Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2• Mau?


__ADS_3

***


Kia berbaring sambil menatap langit-langit kamar nya, dia banyak makan ice cream tadi. Bahkan dia sampai tak makan malam, sebab terlalu kenyang. Helaan nafas berat terdengar dari Kia, bebannya seakan tiada berkurang. Sebenarnya itu hal sepele, tapi Kia terlalu membesar-besarkan nya.


Singkatnya adalah Kia yang sekarang lebih mementingkan ego nya daripada perasaan nya, dia juga sangat mudah terpancing oleh ucapan orang lain. Jujur saja mungkin jika Kia yang sekarang seperti Kia yang dulu, bisa saja dia dan Arzan sudah bersama.


Berbeda dengan yang sekarang, dia tidak bisa menerima Arzan begitu saja. Selain karena kekecewaan nya di masa yang lalu, dia juga memikirkan pendapat orang lain tentang dirinya. Dia dan Arzan memiliki perbedaan usia yang cukup jauh, usia Arzan dua kali lipat dari usianya. Bagaimana jika orang-orang berpikir aneh tentang nya? Bagaimana reaksi teman-teman kampusnya?


Sekarang perbedaan usia menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, mungkin karena Kia sudah terlalu banyak menerima ucapan-ucapan tidak mengenakan tentang dirinya.


"Kia," mama Kia muncul di sebalik pintu, wanita itu masuk dan duduk di tepi ranjang. "Belum tidur nak?"


Kia duduk dan menggelengkan kepalanya. "Kia akhir-akhir ini susah tidur ma,"


"Kenapa? Kamu punya masalah di kampus?"


Kia menggelengkan kepalanya lagi, dia terlihat berpikir sejenak. Apakah dia harus meminta pendapat ibunya saja?


"Ma,"


"Hmm, ada apa? Cerita sama mama, jangan di pendam sendiri."


Kia menarik nafasnya dalam. "Mama, Kia tuh lagi bingung banget!" Kia mulai bercerita.


"Mama tau kan Kia suka sama uncle Arzan, tapi dia malah pergi gitu aja buat nyari kekasihnya. Terus sekarang dia datang lagi, dan itu semua mengganggu Kia. Mama Tau, Kia mati-matian berusaha melupakan dia tapi dengan mudahnya dia datang lagi dan merusak semua usaha Kia. Kia bingung ma, Kia harus apa?"


"Kamu masih suka?" tanya mama Kia.


Kia terdiam seribu bahasa, dia tidak tahu harus menjawab apa. "Kamu masih suka, mama tau. Sayang, kamu tidak perlu memikirkan tentang orang lain. Pikirkan saja dirimu, apa yang kamu inginkan dan jangan pernah mengabaikan perasaan kamu." Ujar mama nya.


"Tapi, Ma Kia masih ragu. Masa tadi uncle bilang kalau Kia mau tau dia sekaya apa, Kia harus jadi istrinya dulu. Dia kelihatan tidak serius menurut Kia," cerita Kia kejadian di toko ice cream tadi.


"Hah? Apa sih? Ko mama jadi bingung, maksudnya Arzan ngelamar kamu?"

__ADS_1


Nah, ini juga yang menjadi pertanyaan di kepala Kia. Arzan itu melamar dirinya, atau mau pamer kekayaan.


Kia menggedigkan bahunya. "Kia juga tidak tau."


"Aduh, mama bingung juga. Ya, udah deh kamu tanyakan lagi aja. Nanti kabarin mama ya, kalau udah." Kata mama Kia.


"Ihh, mama! Ko malah becanda sih?" kesal Kia.


"Ehh, siapa yang bercanda? Mama serius loh sayang, kamu tanyakan lagi sam Arzan nanti kalau udah kabarin mama. Mama juga penasaran." Ucap mama Kia lagi.


Kia mencebik kesal, mama nya itu kadang-kadang tidak bisa di ajak serius. "Ya, udah mama keluar sana! Kia mau tidur."


"Ngusir kamu? Tapi ya udah deh, mama keluar. Kamu jangan lupa nanti kabarin mama ya."


"Mama!"


Mama Kia langsung keluar dari kamar, dia berhasil membuat putri nya itu kesal. Sementara itu Kia, langsung mengunci pintu kamar nya. Mungkin saran mama nya akan Kia coba, itu tidak terlalu buruk bukan? Ah, pasti dia akan malu kalau bertanya seperti itu.


"Aku malu? Ah, tidak! tidak! Aku tidak malu, aku akan bertanya."


Besoknya Kia uring-uringan sendiri, dia butuh kepastian tapi Arzan sangat lambat bergerak. Kia memutuskan jika benar Arzan melamar dirinya, gadis itu bersedia. Perasaan nya lebih penting dari apapun, dia tidak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya. Melihat dari Zivana, kehidupan nya bahkan jauh lebih baik setelah bersama Dean padahal mereka juga terpaut usia sangat jauh.


"Aku harus ke kantor nya? Tapi, tidak ada yang menjaga toko." Kia kesal sendiri, kenapa mama nya malah pergi tadi.


Kia melihat ponsel nya, pesan yang dia kirimkan belum di respon apapun oleh Arzan. Apakah pria itu sangat sibuk?


Uncle!!!


Geram rasanya jika terus seperti ini, sudah banyak pesan yang dia kirimkan namun belum di baca juga. Kali ini Kia memilih untuk menelpon nya, biarkan saja dia mengganggu waktu Arzan kali ini.


Tutt!!! Tutt!!! Tutt!!!


Lama sekali Arzan tidak menjawab panggilan nya, Kia kembali menekan nomor Arzan melakukan panggilan kedua kali nya. Sama seperti di kali pertama, ponselnya berdering namun tak di jawab.

__ADS_1


"Apa dia baik-baik saja? Baiklah sekali lagi, kalau tidak di jawab juga aku akan ke kantor nya." Kia kembali melakukan panggilan nya.


Tuttt!!! Tuttt!!! Tutt!!!


Kia kesal sendiri, dia pun mematikan ponselnya. "Dasar uncle Spiderman! Sangat menyebalkan!"


"Ada apa ini?" Kia melotot sempurna, itu suara Arzan. Gadis itu membalikan badannya, dan benar Arzan sudah berdiri tegak di sana.


"Kau kenapa? Mengirimku banyak pesan dan menelpon ku sedari tadi, apa kau begitu sangat merindukanku?" tanya Arzan.


"Uncle! Kau dari mana saja? Kau tau ini sangat penting!" Ujar Kia.


"Ada apa?" Arzan memasang wajah seriusnya.


Kia menatap Arzan sebentar, dia memejamkan matanya dan mulai mengatur nafasnya. Setelah di rasa cukup, Kia perlahan membuka matanya. "Uncle,"


Arzan mengangkat alisnya, dia menunggu Kia melanjutkan ucapannya. "Uncle, aku..."


"Kenapa, kau kenapa?"


"Uncle, aku mau tau seberapa kayaknya dirimu." Kata Kia.


Arzan sedikit heran, dia tidak mengerti dengan keinginan Kia ini. Beberapa saat Arzan berpikir, dia masih belum mengerti maksud dari Kia. "Untuk apa?"


"Kata mu kemarin kalau aku mau tau seberapa kayaknya dirimu, aku harus jadi istri mu dulu. Aku ingin tau seberapa kayaknya dirimu, jadi uncle_____"


"Kau mau menjadi istri ku?" Arzan langsung memotong kalimat Kia, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melamar gadis nya itu. Jangan sampai dia yang di lamar Kia, bukan melamar Kia.


Kia mengangguk mantap, gadis itu melemparkan senyum manis nya. "Alhamdulillah! Akhirnya, aku akan menikah!"


...***...


...Update!!!...

__ADS_1


...Ehh, ini serius?😭 Jangan² si Kia mimpi nih, atau jangn² Arzan yang mimpi 😭...


__ADS_2