Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
S2•Selamat Tinggal


__ADS_3

***


Hari yang paling Kia takutkan akhirnya terjadi, dimana dia harus melepaskan sosok Arzan untuk kembali kepada cinta pertama nya. Jujur saja Kia tidak pantas merasa sedih, sebab dia bukan siapa-siapa bagi Arzan. Kia hanya gadis malang yang menjadi beban untuk Arzan, membuat pria itu mengeluarkan banyak uang dan juga tenaga untuk menolong nya.


Rasanya Kia ingin memutar kembali waktu ke masa yang telah lalu, andai dia tak bertemu Arzan mungkin dia tidak akan merasakan sakit nya perpisahan. Andai dia tidak menerima bantuan pria itu, mungkin dia tidak akan terikat lebih jauh dengan Arzan.


Tapi, jika seandainya dia tak bertemu Arzan mungkin Kia sudah tidak bisa bernafas sebebas sekarang. Bisa saja gadis itu saat ini tengah meratapi nasibnya, mengutuk takdir nya yang menjadi istri seorang kakek tua hidung belang.


Kia menatap bintang yang berkedip indah di atas sana, tapi bulan tidak terlihat malam ini. Malam pun menjadi lebih gelap karena tidak ada cahaya rembulan, angin malam begitu terasa dingin menerpa kulit wajah Kia.


"Apa kamu sedih Kia?" Mama Kia sudah berdiri di belakang gadis itu, ikut menatap pada bintang di atas sana. "Kamu sedih karena Arzan akan pergi, lebih tepatnya akan menjemput kekasih nya itu."


"Mama, aku baik-baik saja. Dia pantas bahagia dan mendapatkan wanita yang baik untuk nya, aku akan bahagia melihat dia bisa bersatu kembali dengan cintanya." Kata Kia.


Sudah bukan rahasia umum pasti semua akan mengatakan itu untuk menghibur diri dan meyakinkan orang lain, padahal hati berkata lain. Mama Kia mengerti, putrinya berusaha menutupi semuanya. Dia begitu bersyukur memiliki putri setangguh Kia, di saat seperti ini pun gadis itu tidak ingin menunjukan kesedihan nya.


"Kia kuat banget ya, mama bangga sama kamu."


Kia mati-matian menahan air matanya, jujur saja dia ingin menangis saat ini. Tapi tidak mungkin, dia tidak boleh lemah. Kia gadis kuat, Kia bukan gadis lemah.


"Kalau Kia nangis, apa Kia termasuk orang lemah?" tanya Kia.


"Menangis tidak menandakan seseorang lemah atau tidak, menangis juga bisa terjadi saat kita merasa bahagia. Kalau kamu merasa dengan menangis perasaan kamu akan lebih baik, lakukan lah. Tapi, tetap ingat jangan menyerah!"


Ayolah pertahanan Kia runtuh, dia langsung memeluk erat sang mama. Gadis itu menangis di pelukan mama nya, kali ini Kia mungkin menjadi lemah. Saat ini dia lemah karena perasaan nya, perasaan yang tak seharusnya ada.


"Mah, Kia baik-baik saja. Mama jangan khawatir, ini tangisan kebahagiaan Kia. Kia bahagia dia akan menjemput kekasih nya lalu hidup bersama, Kia bahagia untuk itu."


"Iya sayang, mama tau."


...***...


"Kia, bangun sayang! Kamu tidak akan mengantarkan Zivana ke bandara?"


Mama Kia menarik selimut yang menutupi wajah gadis itu, sudah sedari tadi dia berusaha membangunkan Kia.


"5 menit lagi mah, Kia masih ngantuk."


"Mau kapan kamu bangun? saat pesawat nya lepas landas? Ayolah sayang, Zivana sahabat kamu dia akan pergi lama masa kamu tidak akan mengantarkan nya."


Kia masih enggan untuk bangun, gadis itu masih menutup matanya. "Kia akan mengirimkan pesan saja nanti, hari ini tidak jadi ke bandara."

__ADS_1


"Arzan, apa kamu tidak akan mengucapkan salam perpisahan pada nya? Jangan menjadi lemah Kia, bangun dan hadapi." Perkataan mama nya kali ini berhasil membuat Kia membuka mata, Kia seakan mendapatkan tamparan keras.


...***...


Kia berlarian masuk bandara, setelah drama malas bangun nya gadis itu akhirnya memutuskan untuk pergi ke bandara. Benar yang mama nya katakan, dia tidak boleh lemah. Kia akan mengucapkan salam perpisahan pada Arzan, setidaknya itu akan menunjukan bahwa dia baik-baik saja.


Siapa yang bisa menduga, bisa saja ini pertemuan terakhir mereka. Bisa jadi pria itu tidak akan kembali lagi, dia akan melanjutkan hidupnya di sana bersama Gladys. Karena itu, sekarang Kia harus mengatakan semuanya. Ucapan terima kasih nya, dan juga salam perpisahan.


"Uncle, jawab telpon nya ku mohon." Sambil berlari-lari, Kia terus berusaha menghubungi Arzan.


Tidak ada jawaban dari Arzan, bahkan sudah beberapa kali Kia mencoba menghubungi nya. "Kau sungguh akan pergi tanpa menemui ku dulu?" Kia semakin sadar, setidak berharga itu dia bagi Arzan. Bahkan pria itu tidak berniat pamitan padanya sebelum pergi.


Ting!


^^^Uncle Hero^^^


^^^Aku pergi, jaga dirimu. Sampaikan salam untuk mama mu, hidup lah dengan baik.^^^


Sebuah pesan dari Arzan menghentikan langkah Kia untuk sesaat, gadis itu membaca pesan terakhir dari pria itu sebelum pergi. Sekali lagi Kia mencoba melakukan panggilan, namun lagi-lagi tidak di jawab.


You


Uncle, aku di bandara. Temui aku dulu, ada yang ingin aku katakan.


You


Ku mohon, setidaknya jawab telpon dari ku. Dengarkan sebentar saja, mungkin tidak penting bagi mu tapi penting bagi ku.


Pesan nya di baca dan beberapa detik berikutnya Arzan melakukan panggilan, tanpa basa-basi lagi pria itu langsung menanyakan apa yang ingin Kia katakan.


"Ha..."


"Katakan!" Suara Arzan di sebrang sana langsung membuat Kia diam untuk sesaat, dia benar-benar tidak memiliki banyak waktu.


"Aku.... Aku..." Kia menggigit bibir nya, dia gugup tapi dia harus mengatakan nya. Persetan dengan rasa malu, yang jelas Kia hanya ingin dirinya merasa lega setelah mengatakan semuanya.


"5 menit, katakan apa yang penting bagi mu itu." Suara Arzan terdengar lagi.


Kia terdiam untuk beberapa detik, dia mengumpulkan keberanian nya. Gadis itu menarik nafas nya panjang, dia harus mengatakan nya apapun resikonya.


"Aku menyukai mu, aku tau ini tidak benar tapi aku tidak bisa menahan nya. Aku tau kau tidak akan suka, tapi aku akan tetap mengatakan nya. Aku menyukai mu uncle Spiderman, aku menyukai mu..."

__ADS_1


Akhirnya Kia mengatakan semuanya, setidaknya sekarang dia akan merasa lebih lega. Masalah Arzan membalasnya atau tidak, Kia tidak peduli sebab dia tahu Arzan tidak akan membalasnya.


"Kita bicara nanti, aku harus pergi sekarang. Jaga diri mu." Arzan menutup panggilan nya.


Tidak ada lagi yang bisa Kia harapkan, sebab sudah jelas Arzan tidak mungkin membalas perasaan nya. Kia sudah tahu itu, dan ini resikonya. Pandangan Kia menatap sendu pada pesawat yang baru saja lepas landas, Arzan benar-benar pergi tanpa memberikan jawaban.


Sebenarnya Kia tahu jawaban yang akan Arzan berikan itu menyakitkan, tapi tetap saja dia ingin mendengar nya. Setidaknya itu akan membuat Kia semakin sadar, lebih sadar diri dibandingkan dengan sekarang ini.


"Loh, Kia? Pesawat yang Ziva tumpangi baru saja lepas landas." Mama Zivana melihat Kia yang baru saja sampai di sana, gadis itu terlihat berantakan.


"Tidak apa-apa tante, nanti Ziva kirim pesan saja." Kia tersenyum manis, tapi matanya menunjukan kekosongan.


"Kamu baik-baik saja? Mau tante antar pulang?" tawar mama Zivana.


"Makasih tawaran nya tante, Kia bisa ko pulang sendiri. Kia juga ada perlu dulu, tante jangan khawatir." Kia lagi-lagi menunjukan senyum palsu nya.


"Kamu yakin? Kalau gitu, tante pulang duluan ya?"


"Iya tante,"


Rombongan keluarga yang mengantar Zivana sudah meninggalkan bandara, sementara Kia berjalan tak tau akan kemana. Gadis itu menyusuri jalan dengan berjalan kaki, tatapan matanya kosong sama seperti perasaan nya sangat hampa.


"Kau benar-benar pergi, tapi aku masih akan menunggu mu. Aku akan menunggu jawaban dari mu, saat kau kembali nanti aku akan meminta jawaban nya."


Berharap dan menunggu jawaban yang sudah jelas akan menyakitkan untuk di dengar, Kia melakukan hal bodoh itu karena cinta.


"Selamat tinggal, jaga dirimu dan semoga kau bahagia."


...***...


...Hai!!...


Baru inget ya Thor? Iya guys baru inget 😭


Aku sibuk guys, sibuk nge fangirl 😭 kemarin² tuh konten nct banyak banget sama jadwal manggung mereka padat, aku sibuk nonton konser mereka😭 gak bisa nonton langsung sih, jadinya nonton online😭


Aku suka nulis alur cerita yang aku buat di buku gitu ges, nah bukunya ilang dan aku lupa alur😭 mau mikir gk fokus, mikirin bujang NCT terus soalnya 😭


So, mungkin cerita akan sedikit berbeda dari rencana awal🙏 tpi gkpp ya ges ya😭


Btw yuk follow Ig: @cpt_n_423

__ADS_1


Aku mulai belajar marketing online guys, kalian bisa lihat² produk yang aku share di story ig dan mohon bantuannya juga buat ramein 🙏😭😭


__ADS_2