaian nya dan juga ****** ***** Spiderman nya.
"****! Kenapa aku melupakan nya?" Arzan mengumpat, dia kemudian merebut ****** ***** Spiderman nya.
"Hey, mau di taruh dimana? Sini, akan aku taruh di tempat pakaian." Kia berusaha mengambil kembali ****** ***** Spiderman itu, tapi Arzan langsung melemparkan nya kedalam wadah pakaian.
"Sudah, jangan sentuh itu lagi." Kata Arzan.
"Lalu motif apa yang harus aku pakai, hello kitty? Itu akan lebih aneh bukan?" Arzan rasa pilihan nya itu sudah tepat, dia memilih Spiderman daripada hello kitty.
Hahhahhaa!!
Tawa Kia menggema, dia membayangkan Arzan dengan ****** ***** hello kitty nya. Itu akan terlihat sangat aneh, melihat Spiderman saja Kia rasa itu sedikit aneh apa lagi hello kitty. "Jika kau suka, kenapa tidak di coba?"
__ADS_1
Sialan! Beraninya dia mengolok-olok ****** ***** Arzan, pria itu tampak kesal sekaligus malu. "Diam kau! Selesai kan tugas mu, dan berhentilah mengolok-olok orang lain."
Ini benar-benar lucu, Kia tak berhenti tertawa. Kemudian dia memiliki ide yang sangat cemerlang, dia menetapkan panggilan baru untuk Arzan.
"Uncle Spiderman," seru Kia.
Arzan menatapnya tajam, pria itu memberi Kia peringatan lewat tatapan tajam nya. Tapi, itu tidak berpengaruh untuk Kia.
"Kenapa, kau tidak suka? Aku sudah menetapkan panggilan untuk mu, Uncle Spiderman. Itu bagus kan?"
Ayolah, Kia apakah dia tidak tahu Arzan sekarang sudah sangat kesal?
"Kau!! Bersihkan kamar mandi juga, dan masak untuk ku malam ini." Tegas Arzan.
...***...
__ADS_1
...Up!Up!Up!...