Mengejar Duda 30 Hari

Mengejar Duda 30 Hari
Perbedaan yang nyata


__ADS_3

***


"Om, sakit...."


"Ssstt! diam lah."


"Om, ini sakit."


"Tidak, ini tidak sakit. Kau diam lah, ini tidak sakit."


"Om, jangan!"


Dean tetap melakukan nya meski Zivana terus melarang nya, lelaki itu tak menghiraukan Zivana. Bahkan gadis itu sudah menangis, tapi Dean tetap tak memperdulikan nya.


"Sstt! diam lah, jangan bergerak dari tempat mu."


Zivana kembali menggelengkan kepalanya. "Om, jangan Ziva mohon!"


Sreetttt!!


Zivana memejamkan matanya, dia tidak bisa melihat ini. Wajah Dean pun terlihat memerah menahan sakit, bagiamana tidak darah segar mengalir di pergelangan tangan nya. Pria itu sudah banyak meminum air hangat, suhu di ruangan juga sudah sangat dingin. Dean pikir mungkin melukai pergelangan tangan nya bisa mengurangi pengaruh obat perangsang itu, tunggu ada sesuatu yang dia lewatkan? Ya, mandi air dingin, Dean bergegas menuju kamar mandi yang ada di ruangan nya.


"Om, mau apa?" tanya Zivana dengan cemas. Gadis itu mengikuti Dean yang masuk ke ruangan di balik rak buku, ternyata di sana ada pintu.


Pintu itu terbuka, menampakkan kamar minimalis. Zivana sempat di buat tak percaya, di ruang kerja pun ada kamar?


"Kenapa kau mengikuti ku?" Dean membuka dasi nya, dia melepaskan kancing kemejanya.


"Om, mau ngapain? Jangan aneh-aneh!" peringatan Zivana.


Dean menggeram saat Zivana menyentuh nya, tidak tahukah dia Dean sedang berusaha menahan dirinya. Dia bahkan melukai dirinya sendiri agar tidak melakukan sesuatu pada gadis ini, Dean tidak ingin menghancurkan kehidupan gadis seperti Zivana.

__ADS_1


"Om, Ziva minta om gak ngelakuin sesuatu yang aneh kaya tadi." Zivana menyentuh tangan pria itu, dia menggenggam nya begitu erat.


Ayolah, Zivana! Kau bodoh atau apa? Sudah tahu Dean dalam pengaruh obat perangsang, gadis itu malah menyentuh area sensitif nya. Gadis itu mengusap- usap dada Dean.


"Zivana, hentikan! Aku sudah mati-matian menahan diri, jangan sampai semua menjadi sia-sia." Tegas Darren sambil menghempaskan tangan gadis itu.


Zivana mundur saat melihat tatapan Dean, tatapan itu sangat berbeda dari biasanya. Tatapan penuh hasrat dan nafsu, sungguh Zivana baru menyadari nya. Dia melihat Dean yang memerah menahan sesuatu, pria itu meninggalkan Zivana di sana.


Dean masuk ke dalam kamar mandi, pria itu berdiri di bawah kucuran shower air dingin. Dean merasakan perih saat air itu membasahi pergelangan tangan nya, rasanya begitu perih. Sebenarnya Dean merasakan pusing di kepala nya, pandangan Dean sudah mulai menggelap.


Perlahan Dean mulai kehilangan kesadaran nya, dia pingsan di bawah guyuran air dingin di kamar mandi. "Ziva," lirihnya sebelum benar-benar kehilangan kesadaran.


Sudah hampir satu jam Dean tak keluar juga, Zivana panik sendiri. Masuk jangan, masuk jangan? Gadis itu sungguh bingung, tapi dia juga sangat khawatir. Perasaan nya pun tak karuan, dia begitu mengkhawatirkan Dean di dalam sana.


"Om! Om, denger Ziva kan?!" teriak Ziva di depan pintu kamar mandi.


Tak ada sahutan, mungkin Dean tak mendengar pikir Zivana. "Om Dean! om!"


Dengan perasaan yang di penuhi rasa khawatir, Zivana memukulkan patung itu pada kenop pintu. Satu kali, dua kali, sampai pada usahanya yang ke empat belum ada hasil apapun. Tangan nya malah terluka, tapi rasa sakit itu tak sebanding dengan kekhawatiran nya.


Pukulan ke delapan, kenop pintu berhasil terbuka. Zivana langsung melempar asal patung itu, dia berlari masuk.


"Om Dean!"


Betapa terkejutnya dia melihat Dean yang tergeletak di lantai, dengan keadaan tak sadarkan diri. Gadis itu berusaha mengangkat tubuh Dean, dengan susah payah Zivana berhasil membawa pria itu keluar kamar mandi.


"Om bangun!" Zivana menidurkan Dean di tempat tidur. Gadis itu melihat luka yang ada di tangan Dean, masih mengeluarkan darah rupanya.


Zivana mencari kotak P3K di sana, setelah menemukannya dia mulai mengobati luka di pergelangan tangan Dean. Zivana juga menemukan minyak angin di sana, dia mengoleskan sedikit pada hidung Dean.


"Om Dean, bangun. Jangan buat Ziva takut," lirihnya.

__ADS_1


Detik berikutnya Dean mulai membuka mata, dia mengerjabkan matanya berkali-kali. Zivana tersenyum senang melihat itu. "Om Dean,"


Dean mulai sadar, butuh beberapa menit untuk dia mendapatkan kembali kesadaran sepenuhnya. Dia menatap lekat wajah Zivana, matanya memerah. "Kenapa? Kenapa kamu menangis?" tanya Dean.


Zivana menggeleng, dia mengusap sisa air mata yang tanpa sadar menetes itu. Gadis itu mengembangkan senyumnya. "Om, baik-baik aja kan?"


"Saya tanya Zivana. Kenapa kamu menangis?" tanya Dean dengan wajah datarnya.


"Ziva khawatir sama om. Kenapa sampai pingsan begitu? Ziva beneran takut banget. Takut kalau Ziva sampai kehilangan om," kalimat terakhir gadis itu terdengar begitu lirih.


Hembusan nafas panjang terdengar dari Dean, pria itu meminta Zivana untuk duduk di samping nya. Kemudian tanpa di duga, Dean menarik Zivana dalam dekapan nya. Untuk sesaat jantung Zivana seperti berhenti berdetak, ini benar-benar seperti mimpi.


"Saya baik-baik saja. Jangan terlalu mengkhawatirkan saya, pikiran dirimu sendiri saja." Dean melepaskan pelukan itu, dia menatap Zivana yang juga sedang melakukan hal yang sama.


"Kita berbeda, dunia kita berbeda. Saya memiliki dunia yang bahkan tidak pernah kamu bayangkan, dan saya yakin kamu tidak akan bisa sanggup di dunia seperti itu." Kata-kata Dean terdengar begitu membingungkan menurut Zivana, mereka hidup di bumi yang sama dan juga di zaman yang sama meski umurnya berbeda.


Dunia apa yang Dean maksud? Zivana tak mengerti, sungguh ini sangat membuat bingung. "Maksudnya om? Ziva gak paham."


"Saya dan kamu sangat jauh berbeda. Kamu gadis SMA dan saya Duda," jelas Dean, gadis itu mengangguk paham ternyata itu masalah nya.


"Ziva gak peduli itu." Gadis itu begitu lancar dan tegas saat mengatakan nya, sungguh umur dan juga status tidak menjadi masalah untuk Zivana.


"Tapi saya peduli." Dean memalingkan wajahnya, dia benci ini sangat benci. Kenapa pikiran dan hatinya berbeda, kenapa mereka berlawanan.


Rasanya aneh saat Dean mengatakan itu, hatinya seperti tak rela. Apakah mungkin dia mulai menyukai gadis ini?


...***...


Next>>


...Hai, maaf baru up 🙏 Ini mslh nya aku, susah bagi waktu 😭🙏 maaf banget 🙏 semoga suka part ini🤗...

__ADS_1


__ADS_2